Rabu, 31 Agustus 2022

Juara Bukan Segala-galanya



Menjadi terkenal dalam suatu ajang ketika juara itu wajar. Sebenarnya ketika seseorang sudah memutuskan untuk berani tampil dan percaya diri akan kualitas itu lebih dari kata juara. Sehingga jangan pernah memandang sebelah mata. Siapapun orangnya, semua berpeluang untuk menjadi juara.

Melatih mental dan menunjukkan kualitas hal utama. Objektivitas dalam penilaian harus dijunjung tinggi begitu juga sportivitas. Menjadi juara di kesempatan pertama, sebenarnya adalah pintu awal secara terbuka untuk menuju kompetisi yang lebih tinggi. Sehingga juara kali ini bukan segala-galanya. Tapi juga bukan berarti, bahan cibiran untuk seenaknya dihakimi.

Perubahan serta proses jangan dilupakan. Usaha dan ikhtiar yang kuat, bersama-sama dikerjakan. Ketika, sudah mendapatkan hasil, sekali lagi jangan terlalu berbunga. Tetaplah tawadhu' dengan segudang prestasi, tanpa meremehkan masukan dan nasehat siapapun. Tetap ingat, dibalik juara ada sosok yang suaranya habis, mata melotot, editing teks dan revisi berkali-kali, lalu ada banyak tangan yang tak berhenti berdoa dan berdzikir. Sehingga juara bukan keringatmu sendiri, banggalah dengan cara yang wajar. 

Selanjutnya target dan cita-cita menjadi juara diberbagai cabang dan tingkatan setelahnya harus lebih baik. Ternyata benar-benar terbukti, jika pembinanya disiplin, tegas, serius, niat yang kuat,  ikhtiarnya pol-polan serta dukungan orang tua yang tinggi jalan menjadi juara juga terbuka dengan lebar. Namun, juga sebaliknya, jika tanpa dukungan dari berbagai pihak, seenaknya dalam membina, apa adanya tanpa persiapan yang matang atau dengan istilah "penting ikut" sudahlah, juara hanya sebatas mimpi dan angan. Oleh sebab itu, tunjukkan rasa banggamu dengan segudang prestasimu, jangan hanya jago kandang.

Ilmu cabangnya banyak. Bakat serta skill juga banyak, terus kembangkan jangan pernah malu dalam proses belajar. Jangan merasa kecil dan takut jika belum mencoba. Jangan menutup diri, minder bahkan antisosial untuk membangun relasi networking yang lebih luas.  Mari bersama-sama mengharumkan nama dengan prestasi jangan hanya dengan sensasi. 

Salam Semangat

Agustus Padat Merayap




Agenda di bulan kemerdekaan yang terus menerus tanpa henti. Agustus tahun ini benar-benar sibuk. Sibuk dengan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba, karnaval, upacara, baris berbaris, ajang lomba emak-emak seperti membuat tumpeng, jalan sehat, bazar UMKM, dan pertunjukan musik, sholawat hingga wayang kulit. Sepertinya semua warga Indonesia kali ini merasakan kesibukan kegiatan tersebut.

Agustus tahun ini pun juga pada titik, kesehatan yang diuji. Cuaca yang tak menentu kegiatan yang penuh, pola makan yang amburadul batuk pilek atau influenza pun banyak melanda dilingkungan. Memang memakai masker masih sangat dianjurkan, namun sebagian besar masyarakat sudah melepaskan baik di ruang tertutup maupun terbuka. Oleh sebab itu, hendaknya kita tetap waspada, artinya masker harus kita pakai, terutama saat kita berada di tempat yang tertutup dan ramai pula.

Agustus tahun ini, juga istimewa waktu yang dua puluh empat jam terasa sangat singkat. Seperti setiap menit terisi dengan tugas, amanah yang harus dikerjakan. Tidak peduli siang dan malam, didepan laptop menyusun ini itu. Sampai-sampai komitmen saya, dalam menulis juga ikut teruji. Keinginan hati terus menuliskan, tapi lelah tidak bisa membohongi. Sehingga, di penghujung malam  Agustus tulisan ini lahir.

Di balik semua itu, saya sendiri merasa amazing dengan diri saya sendiri. Ternyata bisa juga menjalani kegiatan yang tiada henti ini. Meskipun itu tadi, kesehatan sempat menurun. Artinya apa? kegiatan padat merayap seperti apapun, jika ada niat yang tulus kemudian dilakukan dengan senang hati, semua tidak terasa. Badan lemah lemas, panas, demam, pilek tetap saja jalan. Selain itu, dorongan keluarga, sebenarnya, jika sakit keluarga sudah bilang waktunya istirahat terutama suami. Keras kepalaku tidak bisa kulawan, tetap saja saya jalan, dengan isi tas kemana-mana adalah frescare, minyak kayu putih, masker, tisu, mineral, beberapa vitamin atau suplemen dan susu. 

Itulah nikmat dari Allah yang harus disyukuri. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah. Semoga terus membawa keberkahan dan manfaat baik buat diri sendiri maupun orang lain. Salam sehat selalu, Agustus 2022 keren banget.

Rabu, 24 Agustus 2022

Perlu Patah Semangat Atau Tidak?


Bukan cibiran yang dinanti untuk sebuah capaian apalagi untuk kesempatan dan prestasi. Yang diharapkan adalah apresiasi yang harusnya terlontar. Masih heran saja, mengapa masih ada orang di muka bumi seperti itu. Lalu, memandang semua hal dengan tolok ukur dirinya dan mengaggap semua tidak penting. Mungkin, manusia seperti itu sebagai penyeimbang isi bumi.

Bijaksana akan muncul mana kala, seorang dihadapkan dengan berbagai masalah dan dihadapi dengan mandiri dan tentunya dengan memikirkan segala resiko yang akan dihadapi. Jika ada masalah sedikit saja, dan masalah kecil, sudah mencari sandaran atau perlindungan kepada orang lain, namanya bukan dewasa dan mandiri. Lebih tepatnya, mentalnya sangat cemen. 

Memang, hak setiap orang untuk berkomentar dan berpendapat tentang semua yang telah kita lakukan. Namun, apakah wajar jika, mereka mengorek dapur orang lain? Dan beropini seenak jidad mereka? Dan perlukah mendengarkan opini yang tidak penting tersebut?

Lalu, pantas kah keberadaan orang tersebut akan membuat patah semangat? Jawabannya pun bervariatif, ada yang menjawab tentu saja, ada yang pasti, ada yang jawabnya "ndelok-ndelok", bahkan ada yang tidak akan berpengaruh. Kalau dalam suatu komunitas bahkan organisasi atau lembaga ada model manusia seperti itu, solusi yang tepat adalah pura-pura tidak mendengar dan hindari saja. Rasanya jika bertemu atau terlihat wajahnya, sudah membuat malas. Sebab, segala yang terlontar jika bertemu, isinya racun kalau bahasa milenialnya, toxic.

Apa hikmah dari uraian di atas. Kadang sebagi manusia kita sangat perlu pura-pura tidak mendengar segala omongan yang hanya bergaung di udara. Toh, itu akan berlalu dengan angin. Lalu jalan terus saja, menjadi diri sendiri tentunya dengan segala hal yang kita lakukan. Jangan risau, hawatir dan sedih, jika apa-apa keputusan dan apa yang kamu lakukan untuk dirimu selagi tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku tetap saja semangat dan jalan.

Minggu, 21 Agustus 2022

Mengembangkan Minat Dan Bakat Para Siswa





Setiap madrasah atau sekolah pasti memiliki kegiatan pengembangan minat dan bakat, yaitu dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler. Tujuannya tidak lain untuk mengembangkan bakat, skill siswa dan jika ada kesempatan untuk berkompetisi tentu saja akan diikutkan. Tahun ajaran baru kali ini sudah di desain sedemikian rupa oleh waka kurikulum serta dewan guru untuk mengaktifkan kembali kegiatan tersebut. Di hari Sabtu, pukul sebelas sampai dua belas anak-anak akan masuk kelas sesuai dengan minat dan bakat yang mereka punya.

Ada kelas musik angklung, menari, sholawat, murotil Qur'an (qiroah), lukis, kaligrafi, dan ekstrakulikuler yang wajib diikuti yaitu Pramuka. Setiap kelas ada guru kooedinator dan pembinanya, yang kami hadirkan. Tentunya pembina tersebut sudah expert di bidangnya masing-masing. Di kelas murotil Qur'an ada Ust Eko dari Kalidawir. Beliau guru kami, tentu saja yang mengajarkan kami qiroah sejak di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Rasanya, sangat bangga dan senang bertemu beliau kembali, disituasi yang sama masih menjadi siswanya beliau.

Kemudian ada kelas Sholawat, bersama Ust Rohmat, beliau ahli di bidang sholawat dan rebananya. Dan bergabung di salah satu grub Sholawat terkenal sudah melalang buana kemana-mana. Kelas Pramuka kita jadikan dua kelas, ada kelas atas atau penggalang 4,5 dan 6 dan kelas bawah atau kelas siaga 1,2 dan 3. Di hari Sabtu, pasti semua senang, sebab kegiatan yang diikuti lebih ke outdoor. Bisa di lapangan, di aula dan mushola.

Kami sangat berharap, jika kegiatan ini keseriusannya ditingkatkan, mulai dari dewan guru sebagai koordinatornya lalu pembina dan siswanya, insyallah akan berhasil. Tugas guru koordinator tidak hanya mendampingi, namun juga ikut serta belajar di bidang tersebut. Tujuannya juga satu, jika pembina berhalangan hadir, kami pun bisa membadalinya. Oleh sebab itu, mari terus semangat, ayo belajar dan jangan pernah malu untuk berjuang dalam mengembangkan bakal minat para generasi muda kita. 

Salam Semangat

Kamis, 18 Agustus 2022

HUT RI Ke 77 Di Desaku







Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Indonesia yang ke 77, tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Hampir di seluruh pelosok daerah di pulau-pulau yang ada di Indonesia memeriahkan dengan tradisi, budaya bahkan kegiatan kearifan lokalnya masing-masing. Ada yang mengadakan berbagai perlombaan tradisional makan kerupuk, balap karung, balap kelereng, panjat pinang, karnaval dan upacara.

Seperti salah satunya di desa kami Mirigambar,  mengadakan upacara bendera dengan melibatkan seluruh warga desa dan berbagai lembaga pendidikan serta organisasi masyarakat yang ada di desa. Panitia yang tersusun dari berbagai perangkat desa lalu ada pemuda karang taruna. Upacara terkesan baik dan lancar. Terutama dari para petugas, mereka tampil dengan sangat baik.

Persiapan untuk menyambut HUT RI ke 77 dengan diadakannya upacara ini, tidak singkat. Hampir dua minggu lebih latihan berturut-turut. Seperti yang dilakukan kami sahabat-sahabat Fatayat Ranting Mirigambar, mengaransement lagu dan menyanyi bersama dengan tehnik yang betul. Tim paduan suara tidak hanya dari sahabat Fatayat tapi ada rekanita dari IPPNU Ranting Mirigambar. Kemudian pasukan pengibar bendera, gabungan dari siswa siswi MTs PSM Mirigambar, lalu tim marcing band dari Mi Nuris dan Mi PSM Mirigambar, protokol upacara Bu Yuli guru dari SD Negeri 1 Mirigambar.  

Di lapangan sangat full, peserta dari siswa siswi lalu perRtRw, hampir semua mengikuti. RT kami di Rt 003 Rw 004, sangat kompak dan barisannya full. Setelah upacara kami makan bersama dengan menu nasi tiwul, singkong goreng, pisang, klepon semua sukarela membawa dan makan bersama. Sebelum itu, kita berfoto bersama dan membuat video. 

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 kali ini, harus kita maknai dengan rasa syukur kepada Allah. Setelah keadaan pandemi, akhirnya Agustus 2022 benar-benar kita meriahkan sedemikian rupa. Namun, jangan terlalu terlena, serba serbi peringatan kemerdekaan haruslah dibuktikan dengan nyata, bahwa kita cinta tanah air Indonesia dengan terus berjuang di bidang masing-masing.

Jayalah Negeri

Jayalah Bangsaku Indonesia

Merdeka 

Selasa, 16 Agustus 2022

Tampil Berbeda


Uniknya manusia dengan bervariasinya karakter, harus banyak menyesuaikan. Kadang harus memahami dan berdamai dengan keadaan. Jangan memaksakan untuk difahami. Berharap untuk difahami akan berujung dengan kekecewaan.

Tampil berbeda tujuannya sebagai ciri khas yang baik. Namun, kadang berbeda dimaknai dengan sok tahu atau bahkan percaya diri yang berlebihan. Tampil berbeda juga dimaknai dengan keunikan, yang sebagai identitas kuat. Dimana identitas tersebut sebagai tanda yang mencerminkan diri kita sesungguhnya. 

Tampil berbeda harus dengan sesuatu yang bernilai positif dan bermanfaat. Pada manusia pasti ada sisi baik dan tidaknya. Ada sisi bijaksana dan tidak. Oleh sebab itu, jangan risau ada nyinyiran mulut jahatnya mereka karena keberanian untuk tampil beda.

Perlu diingat, tampil berbeda dengan melanggar nilai kewajaran bahkan melanggar nilai sosial lebih baik dihindari dan jangan pernah dilakukan. Namun, selagi tampil berbeda itu membawa kepada kebaikan dan nilai positif, mengapa harus tidak dilakukan? Sehingga, teruslah menjadi dirimu sendiri. Berjalanlah terus ke depan untuk terus berprestasi.

Salam semangat

Senin, 15 Agustus 2022

"Jejakku Menulis" Buku Solo Ketiga



Alhamdulillah, syukur tiada henti. Buku solo ketiga akhirnya terbit juga. Memang ini buku solo yang ketiga namun, buku ini merupakan buku kedelapan yang sudah pernah kami tulis dan terbitkan. Berjudul "Jejakku Menulis" yang isinya kurang lebih dua ratus enam puluh tujuh halaman. Buku solo ketiga ini bertajuk perjalanan atau sejarah bagaimana kami mengawali dunia menulis. Tentunya kami tidak sendiri, bisa dikatakan berhasil menulis juga berkat dan peran serta doa dukungan dosen, guru-guru, keluarga dan kawan yang tidak bisa sebut satu persatu.

Haru bahagia, sebab ditengah-tengah buku ini terbit, kami masih dengan kegiatan, agenda yang sangat padat dan banyak. Selain itu, ketika ada informasi buku ini berhasil terbit, tepat kami di kondisi yang kurang sehat alias sakit. Yang lebih indah lagi, lahir di bulan detik-detik tanggal Kemerdekaan. Lalu sehari setelah diresmikannya kampus STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Ngunut, Tulungagung.

Bukan niat untuk berlebihan, sebab buku ini sudah hampir dua bulan ditahap editing dan layouting. Baik dari kami sebagai penulis, lalu di penerbit. Intinya perjalananya tidak instan. Di buku ini, mungkin sebatas cerita perjalanan atau jejak kami sebagai penulis. Namun, besar harapan kami, buku ini memberikan manfaat bagi pembacanya.

Di buku ini juga dilengkapi dengan tanggal dan foto atau dokumen sebagai bukti sejarah, perjalanan kami menulis. Motivasinya sama seperti di buku sebelum-sebelumnya yakni dari dawuhnya,  beliau dosen kami semua, pakar Literasi Bapak Prof. Ngainun Naim, M.HI dari UIN SATU "Istiqomah akan membawa kepada keberkahan dan menulis itu berkah selain itu penulis akan disebut penulis jika dia menulis, sehingga terus saja praktekkan menulis, jangan hanya sebatas pikiran dan benak, tuangkan saja dalam tulisan". Kami, pun meyakini hal tersebut dengan kuat dan melakukannya. Alhamdulillah, semoga bisa terus menulis dan melahirkan karya selanjutnya yang lebih baik. 

Terima kasih kepada semuanya. Mari terus berliterasi jangan lelah untuk berprestasi dan melahirkan karya, yang bisa bermanfaat dan abadi.

Minggu, 14 Agustus 2022

Alhamdulillah Resmi Di Launching








Launching dan Penyerahan Surat Keputusan atas resminya pendirian Sekolah Tinggi Islam K.H Muhammad Ali Shodiq hari ini berjalan dengan lancar. Selebrasi dan seremonialnya memang terkesan sederhana namun sangat hikmat. Banyaknya papan ucapan selamat dari berbagai pihak, membuat rasa bangga menyelimuti. 

Acara dimeriahkan dari santri-santri dan ditata sedemikian rupa dengan konsep yang sangat indah. Mulai dari para santri berjejer di pintu gerbang utama pesantren untuk menyambut dan mengiringi para Profesor, tokoh dan tamu undangan. Lalu tim angklung dari SMP Islam Sunan Gunung Jati dan juga tim Sholawatnya yang terletak di bagian utara sisi panggung utama. 

Alhamdulillah semua undangan hadir dan memenuhi semua kursi yang telah disiapkan. Di urutan kursi depan, yakni para tokoh dan tamu undangan utama. Ada Kepala Madrasah Aliyah, pengawas PPAI, tokoh NU, Fatayat Muslimat Tulungagung, Korsmil, Polsek, dan para Bu Nyai serta Ning. Lalu disusul para Ibu dosen, para guru di naungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut dan ada calon maha santri atau calon mahasiswa baik putra maupun putri dengan larik deret terpisah. Estu nderek bingah. 

Acara diawali dengan sholawat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subanul Wathon, pembacaan ayat suci Al Quran, beberapa sambutan dan doa sebagai penutup. Sambutan pertama dari beliau Ketua Pengasuh PPHM yakni Abah Yai Ibnu. Beliau memberikan sejarah perjalanan berdirinya pondok pesantren Buya K.H Muhammad Ali Shodiq sampai berdirinya sekolah formal hingga perguruan tinggi yang akan diresmikan serta penyerahan amanah secara resmi kepada  Ketua STAI MAS yakni Abah Yai Rouf.

Kemudian dilanjutkan sambutan kedua dari perwakilan Pak Bupati, yang disampaikan oleh Bapak Dr. H. Sukarji, M.Pd.I beliau membacakan isi sambutan dari Bapak Bupati Tulungagung yang berhalangan hadir karena undangan dari Ibu Gubernur Jatim. Inti dari isi sambutan yakni, tetap menjaga protokol kesehatan dengan memperhatikan gizi serta makanan yang dikonsumsi lalu beliau menyambut dengan baik atas didirikan STAI MAS dan banyak harapan, semoga bisa menjadi pelengkap perguruan tinggi di Tulungagung.

Sambutan ke tiga yakni dari Prof. Amin Suyitno, M.Ag selaku Direktur PTKI Kemenag RI. Dalam sambutannya beliau memberikan pengarahan umum setelah diresmikan, tidak boleh lengah dan santai atau larut dalam euforia acara ini. Lanjutkan dengan kerja dan mempersiapkan langkah selanjutnya. Bahkan berlarilah untuk mengejar STAI, IAI maupun UIN yang di luar sana. Beliau juga memaparkan berdirinya perguruan tinggi di kalangan pesantren itu harus ada landasan yang kuat dan bukti kerja keras yang nyata.

Zaman dulu, pondok pesantren melahirkan santri yang banyak ahli di bidang fiqih, tafsir, nahwu atau lainnya namun, belum ada karya. Sehingga adanya perguruan tinggi di kalangan pesantren akan memberikan wadah yang banyak berupa research, publishing, referensi yang lebih kuat di kitab-kitabnya sehingga melahirkan generasi yang lebih bertalenta, unggul dan profesional. 

Kemudian para jajaran pimpinan, pengelola, dosen juga demikian. Talenta profesionalitas harus diimbangi dengan panggilan hati dan panggilan jiwa. Yang artinya panggilan jiwa para dosen dan pengelola, haruslah baik, sehingga bekerja dengan panggilan jiwa sepenuhnya, hingga pada titik panggilan jiwa tersebut, lebih penting dari diri kita sendiri. 

Kurang lebih isi dari pesan beliau demikian. Kemudian dilanjutkan penandatanganan prasasti dan penyerahan SK diiringi dengan sholawat. Para Bu Nyai dan termasuk kawan-kawan dosen lainnya ikut terharu dengan menangis. Akhirnya yang diimpikan Almaghfurlah Buya Yai Muhammad Ali Shodiq, kini terwujud. Semua teringat dawuh-dawuh dan cita-cita beliau. Jujur nangis tersedu-sedu. Lalu tinggal bagaimana kami menentukan dan melangkah selanjutnya. Oleh karena itu, mohon doa pangestu sedaya pembaca.

Semoga STAI MAS kedepannya diberikan kelancaran, berkembang terus hingga menjadi perguruan tinggi yang besar, maju, manfaat, barokah, dan selalu dipercaya masyarakat, Amin. Kami bangga dengan STAI MAS.

Hari Jadi Pramuka ke 61




Salam Pramuka

Praja Muda Karana, kepanjangan dari Pramuka. Pramuka dalam bahasa Inggris adalah Scout, yang di dalamnya banyak materi, kegiatan dan masih banyak hal yang dapat kita pelajari. Tingkatan dalam Pramuka disesuaikan dengan umur mulai dari siaga, penggalang, penegak dan pandega.

Sangat terlihat jelas, bagaimana proses mempelajari dan terjun langsung di Pramuka dulu di Mi, SMP, SMA bahkan sampai ke perguruan tinggi. Pengalaman itu memberikan pelajaran yang berharga.  Pembentukan sikap dan karakter juga sangat diterapkan. Lalu belajar mandiri, cinta alam dan disiplin. Persis yang tertera pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Pramuka sejati pasti tahu akan aturan yang berlaku di dalamnya.

Sekarang Pramuka sudah ulang tahun ke 61. Para pelajar pun, harus tahu makna dan nilai yang ada di kepramukaan. Kurikulum yang ada juga mewajibkan kegiatan Pramuka di masing-masing sekolahnya. Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita sebagai praktisi pendidikan minimal peduli dengan Pramuka. Sekalipun hanya peringatan upacara.

Jangan salah menilai, Pramuka hanya ada di Indonesia hal ini kurang tepat. Sebab Pramuka itu mendunia, setiap negara mempunyai Pramuka dengan sebutan masing-masing. Bahkan ada kegiatan rutin yaitu Jambore Nasional, Jambore Internasional atau sejenis Pramuka yang di lingkup Nasional atau Internasional. Inilah yang sangat dirindukan para anggotanya. Karena dikegiatan itu sangat menyenangkan, banyak kenalan, banyak cabang perlombaan, penjelajahan dan sampai acara puncak atau pentas seni. Jadi, menurut saya, mengikuti kegiatan Pramuka, tidak ada ruginya.

Lalu mengapa masih ada segelintir orang yang meremehkan Pramuka? Mungkin saja mereka yang begitu kurang pengalaman dalam dunia pendidikan, sehingga menggampangkan bahkan menganggap Pramuka tidak penting. Mari, kita teruskan dan hidupkan kembali yang cinta dengan Pramuka. Jangan hiraukan mereka. Cukup tunjukkan bahwa dengan Pramuka kita bisa.

Selamat Ulang Tahun Pramuka yang ke 61.

Dan Jayalah selalu.

Salam Pramuka

Sabtu, 13 Agustus 2022

Jangan Lelah Menjadi Berprestasi



Ungkapan terima kasih kepada semuanya, siswa yang sudah berjuang untuk mengikuti berbagai macam perlombaan. Jangan bosan, untuk menjadi anak yang berprestasi. Jangan pernah puas dengan prestasi yang di dapatkan hari ini.

Teruslah mengembangkan sayap-sayap perjuangan. Tidak perlu malu, jika belum menjadi nomer satu. Melawan malu, dan rasa takut, hal demikian tak dirasakan kalian sudah menjadi juaranya. Kembangkan terus bakat yang kamu miliki. Bangga bukan berarti sombong. Bangga dengan diri sendiri serta nama lembaga yang telah memberikan kesempatan ini.

Salam sukses untuk kalian semua. Saya akan menunggu, proses kalian menjadi orang-orang bermanfaat bagi yang lain dan orang-orang besar di masa yang akan datang. Ingatlah sukses tidak bisa datang jika kamu hanya berpangku tangan. Sukses akan datang, mana kala kamu istiqomah, rajin, tekun, tidak pernah lelah serta putus asa untuk belajar, belajar dan belajar.

Selamat untuk kalian semua.

Jumat, 12 Agustus 2022

Praktek Pacelathon/Dialog Bahasa Jawa




Pelajaran Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang harus kita lestarikan. Melestarikan tidak hanya dipelajari teorinya saja, melainkan dengan secara langsung mempraktekkannya. Salah satunya dengan berkomunikasi. Banyaknya jenis bahasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa, seperti ngoko, ngoko alis, kromo, kromo inggil dan kromo alus. Semuanya disesuaikan dengan lawan bicara kita. Itulah salah satu keistimewaan Bahasa Jawa, yang demikian rupa diatur secara detail.

Berkomunikasi dengan teman sejawat di kalangan siswa sudah biasa menggunakan Bahasa Jawa ngoko. Salah satunya dengan berdialog atau pacelathon. Pacelathon di Bahasa Jawa, tidak hanya berbicara saja, namun ada nilai bermain perannya. Misalnya ada yang berperan sebagai siswa dan guru, lalu karyawan dan pelanggan toko. Sebagai guru harus kreatif untuk mengembangkan di materi pacelathon.

Salah satunya dengan menyediakan beberapa teks pacelathon kemudian membagi kelompok. Selanjutnya mendiskusikannya, dan menginstruksikan agar siswa memahami terlebih dahulu isi dari pacelathon tersebut sebelum dibaca di depan kelas. Setelah memberi waktu kepada mereka, bisa kita undi untuk maju di depan kelas.

Hasilnya luar biasa, banyak siswa untuk mengacungkan diri maju di nomer awal, oleh karena itu bagi kelompok yang maju di awal tentu saja akan mendapatkan reward. Reward sederhana seperti mendapatkan bintang di papan namanya. Hal ini bertujuan, agar kelas aktif dan hidup. Semuanya, aktif dan antri untuk mendapat giliran. 

Ada yang menarik di salah satu kelompok yang maju, dia berperan sebagi Ibu dan anak. Siswa ini mampu berperan dengan totalitas, kata dan intonasi dalam dialog atau pacelathon yang diperankan sangat pas. Begitu juga siswa yang berperan sebagai anak. Saya sebagai wali kelasnya, sangat bangga kepada anak-anak kelas IV ini. Alhamdulillah semua bisa berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Pada jam ini tidak semua kelompok bisa maju untuk tampil. Dikarenakan jam pelajaran Bahasa Jawa sudah habis, dan harus ke jam pelajaran berikutnya. Sehingga bisa dilanjutkan minggu depan. Semoga selalu bermanfaat dari semua ilmu yang telah kita pelajari bersama. Jangan lelah untuk mengukir prestasi. Dan salam semangat. 

Berliterasi Di Jum'at Sehat



Jum'at sehat hari ini, dengan senam bersama. Olahraga senam paling sederhana dan ringan. Jedak jeduknya musik membuat semakin ringan untuk bergerak. Senam tujuannya untuk sehat, jika jasmani sehat tentunya akan lebih semangat. Sejenak melupakan segala kegalauan dan kepenatan dari segala aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran.

Semua terlihat semangat, apalagi jika senam kewer-kewer semua melompat dan berteriak dengan penuh semangat. Bapak dan Ibu gurunya juga demikian senyum simpul dan teriakan mengajak anak-anaknya untuk semangat sangat terlihat jelas. Hanya saja, lapangan madrasah kali ini, tanahnya tidak basah, sehingga debu berterbangan. 

Setelah kegiatan senam, ada waktu untuk istirahat dan minum air putih yang banyak dan membaca ringan dikelas. Membaca ringan bentuk gerakan literasi yang kami gerakkan di kelas. Pojok baca harus kita kembangkan sekalipun bukunya terbatas. Hari ini, kita bersama-sama membaca di pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di bab sifat-sifat Nabi yang harus kita teladani.

Kelas IV, yang mempunyai jargon Excelent, Smart, and Semangat terlihat sangat menikmati kegiatan membaca. Ada beberapa anak yang setelah membaca berdiskusi ringan, tentang sifat Nabi yang Fatonah. Fatonah memiliki arti cerdas, dia bertanya kepada saya "Bu Filza, berarti Nabi itu cerdas segala hal, termasuk ilmu Matematika?" Dalam hati berkata, wah istimewa sekali anak ini. Langsung saya jawab "Tentu saja, cerdas segala ilmu bahkan setiap sahabat yang bertanya tentang apapun, beliau akan menjawabnya, selain itu yang lebih penting adalah cerdas hatinya artinya Nabi merupakan Rahmatan Lil'alamin (Rahmat bagi seluruh alam) sehingga harus memberikan tauladan kepada umatnya, baik secara akhlak, tindak tanduk, sikap dan karakter". Siswa tersebut menjawab "Berarti kita Matematika harus bisa ya bu?" (bertanya dengan polosnya). Lalu saya jawab "semua hal akan bisa, jika kita mau belajar"

Mereka mendengarkan sambil mengangguk-angguk, semoga mereka faham. Setelah kegiatan literasi dan pembelajaran dilanjutkan dengan membuat peta pikiran dengan digambar sekreatif mungkin. Jam pelajaran di hari Jum'at terasa sangat cepat, tak terasa sudah waktunya pulang. Semuanya berkemas dan semangat pulang.

Salam Semangat

Kamis, 11 Agustus 2022

Menyambut Dengan Bahagia, STAI MAS


Lahirnya perguruan tinggi di tengah-tengah pondok pesantren, harus disambut dengan baik dan tentunya dengan rasa bangga serta bahagia. Perjuangan dalam proses yang sudah memakan waktu tidak singkat hingga rilis sampai mendapatkan SK sampai penamaan, semua berjuang untuk mengusahakannya. Terutama pada semua dewan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut, Tulungagung serta Mu'assis, tim yang sangat hebat perjuangannya serta tak kenal lelah. 

Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut, Tulungagung, akan resmi disahkan dan dilaunching di tanggal 14 Agustus 2022. Terhitung dari hari ini kurang tiga hari lagi. Bersama dengan tim dan lima puluh tiga dosen lainnya kami sangat amat bangga. Meskipun masih akan dirilis, alhamdulillah sudah ada calon mahasiswanya. 

Optimisme, semangat serta doa para pengasuh kami meyakini lembaga ini ke depan akan semakin besar. Tentunya dibuktikan dengan kerja yang nyata bersama-sama. Mengutip dawuhnya Abah Rouf, beliau mengatakan bahwa keberadaan STAI MAS di Tulungagung, bukan untuk menjadi pesaing perguruan tinggi yang sudah berada di Tulungagung, melainkan berdirinya STAI MAS akan menjadi pelengkap perguruan tinggi di Tulungagung dan sekitarnya.

Progam studi yang akan diresmikan tiga diantaranya IAT, PBA dan MPI. Ucapan selamat juga terus mengalir, dari semua kalangan. Ada alumni, para tokoh dan berbagai organisasi. Saya sendiri, sangat merasa bangga, dengan dibukanya STAI MAS Ngunut ini sebab, diberikan kesempatan untuk mengabdi dengan terus belajar serta mengembangkan bakat, skill dan tentunya terus berkarya.

Semoga STAI MAS Ngunut, ke depannya selalu dipermudah dan terus berkembang dan semakin besar. Tentunya, dengan bersama-sama seluruh civitas akademika Ponpes Ngunut, untuk terus belajar dan belajar menggali pengalaman di dunia akademisi kampus. Ingat pesan para Mua'ssis dan Pengasuh Yai Muhson, Abah Makrus, Abah Ibnu, harus semangat dan kembangkan segala skill dan bakat. Tanpa melupakan rambu-rambu Pondok Pesantrennya. Lalu jika aspek yuridis sudah lengkap, aspek substansi, administrasi juga harus dikerjakan sebaik mungkin, guna mengacu kepada akreditasi lembaga dan hal demikian merupakan bukti keseriusan kita semua.

Sekali lagi kami bangga dan beruntung menjadi salah satu keluarga besar di civitas ini. Dan kami mengucapkan Selamat Atas  Berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam KH. Muhammad Ali Shodiq, Ngunut, Tulungagung 16 Muharram 1444 H, 14 Agustus 2022. Semoga selalu membawa keberkahan. Amin

Selasa, 09 Agustus 2022

Seandainya Tidak Serius


Ingin sebenarnya, kerja tidak serius, seenaknya sendiri tanpa terbebani. Sering kali hati saya muncul pertanyaan demikian. Seandainya bisa, sudah dari kemarin akan saya lakukan, namun kenyataannya berbeda. Bukan tujuan untuk riya', sesungguhnya jika tidak serius dan tidak sungguh-sungguh saya sangat bisa dan itu mudah sekali, dan itu bagi siapa saja sepertinya juga mudah. Ibarat hanya pulang dan pergi begitu saja, tanpa evaluasi dan pembenahan yang berarti.

Bekerja tanpa harus berpikir pusing. Serius, sungguh-sungguh serta santai akan berbeda makna tergantung yang menjalani. Kalau definisi kerja santai, menurut saya, apa yang di depan mata dilakukan saja. Namun, sangat perlu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Sebelum pembahasan yang dalam, perlu diingat apapun kerjaan kita akan tetap mempunyai resiko. Dan apapun profesi yang kita pilih nantinya juga akan memiliki resiko.

Tidak serius akan muncul dan dimulai dari hati. Di hati ada niat, lalu diterjemahkan di dalam otak, setelah itu akan dilahirkan dalam bentuk sikap dan perilaku. Jika orientasi dalam kegiatan hanya uang, bagaimana dengan bentuk ibadah kita. Yang orientasinya akan kita petik di akhirat kelak.

Keputusan dalam bekerja dan profesi yang kita ambil, hendaknya sudah kita pikirkan dengan matang jauh sebelum kita mengambil pekerjaan tersebut. Memang, hati manusia sering berubah-ubah. Kelabilan hati harus kita hindari dengan tekadnya niat. Tidak perlu gusar dengan omongan orang, apapun pekerjaan yang kita ambil, selagi itu halal, benar dan terbaik bagi kita.

Saya jadi teringat kalimat teman "matre itu perlu, tapi lihat-lihat dulu, dengan siapa matre itu". Kalau tidak terlalu berkontribusi dan berdedikasi untuk pekerjaan haruskan dan pantaskah matre? Itulah pertanyaan teman, ketika ngobrol bahasan ngalor ngidul kehidupan.

Jika tidak serius, pertanyakan kepada diri sendiri? Mengapa dan bagaimana solusinya. Jangan biarkan diri kita terlena dengan ketidak seriusan, yang akhirnya merugikan diri sendiri dan merepotkan orang lain.

Salam semangat

Senin, 08 Agustus 2022

Kesempatan



Bukan Untuk Aji Mumpung

Bukan Untuk Ajang Pamer

Mari Dibuktikan Dengan Prestasi

Atas Pengabdian Kepada Diri Sendiri


Lelah Capek Tak Dihargai

Jangan Hiraukan Terjang

Dan Ambil Kesempatan

Jangan Sampai Penyesalan Datang


Renungkan Dan Pertanyakan

Aku Siapa?

Mengapa Harus Aku?

Bagaimana Jika Aku Berhenti?


Hingga Kau Menemukan Jawaban

Atas Kesempatan Yang Ada Di Depan Mata

Tidak Semua Seberuntung Kamu

Yakini Dan Lakukan Saja


Hingga Keberuntungan Serta

Keberkahan Menyelimuti

Mengiringi Sepanjang Hayat 

Di Setiap Detik Nadi

Sabtu, 06 Agustus 2022

Pengalaman Yang Hebat Bagi Mereka




Olimpiade online dan perdana bagi mereka akan selalu memberikan kesan serta pengalaman yang mungkin tak terlupakan. Ada yang masih bingung, mengapa saya harus mewakili sekolah, sebab merasa belum mampu untuk itu. Sehingga kepercayaan dirinya kurang. Dibalik itu semua, ini adalah ajang kompetisi yang hebat.

Pelaksanaannya di kampus besar UIN SATU Tulungagung. Semua merasa bangga, bukan karena juaranya. Sebab mereka berkompetisi penuh dengan sportifitas tanpa kecurangan. Sekaligus berjuang melawan rasa takut dan terus memupuk rasa keberanian. Jika kesempatan itu datang, mengapa tidak kita manfaatkan.

Bentuk perjuangan dengan berangkat dari lembaga masing-masing saya rasa tidak akan sia-sia. Dari lembaga kami, Alhamdulillah dari semua jenis perlombaan di lembaga RA mendapat juara III untuk cabang lomba menyanyi tunggal. Untuk olimpiade, dengan rentan nilai tidak jauh-jauh dari sang juara, hanya manajemen waktu yang perlu di evaluasi kedepannya. Dalam Technical Meeting (TM) terakhir disepakati, jika memang ada nilai yang sama, hanya akan dilihat dari waktu siapa paling cepat untuk save/submit jawabannya.

Tidak perlu disesali, namun kebanggaan selalu menyelimuti. Terlepas dari semua biaya yang dikeluarkan, harusnya tidak akan menjadi keluhan. Tetap bangga kepada kalian (Mas Adib, Mas Fitra, Chelse, Mbak Olin, Mbak Mila) lalu siswa RA yang sudah mewakili lomba ini. Dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia penyelenggara yakni seluruh jajaran dari LP Ma'arif Tulungagung, yang memberikan wadah untuk berkompetisi. Kemudian kami berterima kasih kepada wali dan orang tua yang senantiasa mendukung kegiatan putra putrinya. Lalu kepada pembina olimpiade serta pendamping lomba Pak Muhsin, Pak Edi yang rela mengantar kesana-kemari dengan mobilnya, lalu ada Bu Wid, Bu Ro'i, Bu Robik, Bu Siha, terima kasih dan mohon maaf jika kami sebagi koordinator dari lembaga, sering bawel dan cerewet, gupuhi, in time bukan hanya on time, hehe. Lalu kepada pimpinan serta Bu Azizah selaku bendahara lembaga yang tidak pernah ribet untuk pengeluaran demi siswanya.

Salam Untuk Kita Semua.

Jayalah Lembagaku.

Bangunlah Prestasimu !

Jumat, 05 Agustus 2022

Jangan Sandiwara


Rasanya siapapun tidak bisa memaksakan orang lain untuk selalu menerima keberadaan seseorang. Setiap manusia apapun yang dilakukan, pasti ada yang setuju dan tidak. Yang menjadi pendorong adalah kekuatan yang kita miliki. Kekuatan untuk bertahan, menjadi diri sendiri.

Persoalan sampai kepada permasalahan tergantung, bagaimana kebijakan kita ambil kita sikapi. Kehidupan jika tanpa masalah kok sepertinya tidak asyik. Namun, lagi-lagi level permasalahan setiap orang tidak sama. Sehingga jangan membandingkan kehidupanmu dengan orang lain.

Sepertinya mengeluh dan berharap kepada manusia ujungnya akan kecewa. Sehingga pegangan utama tetap Allah dan teman curhat hanyalah dalam doa dan sujud kita. Orang yang tahu seluk beluk kita dari A sampai Z hanyalah orang tua dan orang yang paling menyayangi atau pasangan kita seperti halnya suami atau istri.

Benar pun akan tetap kurang benar bagi orang yang tidak suka kepada kita. Salah apalagi, seakan mereka bahagia dan senang melihat kita jatuh dan sengsara. Tenang, Allah tidak tidur kawan. Dibalik itu semua kita tetap harus berusaha berprasangka baik. Cukup diamkan saja, kita tidak boleh berhenti berjalan untuk mengukir prestasi ketika menemukan hal seperti itu.

Jadilah diri sendiri tak perlu sandiwara, sibuk membangun image. Optimis harus kita bangun, tak usah pedulikan opini orang jika tujuannya hanya menjatuhkan. Pupuk terus keberanian untuk bersuara jika itu memang ada hal yang tidak tepat sehingga membawa kepada kemadhorotan dan kebatilan. Jangan hanya sibuk menjadi komentator kehidupan orang lain.

Salam Semangat Kawan

Kamis, 04 Agustus 2022

Hai Manusia Bawel


Tidak Peduli Kau Caci Maki

Hanya Waktu Kan Menjawab

Bersaing Sehat Mari Dibuktikan

Jangan Hanya Mencari Muka


Berjuang Menjadi Terbaik

Tidak Hanya Mencari Enak

Tanpa Keringat Dan Usaha

Apa Itu Berhasil Hanya Mimpi Belaka


Mata Terbelala Dihadapan

Kau Seenak Meremehkan

Berkacalah Jika Tak Mampu Berjuang

Cukup Dengan Diam Tanpa Komentar


Hai Manusia

Setiap Yang Hidup Ada Hak Berhasil

Hanya Saling Melihat

Begitu Saja Kok Bawel


Tugas Kita Terus Berusaha

Bermimpi Setinggi Langit Juga Hak Kami

Jangan Patahkan Semangat Itu

Hanya Sebab Jahatnya Mulutmu

Merindu Larik Yang Tak Terlihat


Butiran Air Mata 

Saksi Hati Mengiris Rindu

Merajut Takjub KepadaNya


Lirih Sendu Memanggil

Merintih Merangkul Mengadu

Ingin Ringan Menjalani


Tanpa Paksaan Atau Dugaan

Adil Tanpa Memberatkan

Senang Alami Tanpa Peran


Merindu Larik Yang Tak Terlihat

Tujuan Bukan Manusia Semata

Hanya Keridhoan Yang Aku Harapkan

Rabu, 03 Agustus 2022

Pentingnya Kebersihan Kuku


Banyak orang yang menginginkan kuku panjang. Alasan dan tujuan memelihara kuku panjang pun beragam. Ada dengan alasan untuk estetika atau keindahan, kecantikan lalu setelah kuku panjang juga difungsikan untuk dicat, dihenna agar lebih mudah. Memelihara kuku panjang tidak hanya dikagumi oleh para perempuan sebagian laki-laki juga mengikutinya. 

Bagi saya kuku panjang untuk orang dewasa sah-sah saja. Sebab, orang dewasa akan lebih tahu tanggung jawab untuk menjaga kebersihannya, merawatnya dan mungkin untuk bentuk lebih estetika. Bahkan tidak jarang, ada yang rela perawatan kuku di di salon yang khusus. Namun, jika kuku panjang untuk seusia anak sekolah dasar atau Mi, bagi saya kurang pas dan kurang baik, artinya membutuhkan kerja sama dengan orang tua untuk saling mengingatkan dan lebih diperhatikan. Mulai dari membersihkannya, lalu memotongnya dan menjaga agar tetap bersih.

Saya sangat prihatin, jika ada dari beberapa peserta didik yang kukunya tidak bersih, panjang lalu hitam, sudah terdeteksi jika demikian itu mandinya kurang bersih. Kemungkinan juga tidak terbiasa memotong kuku, atau belum ada yang mengingatkannya untuk memotong. Sebagai pendidik, maka harus sedia alat pemotong kuku dan harus bersedia memotongkannya. Sebab, jika kita hanya menginstruksikan untuk memotong, hanya janji palsu yang ada.

Mari, terus menjaga kesehatan dimulai dengan memelihara kebersihan diri sendiri. Kebersihan badan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki baik dari kuku, gigi, telinga semuanya harus rajin dibersihkan. Begitu juga dengan kebersihan dan kerapian baju serta lingkungan. Jangan malas, untuk hidup lebih sehat. Ayo terus semangat.

Selasa, 02 Agustus 2022

Bimbingan Olimpiade


Gencarnya dan padatnya acara  untuk berkompetisi ketika di bulan kemerdekaan, membuat semangat berjuang membara. Hampir sebulan mempersiapkan olimpiade. Untuk bimbingan yang lebih dalam akan berjalan di seminggu ini. Sebab, tanggal 6 Agustus, hari Sabtu 2022 olimpiade sudah pelaksanaan.

Bekerja keras untuk mensukseskan kompetisi tersebut, tidak hanya bertumpu satu dua orang, namun semua harus ikut serta. Baik para pembimbing, peserta dan pendamping. Bahkan sekalipun hanya dukungan moril ucapan semangat serta apresiasi dalam bimbingan. 

Mari terus berkompetisi sehat, menjunjung tinggi nilai sportifitas, untuk mewujudkan prestasi serta mengharumkan nama, baik nama pribadi nama orang tua, nama lembaga bahkan atas nama daerah, bangsa dan negara. Jika belum juara tidak masalah, namun menggunakan kesempatan, menurut saya sudah juara sebab mendapat pengalaman jauh lebih penting. Juara 1, 2 atau 3 adalah bonus, jika belum mari terus semangat untuk mengasah kemampuan dan bakat kita. Semangat Berjuang semuanya. 

Makna Upacara Bendera


Di tahun ajaran baru kali ini upacara bendera di hari Senin, sudah kami laksanakan dua kali. Alhamdulillah kami melaksanakan upacara bendera dengan baik, meskipun masih banyak evaluasi dan pembenahannya. Makna upacara bendera sebenarnya banyak sekali jika kita sadar dan faham betul manfaatnya. Upacara bendera tidak seperti zaman dulu yang diwajibkan setiap Senin dan tidak hanya untuk peringatan hari besar. Mungkin karena kondisi dan sebab serta kebijakan tertentu dari masing-masing lembaga, upacara bendera diadakan atau tidak adalah hak masing-masing. Namun, menurut  saya  pribadi upacara bendera setiap hari Senin itu hendaknya dilaksanakan.

Makna upacara bendera serta manfaatnya diantaranya melatih kedisiplinan, kerapian, melatih simpati dan empati kepada pahlawan yang terdahulu, menghargai bangsa dan negara serta sebagai bukti mencintai tanah air dan menjunjung tinggi nilai keimanan. Melalui upacara bendera juga akan membentuk karakter para guru atau peserta didik. Sehingga jangan memandang remeh atau memandang sebelah mata apa pentingnya upacara.

Upacara bendera juga sebagai cikal bakal untuk para petugas maupun peserta. Misalnya, ketika menjadi petugas pemimpin upacara, siapa tahu nantinya setelah besar atau ke jenjang setelahnya menjadi petugas istana. Semua tidak ada yang tidak mungkin. Sama seperti pengibar bendera, protokol, pembaca doa, ajudan, paduan suara dan sebagainya. Semuanya mempunyai kesempatan yang sama. 

Semoga kita tetap bisa terus mengharumkan nama bangsa dan cinta tanah air di berbagai kegiatan, dan tetap melestarikan seni dan budaya yang ada di Indonesia. Salam Semangat

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...