Kopdar atau kopi darat atau sering diartikan sebagai nongki, nongkrong bareng. Di Komunitas atau organisasi Sahabat Pena Kita Tulungagung, Minggu, 15 Oktober 2023 telah dilaksanakan kopdar. Bertempat di perumahan BMW Madani Bago. Menyambung silaturrahmi dengan teman-teman yang selama ini hanya besua lewat grup, akhirnya bisa bertemu memberikan pengalaman yang berkesan.
Pada acara ini, saya diantar oleh suami sesampai di tempat tujuan disambut oleh Pak Woko, Bu Eka, Pak Roni, Bu Siti, Mas Yono dan Prof Naim. Saya bersyukur sekali bisa hadir dan bisa bergabung di komunitas ini. Berkawan dengan orang-orang hebat dan luar biasa, memberikan berkah tersendiri.
Sebelum acara dimulai kami ngobrol ringan dengan menata jajanan ringan sinambi menunggu teman-teman yang lain. Ada Bu Intoko, Bu Nik, Bu Fahma, Pak Agus, Pak Thoriq dan Pak Fauzi. Ada beberapa juga yang lain tapi lupa namanya. Sebab catatan ini lahir seminggu setelah kopdar.
Acara kopdar dibuka oleh Bu Eka, dan disiarkan secara live di Instagram. Selanjutnya adalah beberapa sambutan dari Pak Thoriq selaku ketua SPK Tulungagung, Bu Dr. Hitta dan Prof Naim. Komunitas Sahabat Pena Kita Tulungagung berdirinya kurang lebih Ramadhan tahun 2018, dan baru kali pertama ini diadakan kopdar.
Komunitas ini memang mewadahi bagi mereka yang belajar dan mau menulis. Kepengurusan SPK Tulungagung sebetulnya sudah baik dan dipelopori oleh Pak Roni dan Pak Woko yang sangat aktif, terus semangat untuk bergerak dan menjalankan program mulai dari buletin mingguan, seperti pada waktu edisi Ramadhan, ngaji literasi dan On Day One Quotes. Keaktifan SPK Tulungagung di berbagai platform media sosial dengan berbagai tulisan.
Pada sambutan Bu Dr. Hitta dari Unesa sebagai ketua SPK Pusat beliau mengapresiasi mengucapkan selamat atas terselenggaranya kopdar di SPK cabang di Tulungagung. Selanjutnya sambutan Prof. Naim yang memberikan semangat dan guyonan khasnya beliau. Beliau dawuh dalam komunitas seperti SPK ini adalah komunitas yang banyak orang tidak sukai sebab merawat dan mau menulis. Lalu di setiap organisasi apapun itu, tidak pernah lebih dari separo yang aktif. Diharapkan komunitas ini tetap hidup, bermanfaat dengan tidak ada paksaan, namun yang harus digaris bawahi adalah mau menulis. Beliau berharap pada saat kopdar selanjutnya, yang aktif menulis minimal memiliki naskah yang sudah disiapkan untuk diterbitkan.
Setelah sambutan dilanjutkan oleh diskusi. Salah satu yang dibahas adalah keorganisasian yakni kepengurusan dan program. Salah stu programnya yakni nantinya SPK akan melaksanakan kopdar triwulan sekali. Saya pribadi menyambutnya dengan senang, sebab ketika sudah bertemu dengan teman-teman penulis yang lain bagaikan obat semangat untuk terus menulis.
Demikian tulisan tentang kopdar SPK. Semoga dapat bermanfaat dan tulisan ini sebagai tanda keabadian suatu kegiatan yang telah saya lakukan. Salam literasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar