Senin, 19 September 2022

Berjabat Tangan Dengan Kontak Mata


Itulah hal pertama kali terfikir, setelah padatnya kegiatan ini. Sebetulnya tidak selesai satu tulisan langsung posting. Ada beberapa yang mengendap belum sempat posting. Mungkin tulisan kami tidak begitu penting untuk sebagian orang. Bagi kami tidak masalah, hak setiap orang memberikan pendapatnya.

Kali ini kami akan menuliskan tentang "tatapan orang ketika mushofahah atau bersalaman atau berjabat tangan". Sepertinya hal sepele ketika bersalaman atau berjabat tangan dengan sesama. Kalau dalam muslim mungkin, yang tidak bermahrom, lebih tidak dianjurkan untuk berjabat tangan secara langsung. Namun, ketika sama laki-laki atau sama perempuannya diperbolehkan.

Hal yang kadang kita kurang memperhatikan, ketika berjabat tangan atau bersalaman hanya sekedar mengulurkan tangan. Padahal dalam berjabat tangan bukti kita menghormati dan menghargai lawan kita interaksi adalah dengan tatapan atau kontak mata. Kadang berjabat tangan, tapi masih belum menatap atau memandang yang mengulurkan tangan. Hal demikian ini kurang etis jatuhnya lebih ke kurang sopan.

Saking asyiknya ngobrol, ketika teman datang dan berjabat tangan tidak sempat menatapnya. Kalau terjadi demikian, hendaknya kita hentikan sejenak obrolan kita. Setelah berjabat tangan, boleh dilanjutkan obrolan asyiknya. Jika bertemu yang demikian, hendaknya kita ingatkan dengan baik. Jika tidak dihiraukan, yang penting sudah kita ingatkan. Itulah mengapa pentingnya akhlak, tata krama dan selalu tawadhu' dengan siapapun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...