Minggu, 03 Maret 2024

Perjuangan Untuk Beasiswa LPDP


Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah LPDP. Iya, ini adalah salah satu beasiswa yang disediakan oleh pemerintah. Beasiswa ini untuk calon magister atau doktor baik diluar maupun didalam negeri. LPDP bulan lalu telah dibuka oleh Kementrian Keuangan.

Saya dari dulu sangat ingin mengikutinya, termotivasi oleh teman ada yang menempuh S2 dan sekarang S3 di beasiswa LPDP ini. Informasinya kali ini sangat cepat saya terima sehingga membaca berulang kali tidak cukup harus ada action yang cepat dan tepat. Tahun sebelumnya juga sempat mendaftar, tetapi berhenti hanya di pengisian data. 

Nah untuk tahun ini berbeda, saya memiliki teman dosen yang strong woman yakni Bu Ana. Tiba-tiba upload story di Instagram bahwa dia mendaftar. Keinginan dan cita-cita tersebut bergejolak, mendidih kembali. Langsung pada waktu itu saya janjian disebuah cafe minta ke beliau untuk mengajarkan bagaimana langkah dan dokumen apa yang harus disiapkan.

Beliau juga menjelaskan tips-tips membuat dokumen bahkan kita rela lembur dibeberapa hari selanjutnya, membuat dokumen tersebut sampai larut malam dirumahnya. Intinya mendaftar dan menurut saya itu serba cepat, seluruh dokumen harus membuat mulai dari surat rekomendasi, pemilihan kampus. Bahkan semua riwayat perjalanan pendidikan dan organisasi harus ditulis, begitu juga dengan essay, proposal doktoral dengan detail. Dan itu tidak mudah, sebab ada batasan jumlah kata. Membuat kalimat yang jelas dan padat tapi harus on poin.

Singkat cerita ketika deadline terakhir saya posisi masih di suatu acara sampai sore sehingga saya minta bantuan suami untuk mengupload segala yang diperlukan. Untungnya seluruh dokumen sudah saya siapkan. Pemilihan perguruan tinggi negeri bahkan prodi juga harus diajukan sampai disetujui oleh kampus pilihan. Alhamdulillah ditahap ini tidak ada kendala. 

Saya memilih program studi yang serumpun dengan keilmuan saya sebelumnya di dua Universitas Negeri. Pertama saya mengambil di UNESA dan kedua di UIN Malang. Alhamdulillah atas bantuan suami semua terupload dengan tepat waktu. Tahapan seleksi LPDP memang banyak sekali, setelah upload berkas maka menunggu seleksi administrasi, setelahnya masih ada tes tulis lalu wawancara dan sebagainya. Selisih peng-uploadan berkas dan pengumuman kurang lebih tiga minggu.

Ketika 1 Maret kemarin adalah menunggu hasil seleksi dokumen. Tetapi tertulis masih proses seleksi administrasi. Sehingga saya membuka dihari terakhir masa seleksi administrasi yakni tanggal 3 Maret dini hari. Masyallah ternyata beberapa berkas centang hijau artinya lolos, namun hanya satu tanda merah tidak lolos yakni di Sertifikat TOEFL atau bahasa asing. Satu dokumen inilah yang membuat tertulis "Tidak Lolos Administrasi". Awalnya saya sedih, tetapi dalam sistem ada masa sanggah, sehingga saya mengajukan sanggahan. Dan menunggu untuk diacc? 

Kata teman berdasarkan pengalamannya, memang ada kemungkinan di pengajuan sanggah kita diacc, namun langkah selanjutnya apakah mengupload sertifikat ulang kami masih bertanda tanya. Bu Ana juga senasib dengan saya, di bagian sertifikat bahasa asingnya yang tidak lolos.

Sekedar informasi dan buat pengalaman saja, saya baru tahu dan mengerti bahwa hanya lembaga bahasa asing tertentu bisa disetujui oleh LPDP. Hal-hal seperti inilah yang jika dalam berproses tidak dicoba dan dijalani tidak akan tahu. Inilah pengalaman yang luar biasa menurut saya. Selanjutnya dalam segala hal perlu waktu, untuk persiapan yg matang. Jika ingin mendaftar LPDP maka siapkan betul segala hal yang diperlukan. 

Besar harapan semoga dikesempatan selanjutnya bisa ikut kembali dan hasil.  Amin. Melalui tulisan ini semoga bisa menjadi dorongan untuk lebih baik dalam segala hal. Maka kunci utamanya adalah tak bosan untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Lalu bersyukur segala hal yang telah diupayakan dengan maksimal tinggal ikhtiar kepada Allah meminta yang terbaik. So Tetap Semangat Next LPDP I coming and I do the best.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...