Sabtu, 30 Januari 2021

Ngaji Bareng 2



Seperti biasa, ngaji bareng di hari Sabtu siang di kitab Adabul 'Alim WalMuta'alim dari karangan tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama Yaitu K.H Hasyim Asy'ari. Kali ini menjelaskan tentang adab sebagai pengajar atau yang diajar. 

Mungkin lebih sederhananya abad atau tata krama, budi pekerti pelajar dan guru. Tentu, yang mempunyai adab atau tata krama tidak hanya siswa atau pelajar saja. Melainkan sebagai pendidik, pengajar atau guru pun wajib mempunyai tata krama.

Waktu mengaji membahas tiga pasal. Diantaranya, bagaimana adab pelajar dengan gurunya mulai dari tata cara memanggilnya. Tidak boleh memanggil dengan langsung nama panggilannya. Sebagai contoh, jika nama gurunya adalah Abdul. Kita langsung memanggilnya dengan dengan panggilan "Dul Abdul". Nah ini sangat fatal, sangat dilarang. Yang baik bagaimana?

Tentu, dengan menggunakan kata Bapak, Ustadz atau Pak guru. Baik beliau ada di tempat atau tidak ditempat, maka tetaplah menggunakan Pak, Ustadz atau Pak guru. 

Maka tatanan bahasa ini sangat penting. Jika menggunakan Bahasa Indonesia, hendaknya kita dapat berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia dengan baik dan lebih formal. Sama halnya menggunakan Bahasa Jawa, kita harus menggunakan Krama Inggil. Karena bahasa tersebut digunakan untuk orang yang kita mulyakan atau lebih tua dari kita.

Yang kedua adalah, ketika guru tersebut mempunyai keluarga, tentu harus dihormati dan dimulyakan. Maka, tidak dianjurkan jika guru kita mempunyai keluarga, yang di hormati hanya guru kita saja. Untuk keluarga misalkan suami atau istri dan anak-anaknya tidak kita hormati. 

Yang ketiga, guru itu adalah contoh yang nyata bagi siswanya. Maka hendaknya, ketika berinteraksi atau memberikan contoh itu harus dengan segala hal yang terbaik. Tutur kata yang baik, prilaku yang santun. Karena guru itu dapat "nulari" atau menularkan. Kalau ada guru yang santun akan menular dan melahirkan siswa yang santun, dan sebagainya.

Lalu, mendoakan guru baik yang masih sehat atau yang sudah mendahului kita. Minimal mengirimkan fatihah kepada beliau-beliau. Karena mendoakan adalah wujud dari kita memuliakan guru kita. Selain kita mendapat pahala, kita pun juga akan mendapat kebaikan dari doa doa yang kita panjatkan.

Namun, bagaimana jika kita menemui guru yang tegas "kereng". Dan dipandang siswanya sebagai guru yang suka memberi peringatan. Sebagai siswa, kita harus menyadari.  Bahwa guru melakukan hal demikian untuk tujuan yang baik, misalnya ketika hafalan Al Quran karena belum lancar atau belum hafal, kita di suruh untuk berdiri. Hal tersebut tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa malas yang berkepanjangan.

Kemudian apa sih, tujuan dari semua itu? Yakni kita ingin mendapatkan kebarokahan, kemanfaatan ilmu serta keridhaannya sehingga akan mempermudah ilmu yang beliau berikan. 


Sepeda Tua



Beribu Kilometer

Kau Menuliskan Cerita

Menemani Kisah 

Suka Bahkan Duka


Sudah Lama

Kayuhan Tanpa Henti

Menjadikanku Lebih Tahu

Arti Perjuangan


Meski Tua 

Dan Rupamu Tak Semahal Dulu

Tapi Keberadaanmu

Sangat Berarti


Nasehat Diri


Kadang manusia itu lupa, dari mana asal mereka. Karena sudah tertutup segala  kesenangan dan keinginannya. Pagar batasnya tak peduli dia terjang, hanya demi keinginannya.

Namun, jika sudah merasa di titik terendah mereka berbondong-bondong kembali kepadaNya. Eits...marilah kita sering-sering mengoreksi, introspeksi diri dan jangan malu untuk meminta nasihat dari orang terdekat kita.

Manusia itu pada dasarnya mempunyai rasa tidak akan merasa puas dengan segala hal. Selalu ingin memiliki dan menikmatinya. Banyak sekali contoh di sekitar kita. Punya satu handphone, kadang kita masih ingin beli dan mempunyai satu lagi. Karena kurang mewah atau kurang berkelas. Padahal sebenarnya berkelas dan tidak handphone tersebut mempunya fungsi yang sama.

Oleh karena itu rasa syukur itu harus kita tanamkan sejak dini. Bersyukur dengan segala hal yang telah kita miliki. Bersyukur tidak hanya melalui ucapan saja. Melainkan, kita mampu memanfaatkan suatu hal itu dengan baik.

Jumat, 29 Januari 2021

Ngaji Bareng



Ketika saat mengaji bareng kitab tentang adab dan ilmu. Banyak hal baru yang saya temukan. Bagaimana posisi orang yang mencari ilmu, mengajarkan tentang ilmu dan manfaat ilmu itu sendiri.

Bagaimana dalam kitab tersebut, juga diterangkan hal-hal yang dilarang ketika kita mencari ilmu. Kiat-kiat tirakat agar ilmu tersebut barokah dan manfaat.

Memang sih, ketika ngaji bareng ini saya pribadi sering absen. Dan tidak jarang, ketika masuk di ngaji bareng tersebut, kitab saya tertinggal. Tapi, saya tak kehilangan akal untuk selalu mencatat bahkan merekam penjelasan dari ustadznya. Oh iya nama kitabnya adalah Adabul 'Alim WalMuta'alim dan karangan tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama Yaitu K.H Hasyim Asy'ari.

Pada ngaji kali ini, menjelaskan tentang bagaimana kita mempunyai daya ingat yang kuat terhadap mencari ilmu. Yaitu diantaranya pertama jangan suka membaca nama nisan orang yang sudah meninggal, biasanya di pemakaman, kecuali karena kebutuhan misalnya untuk pergi nyekar ke kakek atau neneknya, harus mencari karena lupa dan sudah lama tidak berkunjung.

Yang kedua adalah jangan sampai di rambut kita itu ada penghuninya yaitu kutu rambut. Hal ini cukup menghambat dan mengganggu ketika kita mencari ilmu. Lha kok mencari ilmu, aktifitas biasa aja juga akan terganggu karena rasa gatal di rambut. Jadi rambut harus dibersihkan. 

Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya ingat di bidang ilmu, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Didukung oleh makanan yang bergizi dan lingkungan yang mendukung. Kira-kira itu dua hal penjelasan dari guru saya ketika ngaji bareng.

Jangan lupa ngaji

Kamis, 28 Januari 2021

Perubahan


"Buatlah gerakan demi gerakan. Perubahan demi perubahan. Sedikit perubahan lebih baik dari pada tidak sama sekali."

Tiga kalimat yang mengutip buku "Unlimited You" karangan penulis muda, berbakat dan sukses sejak dini. Siapa lagi kalau bukan Wirda Mansur.

Tiga kalimat di atas sangat menginspirasi dan memotivasi. Bahwa sedikit perubahan akan membawa kebaikan.

Perubahan apa sajakah itu? Perubahan diri kita, jangan hanya jalan di tempat untuk diri kita yang di masa lalu. Melainkan perubahan untuk lebih atau yang dulu belum ada di diri kita, kita harus menunjukkan perubahan tersebut.

Misalnya, yang dulu tidak pernah sholat sunah Dhuha dan Tahajud, mulai kita bangun perubahan itu. Tentu dengan sedikit demi sedikit kita bangun perubahan itu. Dan itu tidak mudah, harus di barengi dengan tekat dan niat yang kuat yang berasal dari diri sendiri. Kemudian di dukung oleh lingkungan orang-orang di sekeliling kita.

So, jangan takut untuk membawa perubahan yang lebih baik dan positif, meski itu hanya sedikit. 

Selasa, 26 Januari 2021

Membuka Jendela Dunia


Dunia itu luas, dan tanpa batas. Semua itu tergantung sudut pandang dan seberapa luas pengetahuan yang telah kita peroleh. Pengetahuan bisa kita dapatkan dari berbagai hal. Salah satunya dengan membaca buku.

Hari ini menjadi PR besar untuk kita semua dimasalah membaca. Membaca menjadi salah satu masalah bangsa kita. Artinya kemampuan membaca kita masih sangat jauh jika dibandingkan dengan negara lain. 

Hal ini banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya lingkungan terdekat kita. Mungkin saya tidak akan membahas terlalu dalam penyebab-penyebabnya.

Namun, sedikit berbagi pengalaman, bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai pemula. Pertama, tumbuhkan rasa suka dan senang tergadap judul buku yang akan dibaca. Kedua, pilih judul buku yang menurutmu sangat menarik, dan membuat penasaran. Ketiga, pilihlah buku yang sekiranya menggunakan gambar yang sekedar mewakili tulisan yang kita baca.

Keempat, pilihlah buku yang sekiranya tulisannya menggunakan warna-warni yang menarik. Tentu, empat trik di atas berbeda dengan trik pada orang yang sudah mahir dan menjadikan kegiatan membaca itu adalah suatu kewajiban. Itulah sedikit trik untuk menumbuhkan dan membangun kegiatan membaca.


Senin, 25 Januari 2021

Kecil Menusuk



Kadang Tak Nampak

Tapi Terdengar

Suara Unikmu


Memang Kecil

Jarum Mulutmu

Yang Tajam

Tak Tertandingi


Demi Perut Laparmu

Kamu Hisap Darah Segar

Siapapun Didekatmu


Risih

Bikin Bentol Di Kulit

Gerakanmu Sangat Gesit

Bikin Orang Makin Gregetan


Ketika Lampu Padam

Seketika Itu Kau Datang

Dengan Segerombolan

Kawan-kawanmu


Oh Nyamuk Nyamuk


Terimakasih


Kekuatan kata "Terimakasih" adalah bukti kita mampu menghargai diri sendiri. Kalau orang mampu menghargai diri sendiri. Maka menghargai orang lain pun akan sangat mudah.

Terlebih kata "Terimakasih" hampir kita setiap saat mendengar. Namun mengucapkan kata tersebut, jika tanpa pembiasaan sejak dini, saya rasa akan sangat sulit menerapkannya.

Kata "Terimakasih" menurut saya akan membantu pembentukan karakter diri yang mampu bertawadu', menjaga rasa ego yang tinggi atau rasa gengsi.

Oleh karena itu betapa pentingnya mengucapkan terimakasih. Lebih-lebih kita telah dibantu atau di tolong orang lain ketika kita merasa kesulitan dalam suatu hal. Terimaksihlah adalah salah satu bentuk apresiasi kecil yang patut kita ucapkan padanya.


Jumat, 22 Januari 2021

Alam



Alam

Di Negeri Tercinta 

Yang Subur

Bak Surga 

Yang Membentang

Untuk Kehidupan 


Kali ini, 

Maafkanlah

Atas Keserakahan

Dan Kelalaian

Di Semua Perbuatan Kami


Kau Melakukan 

Penyeimbangan

Kemudian Bagian Besar Kami

Menilai Engkau Marah

Maafkanlah


Alamku 

Teruslah Ada

Teruslah Subur

Teruslah Hijau

Untuk Kehidupan

Sampai

Anak Cucu Cicit Kami


Menunggu


Bunga Bermekaran

Penuh Warna Yang Indah

Dedaunan Hijau

Menambah Sejuk

Pandangan


Kursi Kosong

Menandakan 

Aku Masih Sendiri

Menantimu 


Menunggu

Agar Ku Tak Bosan

Kunikmati Rujak Buah

Pedas Nan Segar


Angin Spoi Berhembus

Mendung Pun Menjadi Gelap

Ah Itu Tanda

Kamu Pasti Datang


Kamis, 21 Januari 2021

Terbawa



Arus Semakin Besar

Menerjang Tanpa Pandang

Gelombang Bergulung

Menghampiri Yang Datang


Tak Mampu Menolak

Hati Pun Berat

Namun 

Ini Sudah Suratan


Pedih

Pilu

Tangis

Menjadi Balutan Kesakitan


Seiringan Dengan Itu

Keyakinan Setinggi Langit

Akan Membawa Kebahagian


Selasa, 19 Januari 2021

RAT


Saya baru bergabung di koperasi ini masih sekitar dua tahun lalu, menjadi anggota awalnya. Dan koperasi ini berdiri di tahun 2016 dengan nama koperasi wanita syariah al ikhlas.

Saya berfikir, pelajaran tengang koperasi serta simbol-simbolnya saya pelajari dulu di sekolah menengah pertama. Dan tentu itu sudah begitu lama. Namun, untuk praktek secara langsung masih belum begitu bisa.

Awalnya menjadi anggota, ya hanya sebatas tahu simpanan pokok yang di awal pertama kali daftar. Serta simpanan wajib yang setiap bulannya kita bayarkan. Lalu ada SHU (sisa hasil usaha). Dan kekuatan tertinggi berada di musyawarah rapat anggota.

Berazaskan Syariah oleh karena itu tidak ada bunga. Namun semua akad sesuai dengan anjuran syariah. Pada tahun pertama saya ikut, berdasarkan rapat digunakan bersama untuk ziaroh wali. Alhamdulillah saya bisa ikut juga, meski tidak kebagian  tempat duduk dan harus  menggunakan kursi plastik. Tapi sangat senang. Bersama ibu-ibu anggota yang lain. Ziaroh kali itu sangat mengesankan. 

Saya bangga pada koperasi ini, karena semua anggota dan pengurusnya sangat kompak. Menjalankan aturan yang telah disepakati dan setiap tahun bisa melalukan RAT (Rapat Anggota Tahunan).

Namun, RAT kali ini sangat berbeda. Biasanya RAT dilakukan dengan semua anggota. Di pandemi kali ini, hanya cukup dari pengurus harian dan perwakilan dari Dinas Koperasi Tulungagung. Dan dilaksanakan secara tertulis untuk tanggapan dan persetujuan anggota.

Pengalaman yang sangat-sangat unik. Kalau RAT sebelumnya saya hanya sebagai anggita. Namun, kali ini saya diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu pengurus harian. Dan mengetahui seberapa ribetnya hitung menghitung. Kemudian belajar apa itu neraca lajur, neraca inci, ekuitas dan masih banyak istilah lain.

Di pengurus koperasi ini, kami sangat kompak. Ada Ibu Nanim Sundari sekretaris yang super duper teliti dan perfectsionis terhadap segala hal. Ada Ibu Siti Lusiana yang tulisannya super rapi, dan lucu. Ada Ibu Hj. Dzurrotin Ayun yang sebagai pengawas yang sangat begitu tegas. Ada Ibu Hj. Nurhayati yang sabar dan kalem. Dan Ibu Kades  Hj. Dewi Robiatul yang sangat fashionable. Dan saya yang masih proses belajar dari beliau-beliau semua. Semua saling melengkapi.

Dan belum dari anggota- anggotanya yang semua jamilah jiddan. Selalu semangat, dan lebih kompak lagi kita akan mengagendakan foto bersama menggunakan seragam baru kita.  Alhamdulillah....




Sabtu, 16 Januari 2021

Jagong Buku

 


Rasanya sangat bangga ketika ada senior, guru sekaligus teman yang sudah melahirkan buku solonya. Memang, saya tergolong anak baru di lingkungan ini juga terhitung baru untuk mengenal beliau-beliau. Namun, di lingkungan ini semua sangat welcome dan sangat sangat sangat positif. Memberikan pengalaman yang sangat sangat berharga, dan selalu terus belajar. Khususnya di bidang literasi menulis dan menulis.

Ada tradisi baru yang di bangun dengan isitilah "Jagong Buku". Kalau bahasa lain itu seperti "Tilik Buku". Apa ya bahasa Indonesianya yang baku, intinya kita bertemu dan ngobrol, saling memotivasi, mengulas akan lahirnya buku solo atau perdana dan baru yang beliau-beliau berhasil lahirkan.

Iya meski hanya lewat aplikasi, tanpa berkontak fisik secara langsung tradisi yang baru di bangun ini, bisa berjalan dengan lancar dan succes.

Di awali pembukaan dan dilanjutkan sambutan pertama dari beliau yang tidak asing lagi, hebat serta pakar di bidang menulis salah satu Dosen IAIN Tulungagung, yaitu Bapak Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Dalam sambutannya, beliau dawuh bahwa lahirnya empat buku yang berhasil diterbitkan ini,  karena memang kuncinya satu yaitu mereka mau menulis. Kalau tidak menulis, mustahil disebut dengan penulis. Apalagi terbit buku. 

Menulis itu adalah sebuah keberanian, karena banyak tantangan dan hambatan. Lalu apa dan siap hambatan dan tantangannya. Tidak lain, diri sendiri, karena melawan rasa malu, rasa takut dan tidak percaya diri. Yang penting menulis, entah di baca atau tidak tetap menulis.

Kemudian beliau melanjutkan bahwa, menulis itu bisa kita lakukan di blog. Blog bisa untuk di sebar kemana-mana. Sebelum beliau mengakhiri sambutanya, beliau menyampaikan "Jika kamu ingin dikenang oleh sejarah, maka menulislah". Atau "Suruhlah Orang Lain Menulis Tentang Anda" dalam hal ini bisa untuk menulis biografi anda. "Pokoknya, yang penting Menulis, bermutu atau tidak itu tergantung dengan waktu". Adem sekali mendengar sambutan beliau. Terselip bisikan doa "saya pasti bisa"

Lalu, di jagong buku ini dilanjutkan satu persatu dari beliau yang berhasil menulis dan menerbitkan bukunya, diantaranya:

1. Ibu Eti Rohmawati, dengan bukunya "New Normal, New Hope". Beliau diantara empat penulis, satu-satu perempuan. Jadi beliau menyampaikan sambutan yang pertama. Dalam sambutannya beliau berterimakasih kepada Bapak Dr. Ngainun Naim atas bimbingan serta dorongan. Beliau juga tergolong yang produktif dalam menulis. Terbukti dengan setiap hari beliau  mengunggah tulisannya. Meski sibuk menjadi ibu sekaligus guru, tidak menghambat kegiatan menulis beliau, luas biasa.

2. Bapak Suprianto, dengan bukunya yang berjudul " Merenda Asa". Inti dalam sambutannya, beliau membuktikan "yang penting nulis". Dan beliau selalu membaca tulisan teman-temannya yang di Blog. Dan buku yang terbit ini, isinya sederhana dan lagi-lagi kumpulan daru Blognya. Sungguh hebat.

3. Bapak Muhamad Anshori, beliau adalah salah satu Kepala Sekolah di tingkat sekolah dasar islam di Tulungagung. Berhasil menerbitkan buku solonya yang berjudul "Membangun Pembelajaran Inspiratif" . Beliau menulis ini juga berdasarkan pengalaman saat menjadi guru kelas. Bagaimana menciptakan pembelajaran yang dirindukan oleh murid. Serta guru yang dinanti oleh siswanya. Dan beliau berkata bahwa menulis itu mempunyai fungsi untuk menyimpan. Jadi, jangan lelah untuk menulis. Keren sekali.

4. Terakhir adalah Bapak Nur Hadi. Beliau juga orang yang sangat sibuk, sebagai pengawas PPAI disalah satu kecamatan di Tulungagung. Berhasil melahirkan buku dengan judul "Melukis Mimpi Di Masa Pandemi". Beliau menyampaikan isi secara garis besarnya adalah nasehat untuk dirinya sendiri, refleksi, pengalaman sederhana, dan gagasan dinamika kehidupan. Sungguh sangat mengisnpirasi.

Itulah empat penulis, yang berhasil melahirkan buku solonya. Saya rasa ini adalah motivasi besar bagi saya pribadi. Untuk yakin se yaqin yaqinnya, bahwa pasti bisa untuk melahirkan buku solo berikutnya. Amin

Jangan lelah untuk menulis. Pokok e Nulis.

Saya ucapkan selamat untuk Ibu Eti, Bapak Pri, Bapak Anhsori dan Bapak Nur Hadi. Karya-karya berikutnya kami tunggu.

Nasihat Pagi



Renungan 

Teguran 

Nasihat 

Pagi Hari


"Kalau Mau Kaya, Jangan Menghalalkan Segala Cara"


"Kalau Mau Selamat, Makan dan Minumlah, Makanan Yang Halal"


"Naudzubillah, Amit-Amin Jangan Sampai Mencuri"


"Kalau itu bukan hak kita, jangan diambil, BAHAYA ALLAH MAHA TAHU"



"Masih dianugerahi badan sehat, tubuh sempurna, mulut bisa ngomong, mata bisa melihat, kaki bisa berjalan, hati tahu mana yang baik dan tidak"


"Sedekah jangan menunggu kaya, Kaya itu bukan Materi, Tapi Kaya Itu Peduli"


"Semoga kita selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari waktu dan waktu"


"Sehingga tidak menghalangi kehusnul khotimahan ajal ketika menghampiri"


Jumat, 15 Januari 2021

Kesedihan



Beberapa bulan yang lalu, sebelum pergantian tahun. Kesedihan melanda, dan kesedihan itu terulang lagi diawal bulan ini di tahun yang masih awal 2021. Bagaimana tidak sedih dan pilu, banyak para ulama'-ulama', kyai-kyai, guru-guru yang telah berpulang. Beliau-beliau ahli ilmu di bidang masing-masing yang dipanggil Allah untuk kembali kepadaNya.

Beliau-beliau adalah orang yang selama ini kita jadikan panutan sebagai orang-orang soleh,  serta tokoh yang kita nanti-nanti ilmunya. Satu persatu disayang olehNya. Sehingga meninggalkan dunia yang semakin carut marut ini.
Rasanya tidak hanya kita yang bersedih. Langit pun seakan berbicara. Bagaimana kehilangan sosoknya. Mendung dan gerimis sepanjang hari. Di hari yang baik Kamis dan Jumat. Sungguh rasa kehilangan ini semakin terasa.

Hanya doa yang kami persembahkan. Semoga para Ulama'-ulama', kyai-kyai dan guru-guru yang telah mendahului kita, akan mendapat SurgaNya. Lalu, ilmu dan amal kebaikan yang telah diajarkannya,  mampu kita laksanakan dengan sebaik mungkin.

Waktu terus berjalan, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya. Seberapa manfaat kegiatan yang kita lakukan di kesempatan waktu yang ada ini.

Zaman yang semakin modern dan canggih. Ilmu akan semakin terkikis, tanpa penerus yang praktis. Maka tahun ini adalah tantangan bagi kita jika kita mau disebut sebagai generasi muda dan generasi penerus. Lalu pertanyaan yang besar pun hadir. Apakah kita sudah siap meneruskan perjuangan para ulama tersebut. Dan apakah kita mampu?

Percaya


Rasa Percaya

Dihadirkan

Untuk Saling Menerima


Jangan Sesekali

Berfikir

Merubah Rasa Itu


Karena

Tidak Mudah

Membangunnya


Rabu, 13 Januari 2021

Gelap




Hitam

Tak Terlihat 

Setitik Pun Cahaya


Sendiri

Di Ruang Kecil

Nan Sepi


Akan Kutemui

Dan Kupeluk

Cahaya


Tapi Dimana Kuharus

Mencari

Senoktah Penerang

Ruangan Ini


Selasa, 12 Januari 2021

"Sadis"

 


"Sadis"

Sa= sabar

Dis= disiplin

Sabar Disiplin. Dua kata yang ringan, tapi berat untuk diamalkan. Sebenarnya seberat apa keduanya? 

Siapapun akan merasa berat jika tanpa didasari niat dan tekat yang kuat. Keduanya adalah sifat terpuji. Jika kita mampu melaksanakan, sudah jelas akan dicatat sebagai amal kebaikan. 

Tentu tanamkan niat yang kuat terlebih dahulu. Lalu buktikan dengan melakukannya dalam segala aktifitas dan kegiatan kita. Karena ada niat yang kuat, akan kurang jika tanpa melakukanya.

Sadis atau sabar disiplin harus dimulai dari diri sendiri. Sabar dalam menghadapi segala keadaan. Baik itu keadaan enak maupun keadaan tidak enak.

Kadang kita lupa, saking enaknya keadaan atau situasi yang kita dapatkan yang hilang kendali akhirnya lupa bersyukur. Naudzubillah. Jadi saya rasa porsi senang atau sedih harus kita tempatkan pada posisi yang pas. Senang sewajarnya, sedih pun kalau bisa juga sewajarnya. Lalu jangan lupa menata hati untuk sabar dan selalu bersyukur.

Disiplin, karakter yang satu ini harus dibentuk sedini mungkin. Dibangun dengan sebuah kebiasaan-kebiasaan kecil. Banyak contohnya, seperti waktu atau jam makan.  Sebagian besar dari kita jam atau waktu makan itu setiap harinya tidak sama. Mulai dari sarapan, makan siang atau makan malam. Kadang melompat-lompat tidak jelas atau bahkan saking padatnya kegiatan lupa akan jam makan. Tentu hal ini tidak baik. Nah, bagaimana cara kita bisa disiplin waktu makan? Dibutuhkannya komitmen dalam diri untuk memulai disiplin.

Disiplin juga bagian dari keistiqomahan atau "ajeg" atau tetap. Sudah banyak dari kita yang faham dan sering mendengar bahwa "alistiqomatul 'alamatul karomah". Bahwa keistiqomahan atau disiplin itu akan membawa pada kebaikan. 

Oleh karenanya mari, kita belajar bersama untuk lebih sabar dengan luasnya hati dalam segala keadaan. Belajar disiplin untuk diri kita dalam segala hal. Berusaha menjadi orang yang in time dari pada on time.

Minggu, 10 Januari 2021

Tak Mau Sendiri



Aku

Kamu

Tak Akan Mampu

Hidup Sendiri


Sekalipun Kau Meninggalkan

Dunia Fana Ini

Pasti Butuh

Orang Lain


Jangan

Sesekali Kau Tinggikan

Sikap Egoismu

Rasa Serba Bisamu


Hingga Lupa

Akan Susunan Asal Tubuhmu

Mari Lebih Bertafakur

Siapa Kita Sebenarnya


Sabtu, 09 Januari 2021

Cinta



Berdebar

Tiada Henti

Melirik Malu

Akan Senyum Indahmu


Berdebar 

Darah Mengalir Begitu Hebat

Dingin Diujung-ujung Tangan

Melihat Langkahmu 

Menuju Kepadaku


Secepat Kedipan Mata

Kau Berdiri Tegap

Tepat Dihadapku

Begitu Khas

Akan Wangimu


Cinta

Kehadiranmu

Begitu Indah

Akanmu

Dunia Terasa 

Milik Berdua


Rewel


Rewel

Dilarang Beralasan

"Alas" Dalam Bahasa Jawa Itu Hutan

Dan Hutan Itu Luas

Lalu Masihkah Rewel Tak Boleh Beralasan


Rewel

Mencari Perhatian

Coba Buka Telinga

Dengan Lebar

Dengarkan Suara Hati


Rintihan

Kesakitan

Menangis Tersedu

Akanmu

Kamis, 07 Januari 2021

Motivasi



Zaman Semakin Maju

Dan Waktu Terus Melaju

Tanpa Memandang Kualitas

Dan Kuantitas 

Serta Komunitas


Tugas Utama Selalu Menanti

Untuk Selalu Berinovasi


Tekuni Hal Baru

Yang Kamu Ahli

Ambil Kesempatan

Yang Bersifat Membangun

Jangan Malu


Bangun Relasi

Bangun Kepercayaan Diri

Untuk Pengembangan

Dan Kualitas Diri


Lalu Jangan Lupa

Menularkan Dan

Berbagi


Sajak Ibu



Segala Keringatnya

Serta Tetes Air Matanya

Bukti Perjuangan

Serta Pengorbanan

Demi Darah Gadingnya


Angin Berhembus Kencang

Panas Membakar

Tak Dia Hiraukan

Demi Buah Hatinya


Keringat Deras Mengalir

Dingin Menyertai

Sekalipun Nyawanya Hilang

Tak Pernah Ia Pedulikan


Tak Akan Bisa Membalas

Semua Jerih Payahmu

Hanya

Setiap Hembusan Nafas

Dan Sujudku Doa Kupersembahkan

Untukmu Ibu


Kumemohon dan Meminta

Kepada Tuhan

Jaga Dan Lindungi Ia

Sehatkan dan Kuatkan Ia

Serta Tak Henti Mendampingiku

Jangan Terus Menyalahkan



Cermin
Pantulan Dirimu
Sepantas Apa
Hati dan Parasmu

Tunjuk Dengan Jarimu
Jangan Terus Menyela
Lalu Menyalahkan
Lelah
Tak Pernah Benar Dihadapmu

Cermin
Tunjukkan Realita
Meski Dirimu Maya

Selasa, 05 Januari 2021

Menyegarkan



Kabut Tebal Menyertai

Rasa Dingin

Menusuk Ruas Ruas Tulang


Memejamkan Mata Sejenak

Oksigen Disekitarku

Masih Belum Habis

Atas KehendakNya


Kulipatkan Tangan

Kurasakan Darah Yang Mengalir

Hangat Ditubuhku


Lagi-lagi

Kuhadirkan Engkau

Atas Relung Terdalamku


Tiada Yang Membandingiku

Laa Haula Wa Laa Kuwwata Illa Billahil'aliyyil 'Adzim



Senin, 04 Januari 2021

Hari Amal Bakti Kemenag 2021



Hari amal bakti ke 75 Kemenag 2021, berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu mengikuti upacara. Namun, kali ini sangat berbeda. Kita tetap melaksanakan upacara dengan sistem virtual.

Ada beberapa hal yang saya tangkap di dalam sambutan oleh Bapak Menteri Agama  Yaqub Cholil dengan tema amal bakti ini adalah "Indonesia Rukun". Rukun dengan umat beragama, dan pengembangan toleransi antar agama.

Hal tersebut tidak bisa tercipta oleh satu atau dua orang. Maka semua orang harus saling menghormati. Sebagai negara dan bangsa yang beragama kita harus menerapkan kerukunan dan toleransi tanpa mengusik akidah agama masing-masing.

Kemudian, dalam penutupnya kita semua harus tetap optimis dan selalu berdoa dan menjaga kesehatan dalam menghadapi cobaan besar Covid 19 yang hampir satu tahun dimuka bumi ini. 



Minggu, 03 Januari 2021

Semester Genap


Berkaca-kaca

Karena Merindu 

Kangen dengan Suasana 

Riuh Ramenya Mereka


Diskusi 

Bercengkrama

Presentasi

Tanya Jawab


Benar Kangen

Benar Sangat Rindu

Lari Kesana Kemari

Suara Teriakan Senam 


Ayolah Cepat Berlalulah 

Pandemi Di Muka Bumi Ini

Kami Kita Merindu

Sekolah


Sentilan Manja



Kebahagian seseorang tidak bisa diukur dengan ukuran kebahagianmu. 

Jangan pernah kau samakan bahagiamu dengan bahagianya orang lain.

Belajar berbicara tanpa menyinggung dan membandingkan pada suatu hal yang tidak pada tempatnya. 

Berfikirlah terlebih dahulu sebelum berbicara. 

Lalu, lihatlah lawan bicara kita, tempatkan dirimu diposisi yang tepat.


Berdasi Tapi Tak Berhati



Tas Mengkilap

Sepatu Mengkilap

Mobil Mewah

Tak Kenal Brand Murah


Berdasi Tapi Tak Berhati

Peduli Diri Sendiri

Tak Pernah Lihat Diri

Demi Kemewahan Hakiki


Ah

Sudah

Rempahan Rengginang

Tak Pernah Terdengar 

Oleh Tebalnya Gedung Mewah

Tempat Kau Singgah


Tapi Tetap Kuserukan

Jangan Kau Lukai

Kepercayaan Kami

Berdasilah 

Tanpa Menghilangkan Hati Nurani

Bungkam

 


Sinis

Malas

Lirikan

Diam

Puncak Ketidak Pedulian

Puncak Ketidak Seimbangan

Puncak Ketidak Normalan

Puncak Ketidak Cocokan



Lagi Lagi

Bungkam

Acuh

Cuek

Terserah

Ujung Dari Perpecahan

Ujung Dari Perselisihan

Ujung Dari Perpisahan



Seenaknya Mulut Bersuara

Tak pernah Memperhitungkan

Susunan Huruf Menjadi Kata Kalimat

Yang Sangat Sangat Perih Didengar



Telinga

Mata hati

Perasaan

Tak sama Sepertimu

Seenaknya Kamu Hidup

Di atas Penderitaan Kami



Sudah

Cukup

Terserah

Bungkam Diam 

Adalah Jalan Emas



Biar Saja

Tidak Ada Artinya

Karena Kamu Seenaknya

Tanpa Peduli Jungkir Balik

Kita Semua


Jumat, 01 Januari 2021

2020 ke 2021


31 Desember 2020, di penghujung tahun ini, saya masih diizinkan merasakan nikmat yang luar biasa. Sehat dhohir maupun batin adalah anugerah dari Allah yang luar biasa. Maka kita wajib mensyukurinya dengan banyak-banyakin ibadah dan kegiatan yang harus positif. Sebagaimana bukti rasa syukur kita kepada Sang Pemberi Sehat yaitu Allah SWT.

Saya sedikit berbagi pengalaman di malam 31 Desember 2020 penghujung tahun 2020. Bertepatan dengan ulang tahun ke dua pernikahan saya dan suami. Memang, malam pergantian tahun di keluarga kami tidak ada namanya pesta kembang api, bakar-bakar daging atau keluar malam. Biasanya keluarga kami hanya masak menu sederhana dan dimakan bersama di rumah. 

Makan bersama seperti biasa. Pada waktu itu setelah magrib umi dan saya pesan tiga rujak dan tiga punten. Kita pesan ditempat yang sudah menjadi langganan kami, hanya lewat WA saja, pesanan siap diantar sampai ke rumah.

Kemudian pesanan sampai, ramai-ramai semua keluarga makan bersama. Karena pecinta rasa pedas, ya sudah ukuran pedas seperti biasa. Makanlah bersama sambil ngobrol kecil antara saya, suami, abah, umi dan adik. 

Setalah ngobrol dan makan selesai, kita melanjutkan kegiatan rutin kita ya berjamaah sholat isya di masjid. Kemudian pulang, sekedar menonton TV, mainan HP, dan umi yang melanjutkan membuat kerajinan. Alhamdulillah kondisi semua keluarga sangat sehat.

Tibalah saatnya istirahat, pada waktu itu memang cuaca agak panas. Tetapi, saya memutuskan untuk tidur tidak memakai kipas angin. Tidurlah untuk istirahat sekitar jam 21.30 WIB.

Tiba-tiba kebangun pukul 23.00 WIB apa yang terjadi. Tubuhku aneh, dan saya bangun untuk duduk sejenak, tiba-tiba sudah tak tertahan lagi. Saya lari ke toilet, muntah sejadi-jadinya. Hampir tujuh kali saya bolak balik toilet kamar muntah dan muntah lagi.

Suami dan saya pun terjaga sampai pergantian malam tahun baru 2021. Badan lemas total, karena perut yang tidak bisa dikompromi, isinya terkuras habis dan kosng. Di isi air sedikit saja, muntah kembali. Masyallah, dibuat tidur pun demikian, maka tidurnya sambil nyenden. Bersandar di tembok dengan setengah duduk.

Subhanallah, terjaga sampai dini hari. Nikmat yang luar biasa bisa merasakan sakit demikian. Sambil banyak istighfar dan berdoa mengiringi gerimis pergantian malam tahun baru kali ini.

Selamat tahun baru 2021, syukuri yang sudah kita capai ditahun lalu, koreksi untuj menjadi insan yang lebih baik, banyak doa semoga segala hal yang baik terkabulkan kebarokahan menyertai. Dan yang terpenting adalah jaga kesehatan. Dan semoga coronces segera pergi sejauh mungkin dan tak usah kembali.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...