Senin, 12 September 2022

Apakah Kurikulum Merdeka Bisa Diterapkan Di Madrasah Pedesaan?


Kurikulum merdeka yang penerapannya hari ini, ditingkatan Madrasah Ibtidaiyah belum sepenuhnya bisa dikatakan merata. Sebagai contoh di Kabupaten Tulungagung saja, pada penerapan Kurikulum Merdeka hanya Madrasah tertentu yang ditunjuk untuk menerapkannya. Hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya, kesiapan Madrasah itu sendiri dan tenaga pendidik serta anggaran untuk keperluannya.

Kurikulum Merdeka sebetulnya sangat baik, dalam memberikan makna belajar yang lebih dalam untuk peserta didik. Di kurikulum ini meleburkan arti sebuah angka atau nilai yang besar. Artinya tetap akan ada nilai, tapi bukan suatu tujuan utamanya. Mengingat semua lebih kepada praktek di lapangan. Hal inilah membutuhkan fasilitas yang baik serta tenaga pendidik atau guru yang benar-benar menguasai materi, tidak hanya teori namun juga pernah melakukannya. Guru juga hanya sebagai fasilitator. Yang berperan aktif adalah peserta didiknya.

Sebetulnya madrasah yang berada di daerah pedesaan memiliki keuntungan tersendiri dalam menerapkan kurikulum ini. Salah satunya dengan capaian pembelajaran yang mengangkat budaya lokalnya. Lalu di daerah pedesaan yang memanfaatkan misalnya karena keadaan geografisnya dataran tinggi akan lebih kepada cocok tanamnya. Semuanya bisa dimanfaatkan, dari segi ekonomi seperti di desa kami, banyaknya industri atau gilingan tebu, untuk menghasilkan gula merah. Sangat bisa di manfaatkan untuk pembelajaran.

Hanya saja, sebagai pendidik sudahkah siap untuk terjun di lapangan guna memfasilitasi peserta didik kita?

Sebagai pendidik kadang juga dilema, ketika sudah matang di kurikulum sebelumnya, lalu ada perubahan, rasanya di awal pasti membuat pusing dan bingung. Di mulai dari mana dan akan mengarah kemana. Seakan jika menteri pendidikan ganti, kurikulum juga ikut ganti. Lalu kapan, pendidikan akan jalan secara mulus dan bisa maju?

Jawaban utamanya berada di dalam hati nurani para pendidik. Sampai di mana dan bagaimana kita mengajar generasi bangsa ini. Kurikulum boleh ganti, namun jangan lupa akhlaqul karimah dan karakteristik harus tetap nomer satu. Kembali pada judulnya, jawabannya adalah kurikulum merdeka menurut kami, tetap bisa saja diterapkan  di pedesaan. Namun, harus siap dari segi tenaga pendidiknya dan fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran. Tentunya, penerapan di kurikulum ini harus ada tahap persiapan yang sangat matang, tidak serta merta seperti sulapan "simsalabim" langsung jadi.

Salam semangat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...