Manusia diantara makhluk yang lain adalah makhluk yang sempurna karena dikaruniai oleh Allah sebuah akal dan pikiran. Sehingga manusia dapat membedakan mana hal baik dan buruk. Disisi kesempurnaan sebagai manusia, tetap saja, manusia tempat salah, lupa dan penuh dengan kekurangan. Berbeda dengan Rasul Nabi kita, Muhammad SAW, paling sempurna dengan akhlak kemuliaannya dan beliau dijamin Allah Ma'shum (bebas dari dosa) dan sudah menjadi keharusan untuk mengidolakan, meneladani segala hal tentang beliau.
Nabi Muhammad yang sudah dijamin Allah, ma'shum, tetap selalu istighfar dan berdoa kepada Allah. Setiap sekonnya beliau mengingat Allah, lalu bagaimana dengan kita sebagai manusia biasa, yang berlumur dosa setiap detiknya? Maka, kewajiban sebagai manusia yang penuh dengan dosa serta kelemahan, salah satunya dengan Berdoa.
Berdoa adalah bentuk salah satu ibadah, dzikir atau mengingat untuk selalu memohon kepda Allah Yang Maha SegalaNya. Dalam Al Quran banyak sekali Firman Allah yang menjelaskan tentang Berdoa. Sebagian dari kita mungkin sudah familiar dengan salah satu firman Allah tentang berdoa, yaitu dalam Al Quran Surah Al Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
Artinya: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina."
Sudah sangat jelas, lantang dan gamblang Allah menjelaskan tentang Doa. Doa-doa yang kita panjatkan akan dikabulkan olehNya. Di kelanjutan ayat tersebut, diterangkan juga sebuah peringatan, jika kita sebagai manusia tidak mau berdoa, hanya mengandalkan otak serta kemampuan yang dimiliki, maka orang tersebut tergolong orang yang sombong dan pantas untuk masuk Neraka Jahanam. Naudzubillah..
Untaian lafal doa yang kita lantunkan merupakan bentuk untaian kalimat-kalimat tayyibah yang isinya memuja, memuji keagungan dan memohon segala hal baik untuk diri kita , keluarga, serta orang-orang di sekeliling kita. Maka dalam memanjatkan doa, bisa dilakukan dalam segala kesempatan. Memang, lebih dianjurkan dimana waktu-waktu yang mustajabah untuk berdoa. Namun, juga tidak salah, akan lebih bagus jika dalam setiap hembusan nafas kita mengingat Allah dengan selalu berdoa dalam hati.
Doa yang kita panjatkan, ada yang secara langsung, seperti halnya ketika kita membeli bakso, pesan langsung dapat di makan ditempatnya. Ada kala doa-doa yang dipanjatkan masih membutuhkan waktu yang tepat untuk kita dapatkan. Apapun hajat kita, bentuk pontang-panting ikhtiar yang dilakukan, JANGAN LUPA BERDOA. Tetapi, jangan disalah artikan, hanya mengandalkan doa tapi tidak mau berusaha hanya modal pangku tangan. Jangan ya..
Jadi, jika diantara kita yang mungkin ada beberapa doa yang masih belum terwujud jangan putus asa, jangan bosan untuk selalu mengulang-mengulang doa tersebut. Bisa jadi doa tersebut, tidak sekarang bisa saja nanti untuk anak cucu keturunan kita. Dan bentuk doa-doa yang kita ulang-ulang sebagai bukti husnudzon kita kepada Allah. Yaqin Se Yaqinnya Doa Itu Akan Terwujud Dengan Waktu Yang Pas, Tepat Menurut Allah bukan kaca mata manusia biasa. Fighting💪🏻

Siip bu Filza... Trimkasih ilmunya
BalasHapusTerimaksih pak,mohon bimbingannya
BalasHapus