Sabtu, 26 Februari 2022

Naik Wahana Yang Ada Di Blitar Park


Siapa yang sudah berkunjung di Blitar Park? Tempat wisata ini terhitung masih baru. Saya juga baru pertama berkunjung di sini. Tempatnya sangat mudah untuk di akses. Kalau dari arah Tulungagung, langsung saja menuju ke arah terminal Blitar, kalau dulu ada tempat wisata Herlingga, ada pertigaan ke kanan lurus saja. Akses menurut saya yang mudah untuk di tandai. 

Tiket masuknya masih terhitung sangat terjangkau, kalau dengan rombongan malah lebih enak. Kemarin, di kertas tiket saya tertulis 35.000 kemudian setelah pulang, parkir bus besar hanya 20.000. Kami masuk sekitar pukul sebelas, keluar dari lokasi sekitar pukul 15.30. Waktunya sangat panjang, saya menggunakan kesempatan itu untuk mengenal lebih jauh tempat wisata baru ini.

Hal-hal yang perlu di perhatikan, jika di tempat wisata baru ini setelah masuk jika tidak ada brosur peta, carilah papan peta yang besar dan fotolah. Kemudian, tentukan wahana apa saja yang akan dituju. Jika tidak demikian, kita akan kebingungan arah dan mencoba menerka-nerka wahana apa saja yang akan kita naiki. Perlu diingat aturan di tempat wisata ini, jika masuk tidak boleh membawa jajan/snack, yang boleh di bawa hanya air minum. Sebab di dalam sudah banyak outlet-outlet makanan yang bermacam-macam meskipun harganya berbeda dengan biasanya.

Nah, peta yang ada di Blitar Park, bisa di lihat sebagai berikut:


Semua peserta dibebaskan menuju wahana apa saja, saya bersama kelompok anak-anak yang besar, ada Atina, Mifta, Azki, Vresil. Wahana pertama kali kita naiki adalah Octopus, sejenis biang lala, tapi ada tangan-tangan gurita yang diisi satu orang tapi bisa juga dua kemudian di putar-putar ke atas kebawah. Sepertu biasa naik wahana, berteriak akan menghilangkan rasa takut kita, dan itu saya lakukan. 

Ini foto naik Octopus.


Wahana yang saya naiki kedua adalah Dragon Coster, ini juga cukup menegangkan di putar-putar belok-belok naik turun, lebih seru dan lebih kencang teriakannya, tapi tidak sempat berfoto. Selanjutnya, kami naik wahana kora-kora, di wahana ini hampir semua guru-guru ikut. Jadi satu rombongan lebih seru lagi, kita diayunkan ke kakan dan kiri awalnya pelan tapi lama kelamaan semakin kencang. Pesan dari operatornya, jika mual bisa lihat ke atas, menatap langit dan teriak. Namun, tetap ada yang mual dan akhirnya muntah. 

Di belakang saya, adalah wahana Kora-kora


Kemudian, naik lagi di wahana sepeda air, seperti wahana sebelum-sebelumnya kita harus antri. Saya naik wahana sepeda air bersama Bu Zahro'i. Harusnya, cukup satu putaran, tapi wahana ini sangat nyaman, kita sempat putar dua kali. Setelah dari wahana sepeda air, kita sholat di mushola di sana. Mushola yang ada masih kecil, karena masih proses pembangunan, sehingga sempat antri.

Wahana Sepeda Air Bersama Bu Zahro'i


Nah, saya terakhir nih naik wahana yaitu Go Cart, seperti becak terbang di ketinggian, tapi sebenarnya itu sudah jalan tanpa harus kita kayuh. Namun, butuh keseimbangan setir itu belok, jika kita tidak seimbang memutar dan ngawur, kita akan pusing, sebab sepedanya bisa berlawanan arah dengan jalurnya. Saya naik wahana ini dengan mas Fatir. Sangat-sangat seru, hanya saja cuaca pada waktu itu cukup panas dan terik, sehingga sempat pusing karena kepanasan. 

Naik Go Cart, diatas ketinggian

Kamis, 24 Februari 2022

Busnya Jalan Mundur



Hari ini agendanya rihlah, bersama Paud RA Al-Quran Jabalkat. Semua Bapak Ibu guru difasilitasi untuk ikut. Alhamdulillah saya satu bus bersama Ust Miswan, Bu Wid, Bu Diah, dan Bu Devi. Busnya sangat nyaman, bersih sopir kernet sangat ramah. Kali ini saya duduk paling depan. Kalau kemarin rihlah dengan kelas VI saya, duduk belakang.

Berangkat sekitar pukul setengah delapan, dan di buka dengan Ust Miswan dan dipimpin doa bersama. Karena rutenya di Blitar, otomatis kita ke timur. Lewat desa Sumberjo Kulon, ternyata ada hajatan, kemudian perempatan yang buat jalan pintas, hanya cukup buat truk dan mobil, sedangkan bus kita ada empat semua besar kapasitas enam puluh orang. Otomatis, kita terpaksa mundur seada-adanya mencari perempatan yang besar agak lumayan jauh sekitar dua kilometeranlah. Meski membutuhkan waktu cukup lama, alhamdulillah lancar.

Suasana bus, awalnya semua diam, kemudian banyak yang penasaran di depan ada apa sehingga kita harus jalan mundur. Tapi, Ust Miswan berkata "wonten hajatan ibu-ibu, kaleh kajenge lami nitih busnya". Intinya depan ada hajatan, dan kita bisa naik bus lebih lama. Semua tertawa kecil, sebab ada salah satu ibu nyletuk "weh iki gak sido, kok mundur pulang lagi " (wah, ini tidak jadi kok jalan mundur pulang lagi).

Sampai pom bensin Jimbe, Blitar kita berhenti lagi, konsep rihlah ini memang santai karena pesertanya adalah anak-anak usia dini. Jadi, diikuti dengan sangat santai dan mengalir. Tujuan pertama kita kali ini di makam Yai Solihin Kanigoro. Dan saya baru pertama kali berkunjung di sini. Setelah dari makam tersebut kami langsung ke tujuan utama di Blitar Park.

To be continued

Selasa, 22 Februari 2022

Hati-Hati Di Mana Pun Kita Berada



Hari ini sepulang dari ngaji di madrasah, sekitar pukul sembilan lebih sedikit seperti biasa jalan yang saya tempuh melewati sawah desa pojok, pandansari menuju rumah. Menikmati pemandangan sawah yang kali ini musim tanam padi hijau segar. Kemudian cerahnya sinar matahari yang menghangatkan tubuh. 

Saya dari arah utara, tiba-tiba sudah terdengar sirine ambulan.  Saya tengok kaca spion motorku kukira dari belakang motorku ambulan tersebut, tapi tidak ada. Ternyata ambulan tersebut di depanku sekita seratus meteran, dan  sudah banyak orang berkerumun dan posisi ambulan di barat jalan berhenti dan parkir. Terdengar isak tangis sangat keras. Saya berjalan pelan dengan motor saya. Banyak orang berhenti, kemudian saya bertanya-tanya. Ada apa gerangan, ambulan tetap berbunyi, dan di arahkan ke utara dengan sirine keras dan lampunya. Sedang saya melaju sangat pelan menuju arah selatan.

Di sisi timur jalan terdapat mobil pajero hitam parkir, dan terlihat banyak petugas dan pegawai entah apa, pokok berpakaian rapi dan bersepatu. Saya tidak berani melihat dengan detail, tapi tetap itu terlihat seklebet, nampak ada korban seorang kakek tergelak di aspal yang dipangku tiga wanita, kemungkinan itu anaknya yang sedang nangis kencang, kakek tersebut kepalanya masih memakai capil/topi sawah, tapi tangannya terlihat pucat membiru, semua tiga anaknya nangis dan suara yang kencang dan berkata "Ya Allah piye lo bapak". Kakek tersebut sudah di sedakepkan tangannya, dan masih tergelak di aspal belum diangkat ke ambulan. Tiga wanita itu tetap nangis kencang. Namun, banyak sekali orang. Saya tetap tidak berani berhenti, dan tidak melihat kaca spion, sebab saya tidak tega dan kurang tatak.

Tapi, ada bapak di timur jalan sambil jalan, sempat saya tanya "wonten nopo pak?" Dia menjawab "tabrakan mbak". Seketika lemas kakiku, tapi kupaksa harus terus jalan meski sangat pelan, jalan pun sempat macet, banyak dari arah utara sama seperti saya bergantian jalan satu persatu dan di bantu oleh bapak-bapak lain mengatur jalan. 

Dari arah selatan banyak truk-truk muatan dan mobil, motor melihat, menunggu, bahkan ada yang jalan, melihat situasi apa yang terjadi. Saya benar-benar tidak tega melihat, dan hanya bisa mendoakannya sambil terus berjalan. Ini pelajaran bagi siapa saja pengendara di jalan raya, jalan tol, jalan apapun, lalu lintas yang ada harus kita taati, kemudian kita harus banyak berhati-hati saling toleransi ketika di jalan lalu terpenting dan utama adalah berdoa, banyak sholawat jangan ngebut, kencang, apalagi ugal-ugalan dan selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebab, kita tidak akan tahu apa yang terjadi ke depan. 

Semoga kita selalu di lindungi Allah, di manapun kita berada dan selalu berhati-hati. Jangan lupa menjaga kesehatan. Salam semangat

Senin, 21 Februari 2022

GOOD LEADER VERSIKU

 



Setiap orang adalah pemimpin, seperti diterangkan dalam sebuah hadits riwayat H.R Bukhori Muslim sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ،

أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ…………..

Artinya, dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya ........ Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya

Dunia kerja apapun pasti kita akan menemui namanya pemimpin dengan berbagai sebutan ada ketua, kepala, direktur, CEO dan lain sebagainya. Di balik menjadi pemimpin dalam suatu duina kerja, atau organisasi, kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus mampu mempertanggung jawabkan atas segala yang kita lakukan dihadapan Allah.

Menjadi good leader, berangkat dari karakter diri sendiri menjadi modal utama. Sebab, menjadi pribadi yang tangguh dengan mental yang kuat sangat dibutuhkan ketika nanti harus dihadapkan dengan banyak orang yang tentu mempunyai banyak karakter yang berbeda. Kemudian, attitude, prilaku atau tata karma menjadi modal kedua dan sangat penting. Attitude yang tenang dan positif akan memberikan nuasa ketenangan bagi teman, karyawan atau bawahan dan jika menemukan pemimpin mempunyai attitude seperti ini, memberikan kita keterbukaan dan lebih hati-hati dalam bertindak. Attitude juga sngat penting bagi pemimpin ketika dihadapkan pada permasalahan, persoalan dan harus mengatakan tidak agar tetap tidak menyakitkan bagi yang mendengarkannya.

Membuka komunikasi dengan selalu update akan berita, ilmu pengetahuan dan info terbaru. Ini sangat penting, sebab keterbukaan akan informasi menunjukkan bahwa pemimpin tersebut mampu memberikan info terbaru guna untuk terus berinovasi, mengevaluasi demi kemajuannya. Bayangkan saja, jika mempunyai pemimpin tetapi “kudet” kurang update, suka terlambat mendengar info, bahkan kadang infonya misal dari teman yang bukan dari pemimpin, bawahan atau karyawan. Menurut saya hal ini harus dihindari karena hanya akan membuat kecewa. Jika hal ini dibiasakan, akan kasihan sebagai bawahan karena biasanya membuat pemimpin itu panik akan memberikan tugasnya tergesa-gesa dan akhirnya hasil kerja bisa kurang maksimal.

Good leader itu mengajari bukan memerintah. Jika menjadi pemimpin, kepala, ketua entah apapaun sebutannya, sebagai awal contohkan dalam tindakan secara langsung dengan mengajari, apalagi ada personil baru. Namun, jika anda menjadi pemimpin, kepala, ketua atau apapun itu hanya bisa memerintah dan nunjuk-nunjuk, sepertinya lama-kelamaan wibawa anda bukan malah bertambah namun akan berkurang. Karena yang dibawah kepemimpinan anda bisa jadi menganggap anda tidak kompeten, tidak bisa apa-apa.

Good leader yang percaya diri, namun rendah hati, bijaksana dan profesional. Ketiga sikap itu sangat mudah di ucapkan, namun setiap orang pasti butuh waktu untuk membiasakannya. Percaya diri dalam segala penampilan, memimpin rapat, menyampaikan suatu visi misi kedepan namun tetap rendah hati dalam artian menerima segala kritik, masukan bahkan saran. Bijaksana berani mengambil keputusan terbaik dengan segala yang terucap dari tutur katanya, membuat rekan kerjanya mendengarkan, memperhatikan, tidak mengabaikan begitu saja. Jika pemimpin yang bijaksana tidak akan mudah digampangkan, disepelekan atau menggampangkan orang lain. Profesional menempatkan segala jobdisnya, menjalankan SOPnya, disiplin, menaati tata tertib, aturan yang berlaku dan tidak gila hormat. Good leader, juga akan selalu memberikan inspirasi bagi rekaan kerjanya, tak peduli hal kecil, misalnya berpenampilan rapi, bersih, wangi dan selalu intime.

Menjadi good leader tidak harus ditakuti, menjadi pemimpin yang melayani, mengayomi, memahami para rekan kerja, karyawan, bawahan itu sangat penting. Lalu pemimpin seharusnya bisa memberikan feedback kepada para rekan kerja, karyawan, bawahan karena sudah bekerja dengan maksimal dan baik. Minimal apresiasi dengan mengatakan terima kasih, itu adalah suatu penghargaan kecil. Manusia itu tidak ada yang sempurna, apalagi menjadi pemimpin berbuat baik pun kadang masih kurang bagi orang lain. Menyalahkan orang lain itu sangat mudah, tapi pernahkah kita menyalahkan dan mengorek diri sendiri. Sehingga tidak ada salahnya kita terus belajar, memperbaiki diri, dengan terus bermuhasabah dan terus berbuat baik.

Salam semangat

 

Minggu, 20 Februari 2022

Walimatul'Ursy



Ketika menghadiri walimatul'ursy sebagai pasangan suami istri yang sudah menikah bisa diibaratkan mengisi baterai, untuk menyegarkan kembali dan memberikan suatu ilmu lagi dan lagi. Menghadiri undangan walimatul'ursy juga merupakan suatu sunnah, apalagi di niati untuk ibadah. Sebab di dalamnya juga terdapat majlis ilmu. Seperti kali ini, dalam acara walimatul'ursy pasti ada pasrah kemanten dari kedua belah pihak,  dan ada juga mauidzohnya. Artinya, ada petuah, nasehat bagi semua hadirinnya. 

Nikah berasal dari bahasa Arab. Kalau dilihat dari huruf yang tersusun, terdiri dari tiga huruf, ada nun yang berati Nikmat, kaf bisa diartikan Karomah

dan Ha yang berarti Hikmah. 

Huruf Nun adalah nikmat. Nikmat yang ada dalam suatu ikatan pernikahan pasti tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Kemudian Kaf adalah karomah, keramat, mulya. Bagaimana tidak mulya, ketika menjadi penganten, didudukan di koade, jalan ada yang mengarahkan dan yang mengikuti orang banyak berarti pengiring kemanten lalu diiringi sholawat. Selanjutnya huruf Ha berarti hikmah. Hikmah yang terkandung adalah persaudaraan akan semakin nambah, baik dari sisi keluarga suami atau istri. Hikmah selanjutnya, segala sesuatu biasa sendiri, kalau sudah suami istri pasti banyak berkomunikasi, bermusyawarah. Kita sudah tahu bahwa menikah adalah ibadah yang sangat panjang. Orang Jawa mengatakan "orang yang menikah, diibaratkan seperti merasakan secuil nikmatnya surga". Sedang, kata Imam Ghozali "Jadikan nikah untuk jalan menuju surga". Kalau sudah membahas nikah, pasti sangat luas cakupannya. 

Masih teringat hadist Nabi yang menyebutkan bahwa "Hai, anak-anak muda, bagi siapa diantara kamu yang sudah mampu mencari biaya menikah, maka menikahlah sebab menikah akan bisa menjaga penglihatanmu dan menjaga syahwatmu. Namun, bagi siapa saja yang belum mampu untuk itu, maka lebih baik kamu berpuasa, karena berpuasa akan dapat menjaga syahwatmu". 


Perlu juga diingat menikah juga bukan ajang berlomba-lomba siapa cepat dia dapat. Menikah juga bukan hanya kamu dan aku. Menikah menyatukan dua keluarga besar yang pasti mempunyai perbedaan baik tradisi dan kebiasaan. Maka, sebelum akdunnikah pasti banyak melalui proses panjang, pertimbangan dan pemikiran yang matang. Sebab menikah adalah memilih yang terbaik diantara terbaik di mata Allah sebagai niat ibadah KepadaNya.

Salam Semangat


Jumat, 18 Februari 2022

Porseni Jatim Madrasah Ibtidaiyah Tahun 2022




Pekan Olah Raga dan Seni tahun 2022, tingkat Madrasah Ibtidaiyah kali ini bertempat Kabupaten Tulungagung. Akan dilaksanakan dua hari berturut-turut yakni tanggal 21 dan 22 Februari 2022. Hari ini, Jum'at 18 Februari 2022 adalah pelepasan para kontingen Tulungagung di Kantor Kemenag Tulungagung. Tentu, diikuti oleh para peserta dan pendampingnya yang akan mewakili Kabupaten Tulungagung di setiap cabang lomba.

Terlihat dengan jelas perwakilan dari Tulungagung dengan semangat, siap berlomba dalam kebaikan tergambar dengan seragam jaket merah putihnya. Sebab, semua peserta yang akan mengikuti Porseni Jatim ini sudah banyak melalui seleksi baik secara administrasi, online atau offline. Begitu juga segenap panitia dan pendampingnya yang sangat luar biasa. Slogan yang tertulis Sportif, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri dan Berprestasi juga mencerminkan kontingen Tulungagung kali ini. Di acara tersebut pengukuhan nya langsung di pimpin oleh Bapak Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung. 

Kita tahu, porseni ini merupakan program dua tahunan yang digelar oleh Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, sejak tahun 2007. Program ini juga menjadi program unggulan yang dilaksanakan oleh KKM Madrasah Ibtidaiyah Provinsi Jatim. Bertujuan membangun semangat siswa dalam meraih prestasi yang membanggakan.

Seluruh Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Jawa Timur pasti akan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Termasuk Kota Malang, sebagian teman saya di sana juga langsung terlibat dan mendampingi siswanya. Sehingga, sudah amat jelas, Porseni ini adalah ajang yang sangat istimewa. 

Meskipun tidak terlibat secara langsung dan dari Kabupaten Tulungagung, madrasah ini belum mendapatkan kesempatan untuk mewakili salah satu lombanya, sebab gugur di kejuaraan Kabupaten di cabang lomba Tahfidz, setidaknya kita menyambut dengan senang dan bangga atas dilaksanakan Porseni Jatim 2022 ini di Tulungagung, kalau ada kesempatan bolehlah kita melihat lomba-lombanya dengan prokes. Kemudian, kita akan selalu mendukung Tulungagung, tidak pandang dari Madrasah Ibtidaiyah manapun, pasalnya ini sudah membawa nama Kabupaten di tingkat Provinsi. Selain itu, suatu kehormatan bagi  Kabupaten Tulungagung menjadi tuan rumah Porseni Provinsi Jatim tingkat Madrasah Ibtidaiyah tahun 2022.

So, terus berjaya dan bersemangat para kontingen Tulungagung untuk mengikuti semua agenda lombanya. Semoga semuanya dilancarkan oleh Allah dan mendapatkan Juara Umum. 

Salam Semangat.

Kamis, 17 Februari 2022

Ngaos Sareng


Peringatan Isra' Mi'raj tadi malam di masjid Al-Hikmah Mirigambar salah satu kegiatan rutin dilaksanakan di masjid ini tiap tahun. Tadi malam mengundang mubaligh yang merupakan pengasuh pondok pesantren Darul Ikhwan Gondang Tulungagung yakni Bapak Dr. K.H Soim, M.Pd.I. Nama beliau sudah tidak asing lagi, sebab beliau juga berkecimpung di dunia pendidikan. Selain beliau kemarin juga ada Bapak Anam yang juga merupakan dosen UIN SATU dan sekaligus kawan dari Pakdhe Imam Masruki.

Kemudian pengisi acara ada grup sholawat dari Madrasah Aliyah Aswaja Kalidawir atas bimbingan Bapak Saiful Salam. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Banyak hikmah, pelajaran dari isi majlis ta'lim tadi malam.

Beliau menyampaikan bahwasannya betapa pentingnya sholat. Kemudian kunci surga dengan Laailahaillallah. Bulan Rajab sudah harus diperbanyak membaca kalimat thoyibah untuk berdzikir. 

Beliau membawakan ngaji dengan sangat enjoy, lucu dan hampir semua undangan yang hadir terbawa suasana. Beliau mengaji juga diselingi sholawat sehingga para hadirin tidak mengantuk.

Beliau juga menyampaikan bahwasannya dalam hadits Nabi, akan ada tiga golongan umat yang masuk surga. Satu, golongan umat yang langsung masuk surga tanpa hisab, masuk neraka dulu baru masuk surga, ketiga selamanya di neraka. Golongan pertama adalah para sahabat, auliya', waliyallah. Golongan kedua adalah umat yang mendapat syafaat Nabi. Sebagai manusia biasa maka kita harus memperbanyak sholawat. 

Acara selesai sekitar pukul sepuluh malam ditutup dengan doa yang dipimpin oleh beliau.



Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...