Kamis, 07 April 2022

Menyederhanakan Kebahagiaan


Jika bahagia sederhana, maka menyederhanakan kebahagiaan juga di perlukan. Banyak dari kita yang mendefinisikan bahagia dengan ukuran materi yang bisa dilihat orang banyak. Padahal bahagia tidak melulu dengan harta.

Menyederhanakan kebahagiaan menurut saya penting, sebab hal ini bisa memupuk rasa syukur yang lebih dalam. Selain itu, menyederhanakan kebahagian jika mendapatkan sekecil kenikmatan itu akan terasa lebih berlipat dan berlimpah. Artinya, menyederhanakan kebahagiaan itu lahir bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.

Jika standart kebahagiaan yang kamu ambil dari salah satu tokoh misalnya, itu belum tentu pas dengan keadaan dirimu. Sehingga perlu sekali kita, kalau bahasa Jawa "graito" meraba diri sendiri. Sebenarnya kebahagiaan yang kita inginkan seperti apa. Sudahkah kita bahagia? Dan sudahkah  sesuai kebahagiaan yang kita peroleh hari ini? Lalu untuk apa kita bahagia? 

Pertanyaan sederhana seperti itulah, harusnya kita tanyakan pada diri sendiri. Agar kita terhindar dari rasa begah, iri, heran dan pusing dengan segala keglamoran kehidupan orang lain, yang terus menerus di tunjukkan diberbagai laman media sosial. Maka sekali lagi sederhanakan kebagian yang kamu miliki mulai hari ini. 

Perlu diingat juga, semua itu akan kembali ke hak masing-masing orang. Melabelkan "kebahagian" dengan keinginannya tidak ada yang melarang.

So,,,, keep fighting 

And Always Berjuang

Tidak ada manusia succes, jika hanya bisa bersuara dan berpangku tangan, so please study hard and don't forget to pray (usaha dan ikhtiar)

Untuk Guruku


Jauh Diujung Sana

Hanya Terikat Sebuah Doa

Aku Tidak Akan Bisa Menjadi Saya

Jika Tanpa Uluran Jasamu


Fatihah Menjadi Penyambung

Semoga Selalu Memperkuat

Akan Pengakuan Bahwa Saya

Tetap Menjadi Muridmu


Tidak Akan Pernah Lupa

Segala Detail Dari Sosok Guru Sepertimu

Mencari Kebarokahan Dan Ridho Doamu

Semoga Panjang Umur Dan Sehat Selalu

Wahai Guruku

Sunyi Hanya Menurutmu


Ketika Aku Harus Sendiri

Di Untaian Sujud BersamaMu

Sunyi Menghampiri Di Sini

Namun Hatiku Penuh Bunga

Sebab Bisa Berbincang Langsung DenganMu


Aku Akan Terus Begini

Merengek Meminta Memohon

Bak Anak Kecil Kepada Ibunya

Diam Dalam Puluhan Triliyun Doa 

Harapan Menjadi Penguat 

Optimis Mimpi Itu Akan Menjadi Nyata


Semua Tidak Akan Sia-Sia

Jalan Yang Telah Kau Berikan

Ujian Atau Cobaan Adalah Kenikmatan

Menjadi Rahasia Antara Kau Dan Aku

Tetap Kujalani Kulalui Sebisa Diriku Ini

Sebab Aku Hanya Mencari Ridhomu Robbi

Selasa, 05 April 2022

Muhasabah



Perjalanan pulang dari jamaah maghrib, melihat sisi jalan dengan pandangan pohon sengon disisi barat, subhanallah indah betul. Pemandangan indah dari warna langit yang semu orange dan biru membaur menjadi satu. Bulan disisi ujung dengan bentuk sabit menambah haru hati di bulan berkah ini.

Sama persih dengan surah Ar-Rahman bahwa Allah berfirman "Maka Nikmat Mana Yang Kau Dustakan" melihat indahnya langit yang berwarna demikian saja begitu nikmatnya. Mata masih bisa memandang dengan jelas, merasakan udara segar dan kaki bisa melangkah untuk ibadah. Ditambah hati tiba-tiba berkata untuk bermuhasabah, seberapa jauh perjalanan dan usahamu menjadi manusia yang baik. Lalu ujung dari setiap hidup serta tujuan utama di dunia ini apa? Tiba-tiba tersentuh mata berkaca-kaca.

Manusia kadang tidak lepas dari rasa kurang dan terus akan kurang. Manusia juga tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki. Kalau benteng kita tidak terlalu kuat, iman dan rasa syukur tidak ditananamkan maka hasilnya hanya mengeluh dan capek sendiri. Oleh karena itu, hati kita harus kita latih untuk mengolah. Salah satunya dengan cara melihat bukan orang yang jauh di atas kita. Lihatlah orang yang belum seberuntung kita. 

Minimal kita belajar untuk menerima, lalu senang dan bahagia dengan selalu mensyukuri yang telah kita dapat. Mungkin bukan uang bermilyaran, tapi kesehatan jauh lebih berharga, atau mungkin bukan mobil mewah tapi rumah yang aman dan cukup. Maka ada pesan bahwa ingat lima perkara sebelum lima perkara, diantarnya:

1. Sehat sebelum sakit

2. Kaya sebelum miskin

3. Lapang sebelum sempit

4. Muda sebelum tua

5. Hidup sebelum mati

Itulah kesempatan yang tiada duanya. Ayo terus semangat, jangan lelah untuk menjadi insan yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan lupa bersyukur billisan bilqolbi. 

Salam literasi

Senin, 04 April 2022

Pondok Ramadhan Hari Pertama




Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan. Kegiatannya adalah pondok Ramadhan, artinya segala kegiatan sekolah diganti dengan kegiatan amaliyah Ramadhan. Seperti mengaji, sholat dhuha berjamaah dan materi-materi fiqih ubudiyah.

Semua sudah ditata dan didesain oleh dewan guru dengan susunan kepanitian kegiatan pondok Ramadhan mulai dari materi, guru yang mengisi dan imam sholat. Meskipun di madrasah sudah terbiasa dengan kegiatan mengaji dengan tahfidz, ini tetap diterapkan dan dilakukan dengan pendampingan masing-masing guru tahfidznya. Harusnya, saya hari ini tidak ada jadwal di kelas untuk materi tetapi tetap harus masuk untuk mengisi menggantikan guru yang tidak masuk. Ok tetap semangat niati ibadah dan menyampaikan materi bab puasa di kelompok 5, kelas atas putri A. Terdiri dari sembilan siiswa putri, campur dari kelas 4A, 4B, 5 dan 6. Semua dibagi dengan adil.

Semua anak-anak dibagi menjadi enam kelompok. Putra dan putri di pisah. Anak-anak terlihat semangat di hari pertama ini, semoga sampai kedepannya tetap semangat. Sebab nanti ada evaluasi di akhir kegiatannya. Mengingat kegiatan ini juga bagian dari kegiatan belajar mengajar dan salah satu bentuk ibadah maka harus sungguh-sungguh kita mengikutinya.

Puasa di bulan Ramadhan ini jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Artinya apa, semua waktu yang ada harus kita pergunakan sebaik mungkin. Betul tidur itu ketika puasa adalah bentuk ibadah, tetapi bukan terus menerus tidur dan melupakan kewajiban dan tanggung jawab. Jadi mari tetap semangat beraktivitas, tetapi jangan sampai di vorsir.

Kelas 1 putra-putri


Minggu, 03 April 2022

Ramadhan 1443 H



Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti bertemu dan menjalankan di bulan yang penuh berkah, penuh dengan kesucian dan ampunan telah datang. Tak terasa sudah malam kedua di bulan Ramadhan ini. Banyak doa agar semua sanak saudara, teman kaum muslimin muslimat tetap sehat sehingga bisa menjalankan dan meningkatkan segala bentuk ibadah di bulan istimewa ini.

Banyak dari kita kadang semangat di awal, di tengah sampai di ujung bulan istimewa malah kita kendor atau cenderung menurun. Hal ini harua kita perhatikan, sebab Ramadhan tidak hanya hevoria diawal saja. Namun, sejatinya menjadi insan yang lebih baik dalam sisi ketaqwaan terhadap Sang Khaliq adalah yang utama, dan dilihat setelah bulan Ramadhan ini telah terlewat.

Faktor utama yang lain adalah kesehatan. Kita tahu hikmah puasa salah satunya menyehatkan, tetapi menjaganya sejak awal akan lebih baik. Seperti misalnya, balas dendam ketika berbuka puasa pertama, karena cuaca sangat panas, terik otomatis pasti haus. Apalagi aktivitas yang dilakukan sangat banyak. Minum air dingin atau es sebanyak-banyaknya, hal ini tidak baik. Kalai kata orang Jawa di badan bisa "nglemboni" atau lebih letih.

Terlebih lagi saat shalat tarawih bisa gumoh. Jangan berlebihan, secukupnya saja agar badan serta pencernaan kita tidak kaget. Semangat dan selamat menjalankan ibadah di bulan yang sangat mulia ini. Dan mohon maaf lahir batin apabila banyak sekali kekhilafan. 

Jumat, 01 April 2022

Pernahkan Menjadi Bendahara?


Diantara kita semua pasti sudah pernah menjadi bendahara. Maka sudah tidak asing, jika ada kata bendahara. Sebutan bagi orang yang mengatur suatu keuangan dalam sebuah perkumpulan, lembaga, instansi atau organisasi. Bendahara akan sangat diperlukan dalam struktur keorganisasian bahkan dalam pengurus harian. Namun, apakah kita faham akan jobdis yang sesungguhnya.

Belajar menjadi bendahara sejak dini dari masa di madrasah ibtidaiyah sampai kepada organisasi besar, saya belajar banyak hal. Dari uang sedikit yang dikelola sampai uang besar, saya merasakan bahwa tanggung jawabnya luar biasa. Seratus perak saja, kita harus berani mengganti jika memang kurang. Hati-hati, ketelitian, ketegasan dan kedisiplinan harus benar-benar diterapkan.

Menjadi bendahara perlu juga mempelajari management keuangan. Mengatur yang sedemikan rupa, agar pengeluaran, kebutuhan, keperluan harian atau jangka panjang akan tetap rapi dan terpenuhi. Lalu mempelajari suatu anggaran dasar, pemasukan dan pengeluaran yang teradministrasi dengan baik. Artinya, bisa dimengerti, difahami tidak hanya diri sendiri, artinya dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan fakta jika memang ada audit atau evaluasi.

Fenomena yang ada kadang bendahara diidentikkan dengan orang yang pelit dan sulit. Bagi orang yang kurang faham, istilah itu akan sangat melekat jika banyak ditemui kejanggalan yang tidak sesuai harapannya. Pelit, jika bukan kebutuhan orang banyak, uang akan sulit keluar itu wajar. Tetapi, kalau sudah bagian dari hak orang lain, tapi masih sulit mengeluarkan itu bendahara yang amat sangat perlu belajar.

Job diskription dalam setiap struktur itulah harus benar-benar kita ketahui dan fahami.  Semua mempunyai aturan atau SOP. Jika tidak punya, minimal dengan hasil musyawarah akan melahirkan kemufakatan bersama. Jangan semena-mena jika menjadi bendahara, memegang uang banyak, tapi lupa cara memberikan hak orang lain dengan tepat waktu. Toh, uang yang dipegang bukan milik pribadi, mengapa harus sulit untuk keluar?

Menilai seorang bendahara jangan diingatnya pelitnya atau sulitnya saja. Ketepatan mengatur, cara bersosial, serta memperlakukan orang lain juga perlu diperhatikan. Memang bukan perkara mudah melayani banyak orang yang pikiran serta opininya berbeda. Oleh sebab itu, jika suka menilai bendahara pelit, coba saja gantikan, siapa tahu yang mengatakan demikian itu lebih baik. 

Hindari keras kepala menjadi bendahara, sulit menerima kritik dan saran, itu kurang baik. Sekalipun tidak menjadi bendahara, kadang masukan orang lain sebagai bahan instrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...