Dikesempatan yang cerah ini, alhamdulillah kami melaksanakan vaksin dosis dua yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah. Pukul sembilan kami sudah siap dengan jumlah siswa yang vaksin kali ini, hampir separoh dari jumlah siswa keseluruhan. Kemudian semua guru juga siap dengan segala bentuk administrasinya. Mulai dari data skrining, sertifikat vaksin pertama dan fotocopy KK.
Seperti biasa semua guru mengkondisikan dengan baik. Ada yang ikut armada madrasah, ada juga yang langsung di antar oleh wali muridnya. Tetapi, ada drama tentang konsumsi, konsumsi untuk guru beres. Namun, untuk siswa, orang yang mengkoordiner tidak masuk alias izin, kemudian wakilnya juga tidak pasrah kepada salah satu dari kita. Menjengkelkan sekali, untungnya masih kebawa meski kena omelan. Padahal wali kelas sudah mempunyai tugas masing-masing.
Drama kedua adalah ada beberapa siswa yang sertifikatnya hilang. Kemudian data skrining, KK tidak lengkap. Walhasil masih mencari dan melengkapi. Drama ketiga yakni sudah di lokasi, sudah antri dengan tertib, tiba-tiba ada yang terlambat saja. Misalnya sudah sudah giliran kelas IV, tapi kelas II masih ada yang baru datang. Sebagai pelayan masyarakat, kita berusaha legowo namun, kasihan anak-anak yang sudah antri duluan. Setelah divaksin anak-anak mendapatkan susu kedelai dan roti. Alhamdulillah tergolong lancar.
Sebelum itu, juga masih ada drama lagi. Dari sertifikat yang dikumpulkan ada dosis vaksin yang tidak sesuai dengan hari ini, sehingga tidak jadi di vaksin. Ada sembilan anak yang tidak jadi di vaksin. Solusinya, mencari puskesmas terdekat dan konfirmasi terlebih dahulu, jadwal dan dosis yang sesuai di vaksin pertamanya.
Drama terakhir, saya sudah perjalanan pulang. Tetapi, ada pesan, hp yang sempat dibuat mencari sertifikat siswa yang hilang, baru saya sadari, belum saya kembalikan kepada yang punya. Tetapi sewaktu pinjam saya pasrahkan kepada guru lain, untuk mengurusi sertifikat vaksin yang hilang di aplikasi dan memang beliau bawa alias pindah alih. Alhasil saya kembali lagi ke sekolah, dan memastikan hp itu sudah kembali. Ternyata ditengah perjalanan saya kembali ke sekolah, putrinya sudah kirim pesan bahwa Hp sudah ketemu. Bolak dan balik dong....
Semua drama hari ini menjadi pembelajaran penting bagaimana komunikasi itu bisa di bangun dengan baik dan lebih terbuka. Jangan saling melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain tanpa adanya udzur yang sangat tidak bisa ditinggalkan. Tetap semangat kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar