Rabu, 12 Januari 2022

Kerja Cari Enaknya Saja?



Manusia di muka bumi ini untuk memenuhi kebutuhannya pastilah bekerja. Tetapi bekerja juga suatu pilihan. Dan tak memandang apapun jenis pekerjaan, yang utamanya halal, baik dan benar cara memperolehnya dan akan menghasilkan.

Kita tahu jenis pekerjaan pun sangat banyak dan dijadikan sebuah profesi yang dilakukan dengan profesional. Pedagang, petani, nelayan, karyawan kantoran, dosen, pilot, masinis dan seterusnya.

Kadang pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yang kita lihat itu sangat nyaman. Perlu diingat bahwa rasa nyaman dan tidak terhadap suatu pekerjaan itu tergantung kepada yang melakukan. Setiap pekerjaan pasti ada enak dan tidak enak, ada resikonya.

Coba kita pikirkan, jika cari suatu pekerjaan yang enak? Enaknya setiap individu, juga tidak akan sama. Lalu apa ukuran pekerjaan enak itu? Apakah berAC, bersepatu, tidak mau berkeringat, wangi sepanjang waktu. Sekali lagi manusia itu "sawang sinawang". Ada yang pekerjaannya guru, yang mungkin seorang pedagang dalam benaknya berkata  "enaknya jadi guru, tempat kerjanya bersih, duduk manis, rapi bertemu siswanya". Sebaliknya guru mengatakan "enak ya jadi pedagang, setiap hari ada uang masuk" dan seterusnya.

Kalau kerja hanya cari enaknya, tidak mau usaha, tidak mau menerima resiko, tidak bertanggung jawab artinya tidak punya semangat, tidak serius ya sudah, enak tidur di rumah. Jika bekerja tidak ada nilai terdalamnya atau nilai kemanfaatan feed back bagi diri kita sendiri, pasti akan sering ngeluh, lelah, sering izin tak jelas dan mencari beribu alasan.

Bekerja bagi sebagian orang kadang tujuan utamanya bukan sebuah materi. Ada tujuan mulia lebih dari pada itu. Karena mereka meyakini, pekerjaan yang ia lakukan dengan tulus, ikhlas akan memberikan suatu kebaikan bagi dirinya sendiri dan keluarga.

Kesimpulannya, apapun pekerjaan  yang kamu jalani kali ini, tekuni, telateni, teguhkan niat, lakukan sebaik mungkin, seprofesional mungkin, dan syukuri nikmat karena banyak yang menginginkan seperti pekerjaan yang kamu jalani. Bisa kan??

Yuk bisa yuk?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...