Kami berenam dari kampus yang sama yakni
STAI MAS Pondok Ngunut, bersepakat untuk berangkat bersama dengan carter mobil
dan sopir tidak lain teman kita juga. Ada drama kecil yakni kami sepakat
berangkat pukul 24.00 dan berkumpul di rumah kawan kita di Sumberdadi
Sumbergempol. Kala itu memanag saya jadwalnya luas biasa dan ada hajatan di
rumah, sehingga saya berniat untuk tidur sebentar, tidak tahunya saya kebablasan
tidur sampai-sampai saya dijemput sekitar pukul 24.45 WIB. Sungguh membagongkan,
saya kaget dan sepanjang jalan saya meminta maaf kepada semua teman.
Alhamdulillah perjalanan terhitung sangat
lancar dan kami sempatkan mampir di makam Sunan Ampel dan bersih diri serta
sarapan disana. Selanjutnya langsung menuju tempat lokasi di Islamic Center
Surabaya. Disana dikejutkan dengan semua peserta seleksi beasiswa LPPD S2
maupun S3 menggunakan kostum hitam putih. Sedangkan delegasi dari STAI MAS Pondok
Ngunut menggunakan batik. Salah satu teman sempat bingung, namun yang lain
menguatkan bahwa tidak masalah salah kostum yang penting tidak mengurangi performa
untuk tes.
Vibes-nya luar biasa hampir satu gedung
benar-benar berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada yang belajar kitab ada yang
berdiskusi dan sibuk berkenalan dengan sisi kanan atau kirinya. Di gedung
tersebut sangan luas dan disetiap tepi ada meja yang tertuliskan lembaga dan masing-masing
dua menguji. Sedangkan untuk S3 ruang tes ada dilantai 2.
Kami mengikuti acara pembukaan terlabih
dahulu, ini acara sangat keren dihadiri oleh profesor dan kyai, kyai yang
profesor sungguh luar biasa. Pengalaman yang luar biasa. Setelah acara opening
selesai peserta untuk S3 menuju ruangan masing-masing, yang pada waktu itu
masih sedikit ruwet sebab setiap ruangan belum tertera nama lembaganya. Saya sempat
bertemu dengan Cak Iman dari pondok Lirboyo beliau tes untuk S3 di IAIN Kediri.
Pada tahap tes akhir ini yang ditekankan
adalah membaca kitab dan proposal. Kami diuji dalam suatu ruangan dengan
masing-masing penguji satu orang. Lagi-lagi pada membaca kitab kuning kita
dipilihkan oleh penguji, saya mendapatkan bab nikah. Lalu ditahap proposal,
saya merubah judulnya sehingga berbeda di tahap di UIN Satu, tentunya saya melaksanakan
sesuai saran dan kritik ketika pada tes sebelumnya.
Tes berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul
14.00 WIB, kami peserta tes dari Tulungagung harusnya terdapat 16 peserta, ada kawan
kami yang mengundurkan diri satu sehingga tinggal 15 orang. Maka ditahap ini
tinggal mengeliminasi 5 orang. Tes berjalan dengan lancar selesai tes kami serombongan
pulang. Singkat cerita sampai rumah maghrib di jemput Pak Suami di Sumberdadi.
Kemudian yang ditunggu-tunggu telah datang
Jum’at, 9 Agustus 2024 pengumuman delegasi dari STAI MAS ada dua dosen yang
telah lolos. Saya belum beruntung sehingga perlu belajar dan berproses lagi dan
lagi. Saya mengucapkan selamat kepada beliau berdua semoga lancar sampai lulus
menjadi doktor.
Dari semua cerita diatas saya ingin berbagi bahwa dalam berproses kita tidak boleh lelah, apalagi dengan urusan tolabul’ilmi. Selain itu, perjuangan-perjuangan kecil yang telah dilakukan harus ditlateni dan utamanya harus sabar. Jika ada kesempatan maka pergunakan dengan baik. Salam Semangat


Luarbiasa bu.
BalasHapusPangestunipun
Hapus