Jumat, 23 September 2022

Pengamalan Sila Keempat Pancasila


Musyawarah sepertinya istilah tersebut tidak asing bagi kita warga Indonesia. Apalagi dalam ideologi Pancasila di sila keempat dengan simbol kepala banteng. Saya sangat membenarkan dalam kehidupan betapa pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat. 

Pembelajaran PKN dalam tematik sejak dini diajarkan Pancasila dan pengamalannya. Tidak hanya hafal bunyi silanya dan simbolnya. Hal tersebut, bertujuan agar kita semua sadar, nilai-nilai dalam sila Pancasila memiliki makna dan diamalkan di kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam proses pembelajaran, penting dan sangat perlu ada metode diskusi, tukar pikiran dan pendapat. Serta bagaimana menanggapi jika tidak setuju atau menghadapi suatu perbedaan.

Hidup bersosial bersama orang banyak, berinteraksi dengan masyarakat lalu berorganisasi tentu banyak perbedaan serta ide. Sehingga, betul sekali jika musyawarah dalam hal demikian adalah keputusan tertinggi dalam mengambil kebijakan. Sekalipun hanya dua orang, dalam dua orang tersebut pasti berbeda ide serta pikiran maka perlu berkomunikasi, diskusi dan musyawarah.

Berumah tangga, suami istri pun tidak lepas dari komunikasi, diskusi dan  musyawarah dalam menyikapi suatu kondisi bahkan menyepakati suatu perbedaan. Bayangkan saja, di dalam rumah tangga tanpa adanya komunikasi, mungkin sangat tidak nyaman. Ada yang berkata bahwa salah satu kunci dalam rumah tangga adalah komunikasi.

Tanpa kita pungkiri pada sisi manusia pasti ada sisi egoisnya meskipun dengan kadar yang berbeda. Namun, jika sudah bermasyarakat dan hidup secara bersama dan berinteraksi sosial dengan orang banyak, hal tersebut harus bisa ditahan dan dikendalikan oleh diri kita sendiri. Sangat mudah berkata "jangan egois, aku lo betul," kadang tidak berkaca, sebenarnya betapa lebih egoisnya yang berkata tersebut. Menganggap pendapat atau idenya paling benar, diantara orang yang lebih berpengalaman dan mengalami secara langsung. Dan biasanya orang seperti ini, menganggap remeh tentang apa itu diskusi, musyawarah dan koordinasi. Segalanya diputuskan atas kemauannya sendiri.

Hal demikian, rasanya kurang elegan,  kurang bijak jika dalam urusan yang menyangkut orang banyak. Maka, jangan malu berpendapat jika pendapat kita tidak disetujui, jangan mencoba memutuskan sendiri dan atas dasar menurut "saya paling benar" jika menyangkut organisasi. Mari terus belajar, menjadi manusia yang lebih bijaksana dan peka terhadap lingkungan dan sosial.

Salam Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...