Jumat, 17 November 2023

Guru Dan Kurikulum



Setiap ganti menteri seakan ganti kurikulum. Guru harus siap dengan segala perubahan. Ketika awal menjadi tutor melaksanakan kurikulum KTSP dimana setiap pelajaran berdiri sendiri dengan materi yang luas dalam. Kemudian soal-soal yang diberikan juga akan lebih banyak.

Selanjutnya dengan kurikulum 2013, dimana mata pelajaran dijadikan pertema. Mata pelajaran tidak berdiri sendiri-sendiri. Menuntut siswa lebih aktif dengan satu kegiatan bisa melampaui beberapa kompetensi inti dan kompetensi dasar. 

Pada kurikulum ini memang lebih ringkas, dalam menjelaskannya lebih mudah dan anak-anak tidak terlalu banyak buku yang digunakan. Tetapi, mereka dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mulai dari mengamati secara mendalam, kemudian menanyakan sampai pada mempresentasikan. Pada kurikulum ini ada penilaian sikap dan keterampilannya.

Selanjutnya adalah kurikulum merdeka atau biasa disebut dengan merdeka belajar. Untuk tingkat madrasah ibtidaiyah hari ini masih diterapkan di kelas satu dan empat dan belum merata di seluruh daerah. Perubahan kurikulum sebetulnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Kesiapan setiap daerah pun harus dikaji ulang. Namun, sebagai guru, apapun kurikulumnya tujuan utamanya adalah belajar. Proses mengetahui, mengenalkan dan mengamati. Minimal siswa memiliki pengalaman baru.

Pada kurikulum merdeka dalam pengembangan pembelajaran lebih diluaskan. Dan tentu saja disesuaikan dengan keadaan geografisnya, lokal daerahnya. Kemudian ada proyeknya dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Kurikulum merdeka juga membebaskan dalam merangkai materi dengan menyanyi maupun gerakan yang intinya mempermudah siswa dalam belajar.

Sebetulnya apapun model kurikulum, keberhasilan suatu pendidikan tidak hanya cerdas secara pengetahuan. Melainkan cerdas secara spiritual. Sehingga karakter yang diharapkan bisa melekat. Tidak lupa membentuk mental yang kuat terhadap segala tantangan zaman.

Mari sebagai pendidik terus semangat untuk belajar dan belajar. Berinovasi dan kreatif, mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak. Mengajak peserta didik untuk lebih terbuka akan dunia dengan tanpa melupakan agama dan akhlak. Salam semangat dan salam literasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...