Berdasarkan
jurnal harian yang telah saya buat, kami sudah melaksanakan enam minggu
pembelajaran dengan tatap muka di semester genap ini. Kami sangat senang jika
memang ada tatap muka kali ini, sebab di kelas akhir seperti kelas VI ini sangat
membantu. Mengingat hampir satu setengah tahun pembelajaran dilaksanakan secara
jarak jauh atau daring. Di pembelajaran jarak jauh itu pun, sebagian besar
anak-anak tidak maksimal untuk memahami atau menguasai materi pelajaran.
Jumat
malam, sekitar pukul sembilan malam saya sudah istirahat dan tidak membuka hp
lagi. Sabtu dini hari saya buka ternyata banyak pesan di grup-grup bahwa mulai
hari ini harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Otomatis daring lagi, sebenarnya
saya menyambutnya dengan rasa yang bercampur aduk, pasalnya anak-anak kelas VI
di minggu ini masih melaksanakan Try Out Mandiri di sekolah dan belum selesai,
kedua anak-anak sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran tatap muka, mulai
faham dengan materi dan mereka sangat semangat. Namun, kembali lagi, karena itu
semua sudah aturan dan anjuran oleh pemerintah setempat maka, otomatis mau
tidak mau harus mengikuti dan menaatinya yakni dengan melaksanakan daring
meskipun dengan berat hati.
Di sisi
lain, sebagian kawan menyambut dengan senang daring ini. Mereka mempunyai dasar
alasan yang kuat, mereka berfikir, musim penghujan yang tidak tentu membuat
kawatir akan kondisi kesehatan yang naik turun, seperti sekarang ini maraknya
sakit demam dan batuk pilek. Alasan kedua yakni, jam kerja lebih bisa santai,
karena tuntutan atau target yang dicapai lebih ringan. Sebagian dari siswa yang
berada di kelas akhir seperti kelas VI, juga demikian. Ada yang menyambut
dengan senang, sebab semua soal bisa dikerjakan secara bebas di rumah tanpa
guru ada yang tidak begitu suka sebab, belum faham materi dan jika menemukan
kesulitan bingung akan tanya kepada siapa.
Setiap
orang, bebas menanggapi peraturan yang berubah seperti kali ini. Namun terlepas
dari itu semua, kita harus ingat ternyata bumi kita memang belum benar-benar
pulih. Pandemi yang awalnya saya berfikir dengan perubahan tahun baru 2022 akan
pergi, ternyata masih banyak di luar sana yang masih positif covid 19. Jalan
satu-satunya adalah kita menerima dengan cara harus usaha dan ikhtiar mencegahnya
dengan membentengi kesehatan kita dengan baik dan benar. Lebih disiplin dalam
memakai masker, menjaga kebersihan baik di rumah maupun di luar. Sehingga, adanya
pro dan kontra pembelajaran jarak jauh harus kita sikapi dengan sangat
bijaksana. Demi kebaikan bersama dengan tetap berjuang memaksimalkan
pembelajaran.
Pembelajaran
jarak jauh seperti kali ini, juga memberikan hikmah yang banyak sebagai seorang
pendidik. Salah satunya, seberapa aktif dan kreatifkah kita dalam menggunakan
media teknologi untuk sarana belajar mengajar kita. Memantau siswa-siswi kita
dalam belajar, mengevaluasi dengan adanya tugas-tugas online. Jangan hanya
memberi tugas online, tapi sebagai pendidik tidak ada evaluasinya. Maka tetap jalani
dan laksanakan tugas utama kita dengan sebaik mungkin dan niatkan untuk ibadah,
insyaallah dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar