Sabtu, 21 Oktober 2023

Ngaji Manejement


Kamis, 12 Oktober 2023 menghadiri acara HMPS MPI STAI MAS "Ngaji Manajement" di perpustakaan lantai 3. Acara di mulai sekitar pukul sembilan dibuka dengan acara Maulid Nabi. Lantunan sholawat oleh mahasiswa UKM Seni Religi, menambah suasana menjadi lebih hikmad.

Ngaji manajemen kali ini bersama Bapak Zamahsari Abdul Azis, S.Pd.I, M.Si. Pada acara ini setidaknya saya telah mencatat beberapa hal penting dan menurut saya sangat bermanfaat dan menjadi nasihat, pengingat bagi diri sendiri, diantaranya adalah:

Pertama, pemimpin atau pimpinan memiliki rasa peduli yang tinggi. Leader Care, pemimpin yang peduli, bisa mengerti dan mampu memahami agar terbangun rasa sefrekuensi dengan tim. Jika pemimpin sudah memiliki hal ini, maka kompak dalam satu tim tersebut, akan mudah dibentuk dan dilaksanakan.

Kedua, pemimpin yang dalam istilah jawa bisa "banter, incer, aksi" "Banter" dalam artian dalam memberikan instruksi dengan jelas, cepat dan tepat. "Incer" mengerti dan pas dalam segala hal sekalipun dalam mengambil keputusan atau kebijakan yang sekalipun itu sulit. "Aksi" pada aksi inilah yang bisa dilihat oleh masyarakat. 

Pemimpin hendaknya memiliki ketiganya "banter, incer, aksi" dan ketiganya harus seimbang. Namun, kadang kita menemui tipe "hanya banter" misalnya pintar menginstruksikan saja tanpa aksi. Lalu hanya "aksi" yang tipikalnya di lapangan dan gerak saja. Ada juga yang kurang dalam "incer" tapi hasilnya blunder. Disitulah kita perlu tim manajer yang bener-bener solid dan memiliki pemimpin yang mampu menerapkan "banter, incer dan aksi"

Ketiga adalah open, open berasal dari bahasa Inggris. Open memiliki makna terbuka. Terbuka disini ada tiga macam yakni "open mind, open paido, open dompet". Menjadi pemimpin harus siap dengan ketiganya. "Open Mind" adalah terbuka akan pikiran kepada hal-hal yang membuat lebih baik. "Open Paido" adalah terbuka akan nasihat, kritik dan saran. Kritik apapun menjadi pemimpin harus siap menyediakan kantong yang besar. Artinya memiliki hati yang luas untuk menerima kritik, sekalipun itu kritik yang pedas jikalau untuk perubahan demi kebaikan mengapa tidak.

Selanjutnya adalah "open dompet" menjadi pemimpin harus berani "tambel" intinya siap-siap untuk dibutuhkan sekalipun berkaitan dengan materi. Siap sewaktu-waktu ketika ada kemungkinan yang tidak diinginkan. Terakhir adalah doa apapun posisi bahkan amanah yang diberikan syukuri, jalani dengan bahagia, tenang dan senang. Doa yang dihaturkan kepada Allah memohon diberikan kelancaran, kemudahan, kemanfaatan dan barokah utamanya. Dan berharap semoga apapun yang telah disampaikan ada nilai kebenarannya. 

Itulah beberapa yang telah saya catat. Semoga bisa bermanfaat. Salam semangat dan jangan lupa menulis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...