Keesokan
harinya, kita berangkat di tempat karantina, semua finalis dikumpulkan karena ada
pengarahan dari panitia. Di tempat karantina itulah, tidak ada yang
berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, melainkan menggunakan Arab
atau bahasa Inggris. Yang terlintas di benakku, “kesempatan ini tidak akan datang kedua kalinya, meski bahasa Inggrisku
blepotan, ya sudahlah gak ku fikirkan, yang penting jaga mental baja dan tetap Percaya
Diri”.
Tibalah
waktu wawancara atau interview bersama para juri. Ada lima juri dan beliau
beliau berasal dari PTAIN, satu persatu
dari juri ada yang bertanya mengenai sertifikat, tujuan visi dan misi mengikuti
Student Mobility Program, dan isi artikel
atau paper kita. Dan pertanyaan yang diutarakan menggunakan bahasa inggris,
maka menjawabpun harus berbahasa inggris. Jreng… jreng tibalah aku ditanya, What is your hobby, and why you like this,
and get sertificat KMD? What is this?, Sambil salah satu juri membawa
sertifikat KMD, sertifikat itu adalah sertifikat tentang Pramuka, Kemudian saya
blank, entah apa yang terlintas
sehingga saya lupa bahasa inggris dari
Pramuka, dengan PD nya saya sebut ditengah-tengah menjawab Bahasa Inggris
sebutlah kata PRAMUKA menggunakan bahasa Indonesia. Dari lima juri tersebut
awalnya yang tidak senyum, satu ruangan menjadi ramai karna tertawa. Ya Allah
Malu dan campur ndredeklah diriku ini
(sambil ikut tersenyum). Nah, salah satu
juri berkomentar ok, no problem.
Sesi
wawancara itu selesai, semua finalis kembali ke karantina, dan saya hanya
berdoa yang terbaik menurut Allah manut saja, yang penting ikhtiar usahane
lanjut terus. Keesokon harinya, panitia mengumumkan bahwa hasil tes wawancara
akan di upload di web resminya, sehingga finalis boleh kembali ke kampus
masing-masing.
Akhirnya
kita pun pulang menggunakan Bus. Di siang hari kita harus menuju halte bus
disisi jalan, maka kita harus menyeberangi rel kereta api selatan UIN SUNAN
Ampel. Surabaya udaranya sangat berbanding terbalik dengan Malang, yang
biasanya merasakan dingin dan hujan, pada saat itu kota Surabaya terasa amat
sangat panas. Sehingga Saya dan temen-teman dari Malang belum terbiasa alhasil
terus rewel di sepanjang jalan menuju halte Bus, Di tambah jalan kaki,
lagi-lagi uang kita cukup hanya buat naik Bus, Air mineral saja, ambil di
karantina. sungguh mengesankan hehehe.
Alhamdulillah,
kita sampai di Malang dengan selamat dan tinggal menunggu pengumuman resmi
siapa yang akan berangkat di Jepang atau Australia. Kita semua berpeluang untuk
berangkat apabila nilai dari wawancara tersebut tinggi. Tiga hari kemudian,
kami dikumpulkan oleh pihak Fakultas, dan dikabarkan bahwa anak FITK belum ada
yang berkesempatan berangkat, namun yang mewakili kampus kami satu anak dari
Fakultas Syariah dan dia lolos untuk terbang ke Australia selama lima belas
hari. Setelah saya cek di web resminya saya hanya selisih sepuluh point dengan
yang lolos ke Australia di wawanncara, alhamdulillah nilai paper saya lebih
tinggi.
Itulah
cerita lima tahun lalu, ketika ada kesempatan maka gunakan yang semaksimal
mungkin dan sebaik mungkin. Ketetapan Allah akan selalu indah dan terbaik mana
kala kita berusaha atau ikhitiar semaksimal mungkin dan kata menyerah atau
menyesal jauh dari pikiran, selalu berhusnudzon terhadapNya. Kesempatan Pasti
Akan Datang di Waktu yang tepat dan lebih indah. Mungkin saya tidak lolos untuk
ke Jepang atau Australia, Namun saya yakin seyakin-yakinnya bisa mendapat
kesempatan lain, bisa saja ke Makkah, Madinah atu Eropa. Aminnn
Pengalaman
diatas saya membuka pikiran saya, bahwa diawali dengan menulis artikel atau
paper, sekarang saya juga berkesempatan ulang menggali dan menumbuhkan semangat
saya lagi untuk menulis. Jadi memang benar menulis itu menyenangkan dan mudah
JIKA KITA MAU! Semoga bisa terus istiqomah dalam , menurut saya apapun
itu yang penting menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar