Sabtu, 27 Januari 2024

Buku Solo Di Tahun 2024





Nyatanya tetap senang mana kala buku terbit. Terlepas bagaimana perjuangannya dalam menulis. Rasanya tetap bahagia menikmati prosesnya, sehingga memberikan semangat lagi dan lagi untuk tetap menulis. Sejujurnya, yang akhir-akhir ini kepercayaan diriku mulai turun, meski banyak tabungan tulisan yang jarang sekali bahkan tidak ku-upload.

Kali ini buku solo keempat dengan judul "Memeluk Tangis Menata Rindu" sepertinya menjadi buku dengan nuansa yang berbeda dari buku solo yang sebelum-sebelumnya. Layaknya manusia biasa akan selalu merasakan suka, duka, tawa bahkan kecewa. Hal ini sebetulnya menandakan bahwa itulah manusia yang tidak ada apa-apanya.

Sebetulnya saya menginginkan buku ini terbit di penghujung tahun 2023. Tetapi, saya mendahulukan antologi bersama siswa-siswa di Madrasah Ibtidaiyah yang prosesnya juga tidak singkat. Kemudian naskah ini ternyata harus beberapa kali revisi. Hal itu sebetulnya biasa dilakukan oleh penerbit. Selain itu, terjeda juga dengan penerbit ini dan timnya yang menunaikan ibadah umroh. Sehingga saya pun juga memakluminya. 

Semoga buku ini bisa bermanfaat dan menjadi motivasi bagi siapapun yang membacanya. Menyadarkan bahwa kita semua berharga dan layak bahagia dengan jalan cerita masing-masing. Perasaan dan ungkapan hati harus direalisasikan dalam bentuk karya yang abadi, sekalipun tak mampu untuk selalu memiliki. 

Diawal tahun 2024 serta di sisa bulan Januari akhir ini, semoga  menjadi awal yang baik dan lebih semangat lagi untuk menulis. Saya masih sangat pemula dan masih terus belajar, sehingga di buku ini akan menemukan sebuah kekurangannya. Terlepas dari itu, saya sangat berterima kasih kepada support sistem yang selalu mendoakan dan mendukung saya terutama kepada suami tercinta, keluarga besar, guru serta sahabat-sahabat semuanya.

Salam literasi mari tetap menulis.

4 komentar:

  1. Selamat Bu Filza. Semoga semangatnya menular ke saya. Ini mau memulai mengumpulkan tulisan untuk diterbitkan lagi masih terasa berat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh kebalik pak,, kulo ingkang nyontoh njngan niki, pokoknya semangat selalu pak,, tulisan-tulisan njngan luar biasa, lak kagunganne dalem takseh receh-receh pak, pangestunipun

      Hapus

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...