Kamis, 29 Februari 2024

Dongeng "Anak Emas" "Anak Kuning"



Sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja dan Ratu tak begitu terkenal malah terkenal dengan tertutupnya mereka. Tiba-tiba kerajaan ini mengangkat anak emas yang entah dari belahan hutan mana ditemukan. Semua rakyatnya melongo, sebab tidak sebodoh dan semudah itu Raja dan Ratu mengangkat anak emas. Tetapi kali ini berbeda, anak emas tersebut sering sekali diberikan label anak kuning. 

Semua rakyatnya mengetahui bahwa Ratu dan Raja memiliki cita-cita kerajaannya akan jaya sepanjang masa. Namun, rakyat seakan tidak rela jika Raja dan Ratu selalu membawa-bawa anak emas yang sebagai pendatang baru, selalu dipuji-puji bahkan selalu dibanggakan dan katanya istimewa tersebut, sebetulnya malah membuat ruwet kerajaan.

Ada empat perdana menteri yang semuanya memiliki wilayah untuk diberdayakan dan dikembangkan. Satu perdana mentri bernama Suryo, dia beruntung mendapatkan jajaran prajurit yang multitalenta sehingga Suryo menjalankan tugas diwilayahnya dengan tergolong mudah. Dua wilayah lagi dikuasai oleh Ratu sendiri, sebab sang Ratu masih ingin berkuasa penuh. Tetapi, sebetulnya tidak ada perubahan atau hal baru di wilayah tersebut. Lagi-lagi Ratu tetap mengandalkan ada anak emas yang selalu kuning dimata Ratu dan Raja.

Satu lagi wilayah yang masih kecil dan baru yang kadang-kadang menjadi bahan bulanan dan kalahan. Sebab, wilayah ini penyumbang dana terkecil untuk kerajaan. Raja, bahkan Ratu seperti tak peduli, dia hanya memperlakukan anak kuningnya dengan istimewa. Suryo yang memiliki wilayah sudah berkembang tak jarang juga sering menyinggung wilayah kecil ini. Lalu mereka masih menilai anak kuninglah yang paling pintar, berjasa dan selalu ada di waktu dan jam yang diperlukan Ratu dan Raja.

Raja dan Ratu seakan buta dengan rayuan manisnya. Semua yang dikatakan anak kuning mereka percaya. Bahkan anak kuning yang membuat salah, dan banyak laporan negatifnya, Sang Ratu hanya tersenyum membisu tak menjawab. Iya, Sang Ratu juga tuli jika anak kuning membuat salah. Namun, perlakuan akan berbeda bila ada menteri, prajurit bahkan rakyat yang berani mengatakan kebenaran dan bahkan berani mengkritik kerjaaan.

Ada salah seorang prajurit perempuan yang anggun. Terkenal lemah lembut suka memanjakan orang namanya Dewi Sabrang. Dewi Sabrang yang segala hal ingin sempurna, tetapi kadang dia tidak tahu medan perang. Sehingga sering sekali Dewi Sabrang menjadi pecundang dan cari aman ketika perang. Dewi Sabrang sering bersembunyi entah kemana, dia juga tidak kehabisan akal, bagaimana pun caranya dia harus bisa meluluhkan hati Raja dan Ratu bahkan mentri Suryo.

Dewi Sekar yang terkenal tegas dan selalu menjadi penggebrak untuk wilayah Suryo, meskipun sering terjadi kontroversi. Opininya selalu mematahkan Raja dan Ratu. Anak Kuning yang banyak muka sering nguping apa yang telah dibicarakan Dewi Sekar dengan teman-temanya. Sebab, ingin menjadi anak kuning Raja Dan Ratu, lalu melaporkan segala hasil ngupingnya.

Masih ada dua tokoh prajurit gagah dan cerdas selalu menjadi pelayan yang baik. Dia adalah Subekti, Subekti sering menjadi pendengar yang baik, bahkan mengetahui perannya kadang menjadi pengamat dan pendiam, tapi lagi-lagi dia juga bermuka banyak. Ketika menghadap Raja dan Ratu semua informasi akan berbeda. 

Lalu prajurit yang bernama Sukirman, dia sering berlagak bodoh tapi sebetulnya dia suka menertawakan orang lain. Kerajaan ini semakin ruwet jika siKuning masih berkeliaran tidak jelas. Sikuning juga sangat pintar membolak balikkan perintah mentri, selalu memutar mutar jika ditagih janji dan tanggung jawab. Misalnya saja diberikan kewajiban untuk melatih rakyat untuk berburu, dia entah pergi berkelana sendiri tanpa memperhitungkan keselamatan rakyatnya. Hingga ada salah satu rakyatnya berkelahi dan salah satu dari mereka jika tak tertolong bisa meninggal.  

Begitulah dongeng anak emas yang sering dijuluki anak kuning selalu benar dimata Raja dan Ratu. Padahal dijadikan anak emas oleh Raja dan Ratu harusnya menjadi contoh yang baik. Bukan sering mematahkan semangat orang, bahkan meninggalkan kewajiban tanpa alasan. Semoga dari dongeng ini bisa diambil hikmahnya. Bahwa manusia itu semua sama dimata Tuhan bahkan sekalipun Raja dan Ratu atau anak emas semua akan mati dan bau tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...