Ditahun 2024 kali ini dalam salah satu perjalananku
dan proses hidupku yakni bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan beasiswa S3. Untuk
pertama kalinya saya mencoba beasiswa LPDP di Kemenku. Berawal dari ketidaksengajaanku
dengan salah satu teman dosen di STAI MAS. Banyak sekali proses yang harus kulewati
dan saya sudah pernah menuliskannya di bulan Maret lalu.
Kedua kalinya saya mencoba untuk beasiswa S3
LPPD Jawa Timur dengan prodi MPI. Dari kampus STAI MAS ada beberapa dosen yang
mengikutinya. Sebetulnya beasiswa S3 LPPD Jawa Timur jurusannya lebih
bervariatif. Namun, saya memilih di kampus terdekat yakni UIN Satu Tulungagung
dengan jurusan MPI. Lalu ada di IAIN Kediri dengan jurursan Studi Islam. Saya memutuskan
untuk memilih jurusan MPI.
Semua pertimbangan dan melalui musyawarah yang
panjang salah satunya izin ridho suami dan ridha doa orang tua. Selanjutnya adalah
persiapan dan syarat-syarat yang harus dilengkapi untuk tes dibeberapa tahapan.
Tahap pertama adalah pengupload data dan berkas administrasi. Saya melakukannya
H-3 harian. Entah apa yang terjadi sukanya kok mepet dengan deadline. Hmmm,,,,
jika tahap administrasi telah lolos, maka melanjutkan di tahap kedua.
Pada tes tahap kedua ada beberapa tes yang
harus dilakukan yakni CAT, Interview Moderasi Agama, Membaca Kitab dan Ujian Proposal
Disertasi. Saya masih ingat betul tes ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli
2024. Sebelum itu ada pengumuman bahwa lolos ditahap administrasi, saya
mendapatkan pesan singkat dari beliau Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI beliau
mengatakan “Selamat”, kemudian saya pun menjawab untuk minta doa. Beliau
mengatakan kembali “Jalani dengan baik”
Pesan singkat itu menjadi motivasi
tersendiri bagi saya. Maka harus saya lakukan dengan terbaik. Tes tahap dua kala
itu cukup panjang dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Saya bertemu 16 calon
kandidat penerima beasiswa LPPD Jawa Timur dengan berbagai asal perguruan
tinggi swasta dibawah naungan pesantren besar. Dan saya bersama enam orang dari
kampus yang sama, termasuk paling banyak kandidat diantara yang lain.
Pada tes CAT nilai langsung tampil selanjutnya
adalah tes interview tentang moderasi agama dengan para guru besar atau
Profesor diruangan-ruangan yang telah disediakan. Sehari itu rasanya luar biasa
menghadapi sekitar 8 Profesor. Ketiga di ruangan yang ujian proposal, luar
biasa di proposalku dibedah dan diteliti yang sungguh-sungguh mendalam oleh
beliau. Menandakan bahwa saya harus belajar lagi dan lagi.
Pada ruangan terakhir yakni membaca kitab
kuning “kitab Fathul Mu’in” dengan pilihan halaman dan bab yang random dipilihkan
oleh penguji. Saya mendapatkan tentang puasa, Alhamdulillah semua terlewati dengan
baik. Entah hasilnya seperti seperti apa, ikhtiar dan tawakal serta do’a harus
lebih dikencangkan.
Yang mendaftar ada 40 orang, kemudian diambil
16 orang yang dinyatakan lolos administrasi. Awalnya saya mengira ketika tes di
UIN Satu sudah ada eliminasi, ternyata masih utuh 16 orang untuk berlanjut di
tes tahap akhir. Tahap terakhir yakni tes di Surabaya untuk diambil 10.
Pengumuman untuk tes tahap akhir yakni Jum’at, 2 Agustus 2024. Pelaksanaan tes pada
Rabu, 7 Agustus 2024. Saya tidak menyangka saya berada ditahap akhir. Dari 16 kandidat,
3 diantaranya adalah perempuan dan mayoritas adalah Bapak-Bapak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar