Minggu, 06 Februari 2022

Kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya

 



Part 3

Dini melihatnya, tapi tak kunjung membalas sapaan Zoya, dan berlalu begitu saja dengan banyak temannya. Zoya merasa tidak enak, kemudian mencoba menelfon Dini. Tapi tidak di jawab oleh Dini. Lagi-lagi Zoya merasa tidak terbebani akan hal itu dan seakan tidak terjadi suatu hal apapun.

Kemudian ada teman Hibu bernama Tomki. Kebetulan Tomki satu jurusan dengan Zoya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Tomki di kelas membisikkan pertanyaan untuk Zoya “Zoy, traktiran pajak jadian, kita tunggu lo!”

Zoya masih menanggapi dengan santai dan tanpa beban, “kamu, tak usah bergosip, ngapain aku jadian, mending langsung nikahlah”

Tomki menjawab “kamu serius ya, sama dia?”

“Dia siapa Tomki?” Tanya Zoya

Tomki menjawab, “semua anak organisasi sudah tahu kamu sama calonmu”

“Lha kok bisa? Harusnya kan aku yang tahu duluan, ngapain anak organisasi, ada-ada aja deh kalian! Sambil terkejut dan sedikit jengkel Zoya menjawab

Tomki berkata “Kamu beneran tidak tahu ya Zoy? Jujur dong”

Tersu saja dikrecoki oleh Tomki

Zoya yang posisi awalnya duduk menjadi berdiri dan menjawab Tomki “Cukup Tom, aku ini masih single, pikiranku sama sekali tidak mengarah ke cowok, aku hanya mikirin kuliahku”

Dua bulan berlalu, Zoya masih belum ada kontak dengan Dini. Namun Zoya, intensitas chatingan dengan Hubi semakin sering. Ada  pesan Tomki yang isinya Dini nitip salam lewat Tomki dengan rekaman voicenote “selamat ya Zoy, kamu memang teman makan teman”. Masih tidak faham, tapi Zoya mulai gundah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dini, intonasinya terlihat sangat marah. Kemudian, Zoya mengajak baik-baik untuk bertemu Dini lewan Tomki, tapi Dini menolaknya.

Usaha Zoya tidak samapi disitu, dia mencoba meminta tolong kepada Hubi untuk mengajak Dini bertemu. Kemudian Zoya, datang belakangan ternyata Dini pun menolaknya dengan tegas. Dini seakan memendam rasa amarahnya sampai untuk bertemu Zoya dan Hubi tidak mau, sekalipun di kampus seklebat Dini terlihat sangat menghindar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...