Senin, 07 Februari 2022

Malang Kota Penuh Cerita


Kurang lebih enam tahun di kota bunga ini. Semua sudah tahu kita ini yang memiliki banyak taman, dominan bersuhu dingin, memiliki banyak tempat wisata, memiliki banyak tempat kuliner, mall, plasa dan tak kalah penting kota ini juga kota pendidikan. Pasalnya di kota inilah banyak berdiri kampus baik swasta atau negeri.  Ada tiga kampus negeri yang ternama dan tentu dengan jumlah mahasiswanya yang banyak. Dimana kota ini? Ya betul ini adalah kota Malang.

Masih ingat, dulu tak mau kuliah di kota ini. Namun, garis Allah berbeda, semakin fanatik maka kita akan di dekatkan, dengan maksud dan tujuan tertentu. Salah satunya mengenal seluk beluknya. Kemudian di kota inilah saya banyak menemukan banyak pengalaman.

Berangkat Sabtu, pukul delapan pagi. Saya berkesempatan kembali untuk berkunjung lagi, untuk refreshing sebagai self reward dan utamanya jenguk adik. Sebab adik masih di Malang, menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Senangnya, bisa mengunjungi kota ini lagi dan bertemu adik. Setelah hampir tiga tahun setelah menjadi alumni kampus UIN, baru kali berkunjung. Tetapi yang membuat kurang yakni, belum ada waktu bertemu teman-teman dekat yang berdomisili di Malang, seperti sahabatku Firda, Mbak Nur, Mbak Diana dan masih ada lagi lainnya. 

Alhamdulillah bertemu adik, dan makan bersama lalu sisanya buat jalan-jalan. Janjian di depan rektorat lama kampusnya. Dan kita pergi bersama, sepanjang jalan di Malang kadang hujan, kadang terang, nah ketika sama adik ternyata hujan deras turun. Makannya kita harus siap sedia jas hujan. 

Kita bertiga berkuliner, karena kuliner salah satu tujuan ke kota ini. Dan lagi-lagi uniknya menemukan sambal serumpet. Waw...istimewa rasanya, pedasnya sangat nendang. Dengan ayam penyetan dan udang. Disajikan dengan piring dari lempung yang dipanggang di bara api. Kami bertiga langsung berkeringat panas pedas jadi satu. 

Setelah selesai berkuliner, adik berpamitan balik. Saya dan suami pun kembali melanjutkan tujuan selanjutnya. Dan sampai malam, setelah sholat magrib kita bertolak dari kota Malang. Konsep jalan kali ini santai, sehingga kami berkendara pun sering istirahat di mini market, ngopi, ngemil, ke masjid sekedar untuk istirahat. Alhamdulillah sampai di rumah pukul setengah sepuluh malam, dan istirahat. Manfaat dari berkunjung di kota Malang ini adalah memberikan rasa senang tersendiri, self reward, dan memberikan semangat baru untuk aktivitas selanjutnya. 

Terima kasih kota Malang dengan segala ceritaku di kota ini.

Foto: Sambel serumpet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...