Last Part 4
Usut punya usut, ternyata
Hubi sudah pernah ke rumah Zoya tanpa sepengetahuan Zoya. Hubi pergi ke rumah
Zoya dengan Dini. Dengan maksud hanya ingin tahu rumahnya dan bersilaturrohmi. Entah
apa yang terjadi. Hubi kedua kalinya pergi ke rumah Zoya tanpa Dini. Dan di
momen itulah Hibu megutarakan niat baiknya untuk ke jenjang yang lebih serius.
Hubi bercerita dengan Dini
bahwa dia sudah ke rumah Zoya izin ke orang tuanya untuk lebih dekat dengan
Zoya. Dini pun seakan hancur lebur mendengar hal tersebut. Karena selama ini
yang dekat dengan Hubi itu Dini dari pada Zoya. Sempat berdebat tidak jelas
antara Hubi dan Dini sampai tidak selesai dengan baik-baik. Ternyata cinta Dini
memang bertepuk sebelah tangan, Hubi hanya menjadikannya partner professional dalam
organisasi.
Zoya tidak tahu menahu soal
hal tersebut. Zoya hanya ingin hubungan pertemanan dan persahabatan antara dia
dan Dini baik. Dini salah faham, dia mengira hal yang dilakukan Hubi adalah
permintaan Zoya. Hubi sebenarnya sudah menjelaskannya, tapi Dini tetap menyalahkan
Zoya. Perempuan tidak seperti laki-laki yang mungkin lebih rasional. Hubi
menyarankan kepada Zoya untuk tenang, dan membiarkan Dini. Sebab Hubi berfikir
lambat laun Dini akan menyadarinya. Dan perasaan, hati serta rasa seseorang itu
tidak bisa dipaksa.
Sebenarnya hati Zoya sendiri
masih belum jelas menjawab akan niat baik dan perasaan Hubi. Hubi cukup sabar
menghadapi Zoya, terus dijalani meski tanpa jawaban, dari situlah Hubi berfikir
bahwa Zoya mulai nyaman dan tumbuhlah rasa cinta dan sayangnya meski Zoya harus
kehilangan keakraban dengan sahabatnya Dini. Bagusnya, Zoya tetap menghormati,
menghargai perasaan Dini. Sehingga lebih baik tidak bertemu, jika bertemu harus
menyisakan luka dan membuka luka lama. Cukup sambung melalui doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar