Jumat, 23 Agustus 2024

Perjuangan Beasiswa Part 2

 



Kami berenam dari kampus yang sama yakni STAI MAS Pondok Ngunut, bersepakat untuk berangkat bersama dengan carter mobil dan sopir tidak lain teman kita juga. Ada drama kecil yakni kami sepakat berangkat pukul 24.00 dan berkumpul di rumah kawan kita di Sumberdadi Sumbergempol. Kala itu memanag saya jadwalnya luas biasa dan ada hajatan di rumah, sehingga saya berniat untuk tidur sebentar, tidak tahunya saya kebablasan tidur sampai-sampai saya dijemput sekitar pukul 24.45 WIB. Sungguh membagongkan, saya kaget dan sepanjang jalan saya meminta maaf kepada semua teman.

Alhamdulillah perjalanan terhitung sangat lancar dan kami sempatkan mampir di makam Sunan Ampel dan bersih diri serta sarapan disana. Selanjutnya langsung menuju tempat lokasi di Islamic Center Surabaya. Disana dikejutkan dengan semua peserta seleksi beasiswa LPPD S2 maupun S3 menggunakan kostum hitam putih. Sedangkan delegasi dari STAI MAS Pondok Ngunut menggunakan batik. Salah satu teman sempat bingung, namun yang lain menguatkan bahwa tidak masalah salah kostum yang penting tidak mengurangi performa untuk tes.

Vibes-nya luar biasa hampir satu gedung benar-benar berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada yang belajar kitab ada yang berdiskusi dan sibuk berkenalan dengan sisi kanan atau kirinya. Di gedung tersebut sangan luas dan disetiap tepi ada meja yang tertuliskan lembaga dan masing-masing dua menguji. Sedangkan untuk S3 ruang tes ada dilantai 2.

Kami mengikuti acara pembukaan terlabih dahulu, ini acara sangat keren dihadiri oleh profesor dan kyai, kyai yang profesor sungguh luar biasa. Pengalaman yang luar biasa. Setelah acara opening selesai peserta untuk S3 menuju ruangan masing-masing, yang pada waktu itu masih sedikit ruwet sebab setiap ruangan belum tertera nama lembaganya. Saya sempat bertemu dengan Cak Iman dari pondok Lirboyo beliau tes untuk S3 di IAIN Kediri.

Pada tahap tes akhir ini yang ditekankan adalah membaca kitab dan proposal. Kami diuji dalam suatu ruangan dengan masing-masing penguji satu orang. Lagi-lagi pada membaca kitab kuning kita dipilihkan oleh penguji, saya mendapatkan bab nikah. Lalu ditahap proposal, saya merubah judulnya sehingga berbeda di tahap di UIN Satu, tentunya saya melaksanakan sesuai saran dan kritik ketika pada tes sebelumnya.

Tes berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WIB, kami peserta tes dari Tulungagung harusnya terdapat 16 peserta, ada kawan kami yang mengundurkan diri satu sehingga tinggal 15 orang. Maka ditahap ini tinggal mengeliminasi 5 orang. Tes berjalan dengan lancar selesai tes kami serombongan pulang. Singkat cerita sampai rumah maghrib di jemput Pak Suami di Sumberdadi.

Kemudian yang ditunggu-tunggu telah datang Jum’at, 9 Agustus 2024 pengumuman delegasi dari STAI MAS ada dua dosen yang telah lolos. Saya belum beruntung sehingga perlu belajar dan berproses lagi dan lagi. Saya mengucapkan selamat kepada beliau berdua semoga lancar sampai lulus menjadi doktor.

Dari semua cerita diatas saya ingin berbagi bahwa dalam berproses kita tidak boleh lelah, apalagi dengan urusan tolabul’ilmi. Selain itu, perjuangan-perjuangan kecil yang telah dilakukan harus ditlateni dan utamanya harus sabar. Jika ada kesempatan maka pergunakan dengan baik. Salam Semangat

2 komentar:

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...