Jumat, 11 Februari 2022

Berfoto Dengan Bapak Presiden

momen beliau meminta Hp saya untuk dibuat selfi



Masih ingat, sekitar Mei tahun 2017, ternyata saya sudah pernah bersalaman dan berselfi dengan orang nomer satu di Indonesia yakni Bapak Jokowi. Momen itu ketika saya masih mengajar di Malang. Kebetulan ada penyaluran seribu Kartu Indonesia Pintar di Diknas Kota Malang dan sekolah kami SDI Plus Al-Kautsar Malang, mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara yakni seni musik dan tari, saya dan Pak Ali mendampinginya.

Pada waktu itu Gubernur Jawa Timur, masih Pakdhe Karwo yang saya ingat beliau berjalan tepat di belakang Pak Presiden dengan paspamres serta pengawalan yang ketat. Sepanjang jalan veteran mulai dari matos ke barat, sudah banyak polisi, TNI guna untuk pengamanan. Selain beliau berkunjung di Diknas Pendidikan Kota Malang beliau juga ke kampus UIN Maliki Malang. 



Kalau melihat di berita google di alamat https://www.google.co.id/amp/s/m.tribunnews.com/amp/regional/2017/05/23/berikut-agenda-dan-rute-kunjungan-presiden-jokowi-ke-kota-malang

diceritakan secara rinci kunjungan kerja beliau. Diwaktu berfoto selfi, itu diantara ibu guru dan para pendamping para pengisi acara saya berada paling depan. Belum ada pandemi, sehingga berkurumun, berkumpul desak-desakan.

Bapak Presiden setelah mengisi acara, kemudian berhenti di hadapanku, dan suatu kehormatan hp saya di minta. Dan beliau jejer tepar disamping saya. Dan beliau mengutus salah satu pampers untuk memfoto. Tapi apa daya, semua ibu-ibu, mamak-mamak bergerombol di belakang saya. Dan secara sigap paspampres menghadangnya. Beliau menyampaikan, sehat selalu semua mohon pamit. Setelah dari itu, rombongan menuju jalan Sumbersari ke UIN Malang.



Di situlah, pengalaman pertama bertemu Bapak Presiden, beliau sangat rapi dan tinggi, sepatu kulit mengkilap, wangi memakai kemeja putih berbalut jaz biru dongker klimpleng, ada bros kenegaraannya. Paspampresnya semua rapi, ganteng, tinggi dan sangat sigap. Hmm, itu cerita masih di ajak selfi, belum secara langsung foto memegang piagam tertentu. Kemudian di abadikan dan disiarkan secara Nasional. 

Oleh karena itu, mari terus bercita-cita tinggi, terus berjuang, tanpa lelah untuk berprestasi di bidang masing-masing. 

Salam semangat. 

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...