Sesungguhnya setiap manusia akan memaknai hidupnya dengan rumusan yang berbeda-beda. Setidaknya ada lima hal, agar hidup kita lebih bermakna. Diantaranya adalah:
1. Hidup Itu Harus Selamat
2. Hidup Itu Harus Sehat
3. Hidup Itu Harus Nikmat
4. Hidup Itu Harus Terhormat
5. Hidup Itu Harus Sukses Di Akhirat
Pertama, mengapa hidup harus selamat? Tidak usah jauh-jauh, sebagai muslim muslimah, kita sering mengucapkan salam. Salam bagian dari doa untuk sebuah keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Disinilah pentingnya mendoakan selamat. Maka ketika ada salam, kita pun wajib menjawabnya. Sejatinya, salam tersebut doa, ketika di doakan, maka kita pun juga balik mendoakan.
Lalu kita harus ingat, apapun ucapan dalam awal pertemuan pasti menggunakan selamat. Misalnya Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore, Selamat Malam, sama seperti di bahasa Jawa Sugeng Enjing, Sugeng Dalu, Sugeng Sonten, bahkan dalam perpisahan pun tetap mengucapkan Selamat Jalan, Selamat Tinggal dan lain sebagainya.
Kedua, hidup itu harus sehat. Kita tahu sehat adalah modal utama dalam melaksanakan segala aktivitas. Sehat juga merupakan modal utama dalam ibadah. Sehat memiliki makna jangan berlebihan, tapi kalau mau sehat maka bisa dengan membatasi. Contohnya makan jangan melulu di restoran, makan enak terus tanpa terkontrol, kadang-kadang seharusnya butuh rekoso untuk menahan, atau membatasi, seperti adanya puasa senin kamis. Semata itu juga untuk menjaga kesehatan.
Ketiga, hidup harus nikmat. Nikmat sejatinya kita mampu mensyukuri segala yang diberikan Allah kepada kita. Meskipun keadaanya pas-pasan tapi kalau hatinya bahagia, nikmat syukurnya banyak, pasti hatinya pun tetap akan merasa tenang. Sebaliknya sebagai contohnya, rumah yang begitu luas, namun hatinya gersang, was-was takut hartanya hilang, sudah otomatis tidurnya tidak bakal tenang. Oleh karena itu, nikmatilah keadaanmu dengan rasa syukur yang berlipat-lipat. Insyallah hidup nikmat dan lebih lillahita'ala.
Keempat, hidup harus terhormat. Terhormat berbeda dengan gila hormat. Manusia siapapun pasti ingin dihormati. Apapun keadaanya pasti ingin di hormati. Sekalipun kedudukan sosial lebih rendah, tidak mungkin kita berkata "hai, manusia terlaknat". Sebisa mungkin tetap menghormatinya. Contoh saja, apapun yang dihadapan kita pasti berkata "yang kami hormati, semuanya". Utamanya, menghadapi yang lebih tua dari pada kita. Sebab semua akan kembali ke kita. Kalau mau di hormati, maka kita harus bisa menghormati terlebih dahulu.
Kelima, hidup harus sukses di akhirat. Jangan hanya di dunia sukses, namun akhirat juga harus sukses. Kita harus ingat dunia hanya bersifat sementara, dan belum pasti. Sedangkan akhirat, semua kekal dan abadi. Surga pasti ada, neraka pun juga demikian. Dunia hanya perantara dan bekal untuk menuju akhirat. Jangan terbalik, harta dunia ditumpuk-tumpuk, untuk ibadah susah dan sangat perhitungan untuk keluar. Padahal manfaatnya berlipat-lipat di akhirat.
Marilah kita, lebih memaknai hidup kita. Jangan lupa akan orientasi utama kita yakni Allah SWT. Semoga kita senantiasa selamat, sehat dan selalu bisa bersyukur akan segala nikmat dariNya, terhormat, dan sukses dunia akhirat. Itulah lima hidup yang bermakna yang saya rangkum dalam kesempatan mendengarkan tausiyah di majelis ta'lim kali ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar