Jumat, 22 Juli 2022

Bawang Merah


Musim panen bawang merah. Di desaku kali ini panen raya, bawang merah. Awal bulan Juli kemarin harga masih melangit, tapi belum begitu banyak petani yang panen, masih satu du tempat bisa dihitung jari. Pada waktu itu rata-rata semua petani, menjualnya dengan sistem diborong di sawah langsung. Artinya, petani tidak perlu repot-repot membawa pulang dan mengguntingnya di rumah. 

Ukuran tanah mayoritas lima puluh, atau sebutannya dengan sak kedok hampir meraih laba tiga kali lipat. Artinya satu kedok bisa mendapatkan harga melangit dengan minimal tiga puluh juta ke atas. Bahkan jika bawang merahnya sehat dan kualitasnya bagus, merah merona, besar dan bulat itu akan lebih mahal. Satu kedok minimal empat puluh juta ke atas.

Di pertengahan bulan Juli seperti hari-hari ini, tiba-tiba harga menurun dengan drastis. Banyak orang berpendapat hal ini disebabkan kota Brebes telah kebanjiran, sehingga petani di sana terpaksa memanen bawang merahnya meski belum cukup umur, dengan harga murah. Lalu ada yang berpendapat bahwa, bawang merah dari Lombok telah datang memenuhi stok pasar, sehingga barang melimpah.

Akibatnya, panen kali ini biasanya perkilo mencapai tiga puluh lima ribu rupiah berubah dan menurun mencapai lima belas ribu rupiah. Lagi-lagi petani yang panen raya di desaku, harus lebih sabar menghadapi perubahan harga. Kalau melihat kualitas bawang merahnya hampir semuanya petani di sini berhasil, artinya bawang merahnya sehat dan bagus.

Itulah namanya perekonomian terus berputar. Apapun yang telah di dapat harus disyukuri dengan sepenuhnya. Tidak perlu berkeluh kesah kepada sesama manusia, jika belum sesuai harapan, husnudzon atau berprasangka baik saja kepada Allah. Semuanya pasti ada hikmahnya dan pasti ada rizki lainnya. Terima kasih para petani bawang merah di desaku. Saya juga termasuk di dalamnya, sehingga tahu betul proses dan pencapaiannya. Kita semua hebat. Dan salam selalu semangat.

Senin, 18 Juli 2022

Matsama 2022







MATSAMA adalah Masa Ta'aruf Siswa Madrasasah atau MPLM, masa pengenalan lingkungan madrasah, sebetulnya istilahnya saja yang berbeda namun isi dan agendanya sama yakni pengenalan. Kegiatan matsama biasa dilakukan di tahun ajaran baru. Tahun ajaran 2022/2023 ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Karena sebelumnya matsama dilaksanakan secara virtual sebab pandemi.

Matsama dilaksanakan selama tiga hari yakni mulai Senin, 18 Juli sampai Rabu, 20 Juli 2022. Di madrasah kami kegiatan matsama diawali dengan apel pembukaan matsama yang dipimpin oleh Kepala Madrasah secara langsung yang ditandai dengan pemakaian atribut buah di masing-masing kelompok kelas. 1A buah apel, 1B buah jeruk, 2 stroberry, 3 pisang, 4 apokat, 5A dab 5B semangka, kelas 6 mangga dan Mts gambar buku. Matsama tahun ini sangat berbeda, semua yang melaksanakan secara langsung dan diikuti oleh peserta didik di naungan Yayasan Pondok Pesantren Jabalkat artinya mulai dari Paud, Ra, Mi, dan Mts dengan jumlah peserta didik baru seratus tiga dan siswa lama kurang lebih seratus bersama semua dewan guru hampir tiga ratus.


Hari pertama matsama, adalah pengenalan semua guru dan sosialisasi tata tertib madrasah serta pembagian jadwal, buku dan kartu syahriah. Dan tentu saja banyak cerita dari wali murid, ketika menghantarkan putra pitrinya dengan berbagai cerita. Ada anak yang ceria, ada anak yang masih malu bahkan ada anak yang belum berani dan harus ditemani dalam barisan ada juga yang sedikit drama artinya menangis. Hal ini sangat wajar, karena masih masa pengenalan dan penyesuaian. Kemudian dari Bapak dan Ibu Guru semua semangat menyambutnya di pintu masuk dengan wajah bersinarnya.




Agenda hari kedua matsama kali ini tetap diawali dengan apel dan jalan sehat. Jalan sehat dilaksanakan agar peserta didik lebih mengenal lingkungan geografis serta letak madrasah dari jalan utama. Lalu jalan sehat ini juga sebagai syiar untuk masyarakat sekitar dan rasa terima kasih kami atas kepercayaan masyarakat. Setelah jalan sehat selesai kita makan nasi kuning bersama. Di teras madrasah untuk kelas 1, 2 dan 3 lalu di teras mushola untuk kelas 4 sampai kelas 7 MTs. Semuanya sangat sumringah mengikuti kegiatan ini dan makanan yang dibagikan semua habis.




Alhamdulillah acara dua hari ini lancar. Tinggal besok Rabu, 20 Juli 2022 untuk penutupan acara matsama dengan agenda wajibnya apel dan senam bersama. Semoga acara lancar dan diberikan kesehata semuanya. Besar harapan acara ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya. 
Salam semangat.

Jangan Hanya Demi Keuntungan


Sebenarnya apa yang dicari, untuk kesejahteraan bersama atau hanya menguntungkan satu belah pihak saja? Mendapatkan kepercayaan itu sulit, jika tim tidak solid. Saya merasa bukan pengaruh dari pimpinan saja itu terjadi. Dibalik itu semua ada tim yang benar-benar kompak mewujudkan kualitasnya.

Apa daya, jika tim-tim tersebut tidak dijaga dan belum diapresiasi dengan baik. Dan tunggu saja kehancuran karena keangkuhan dengan berkata "ini karena AKU". Saya pun bertanya kembali "kamu itu siapa?, toh akan kembali ke tanah yang punya" 

Jika tim tidak bekerja, mustahil juga sebagai pemimpin bisa melakukan tugas sebanyak yang ada. Oleh sebab itu, mari terus belajar menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri sebelum memmpin orang lain atau masyarakat luas. Belajar rendah hati untuk selalu menerima sara dan kritik. Jangan meninggikan ego demi keuntungan dunia yang tak seberapa.

Menjadi makhkuk sosial di muka bumi sudah menjadi kodrat untuk saling menghargai bukan untuk mengambil pikiran dan tenaganya lagi-lagi hanya keuntungan. Seperti makhluk hidup ada tiga jenis simbiosis dalam hidup bermasyarakat, simbiosis parasitisme, komensalisme dan mutualisme. Kalau memang belum sadar, belajarlah untuk membaca buku, apa perbedaan makhluk sosial dan makhluk individual.

Keresahan disebabkan hanya karena kekuasaan seperti bunga kertas yang awalnya indah lambat laun akan memudar dan rusak bahkan hanya sebagai sampah yang dibakar menjadi asap. Sekarang aman tunggu tiga tahun ke depan. Sebelum itu terjadi, segera sadari dan segera berbenah diri. Salam semangat

Jumat, 15 Juli 2022

Menulis Bukan Untuk Pujian Atau Sanjungan


Mengembangkan literasi di dunia pendidikan, memang bukan hal yang mudah. Berjalan sendiri akan terasa melelahkan. Entah apa yang ada di benak beberapa orang yang  seakan tuli dan buta terhadap suatu karya. Tidak hanya karya, mungkin menafikan potensi, bakat atau skill yang telah dimiliki oleh para generasi muda dengan berbagai alasan tak penting.

Literasi bukan ajang untuk mencari nama atau bahkan pujian dan sanjungan. Nilai dan makna akan manfaat literasi itulah yang harusnya kita kaji dan gali sedalam-dalamnya. Pada kegiatan literasi berulang-ulang kami tuliskan bahwa manfaatnya sangat besar. Melek huruf, kelancaran dalam membaca, meluaskan wawasan dan informasi dan memberikan kita pengalaman yang luar biasa.

Kegiatan literasi pasti berkecimung di dunia membaca dan menulis. Dan menulis bukan ajang ingin terkenal selayakanya selebritas. Tetapi ingin dikenal dengan prestasi yang lebih baik dan tentunya bernilai manfaat. Tidak hanya harum secara pribadi, namun semuanya, baik lingkungan keluarga, lingkungan kita bekerja bahkan masyarakat luas. Pertanyaannya apakah pejuang literasi jika menemuhi hal semacam ini, harus berhenti?

Tentu saja tidak. Semua akan kembali pada tujuan awal. Berjuang di jalan masing-masing dengan seberapa teguh niatnya. Jika belum berbuat dan mencoba kita tidak akan tahu seberapa besar kemampuan kita. Dan jika belum mampu mewujudkan jangan buru-buru meng-undereatimate apapun urusannya.

Meskipun melelahkan dan penuh dengan cibiran bahkan ejekan, biarlah itu menjadi bumbunya. Jujur, itu memang sulit, selayaknya manusia biasa punya hati dan pikiran dengan kapasitas sensitifitasnya yang berbeda. Diingat saja, orang yang pandai berbicara, suaranya hanya bergaung tanpa bekas di udara. Hilang dihempas angin begitu saja. Namun, jika kita menulis akan selamanya bisa dibaca dan diingat.

Yuk Semangat Lagi Menulis

Rabu, 13 Juli 2022

Edit Dan Selesaikan !


Editing kali ini, terasa lama entah apa yang membuat jubel. Dari tanggal yang sudah menjadi target, nyatanya masih mleset. Filza, ayo lebih semangat lagi untuk menyelesaikannya. 

Isi atau konten sudah siap, tapi mengapa di bagian sinopsis dan beberapa halaman awal macet. Sepertinya, Filza perlu jalan-jalan menyegarkan pikiran. Agar ide lahir dengan lebih cepat. Semangat lebih membara untuk menyelesaikannya.

Kegiatan yang penuh, kadang membuat lelah dan lupa editing yang harus dilakukan. Kegiatan satu ini mudah, tapi butuh niat yang lebih sungguhan. Kalau mau selesai tulisannya dan menghasilkan karya, ayo Filza lakukanlah, toh tinggal sedikit. Apalagi yang ditunggu. 

Inti dari tulisan ini, saya ingin membangkitkan semangat editing tulisan saya. Agar tetap terus melahirkan karya-karya yang baik. Teman-teman harus tahu, fase seperti macet, jubel, kurang semangat tetap bisa menghampiri siapapun termasuk saya, sebab kita semua hanya manusia biasa. Namun  tinggal bagaimana kita bisa mengendalikannya. 

Ada beberapa solusi menghadapi kejubelan atau semangat yang menurun ketika editing seperti ini. Misalnya dua jam melakukan editing dengan waktu yang dirasa cukup lama, sudah saat untuk istirahat. Kita harus menyadari editing tidak bisa selesai dalam sekali duduk. Cicil atau menanamkan seperti "nyemil" sedikit-sedikit tapi sering dilakukan. Ketika waktu istirahat, bisa diisi dengan memperkaya wawasan misalnya membaca buku atau menonton video atau bahkan mendengarkan musik. Jika mendengarkan musik pun, jangan sungkan untuk menggerakkan badan untuk melenturkan otot yang tegang ketika editing.

Editing berbeda dengan menulis, jika menulis kadang-kadang kata dan kalimatnya mengalir begitu saja. Namun, jika editing harus dibaca berulang-ulang, butuh merasakan dan menghayati isinya agar tetap selaras dan nyambung atau sesuai dengan topik yang dibahas. 

Selasa, 12 Juli 2022

Keadilan



Sebuah Kebenaran Untuk Mengungkapnya

Kesulitan Dan Pengumpulan Data Terkait

Menemui Banyaknya Halangan

Tak Mau Menyerah Untuk Melangkah Lagi


Kini Publik Bertanya Dan Menunggu

Dimana Kebenaran Itu?

Dan Sudah Sampai Mana Kasus Itu?

Jangan Bersembunyi Dan Menyembunyikan


Ketidak Beneran Dalam Bertingkah

Melanggar Norma Dan Nilai Kemanusiaan

Mereka Hanya Minta Keadilan

Dan Kebenaran Itu Terungkap


Jika Keadilan Dunia Tak Di Dapat

Jika Salah Masih DiBela Dan Ditutupi

Mereka Masih Punya Yang Maha Adil

Dan Karma Nanti Yang Akan Berkata

Senin, 11 Juli 2022

Walau Hanya Sekedar Kabar



Tidak Akan Tertukar

Sebuah Kata Dan Kalimat

Untuk Menjadi Sebuah Larik Cinta


Ungkapan Yang Terdalam

Bagaikan Relung Hati Yang Tak Bisa Berdusta

Hanya Untuk Sebuah Penerimaan Dan Pengakuan


Jangan Kau Hiraukan Jika Itu Terpaksa

Ini Hanya Barisan Kata Menjadi Kalimat

Bukti Ketulusan Akan Adanya Penantian


Barisan Puisi Yang Kesekian

Membuatku Tahu Tentang Keabadian

Walau Hanya Sekedar Kabar

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...