Perjalan pulang kami memutuskan untuk ikut teman lewat Kapak. Hal ini kami lakukan agar kita tidak asing dengan jalan alternatif menuju Dongko. Nah, disini perjalanan jauh lebih seru. Sebab melewati pinus yang sangat lebat dan udaranya jauh lebih dingin.
Setelah hampir perjalanan setengah jam, ternyata jalan yang kami lalui belum tepat. Sehingga kita putar balik. Disini badan sudah memberi tanda seperti masuk angin. Tetapi, saya masih sangat menikmati, sebab udaranya sangat dingin.
Medan jalannya lumayan tajam, setiap tikungan seperti tegak lurus, seakan ikut ngerem kakiku ini. Dan beberapa mobil juga harus menyalakan bel agar jalan menikung tajam serta menurun atau naik agar lebih hati-hati.
Kakiku pun ikut berair meski telah berkaos kaki. Sepanjang perjalanan pun sholawat tidak pernah berhenti. Dan Alhamdulillah kendaraan kami selalu beriringan. Sehingga jaraknya pun tidak terlalu jauh. Lagi-lagi bensinku sudah di tanda merah. Sehingga sampai di jalan yang datar, saya memutuskan berhenti di Pom.
Namun, disela-sela suami mengantri dan mengisi bensin. Tiba-tiba saya mual, langsung lari cari toilet setempat dan benar saja muntah. Kemudian kami memutuskan untuk sholat Ashar dan istirahat sejenak.
Saya langsung memberi kabar temanku agar dia lebih dulu. Kemudian kami sempat mampir kota dan membeli teh panas. Dan sholat Maghrib di masjid besar. Kemudian melanjutkan perjalanan sampai rumah sekitar pukul 20.00 WIB.
Sesampai di rumah langsung bersih-bersih dan segera istirahat sebab badan sudah mulai tidak enak. Kemudian tanpa kusadari muntah lagi dan lebih dahsyat. Alhamdulillah semua yang saya makan hari itu mbalik. Setelah muntah, di badan terasa sangat ringan enteng dan Alhamdulillah setelah itu baru bisa istirahat. Itulah pengalaman perjalanan saya ke Dongko Trenggalek. Kalau ditanya kapok, kemungkinan belum, sebab saya masih penasaran dengan pantai yang ujung Dongko. Semoga next time bisa kesana kembali. Dan jika pembaca tahu, bahwa jika ke Dongko lewat jalur Kapak itu lebih cepat dibanding lewat Karangan.
Selamat membaca

Tidak ada komentar:
Posting Komentar