Jumat, 13 Mei 2022

Belajar Dengan Ikan Di Aquarium




Ikan yang berada dalam aquarium dengan air terus mengalir, sedemikan rupa di pasang mesin filter mereka berenang ke sana ke mari tanpa beban. Mereka menjadi diri sendiri, meskipun berpuluh-puluh dan beribu-ribu dengan sesama ikan, berbeda jenis serta sirip, mereka tetap satu wadah yakni aquarium. Mereka tidak merasa bahwa keberadaannya sangat menghibur, pada manusia yang melihatnya.

Mereka juga tidak akan berteriak kelaparan, jika tuannya belum memberikan jatah makannya. Artinya mereka sangat qonaah atau menerima. Terus berenang ke kanan dan kiri dengan siripnya yang indah. Saling menyapa, tanpa harus berebut tempat dan bahkan saking sayangnya dengan temannya, jika ikan sirip orange selalu sejajar berenang dengan ikan sirip hitam. Begitu indah maknanya, mereka tidak saling iri, meskipun berbeda warna kulitnya, bahkan mereka saling bersosial bercengkrama. Indah bukan?

Aquarium dengan hanya sebatas kotak ikan, menggambarkan betapa dunia itu sangat terbatas, sementara dan kecil. Lalu yang abadi hanyalah akhirat belaka. Memberikan makna bahwa jangan muluk-muluk di dunia ini. Jangan menuruti gengsi, apa adanya saja. 

Aquarium dan budidaya ikan hias ini bertempat di bulek saya, daerah Wajak Boyolangu Tulungagung. Ikan-ikan hias ini biasa dikirm ke luar kota. Bahkan di lombakan di ikan-ikan kontes yang diadakan oleh para komunitasnya.

Cegah Sakit Mata



Rasanya, sedih jika ada salah satu murid sakit mata. Kemudian, merembet dengan cepat ke teman-teman lain. Sakit mata bukan sakit biasa. Bukan juga sakit mata, mata duitan. Sakit mata ini sebenarnya virus yang bisa menular begitu cepat. Apalagi lewat kontak mata secara langsung, melalui cairan, atau barang yang pernah di pakai oleh si A yang sakit mata lalu dipegang oleh si B. Itu sangat-sangat cepat menular.

Kalau orang Jawa biasa menamainya dengan "beleken". Gejalanya mata merah, kadang gatel dan berair. Oleh sebab itu, kita harus bisa mencegahnya. Virus itu bisa dengan cepat menyebar apabila keadaan kita tidak bersih, kurang menjaga kesehatan atau kurang vit. Artinya kondisi tubuh kita lemah.

Pencegahannya  bisa menggunakan cara sederhana orang terdahulu atau cara tradisional. Seperti "diwuwungi", "dirambang" dengan air mengalir setiap pagi bangun tidur, mungkin terasa pedih tapi setelahnya terasa sangat bening di penglihatan. Kemudian cara kedua bisa menggunakan uang daun sirih, daun sirih di rebus lalu uapnya yang masih hangat, mata kita dirambang di uap tersebut.

Nah, jika memang sudah tertular, hendaknya menghindari kontak mata dengan orang lain yang paling aman pakai kaca mata hitam. Lalu, jangan memakai air secara bersamaan, lebih menjaga kebersihan dan makan-makanan bergizi terutama mengandung Vitamin A, seperti wortel, sayur-sayuran yang cukup serta buah-buahan. Jika demikian belum ada perubahan, hendaknya beli antibiotik di apotek atau periksa mata ke dokter baik umum atau spesialis.

Paling utama adalah, jika sakit mata atau beleken, hendaknya kita lebih tahu diri. Artinya, bukan menjadi orang tertutup tapi lebih memberikan info ke orang lain misal "eh aku sedang sakit, jangan dekat-dekat ya" atau "jangan kontak mata ya, masih sakit". Sering-sering cuci tangan dengan sabun, intinya menjaga kebersihan baik diri sendiri atau lingkungan.

Ayo Hidup Sehat dan Lebih Bersih

Kamis, 12 Mei 2022

Hari Pendidikan Nasional Bertepatan Dengan Hari Lebaran




2 Mei bertepatan dengan 1 Syawal. Kita tahu bahwa 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional, tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Terasa sangat berbahagia, bagaimana memaknai hardiknas tahun ini dengan baik. Kita tahu, perkembangan pendidikan di negeri. Apalagi sebagai praktisi langsung mengalami dan menjalaninya.

Pendidikan seharusnya menjadi tombak utama dalam perkembangan zaman, perkembangan dan perubahan negeri. Secara globalnya kita tahu tujuan pendidikan sendiri, di atur dalam perundang-undangan, pasal-pasal dan pancasila. Bahkan secara detailnya dalam Al-Qur'an Surah Al Mujadalah pun juga disebutkan bagaimana orang berilmu derajatnya pun akan ditinggikan. Terlepas dari itu dunia pendidikan, harusnya tetap menjadi perhatian utama di segala lapisan masyarakat.

Pendidikan memberikan kita banyak pengetahuan serta pengalaman. Utamanya pembentukan akhlak, sikap  dan pengetahuan. Intelektual bisa dinilai dari cerdasnya, kreatifitas serta ide-ide berlian seseorang. Tapi jangan intelektual saja yang dipelihara,  namun harus menata, mengolah hatinya harus lebih peka dengan segala yang terjadi di lingkungannya.

Segala ilmu terutama pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai hal misalnya dengan membaca kitab-kitab dan buku-buku. Yang lebih dalam adalah memaknai dari segalanya sehingga berpengaruh betul terhadap tingkah laku kita. Dimana pun kita hidup dan berada di suatu tempat maka kita hendaknya selalu belajar. Oleh karena itu, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh kepada karakter seseorang.

Maka momen hari Pendidikan Nasional ini mari kiya maknai dengan sebaik mungkin terutama kita harus terus berjuang memaksimalkan kinerja kita demi mencetak generasi bangsa yang berakhlakul karimah serta pintar, cerdas, multitalenta. Sehingga negeri ini sudah tidak akan khawatir akan masa depannya. Salam semangat, salam literasi.

Rabu, 11 Mei 2022

Kembali Kerutinitas



Tidak boleh menggerutu, setelah libur sebelum dan sesudah lebaran. Badan jangan sampai berat untuk melangkah dalam kebaikan. Jika perlu paksakan, agar kembali segar dan semangat melakukan kegiatan kembali.

Berharap waktu demi waktu melangkah dengan pasti, merubah sesuatu yang jelek menjadi baik. Minimal bisa mengurangi, ketidak disiplin dalam melakukan kebiasaan baik ini. Wajar, bila berat tapi jangan biarkan.

Melihat teman-teman seperjuangan, kembali menggugah kembali semangat mengukir prestasi. Melihat banyak peserta didik, menjadi terharu mungkin sebagian besar dari mereka menunggu dan merindu. Meskipun kembali menyegarkan kembali ingatan-ingatan dan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran.

Banyak kegiatan serta banyaknya ujian menanti, padat merayap baik secara langsung maupun online. Berat, karena merasa sendiri, jika berkumpul dengan teman seperjuangan kita akan berfikir bahwa "yang melakukan ini bukan saya sendiri, yang merasakan ini bukan saya sendiri" jadi beban itu pun akan terasa ringan.

Oleh sebab itu, tetap semangat dalam mengabdi, bukan materi tujuan abadi. Keep Fighting, Salam Literasi.

Jumat, 06 Mei 2022

Dangdut "Pecah Seribu"


Open House menunggu tamu rawuh, mendengarkan musik dangdut "Pecah Seribu" yang dulu dibawakan penyanyi dangdut legendaris yakni Elfi Sukaisih. Lalu di cover oleh banyak penyanyi dangdut milenial salah satunya Happy Asmara, semakin enak saja di goyang. Lagu-lagu seperti ini bagi saya berfungsi sebagai pencegah rasa kantuk, bosan dan jenuh. 

Suara gendang yang merdu dan lirik yang apik membuat semakin semangat. Awalnya saya pribadi tidak begitu update lagu dangdut cover anak muda seperti lagu-lagunya Happy Asmara. Tapi diberanda lagu muncul, mencoba saya klik dan dengarkan saja, ternyata enak juga didengarkan.

Salah satu liriknya di lagu dangdut ini "duhai angin kabarkanlah, aku menanti" lalu ada "hanya dia.... dia.. dia .. dia..." yang viral-viral di aplikasi TikTok. Memang sangat keren, apalagi di barengi dengan gerakan goyang variasi. 

Kalau sudah bosan, mendengarkan dangdut cari lagu pop, india dan sholawat. Apapun lagunya, yang penting tidak membuat saya ngantuk. Sebab open house, seperti menunggu, bisa membosankan. Selain mendengarkan lagu, paling makan jajan atau ngemil ini yang membuat kadang rahang juga capek mengunyah. Lalu menulis sebagai alternatif menunggu. 

Obat ngantuk dan lebih mujarab adalah menulis. Sebab menulis juga membuat otak untuk berfikir, topik yang akan ditulis. Seperti kali ini, dangdut "pecah seribu" pun menjadi judul dan larik-larik paragraf. Alhamdulillah.

Rabu, 04 Mei 2022

Amalan Di Bulan Syawal




Dijelaskan dalam sebuah buku Fadlilatus Syuhur. Di bulan Syawal setelah 1 Syawal melaksanakan sholat sunnah yang dianjurkan atau berhukum sunnah muakad yakni sholat Idul Fitri. Kita disunnahkan sholat sunnah empat rakaat.

Sholat sunnah empat rakaat ini juga dijelaskan surah yang dibaca di rakaat pertama setelah surat Fatihah yakni surah Al A'la. Kemudian di rakaat kedua As Syamsi, lalu surah Ad Dhuha dan terkahir Al Insyiroh dan Al Ikhlas 21 kali.

Tangal enam Syawal, disunnahkan sholat sunnah enam rakaat pada setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surah At Thoriq dan setelah salam membaca shalawat seratus kali. Kemudian tanggal sepuluh Syawal, setiap harinya disunnahkan membaca Surah Fatihah lima puluh kali. Fadlilahnya mendapatkan pahala seperti menghatamkan Al Quran.

Kemudian amalan di bulan Syawal yakni ziaroh kubur, silaturrohim, membaca dzikir dan wirid. Kemudian paling masyhur atau puasa sunnah enam hari, atau Syawalan. Puasa Syawal selama enam hari bisa kita lakukan di awal, tengah maupun akhir. Artinya mulai tanggal dua Syawak sudah disunnahkan berpuasa. Dalam suatu riwayat hadist disebutkan bahwa: "  Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian diteruskan puasa rnam hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun penuh". Oleh karena itu, mari kita sempatkan puasa Syawal. Terus semangat dalam beribadah.

Salam literasi

Fitri Fitroh Kembali Seperti Bayi



Idul Fitri, kembali menjadi sifat asli manusia, itulah seharusnya. Menjadi fitroh awal manusia yang bersih tanpa dosa, seperti bayi yang baru lahir. Bukan sebagai moments hura-hura, bermewah-mewah dengan segala hiasan dunia. Salah satunya dengan identik adanya baju baru.

Idul fitri harus kita maknai dengan benar. Harus banyak syukur dengan segala kenikmatan yang diberikan Allah. Salah satunya yakni kesehatan dan lengkapnya kehadiran keluarga. Sebab tidak sedikit diantara kita, mungkin salah satu dari orang terdekat, terkasih, kita harus berpulang. Kemudian Idul Fitri ini tidak bisa berkumpul. Kehilangan adalah hal berat, sehingga mengenang dan kirim doa satu-satunya jalan untuk bersilaturrohim dan meredakan rindu serta kangen kita.

Tangis haru sungkeman dengan orang tua tiada tanding nilainya dibandingkan segala hiasan di depan mata. Berkumpul dengan sanak keluarga saling memohon maaf, makan bersama-sama, bercengkrama lalu berfoto bersama mencerminkan betapa indahnya Ukhuwah Islamiyah. Selain itu mencerminkan bahwa kita manusia biasa dan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Bukan ditinggikan akan keegoisan dan keangkuhan.

Terlepas dari segala kekurangan setiap orang tidak sama, kalau bulan Syawal seperti ini rendahkan hati sepenuhnya. Untuk tetap menerima, meskipun tidak cocok, tali persaudaraan pun tidak boleh putus. Sehingga teruslah berbuat baik apapun kondisinya. Tata hati dengan berbaik sangka bersihkan segala penyakit hati. 

Akhirnya, saya mengucapkan selamat merayakan idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah saya perbuat. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah, sehat panjang umur penuh keberkahan, segala hajat baik dikabulkan Allah.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...