Sabtu, 27 November 2021

Menciptakan Lingkungan Literat


Lingkungan literat artinya lingkungan yang berarti memberikan suatu dukungan dalam kegiatan literasi. Guru dan siswa harus bersama-sama mampu menciptakan lingkungan tersebut dengan berbagai cara. Dan tentunya dengan dukungan pimpinan atau teman sejawat.

Bagaimana menciptakan lingkungan demikian? Ibu Wiwin sebagai nara sumber menyampaikan, bahwa setiap peserta memberikan satu atau dua ide untuk bisa diterapkan di sekolah masing-masing  dengan lingkungan literat. Kemudian ide tersebut ditempel dan dibahas bersama.

Sebelumnya beliau memberikan contoh, lingkungan literat itu yang setidaknya memajang hasil karya siswanya misalnya di kelas, di mading sekolah. Tujuannya apa untuk merangsang mereka membacanya, salah satunya. Misalnya dengan berjalan sambil melihat karyanya sendiri, lalu ada rasa percaya diri dan terus ingin berkarya.

Sebenarnya ini pun sudah kami laksanakan, dulu di kelas IV-A penuh karya, di kelas II tiga tahun lalu, kami juga membuat kaligrafi 99 Asmaul Husna dan anak-anak tinggal mewarnai dan kami tempel mengelilingi di dinding kelas, sampai-sampai kelas lain penasaran dan ingin melihat dan membacanya. Tetapi, mungkin ada yang berpendapat, bahwa hal demikian membuat kotor kelas. 

Jika ditemukan demikian, tetap saja lanjutkan berkarya dan menempelkan karya siswa di kelas. Kemudian sering di update, misalkan di sesuaikan tema pembelajaran. 

Kembali, kepada satu, dua ide menciptakan lingkungan literat, yang saya ingat diantaranya:

1. Siswa membuat poster motivasi

2. Setiap Masuk Membuat Satu Kalimat dan di tempel di papan cerita, hal demikian guru harus menyediakan medianya

3. Duta Literasi (diadakan lomba, bisa antar kelas bahkan satu madrasah, di sini guru harus mempersiapkan lombanya apa, jenis penilaiannya, dan reward)

4. Pojok Baca (sudah terlaksana, Alhamdulillah)

5. Menghidupkan kunjungan perpustakaan secara rutin

6. Membuat pohon literasi 

7. Menempel semua karya di dalam kelas

8. Menghidupkan mading madrasah

Sebenarnya ada sepuluh lagi ide dalam rangka untuk menciptakan lingkungan literat. Lagi-lagi mengapa begitu penting literasi, karena literasi akan memberikan peran besar terhadap perkembangan kualitas siswa dan juga gurunya. Jika lingkungan itu tercipta, budaya literasi akan mudah berjalan. Seperti minimal budaya membaca, menulis bukan menjadi suatu beban.

Menciptakan lingkungan literat, harus didukung oleh banyak pihak, tak lain adalah pimpinan madrasah, siswa itu sendiri dan kreativitasnya guru. Tampil pada saat menjadi petugas upacara, perwakilan lomba puisi, pidato, menjadi pembawa acara di suatu acara madrasah, itu merupakan pengalaman berliterasi yang manfaatnya jangka panjang, artinya sampai dewasa akan terbentuk dan sangat berguna. Misalnya  ketika dewasa dia akan menjadi pembawa acara di organisasi yang dia ikuti. 

Nah, kurang lebih manfaatnya literasi sangat besar. Menjadi guru, tidak hanya menyampaikan keilmuan, namun harus memberikan pengalaman berarti. Sehingga mari, terus galakkan kegiatan literasi, dan ilmu yang sudah kita dapatkan di pelatihan ini, diterapkan minimal lima kali dalam satu semester, pesan dari kesepakatan kepala madrasah di rapat KKG. Semoga tidak hanya menjadi sebuah wacana, tapi betul-betul di terapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...