Selasa, 06 September 2022

Mengajarkan Seni Musik



Catatan harian ketika mengajar, dalam setiap catatan di form jurnal pasti akan menemukan keunikan dan persoalan di dalam proses mengajar. Acuan materi serta indikator pencapaian, seakan harus tercapai saat itu juga. Padahal, jika kita temukan satu atau dua lain hal akan menemukan sebuah kendala.

Salah satunya seperti menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional. Lagu daerah maupun lagu nasional harusnya menjadi hal biasa bagi pelajar. Sebab kedua lagu merupakan bukti kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Dan seharusnya juga menjadi kewajaran jika dikalangan mereka hafal dan sangat tahu asal lagu daerah tersebut.

Namun, hal tersebut aneh dan asing ketika mereka tidak mengenalnya. Bahkan sama sekali belum mendengarkannya. Mirisnya lagi, mereka lebih hafal lagu bahasa asing dengan tema percintaan lengkap dengan koreografinya. Rasanya, sebagai pendidik, hal ini membuat sedih yang bukan kepayang.

Notasi angka dalam tingkatan nada solmisasi menjadi bagian penting untuk mempelajari lagu-lagu tersebut. Hal ini sebagai dasar utama, agar mereka faham ketukan, untuk masuk ke sebuah nada nantinya. Semua strategi dalam mengajarkannya pun kami keluarkan, namun tetap saja sulit untuk bisa diterima, sebab masih pertama bagi mereka mempelajari hal ini. Dan solusi utamanya, mendengarkan dulu lirik yang ada lalu menirukan sampai tiga kali. Hasilnya, suaranya pecah dan sumbang ada falsetnya dalam satu kelas. Intinya tidak begitu harmoni.

Lucunya lagi, nada yang diambil juga belum kompak, ada yang harusnya tinggi mereka rendah atau sebaliknya. Inilah seni mengajar, jika kita spaneng, mengajarnya kaku hanya emosi yang muncul. Tetapi, jika mengajarnya diniati senang, anggap semua ini adalah hiburan, pasti akan merasa terhibur.

Semoga kedepannya generasi muda semakin mencintai negerinya dengan merawat serta melestarikan budaya yang mereka miliki. Tidak hanya hafal lagu daerah atau nasional, yang utamanya makna di dalam lagu tersebut minimal faham serta tahu asal daerah lagu tersebut. Mari, semua pendidik lebih semangat untuk berjuang demi anak bangsa. Salam semangat salam literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...