Beberapa teman dosen di suatu kesempatan diskusi
tentang buku dan penulisan. Salah satu dari kami memang memiliki karya yang
sudah tidak diragukan. Buku yang sudah terbit sudah tak terhitung. Maka sangat
cocok dengan jabatannya kali ini, yang bergulat di bidang penulisan dan
penelitian.
Kami melihat beberapa penerbit dan berdasarkan
pengalaman yang dirasa ada kelebihan dan kekurangan di penerbit tersebut. Lalu
paling utama adalah teknik serta biaya yang harus dikeluarkan. Jika penulis memiliki
karya berupa tulisannya, maka berhak menentukan dan memilih penerbit untuk
karyanya. Beberapa poin yang saya tangkap, salah satunya dalam memilih penerbit
adalah mengutamakan kenyamanan dan kesesuaian dengan konsep yang kita inginkan.
Kemudian dijelaskan kembali oleh kawan saya, bahwa
penerbit juga memiliki hak untuk menolak atau belum menerima naskah yang kita
miliki, hal ini bisa terjadi oleh beberapa faktor. Bisa terkait isi yang
menurut mereka kurang atau yang lainnya. Namun, sebagai penulis dari naskah
harusnya, tidak perlu patah semangat untuk mencari penerbit yang cocok.
Memilih penerbit yang berkualitas juga akan membantu
buku kita akan menjadi lebih berkualitas. Sebab, dalam proses penerbitan
sendiri pasti akan melalui editing dan layouting. Selanjutnya, ada tahap pemasaran
yang dilakukan. Pemasaran ini, sebetulnya juga tergantung dengan penulis, bisa
dengan bantuan penerbit atau penulis itu sendiri yang melakukannya.
Diskusi tentang ini sangat menarik, bertukar pengalaman
saling memberikan informasi. Paling penting dalam penerbitan adalah tentang
pembiayaan atau dana yang harus dikeluarkan. Misalnya tujuan utama untuk
diperjual belikan. Di tujuan ini, kita juga seharusnya faham dengan sistem
royalti yang di bangun antara penulis dan penerbit. Tetapi juga ada tujuan
menerbitkan buku sebagai dokumentasi pribadi dinikmati karya untuk kalangan
tertentu kolega, keluarga dan dilingkungan kerja.
Selanjutnya adalah memilih penerbit yang terpecaya dan
memastikan waktu yang telah disepakati antara penerbit dan penulis kapan buku
bisa jadi. Intinya bangun komunikasi yang baik dengan penerbit, misalnya
terdapat kekurangan atau ketidak sesuaian di awal bisa mengajukan komplain. Itulah
diskusi-diskusi kecil yang saya dapatkan dari mereka. Mari, terus semangat
menulis. Mustahil akan terbit menjadi sebuah buku, tanpa diawali dengan praktek menulis. Kuncinya Istiqomah dalam menulis. Yuk Bisa Yuk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar