Selasa, 11 Januari 2022

Sadar Menyadari Kesadaran



"Sadar" satu kata dasar yang belum mendapatkan suatu imbuhan baik di awal maupun di akhir. Ketika sudah mendapatkan imbuhan baik awalan dan akhiran. Misalkan mendapatkan imbuhan awal atau awalan me, ter, ber, di, dan seterusnya, dari segi arti tentu akan berubah. "Sadar" merupakan kata sifat. 

Makna sadar sendiri bisa kita lihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Makna sadar diantaranya insaf, merasa tahu dan mengerti. Namun, kata sifat ini, bisa berubah menjadi kata benda jika mendapatkan imbuhan. Misalnya sadar menjadi kesadaran, karena mendapat imbuhan ke-an.

Itulah secuil uraian yang menggabarkan Bahasa Indonesia itu sangat kaya, satu kata bisa kaya akan maknanya. Saya melihat betapa orang asing di luar sana, sangat semangat untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan ada orang berkebangsaan Korea Selatan, namun di negaranya ketika kuliyah dia malah mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Menurutnya, Bahasa Indonesia itu unik dan keren. Begitu juga negaranya.

Ini salah satunya, tidak menutup kemungkinan, bahwa negara lain pun juga demikian. Bahkan sudah lama juga negara-negara lain memasukkannya dalam proses belajar mengajar atau sekolah. Contoh di Thailand, persis cerita teman yang mengajar di sana. Bahasa Indonesia dijadikan mata pelajaran.

Betapa bangganya akan Bahasa Indonesia ini. Pertanyaan besarnya, mengapa kita yang di negara aslinya yakni Indonesia, kadang malu menggunakannya dalam keseharian? Lalu mengapa masih salah dalam pengucapan? Dan masih bingung, ketika hendak menuliskannya, dengan struktur yang benar, mengapa? 

Ini "PR", mungkin sudah terbiasa menggunakan bahasa keseharian atau bahasa daerah. Itu juga bagus, sebab bahasa daerah juga bukti kekayaan Indonesia. Namun, ketika sudah dalam situasi yang formal, hendaknya menggunakan Bahasa Indonesia juga diperlukan. 

Sehingga kita harus, memberikan contoh atau latihan kepada anak-anak kita, bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik, selain mempelajari teorinya. Praktek juga harus kita latih. Misal dalam upacara, lomba pidato Bahasa Indonesia, membaca Puisi, memberikan pengumuman dan lain sebagainya. Pasti semua menggunakan Bahasa Indonesia. Kalau dulu sewaktu di pesantren, kami upacara menggunakn tiga bahasa yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. 

Bahasa Indonesia itu kaya. Seperti negerinya kaya akan suku, adat istiadatnya. Tidak akan habis jika dipelajarinya. Maka banggalah kepada Bahasa Indonesia dan Negara Indonesia.

Salam semangat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...