Try Out menurut bahasa artinya adalah uji coba sebuah ujian. Seminggu ini di kelas VI kami akan melaksanakan Try Out Mandiri, dengan mata pelajaran umum. Try Out ini sebenarnya seperti ulangan harian, latihan dan bertujuan membiasakan kepada siswa kelas akhir yakni kelas VI bagaimana bentuk soal, management waktu dalam mengerjakan dan tentu kemampuan akademiknya. Kelas sangat kondusif semua terlihat fokus. Hari ini jadwalnya adalah Matematika. Jumlah soalnya adalah empat puluh soal dengan waktu seratus dua puluh menit. Harusnya cukup di waktu sembilan puluh menit, karena ini latihan perdana sengaja kami berikan waktu dua jam.
Matematika menurut sebagian siswa kami salah satu pelajaran yang sukar. Sebenarnya modal dalam belajar itu adalah latihan soal dan memahami empat dasarnya. Yakni mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian. Kemudian di butuhkan suatu pemahaman dengan rumus, baik bangun datar dan bangun ruang.
Siswa kami juga mengutarakan materi di Matematika yang paling mudah adalah pengolahan data, yang disajikan dalam tabel, diagram lingkaran, diagram batang dan yang lainnya. Mereka juga sudah faham jika ada istilah Mean, Modus, Median. Namun, mengapa konsep dasar utamanya mereka sering miskomunikasi bahkan tidak faham sama sekali.
Sebagai guru kelas, saya tidak malu dan tidak sungkan sharing kepada rekan kerja yang kebetulan background kuliahnya memang Matematika. Bagaimana cara mengajarkan, menjelaskan agara siswa kami benar-benar faham. Sekuat tenaga dan semaksimal mungkin menggunakan metode, media dan strategi jika dasar keempat dalam Matematika di kelas bawah dia tidak matang dan tidak faham itu akan sangat sulit di kelas atas untuk memecahkan masalah. Apalagi bentuk soal cerita yang banyak memerlukan pemahamannya. Lalu tidak mau berlatih menyelesaikan soal.
Hari pertama Try Out sudah terlihat jelas di wajah mereka, dan tatapan kosong ke atas atau ke langit-langit ruangan. Ada yang entah melihat ke soal tapi pensilnya tak kunjung jalan untuk menuliskan satu angka pun. Ada yang hanya membaca dan membolak balik kertas soalnya. Seakan menggambarkan, soal ini maunya apa dan dibawa kemana. Ujung-ujungnya cap-cip-cup menghitung kancing baju untuk menjawabnya sebab bentuk soalnya pilihan ganda.
Ada tiga kertas dimeja mereka masing-masing. Satu soal, lembar jawaban dan lembar terakhir adalah kertas coretan untuk menghitung. Saya belajar dari guru saya di Madrasah Ibtidaiyah dulu, selain diperiksa lembar jawaban, beliau juga akan meriksa lembar coretan hitungan, tujuannya apa? Untuk mengetahui sebatas mana ia memahami materi dan soal yang dikerjakan berapa persen ia kuasai dan dibandingkan yang mengarang jawaban dengan cap-cip-cup.
Semoga anak-anak selalu belajar akan Matematika dengan banyak berlatih dan memahami. Tanpa merasa sukar dan jika sukar tidak untuk dijauhi bahkan tidak di pelajari. Jangan sampai. Semua mata pelajaran semua penting dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mari terus belajar dan belajar tanpa lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar