Minggu, 06 Februari 2022

Kisah Cinta dan Persahabatan Zoya

 



Part 2

“Zoya, sudah bangun?” (Zoya tidak serta merta langsung menjawab)

setelah pukul enam pagi Hibu mengiri pesan lagi

“Zoya, kalau ada waktu longgar, mohon di balas ya..” (Zoya, bergumam, kok pesannya tidak seperti biasa) kemudian, Zoya menjawab dengan gaya bahasanya yang akrab seperti biasa.

“Yoi Brow, aku mager nih, tap janjian mau ke Pasar Minggu sama konco-konco persiapan”. Kata Zoya

“Aku gabung ya? Boleh ya…” jawab Hibu

“lha ini cewek-cewek entar kamu cowok sendiri kagak sungkan apa :P” jawab Zoya

“okelah, next time aja, tapi boleh gak aku telfon sebenar ke kamu” kata Hibu

Zoya mulai tahu gerak-gerik Hibu, dibenak Zoya berkata pasti ini mulai tanya-tanya dan kepo tentang Dini, padahal mereka sering bareng kenapa aku yang ditelfon. Pesan Hibu pun tidak di jawab, sampai seminggu berjalan tanpa adanya kabar. Zoya tak ambil pusing, dan Dini hanya satu dua kali memberi kabar kalau dia dan Hibu lagi sibuk di organisasi.

Dua hari setelah Dini menghubungi Zoya, tiba handphone Zoya berdering dan itu telfon dari Hibu, sebenarnya Zoya tak ingin menerima telfon tersebut. Namun, dia khawatir jika terjadi apa-apa kepada Dini.

“Assalamualaikum Zoya” sapa Hibu

“Waalaikumsalam Bro, ada apa tumbenan telfon?” Tanya Zoya

Hibu terlalu banyak basa-basi, sedangkan Zoya tak begitu menanggapi sebab dia sangat cuek dan beum kepikiran akan pasangan. Setelah bercerita kesana kemari, Hubi mengutarakan semua isi hatinya. Zoya masih berfikir dia curhat tentang Dini, yang lebih dekat dengan dia. Zoya yang tak begitu menanggapi dan tidak mau mengganggu pikirannya, akhirnya ungkapan isi hati itu berlalu sebulan tanpa jawaban. Malah Zoya enggan bertemu Hubi, sebab takut akan terbawa perasaan dan kondisi.

Zoya masih nyaman akan dirinya yang single, karena dia mempunyai prinsip jika memang ada seorang laki-laki menyukai atau tertarik, langsung saja datang ke rumah dengan tujuan agar tahu akan latar belakang Zoya sebenarnya. Entah apa yang terjadi, suatu ketika di depan perpustakaan kampus yang megah itu. Dari kejauhan Zoya melihat Dini, kemudian menyapanya “Din…Din..Din”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...