Kamis, 30 Juni 2022

Bangun Kepercayaan Dirimu


Percaya diri sebenarnya penting ditanamkan untuk diri sendiri. Penunjang percaya diri sebenarnya banyak, dan yang tahu penunjang atau pendukung itu kita sendiri. Meskipun, tanpa pendukung atau faktor lain, tetap saja kita harus percaya diri. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah harus tahu menempatkan diri dari sikap percaya diri tersebut.

Percaya diri dengan keadaanmu yang apa adanya sebenarnya tidak disalahkan. Namun, jangan tampil dengan terlihat "tidak tahu apa-apa" ibaratnya kosong tanpa modal. Oleh sebab itu, dukung percaya dirimu dengan berbagai hal misalnya pintar, serta bijaknya dalam bersikap, segudang prestasi yang mungkin tidak bisa dilakukan orang lain. Minimal, informasi positif yang terbaru tidak tertinggal.

Manusia itu tidak akan pintar secara tiba-tiba. Pintar dengan cerdas itu menurut saya berbeda. Cerdas akan lebih kepada faktor keturunan. Namun, jika pintar harus dilatih dan melalui banyak proses. Proses itu butuh waktu dan di dalam proses itu banyak pengalaman yang bisa diambil pelajaran atau hikmahnya.

Intinya gali terus kepercayaan diri yang ada pada diri kita. Jangan malu untuk bertanya, utamanya berilah nutrisi pengetahuan kepada otak kita untuk sering membaca buku, asah kepekaan hati terhadap lingkungan dan yang paling utama harus senang bersosialisasi. Jangan hanya jago kandang, tapi jika keluar tidak tahu arah bahkan tak punya nyali. Nyali dan mental yang besar pasti diikuti dengan keoptimisan, kepercayaan diri yang kuat. Mungkin kamu bukan siapa-siapa, tapi minimal keberadaanmu akan diutamakan.

Salam Semangat.

Senin, 27 Juni 2022

Liburan, Edit Tulisan



Kali ini saya ada di tahap editing sebuah karya sendiri. Ternyata ditahap menulis itu lebih mudah jika dibandingkan dengan editing. Dua hari penuh saya mengedit tulisanku sendiri, ternyata cukup membuat pusing. Apalagi menemukan tulisan saya ketika masih awal-awal menulis, ada benak menertawakan diri sendiri dan berkata "iki piye to maksudku" "iki kok ngene sih" dan masih ada yang lainnya. Maka sangat perlu dan penting tahap editing ini.

Kemarin seharian hampir tiga puluh judul, yang satu persatu harus saya baca. Meneliti dengan sejeli mungkin, mulai dari tanda baca, kelengkapan huruf, ketepatan kalimat pada satu paragraf, keselarasan antar paragraf benar-benar bukan perkara mudah. Belum lagi jika ada referensi atau kutipan yang diambil dari buku lain. Di atur sedemikian rupa agar tulisan tetap tepat dan elegan. Mungkin njlimet, bikin pegel badan jika dilakukan tanpa niat yang baik dan ketulusan hati.

Editing pada suatu tulisan tidak cukup satu atau dua kali. Dan memang sebaiknya editing dilakukan oleh orang lain yang lebih ahli, dalam artian tidak kita sendiri yang mengedit. Artinya perlu bantuan orang lain, sebab mungkin kita sebagai penulis faham akan maksud dari tulisan kita, namun belum tentu orang lain membaca. Itulah mengapa penulis itu benar-benar harus melakukan tahap editing sebelum masuk kepada penerbit dan percetakan.

Ada baiknya kita konsultasi kepada dosen, guru atau orang yang lebih expert dibidang tulis menulis. Mungkin kita juga bisa memohon kepada beliau untuk memberikan secarik paragraf untuk opini dari draf tulisan kita. Hal ini kita lakukan agar menghasilkan karya yang terbaik. Tidak usah jauh-jauh contohnya, sama ketika masih di bangku mahasiswa kita ke sana ke mari untuk konsultasi dan memvalidasi tulisan kita. Ketika mau menghasilkan buku pun juga harusnya demikian, untuk meminimalisir sebuah kesalahan.

Kemudian, tata letak penulisan, font, size, ukuran kertas, layout memang, biasanya dibantu oleh penerbitnya. Namun, sebagai penulis atau pemilik karya, kita sangat boleh memberikan konsep, yang nantinya akan menjadi buku terbaik versi kita dan dapat di terima di masyarakat luar.

Awal-awal hal ini sangat awam namun semakin ke sini, saya banyak memperoleh ilmu serta pengalaman. Yang perlu digaris bawahi bahwa melahirkan sebuah karya seperti buku tidak bisa instan, melalui proses yang tentu tidak singkat dan tidak mudah apalagi bagi yang tidak berniat sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, apapun bentuk, judul dan isinya setiap karya pasti sudah diperhitungkan dengan matang dan banyak melalui editing yang panjang. Sehingga, tetap semangat editingnya, jangan cepat puas dan mari terus melahirkan karya.

Salam Semangat Literasi

Sabtu, 25 Juni 2022

Jangan Janji Palsu


Berkedok Demi Orang Banyak

Kau Tindas Orang Baik Dan Pintar

Tanpa Rasa Keraguan


Siapa Kamu Sebenarnya

Bijak Juga Belum Ketara

Adanya Egois Dan Keras Kepala


Jangan Hanya Menyalahkan

Cobalah Belajar Bersama

Jangan Acting Goblok Malas-malasan


Jangan Jadikan Keadaan Fisikmu

Menjadi Penghalang Dan Alasan

Bertanyalah Hati Nuranimu Dimana


Kupikir Kamu Juga Pintar Dan Baik

Ternyata Hanya Sebatas Kulit Saja

Sudahi Janji Dan Omong Kosongmu


Sudah Sulit Kupercaya

Berhentilah Menindas Dia

Ingat Janji Sama Dengan Hutang

Jumat, 24 Juni 2022

Wabah PMK


PMK, penyakit mulut dan kuku pada hewan, yang sekarang sudah mulai merambah di daerah. Di beberapa desa di Kabupaten Tulungagung juga sudah mulai banyak dan sangat cepat penyebarannya. PMK menyerang umunya hewan ternak mamalia seperti sapi dan kambing.

Dampaknya banyak pasar hewan yang terpaksa tutup. Lalu banyak peternak yang kehilangan hewan peliharaannya, hal ini sangat memprihatinkan. Kebetulan ada saudara, yang berprofesi sebagai mantri sapi, dia menjelaskan PMK itu sangat cepat penyebarannya, kalau PKM tidak bisa menular kepada manusia namun, jika ada orang dari kandang sapi atau kambing yang terkena PMK, jangan sampai berkunjung ke kandang yang masih sehat. Baiknya, dihindari untuk berkunjung ke kandang satu ke kandang yang lain. Hal ini ditakutkan ada bakteri atau virus yang menempel di baju, lalu dengan cepat berpindah ke hewan yang masib sehat.

Ada beberapa ciri jika hewan dikatakan PMK, kuki pada hewan ada darah seperti bercak luka-luka, lalu berlendir pada mulut, tidak berselera makan, hal ini disebabkan dalam mulut hewan tersebut bersariawan, kemudian ada yang diare, lemas, kemudian "njerum" atau tidak kuat berdiri. Jika demikian, pemilik ternak harusnya cepat-cepat menghubungi mantri hewan untuk tindakan yang lebih lanjut. Banyak peternak berkata bahwa PMK ini hampir seperti covid 19 yang menyerang manusia. Kemudian kenapa harus ada PMK, menjelang Hari Raya Qurban.

Terlepas dari banyaknya pertanyaan dalam hati, memang ini takdir Allah mungkin ujian bagi orang yang sebagai peternak. Kalau dulu, covid 19 ibadah haji sempat tertunda lalu ini di menjelang Hari Raya Qurban harus ada PMK. Umat muslim mungkin banyak yang akan melaksanakan qurban, namun keberadaan hewan dibatasi dengan alasan kesehatan hewan karena PMK itu sendiri. Kita, harus bijak dengan qonaah dengan berbagai ikhtiar dan tawakal kepadaNya.

PMK sebetulnya bisa dicegah dengan mengutamakan kebersihan kandang, minimal si hewan dimandikan sehari sekali di pagi hari, lalu pakan yang sehat, dengan adanya PMK ini, ada tambahan vitamin, bisa dari jamu tradisional lalu ditambah air gula merah, dan jangan lupa sering di semprot kandang dan bagian mulu atau kakinya dengan cairan sitrun. Satu saset sitrun, dicampur dengan air kurang lebih 2,5 liter. Ilmu ini juga, saya dapatkan dari saudara yang berprofesi mantri tersebut.

Di desa saya, banyak sekali peternak sapi dan kambing. Semua berharap hewan ternaknya sehat dan aman seperti sebelum-sebelumnya dan wabah PMK ini cepat hilang. Saya juga sangat ikut sedih dan prihatin jika ada tetangga yang harus kehilangan ternaknya, padahal sebagian mereka, mempunyai rencana atau planning bahwa hewan ternak juga sebagai investasi serta tabungan yang intinya bisa dijual ketika bulan-bulan seperti ini, namun apa daya dia harus kehilangan. 

Semoga PMK cepat berakhir, perekonomian peternak mamalia bisa kembali normal. Dan kita umat muslim bisa melaksanakan ibadah Qurban dengan kelancaran tanpa terkendala dan banyak berbagi kebaikan kepada sesama. Ingat jaga kesehatan hewan kita dengan menjaga kebersihan kandang, pakan yang sehat dan jangan lupa berikan vitamin untuk hewan ternak kita.

Salam Semangat

Kamis, 23 Juni 2022

Berbagi Itu Indah





Berbagi dengan sesama adalah hal yang mulya. Berbagi dengan yang sangat membutuhkan adalah yang baik. Lalu berbagi dengan anak yatim atau piatu adalah utama. Masih ingat hadits Nabi yang menyatakan bahwa "beliau menjajarkan antara kedua jari tengah dan telunjuknya, itulah kedudukan orang yang memelihara anak yatim dan beliau kelak di surga". Kira-kira demikian.

Di masjid Al Hikmah Mirigambar dikoordinatori oleh Bulek Azizatun Nikmah dan Mbak Ulfiah Harlena kami bekerja sama dengan lembaga Yatim Mandiri. Dimana ada kursus atau les yang diperuntukkan untuk anak yatim atau piatu di desa Mirigambar. Materi kursus atau les tersebut adalah mata pelajaran sekolah, terutama Matematika. Semua peserta hari ini ada enam belas siswa. Dan gurunya bernama Mbak Imania, dari Ringinpitu,  Tulungagung.

Ada yang kelas tiga, ada kelas dua, empat berjumlah lima belas anak. Lokal yang dipakai kelas atas yang biasa digunakan madrasah diniyah ketika malam hari. Les diselenggarakan setiap dua minggu sekali, di hari Kamis dan Jumat, pukul setengah tiga sampai jam empat sore. Alhamdulillah setiap kali kesempatan, kadang sebulan sekali atau dua bulan ada hamba Allah yang selalu berbagi.

Donatur atau hamba Allah ini tidak melulu satu orang, melainkan siapa saja yang ingin berbagi kepada mereka sangat dipersilahkan. Boleh dalam bentuk alat tulis, uang, kebutuhan sekolah atau sembako. Baru-baru ini ada penyaluran kebutuhan sekolah seperti alat-alat tulis untuk mereka. Kadang di akhir semester juga ada agenda rihlah atau berwisata yang sederhana. Waktu bulan Ramadhan kemarin juga, diajak buka bersama dengan seluruh anak-anak yatim yang dibawah naungan Yatim Mandiri Tulungagung. Semoga mereka semua menjadi generasi yang solih solihah dan mendapatkan ilmu yang manfaat serta barokah. Dan bisa menjadi penyambung pahala serta doa kepada orang tuanya yang telah tiada.

Sangat terharu ketika melihat mereka, kita harusnya sangat bersyukur dan memberikan pelajaran untuk selalu menyayangi kedua orang tua kita, dan masih sehat panjang umur. Terpenting dan lebih utama lagi kita harus mampu memupuk rasa syukur yang terus berlipat-lipat. 

Salam Semangat

Bahaya Menggunakan Gawai Yang Berlebihan Dan Mencegah Gejala Kleptomania

 



Untuk mengisi waktu luang sebelum pembagian rapor di semester genap ini, kami menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Menggunakan Gawai yang berlebihan dan Mengindari Gejala Kleptomania. Ada beberapa latar belakang kami adakan kegiatan ini.

Salah satunya adalah menjelang liburan kami sangat berharap kepada abak didik kami, agar tidak berlebihan dalam menggunakan gawai mengingat bahayanya. Mulai dari kesehatan mata, belum lagi pemborosan data paketan internet. Kedua, pengarahan untuk anak-anak yang baru lulus, dalam menghadapi masa remaja, kenakalan dan lingkungan baru bahkan ketika berlalu lintas yang benar. Ketiga, mengetahui, mengenali, memahami apa itu gejala kleptomania.

Istilah kleptomania adalah gangguang seseorang yang selalu ingin memiliki hak orang lain, sehingga dia menghalalkan segala cara untuk mengambilnya. Istilah kasarnya adalah dia akan berani mencuri. Mencuri yang tidak kapok, tidak cukup satu dua kali tanpa rasa takut akan resikonya. Sebenarnya gejala kleptomania jika dibiarkan ini sangat berbahaya. Dan bisa menular kepada teman-temannya. Tetapi, jika masih gejala dan terdeteksi secara dini, kleptomania ini dengan treatment yang ada serta pendekatan keluarga, lingkungan dan orang-orang terdekatnya, bisa disembuhkan.

Pada kesempatan ini, kami mendatangkan nara sumber dari Polsek Kecamatan Sumbergempol, yakni beliau Bapak Agus. Kenapa harus dari kepolisian? Kepolisian adalah lembaga negara, aparat hukum yang menegakkan keadilan yang melayani masyarakat, jika ada sesuatu yang tidak diharapkan. Sehingga, peserta didik tidak perlu takut, karena kita bersahabat dengan kepolisian. Orang yang takut dengan kepolisian bisa jadi ada kasus atau masalah yang posisinya kurang benar.

Alhamdulillah, acara lancar dan terlihat anak-anak sangat bahagia. Pada acara tersebut, ada seai tanya jawab. Alhamdulillah ada tiga siswa yang bertanya ada Mbak Sila dan Mbak Atina dari kelas VI, dan Mbak Mila dari kelaa V. Bapak Polisi Agus memberikan pesan bahwa bermain hp yang berlebihan, media sosial yang tak tersaring dan sampai berani menghalalkan segala cara ini sangat berbahaya. Liburan sebentar lagi, sehingga isilah waktu dan manfaatkan waktu yang ada dengan hal yang bermanfaat. Acara ditutup dengan doa dan pembagian hadiah dan beberapa pengumuman. Kami sangat berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, memberikan manfaat bagi semuanya.

Salam Semangat




Rabu, 22 Juni 2022

Iman Kepada Hari Akhir


Rukun iman, sudah kita pelajari sejak dini. Ketika di RA atau TK pun, sudah kita hafalkan dari rukun iman pertama hingga keenam bahkan dengan kombinasi lagu yang mudah diingat dan dihafal. Semakin bertambahnya usia dan jenjang pendidikan, makna iman serta setiap rukun yang ada pemahamannya pasti akan semakin luas dan lebih dalam memaknainya.

Iman memiliki arti percaya, rukun iman kita tahu ada enam. Mulai dari Iman kepada Allah, Iman kepda Malaikat Allah, Iman kepada Kitab-Kitab Allah, Iman kepada Nabi dan RasulNya, Iman kepada hari akhir (kiamat) dan Iman kepada Qada dan Qodar Allah. Iman kepada hari akhir, atau hari kiamat yang mana peristiwa hancurnya seluruh alam semesta, seluruh makhluk binasa kecuali yang di kehendaki Allah.

Perlu diketahui hari akhir itu pasti terjadi, berdasarkan waktunya di bagi menjadi dua macam. Ada kiamat sugra atau kiamat kecil dan ada kiamat kubro atau kiamat besar. Kiamat sugro misalnya kematian, bencana alam longsor, gempa, banjir dan tsunami dan lain-lain. Sedangkan kiamat kubro adalah hancurnya seluruh alam dan seluruh isinya.

Setiap rukun iman, harusnya kita jadikan muhasabah, terutama bagaimana dengan sikap serta cara kita mengamalkannya. Seperti iman yang kelima yakni kepada hari akhir. Kapan atau waktu hari akhir itu tidak ada yang tahu kecuali Allah. Namun, dijelaskan beberapa ciri dan tanda-tandanya. Kita seharusnya peduli, peka terhadap semua itu. Untuk apa? Tentu saja agar menjadi manusia yang lebih hati-hati, manusia yang lebih baik dan manusia yang lebih taqwa.

Nasihat yang lebih dari segalanya adalah kematian. Kematian juga bentuk dari kiamat kecil. Apakah hati kita bergerak ketika ada hal demikian? Apakah kita pernah membayangkan diposisinya? Dan sudahkan siap dengan kematian? Jika biasa-biasa saja, sedikit berbahaya, tanda kerasnya hati mulai muncul, maka perbanyaklah istighfar dan buatlah hati kita untuk mengingat mati.

Ada sedikitnya sembilan sebutan dalam Al Quran, nama-nama hari di akhir nanti, diantaranya:

1. Yaumul Qiyamah= hari kehancuran bumi dan seisinya

2. Yaumul Zalzalah= hari goncangan keruntuhan

3. Yaumul Ba'ats= hari dibangkitkan manusia dari kubur

4. Yaumul Mahsyar= hari dikumpulkan di padah Mahsyar

5. Yaumul Hisab= hari perhitungan amal

6. Yaumul Mizan = hari penimbangan amal

7. Yaumul Jaza'= hari pembalasan

8. Yaumul Wa'id = hari pembalasan

9. Yaumul Hars = hari penyesalan

Mari, terus berbenah diri menjadi insan yang lebih baik dalam segala hal. Amaliyah kebaikan harus terus kita tingkatkan. Salam semangat.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...