Kamis, 16 November 2023

Guru Ngaji



Semua guru membawa berkah, karena ilmu. Ilmu yang telah diperoleh kemudian disampaikan dan disebarluaskan. Tidak hanya demikian karena ilmu yang telah dihayati dan dilakukan serta membentuk akhlak yang mulia menambah nilai kebermanfaatan dari ilmu itu sendiri. Misalnya saja guru ngaji, mengenalkan huruf mulai dari alif sampai huruf ya, harakat sampai kepada hukum tajwid.

Guru ngaji dengan segala keilmuan agamanya dengan wasilah keridhoanNya, membuat siswa atau santrinya dari yang belum mengenal huruf hijaiyah sampai mampu membaca. Ini adalah salah satu istimewanya seorang guru ngaji. Sebab perlu proses dan jangka waktu yang sangat panjang. Namun, anehnya fenomena yang terjadi beberapa orang menganggap guru ngaji atau ngaji itu nomer dua bahkan nomer terakhir setelah yang lainnya.

Guru ngaji identik dengan ikhlas, bisyaroh dinomer sekiankan. Namun jika boleh berpendapat harusnya guru ngaji itu minimal disetarakan dengan guru formal. Pemerintah harusnya melek dengan hal ini. Guru apapun itu ilmunya pasti memberikan kontribusi dibidang keilmuannya. Apalagi ini guru ngaji.

Zaman dulu ada madrasah diniyah atau madin layaknya sekolah umum, tapi waktunya malam setelah magrib santrinya banyak. Semua semangat mengaji, menghafalkan syiir, tafsiran dan keilmuan yang lain. Tetapi, semakin kesini ketika sudah memasuki jenjang pendidikan menengah mereka sudah disibukkan dengan les diluar, meskipun banyak juga yang melanjutkan ke pesantren.

Kita tahu bahwa jika mengaji jika dibiasakan sejak dini, akan membentuk fondasi yang kuat. Mampu membaca Al Qur'an itu adalah anugerah dan nikmat yang tiada tara. Manfaat mengaji pun juga banyak sekali, dengan mengaji Al Qur'an kelak ketika remaja bahkan dia dewasa minimal akan tetap memiliki rem atau pengendali dalam kehidupan dan mereka tahu dan bisa membedakan perkara baik dan buruk.

Banyak sekali orang tua-tua, mbah-mbah yang menyesal ketika belum bisa lancar dalam membaca Al Qur'an dimasa tuanya. Oleh sebab itu, mengapa ilmu agama itu sangat penting. Ketika menyadari demikian kepada anak serta cucunya yang lebih ditekankan adalah agama, ngaji dan akhlaknya tanpa mengecualikan ilmu umum. Mari terus mengutamakan mengaji.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...