Part 3
Dini melihatnya, tapi tak
kunjung membalas sapaan Zoya, dan berlalu begitu saja dengan banyak temannya. Zoya
merasa tidak enak, kemudian mencoba menelfon Dini. Tapi tidak di jawab oleh
Dini. Lagi-lagi Zoya merasa tidak terbebani akan hal itu dan seakan tidak
terjadi suatu hal apapun.
Kemudian ada teman Hibu
bernama Tomki. Kebetulan Tomki satu jurusan dengan Zoya. Tak ada angin tak ada
hujan tiba-tiba Tomki di kelas membisikkan pertanyaan untuk Zoya “Zoy, traktiran
pajak jadian, kita tunggu lo!”
Zoya masih menanggapi dengan
santai dan tanpa beban, “kamu, tak usah bergosip, ngapain aku jadian, mending
langsung nikahlah”
Tomki menjawab “kamu serius
ya, sama dia?”
“Dia siapa Tomki?” Tanya Zoya
Tomki menjawab, “semua anak
organisasi sudah tahu kamu sama calonmu”
“Lha kok bisa? Harusnya kan
aku yang tahu duluan, ngapain anak organisasi, ada-ada aja deh kalian! Sambil terkejut
dan sedikit jengkel Zoya menjawab
Tomki berkata “Kamu beneran
tidak tahu ya Zoy? Jujur dong”
Tersu saja dikrecoki oleh
Tomki
Zoya yang posisi awalnya
duduk menjadi berdiri dan menjawab Tomki “Cukup Tom, aku ini masih single,
pikiranku sama sekali tidak mengarah ke cowok, aku hanya mikirin kuliahku”
Dua bulan berlalu, Zoya
masih belum ada kontak dengan Dini. Namun Zoya, intensitas chatingan dengan
Hubi semakin sering. Ada pesan Tomki
yang isinya Dini nitip salam lewat Tomki dengan rekaman voicenote “selamat ya
Zoy, kamu memang teman makan teman”. Masih tidak faham, tapi Zoya mulai gundah.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dini, intonasinya terlihat sangat marah. Kemudian,
Zoya mengajak baik-baik untuk bertemu Dini lewan Tomki, tapi Dini menolaknya.
Usaha Zoya tidak samapi
disitu, dia mencoba meminta tolong kepada Hubi untuk mengajak Dini bertemu. Kemudian
Zoya, datang belakangan ternyata Dini pun menolaknya dengan tegas. Dini seakan
memendam rasa amarahnya sampai untuk bertemu Zoya dan Hubi tidak mau, sekalipun
di kampus seklebat Dini terlihat sangat menghindar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar