Minggu, 13 Februari 2022

PRO DAN KONTRA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

 



Berdasarkan jurnal harian yang telah saya buat, kami sudah melaksanakan enam minggu pembelajaran dengan tatap muka di semester genap ini. Kami sangat senang jika memang ada tatap muka kali ini, sebab di kelas akhir seperti kelas VI ini sangat membantu. Mengingat hampir satu setengah tahun pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh atau daring. Di pembelajaran jarak jauh itu pun, sebagian besar anak-anak tidak maksimal untuk memahami atau menguasai materi pelajaran.

Jumat malam, sekitar pukul sembilan malam saya sudah istirahat dan tidak membuka hp lagi. Sabtu dini hari saya buka ternyata banyak pesan di grup-grup bahwa mulai hari ini harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Otomatis daring lagi, sebenarnya saya menyambutnya dengan rasa yang bercampur aduk, pasalnya anak-anak kelas VI di minggu ini masih melaksanakan Try Out Mandiri di sekolah dan belum selesai, kedua anak-anak sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran tatap muka, mulai faham dengan materi dan mereka sangat semangat. Namun, kembali lagi, karena itu semua sudah aturan dan anjuran oleh pemerintah setempat maka, otomatis mau tidak mau harus mengikuti dan menaatinya yakni dengan melaksanakan daring meskipun dengan berat hati.

Di sisi lain, sebagian kawan menyambut dengan senang daring ini. Mereka mempunyai dasar alasan yang kuat, mereka berfikir, musim penghujan yang tidak tentu membuat kawatir akan kondisi kesehatan yang naik turun, seperti sekarang ini maraknya sakit demam dan batuk pilek. Alasan kedua yakni, jam kerja lebih bisa santai, karena tuntutan atau target yang dicapai lebih ringan. Sebagian dari siswa yang berada di kelas akhir seperti kelas VI, juga demikian. Ada yang menyambut dengan senang, sebab semua soal bisa dikerjakan secara bebas di rumah tanpa guru ada yang tidak begitu suka sebab, belum faham materi dan jika menemukan kesulitan bingung akan tanya kepada siapa.

Setiap orang, bebas menanggapi peraturan yang berubah seperti kali ini. Namun terlepas dari itu semua, kita harus ingat ternyata bumi kita memang belum benar-benar pulih. Pandemi yang awalnya saya berfikir dengan perubahan tahun baru 2022 akan pergi, ternyata masih banyak di luar sana yang masih positif covid 19. Jalan satu-satunya adalah kita menerima dengan cara harus usaha dan ikhtiar mencegahnya dengan membentengi kesehatan kita dengan baik dan benar. Lebih disiplin dalam memakai masker, menjaga kebersihan baik di rumah maupun di luar. Sehingga, adanya pro dan kontra pembelajaran jarak jauh harus kita sikapi dengan sangat bijaksana. Demi kebaikan bersama dengan tetap berjuang memaksimalkan pembelajaran.

Pembelajaran jarak jauh seperti kali ini, juga memberikan hikmah yang banyak sebagai seorang pendidik. Salah satunya, seberapa aktif dan kreatifkah kita dalam menggunakan media teknologi untuk sarana belajar mengajar kita. Memantau siswa-siswi kita dalam belajar, mengevaluasi dengan adanya tugas-tugas online. Jangan hanya memberi tugas online, tapi sebagai pendidik tidak ada evaluasinya. Maka tetap jalani dan laksanakan tugas utama kita dengan sebaik mungkin dan niatkan untuk ibadah, insyaallah dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...