Mikrofon merupakan salah satu alat elektronik yang berfungsi untuk mengeraskan suara. Sebenarnya dari fungsi inilah yang akhirnya memiliki daya guna yang banyak, diperlukan dan dibutuhkan dalam suatu acara tertentu. Seperti, penyanyi pasti akan membutuhkannya artinya salah satu kebutuhan pokok atau primernya. Majlis ta'lim kalau jamaahnya banyak juga memerlukannya. Pemandu acara besar, upacara dan acara-acara keagamaan misalnya Maulid Nabi Muhammad, Isra Mi'raj, Jantiko, Yasinan dan lainnya juga tak bisa lepas dengan alat yang satu ini.
Mikrofon sendiri juga akan membawa kepada banyak cerita bagi setiap orang yang menggunakannya. Termasuk saya sendiri, dan ini memang berawal dari pengalaman sendiri. Setidaknya saya mengelompokkannya ada tiga macam orang ketika memanfaatkan serta menggunakan mikrofon. Kelompok pertama, ada orang yang jika tidak dipaksa maka enggan menggunakannya, faktornya pun banyak seperti tidak percaya diri, grogi dan merasa tidak bagus suaranya, malu dan sebagainya.
Kelompok kedua, orang yang sangat fleksibel menggunakan mikrofon, artinya dia sudah terbiasa menggunakannya, terlatih, dan berpengalaman biasanya orang di tipe ini mau ada mikrofon atau tidak dalam suatu acara, akan biasa saja. Sebab dia berpikir, keberadaan mikrofon pasti disesuaikan dengan acaranya. Kalau ada ya digunakan jika dia mengisi acara, jika tidak ada ya tidak masalah. Konten yang disampaikanpun meski suara pas-pasan karena pembawaannya enjoy, tentu akan mudah diterima.
Kelompok ketiga, gila akan mikrofon. Gelisah jika dalam suatu acara tidak memegang, padahal bukan tugasnya, bingung sendiri. Salah tingkah, kalau ada teman lain yang memegang, seakan tidak sabar, ini giliranku, kenapa masih kamu pakai. Dan lebih sukar di ajak bergatian jika mikrofon hanya satu sudah terlanjur dipegangnya. Intinya, ingin menguasai suara dan agar di dengar oleh sekelilingnya. Lalu, memiliki tingkat kepercayaan diri yang luar biasa. Meski suara pas-pasan langsung terjang, volumnya dinaikkan, seakan tidak peduli telinga sekitar.
Jika cerita mikrofon itu demikian, minimal kita bisa belajar, bahwa siapapun yang memegang mikrofon, menurut saya akan selalu memberikan efek kepada pendengarnya dan apapun konteksnya. Sehingga, kita perlu banyak belajar. Grogi adalah proses alami untuk belajar, percaya diri boleh tapi jangan berlebihan dan tidak perlu grusa grusu jika menggunakan mikrofon.
Salam semangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar