Jumat, 11 Februari 2022

Haiah Tahfidzil Qur'an

ini foto bersama, dan nderes di taman lama rektorat kelompok ngaji terkeche pada masanya, sebagian lupa namanya ada Oca krudung kuning, Nuril yang kerudung biru mereka seangkatan sama saya. Sedang yang tiga kakak tingkat.

Sekitar semester tiga kalau tidak salah sembilan tahun lalu. Ketika itu saya mengambil program SYAUQI di Haiah Tahfidzil Qur'an milik kampus UIN Maliki Malang. Di naungan Haiah Tahfidzil Qur'an ini mewadahi, bagi mahasiswa yang sudah maupun sedang berproses menghafalkan Qur'an. Maupun yang akan menghafalkan Qur'an artinya belum sama sekali mempunyai hafalan. 

Sejak mahasiswa baru, sudah di kenalkan dengan program ini, program ini juga merupakan salah satu program dari Ma'had di kampus UIN Maliki Malang. Di dalam program Haiah Tahfidzil Qur'an atau di singkat HTQ, ada program SYAUQI. Kali ini SYAUQI yang ke enam. Program SYAUQI, memanfaatkan waktu liburan kampus, kita tidak pulang ke kampung halaman, atau pun jalan-jalan rekreasi namun, dengan adanya progam ini kita bersama peserta lain masuk semacam ke pondok kilat Qur'an. Liburan di semester genap kampus, pasti dua minggu lebih bahkan hampir satu bulan. Di situlah waktu yang digunakan untuk memperdalam Al-Qur'an, utamanya menghafalkan, kita pun difasilitasi ruang untuk tidur, belajar, nderes, dan di masjid kampus sebagai pusat kegiatan baik Mastar (Masjid At-Tarbiyah) atau Masul (Masjid Ulul Albab) UIN Maliki Malang. 

Pondok kilat Qur'an ini ada program wajibnya seperti sholat jamaah fardhu maupun sunnah, termasuk qiyamul lail pun, juga diwajibkan, ngaji kitab, murojaah bersama. Setelah sholat malam, kita gunakan untuk nderes dan menyiapkan tambahan Qur'an. Guna untuk disetorkan kepada guru atau Ustad Ustadzah yang menyimak kita. Pembagian guru atau Ustad Ustdzahnya sudah terkonsep dengan baik dari awal. 

Mulai dari situlah pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Merasakan kembali nyantri, mondok lagi, tirakat lagi, kemudian merasakan jungkir baliknya bagaimana harus tetap istiqomah, semangat mengukir hafalan demi hafalan. Jangan salah, meski terlihat hanya ngaji dan menghafalkan juga ada evaluasinya, wisuda dan tentu ada apresiasi bagi yang terus istiqomah. Di Uin Maliki Malang sudah biasa, lulus menjadi mahasiswa S1, Al Qur'an nya pun juga hatam bilghoib. Kalau zaman saya dulu, wisuda Qur'an ada setiap tahun dengan kelipatan juz lima. Artinya setiap lima juz bisa ikut wisuda itu pun juga harus mengikuti seleksi melalui banyak ujian. Kurun waktu delapan semester atau empat tahun hitungannya sudah hatam tiga puluh juz. 

Bagi saya sudah sangat beruntung bagi saya bisa bergabung di keluarga Haiah Tahfidzil Quran. Di situ jugalah saya bisa belajar berorganisasi, karena banyak sekali cabang-cabang keilmuan Al Qur'an. Bahkan ada grup paduan suaranya, yang dalam setiap acara besar UIN Maliliki Malang juga ikut ditampilkan dan juga menyanyikan mars Haiah Tahfidzil Qur'an.

Skenario Allah sangat indah Alhamdulillah sampai sekarang saya diberi kesempatan untuk belajar, belajar dan terus istiqomah dengan Al Qur'an. Semoga selalu memberikan manfaat dan syafaatnya Qur'an kelak nanti dan menjadikan suatu amal ibadah. Aminn

Salam semangat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...