Master Of Ceremoni atau Mc atau pemandu acara, pembawa acara apapun istilahnya pada intinya sama. Master Of Ceremoni adalah pembaca suatu acara. Di pondok dulu, saya sering di paksa untuk menjadi pembawa acara. Sampai pada suatu kesempatan saya diikutkan seminar besar. Dan itu saya ikuti ketika masih kelas sepuluh di bangku SMA.
Banyak hal yang saya pelajari, lalu kesempatan lagi masih tentang membawa acara. Di semester tiga awal di kampus, berkesempatan bertemu tokoh publik figur di dunia televisi nasional. Beliau yakni Bapak Izzul Haq. Di program TVone Damai Indonesiaku, beliau pemandu acaranya. Dan saya masih ingat, beliau ke Malang, sebab Damai Indonesiaku dilaksankan di UMM dengan salah satu narasumber pada waktu itu yakni Alm K.H Hasyim Muzadi.
Nah, sebelum itu, beliau mengadakan seminar di UIN Malang, tepatnya di Fakultas Psikologi. Entah, saya lupa persisnya, saya bisa menjadi salah satu peserta di sana. Kemudian beliau menyampaikan materi-materinya dan memberikan contoh membawakan suatu acara. Kemudian dipandu moderator, saya mengacungkan tangan, awalnya mau bertanya dan beliau meminta sekalian untuk praktek membawakan acara.
Dan saya di syuting layaknya pembawa acara TV beneran. Lalu, dimintai pendapat dan lain-lain sampai saya mendapatkan hadiah kaos yang bertanda tangan beliau. Kemudian berfoto bersama bahkan dengan semua krunya. Beliau sangat hamble, dan sangat mengapresiasi siapapun yang ingin bertanya dan mencoba praktek meski ada peserta lain yang blepotan karena grogi.
Yang tidak menyangka lagi. Pada waktu itu, orang rumah digegerkan ada saya di tayangan TvOne. Salah satu yang melihat Tv tersebut adalah tetangga saya namanya Mbak Kukus. Mbak Kukus, keesokannya bilang ke ibu saya, dan jadi pembahasan ibu-ibu di toko sayur. Padahal gambar saya muncul tidak sampai lima menit nama juga tertulis jelas Filza Mahasiswa UIN Malang.
Mengingat sedikit masa kuliah senangnya mencari pengalaman baru di berbagai kegiatan positif. Hingga dari pengalaman-pengalaman tersebutlah menjadi modal untuk membentuk karakter mental kuat. So, jangan meremehkan setiap perjalan hidupmu, karena tidak menutup kemungkinan kamu yang sekarang adalah versi terbaikmu dari hasil kamu yang dulu banyak belajar. Dan jangan lelah untuk terus belajar dan belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar