Kamis, 30 Desember 2021

Liburan


Empat belas hari menikmati masa liburan di semester ganjil mulai 20 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 dan menyambut tahun baru 2022. Banyak kegiatan yang sudah kita lakukan untuk mengisinya. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Jangan sampai terlewatkan untuk menaati protokol kesehatan jika memang mengisi liburan di luar rumah. Seperti di tempat wisata, ke luar kota, sekedar jalan-jalan di mall atau menonton di bioskop. Mengingat pandemi covid 19 masih belum berakhir sungguhan.

Di balik kata liburan, ada hal penting yang harus kita ingat. Mengoreksi diri, menambah, memperbaiki yang kurang,  menyegarkan hati dan pikiran, dalam segala hal. Sehingga ketika kembali bekerja setelah liburan, kita akan lebih baik dalam segala aspek.

Liburan harus mempunyai makna atas rasa syukur yang tiada henti. Mungkin kenikmatan dan kebahagian setiap orang akan berbeda. Tetapi, rasa syukur harus kita tingkatkan. Seperti liburan hanya di rumah, berkumpul dengan keluarga, makan bersama, berkumpul, bercengkrama sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Kadang kita diberi libur sekian hari, masih kurang. Kadang libur sekian hari harus di buat rapat, mengisi rapot, pelatihan, artinya harus mengurangi jatah liburan. Kasab mata, jatah liburan kita berkurang, namun nilainya bertambah. Bertambah ilmu, bertambah pengalaman, bertambah teman, dan bersosial.

Sifat manusia memang tak pernah puas dan akan selalu kurang, jika tanpa pengendalian hati di diri sendiri. Oleh karena itu, manfaatkan liburan ini dengan baik dan positif. 

Libur itu hak kami. Kami pun bebas untuk mengisi kegiatan apapun. Tapi, sekali lagi jangan kekang kami, jangan paksa kami. Kadang-kadang saya itu berfikir, senang sekali merepotkan orang lain. Apakah mereka yang di sana itu, tidak metime dengan family atau bagaimana, entahlah.

Ya baiklah, jika ada informasi mendadak masuk, hati benar-benar harus legowo untuk menerimanya dan melakukannya. Bismillah diniati ibadah saja. 

Selasa, 28 Desember 2021

Dua Makna Kaya



Ada kalimat "kalau sudah kaya, mau belanja apapun sudah tak akan tengok harga". Pernyataan ini realistis. Memang benar, jika sudah kaya, belanja tak akan melihat harga, dan asal ambil saja. 

Tetapi, memaknai kata kaya itu ada dua jenis. Kaya yang pertama kaya akan materi. Materi disini bisa berupa uang, harta benda, kemewahan, seakan materi harta benda tak akan habis digunakan. Mobil mewah, rumah bak istana, mobil mewah terparkir berbaris-baris, investasi tanah luas tak terhingga, bisnis tak pernah surut.

Seakan hidupnya bahagia bergelimang kekayaan materi tersebut. Kita yang melihatnya secara instan, tak akan tahu betapa kerja kerasnya, atau kesedihan, ujian dan cobaan yang mereka hadapi. Memang, belum tentu kaya akan materi baik berupa uang, mobil mewah, belanja tanpa melihat harga, dia merasa bahagia, aman, dan bebas misalnya. Orang melihat pasti cenderung yang menyenangkan, kadang mata hati juga menolak untuk melihat kesedihan. Sehingga yang melihat itu enak, mudah dan pasti punya angan-angan dan berkata "seandainya, aku jadi dia".

Makna kaya yang kedua adalah kaya akan mental. Untuk kaya mental, saya memberikan sebuah arti bahwa orang harus memiliki mental yang sehat, tenang, nyaman, enjoy tanpa merasa iri dengki kepada orang lain. Kaya mental ini sangat penting, bayangkan saja jika hanya kaya materi tetapi tak kaya mental. Kita bisa ambil contoh, kaya materi, banyak uang tapi tak kaya mental, sukanya menjatuhkan orang lain demi hanya keuntungan dirinya sendiri, kaya materi namun keluarga berantakan sehingga tak nyaman di rumah. Suka iri, suudhon, negatif thingking apapun yang ia lihat. Tentu saja, ini tidak baik. Mental lama kelamaan akan rusak.

Lalu, kaya mental tapi tak mau bekerja, kaya mentalnya hanya suka meminta-minta ini juga tak baik. Hidup jika bisa diminta itu, ya yang kaya mental tapi juga kaya materi. Bergelimang harta dan kemewahan dengan hidup tenang. Jangan salah, kalau keduanya ingin selaras, jangan lupakan hak-hak orang lain dan selalu bersihkan hati pikiran.

Tapi diatas istilah kaya ada kata cukup. Cukup mempunyai arti yang sangat luas. Seperti sebuah makna disalah satu doa bahwa Ya Allah cukupkan dalam segala hal. Naik haji cukup, beli mobil, motor, sepeda, cukup, bangun rumah, bangun bisnis cukup, gaji karyawan cukup, semua tercukupi. Ini lebih indah dari pada kata kaya.

Maka, dari uraian di atas, kita harus banyak belajar, kaya materi itu hanya titipan yang bisa diambil kapan saja. Kaya itu juga ujian sewaktu-waktu diuji harus siap. Dan kaya materi itu jangan diletakkan di hati, sebab susah lepasnya. Namun, jika kaya materi hanya di tangan, dengan ringan kita akan mengeluarkan atau berbagi.

Lalu kaya mental, sehatkan dengan segala dzikir, banyak bersyukur akan segala nikmat yang diberikan Sang Kuasa untuk kita. Mental jangan dirusak dengan sifat tercela. Jadi intinya jatah rizkimu tak akan tertukar dengan orang lain. Maka harus banyak bersyukur.

6C Yang Hendaknya Dihindari Laki-laki


Sebagai laki-laki yang sudah siap menikah, itu artinya segala tanggung jawabnya sudah diketahui. Selain mengetahui, artinya sudah siap untuk menerima segala resiko yang dihadapi. Apakah laki-laki atau suami itu tugasnya hanya mencari nafkah?

Iya, itu wajibnya nafkah dhohir dan batin. Namun, tidak cukup sampai disitu saja. Pada rumah tangga suami dan istri harus saling bersama-sama menyadari untuk saling membantu. Misalnya, jika istri sudah mencuci baju dan disambi memasak, mengurus anak, hendaknya segera sadar bahwa cucian baju belum dijemur. Sehingga hal-hal kecil demikian membantu menjemur saja sudah begitu mengurangi kerepotan istri.

Kadang laki-laki itu kepekaannya terhadap hal kecil kurang, maka perlu dengan sangat untuk diingatkan. Kalau hanya menunggu peka, kadang-kadang sebagai perempuan akan merasa kelamaan dan tidak sabar. Sehingga cenderung akan membuat kesel atau jengkel. Maka, sebagai perempuan kita harus sering mengingatkan. Ingat mengingatkan berbeda dengan cerewet.

Ada 6C yang harus dihindari oleh laki-laki terutama sudah beristri. 6C ini sebenarnya sudah sering kita ketahui. Dan tidak menutup kemungkinan ada disekitar kita atau bahkan kita mengalaminya. Jika demikian, mari kita belajar bersama untuk menghindarinya.

Apa saja 6C yang hendaknya dihindari oleh laki-laki atau suami, diantaranya:

1. Cethil = pelit terhadap kepentingan rumah tangga. Untuk kepentingan dirinya sendiri fine. Tetapi, untuk keperluan istri dan anak cenderung perhitungan dan pelit.

2.Cemburuan= kadang dalam rumah tangga cemburu perlu katanya sebagai bumbu sehingga ada porsinya. Tapi jangan cemburuan sebab jika cemburuan, akan cenderung kepada curiga. Yang akhirnya merugikan kedua belak pihak

3. Cerewet= suka mengorek segala hal yang tidak penting. Di poin ketiga ini, laki-laki yang suka bergosip yang tidak penting. 

4. Clutak = mengambil sesuatu yang bukan haknya dan tanpa izin. Atau tangannya suka berjalan kepo terhadap sesuatu milik orang lain.

5. Cupar = suka mengurusi keperluan dapur, sekecil apapun. Misalkan istri belanja bahan-bahan dapur, dia ikut nimbrung dan membacakan, ini tidak perlu, itu tidak perlu, ini kebanyakan, itu kebanyakan, ini pemborosan, bawang merah itu belinya sedikit saja satu ons, bawang putih satu bungkul, cabai satu ons dan seterusnya. 

Menurut saya, sebenarnya hal demikian bisa menjatuhkan derajat seorang laki-laki itu sendiri, mengapa? Urusan dapur dan memasak itu yang tahu istri, sehingga bumbu-bumbu yang tahu perkiraan penggunaanya juga istri. Jika terlalu sering dibacakan, menurut saya tidak etis dan akan bahaya. Perlu diingat bahaya membuat istri tidak nyaman. 

6. Centil= genit, kepada perempuan yang bukan mahramnya. Ini sangat bahaya sekali maka yang perlu hati-hati bukan saja istri namun juga para suami. Mengingat maraknya "pelakor" di luar sana. Naudzubillah !

Istilah 6C ini memang tersaji dalam Bahasa Jawa. Dan ini saya dapatkan ketika ngaji yang masih sama dengan beliau, Bapak K. Musatamam. Sebenarnya dari beliau ada 5C, namun saya menambakan di poin ke enam.

Semoga menjadi pengingat kita semua. Tidak ada manusia sempurna. Maka dalam mahligai rumah tangga jangan gengsi, terbukalah, komunikasikan, diskusikan dengan baik serta terbuka tentang segala hal, bahkan urusan apapun. Semoga kita semua menjadi keluarga yang selalu dalam lindungan Allah. Sehingga Sakinah  Mawaddah Warohmah Wabarokah. Amin

Senin, 27 Desember 2021

5K Yang Harusnya Dihindari Perempuan


Pada kesempatan yang berharga, di acara walimatul ursy, atau pernikahan saudara kali saya bertemu guru saya kembali. Beliau sudah dikenal sebagai guru, penasihat, Kyai dan salah satu tokoh Nu di Tulungagung. Beliau juga sering diundang untuk mengisi Mauidhoh di acara pernikahan. Beliau adalah Kyai Mustamam.

Di pernikahan kami beliau juga mengisi Mauidhohnya serta terima pasrahnya. Dawuh-dawuh beliau terus kami ingat. Ciri khasnya ketika di acara pernikahan atau resepsi, bila beliau mengisi acara, beliau akan naik di koade atau panggung dekorasi pengantin dan duduk di samping mempelai laki-laki. Lalu beliau memberikan doa dan mempelai laki-laki menirukannya sambil memegang dahi mempelai perempuan. Selanjutnya baru beliau memberikan nasehat penting kepada penganten baru serta para hadirin.

Sebenarnya banyak poin penting atau catatan penting pada semua utarakan. Dan saya berkesempatan merangkumnya tentu dengan bahasa saya sendiri. Salah satu catatan saya, adalah pesan "5K" yang harusnya di hindari untuk perempuan. 

Kira-kira pembaca, tahu tidak "5K" untuk perempuan yang posisinya sudah menjadi seorang istri? Jika belum, dan penasaran teruslah membaca sampai akhir ya. 5K ini harus benar-benar dihindari, diantaranya:

1. Kenyeh artinya cerewet

2. Kebluk artinya suka bangun terlambat

3.Kemalan artinya manja yang berlebihan

4. Kemenyek artinya sok pintar

5. Kemayu artinya sok cantik tapi faktanya berbeda

Wah "5K" tersebut jika dikupas satu persatu akan panjang. Saya akan membahas diantara 5K itu yang paling melekat di perempuan yaitu "K" yang pertama "Kenyeh" atau cerewet. Cerewetnya perempuan kadang memang diperlukan tetapi jangan berlebihan.

Sehingga jika kita sebagai perempuan suka cerewet, ngedumel, bergegas untuk minum dan istighfar sebanyak mungkin dan tarik nafas yang panjang. Lalu jika mau ngedumel tanpa suara, berteriaklah di dalam hati masing-masing. Atau paling mujarab adalah tidur.

Itulah "5K" yang harus dihindari oleh perempuan. Kalau memang tak bisa dihindari setidaknya dikurangi dan diminimalisir. Semangat  perempuan solihah semua. Amin

Jumat, 24 Desember 2021

Persiapan Tanam Padi



Musim menanam padi, banyak sekali persiapannya. Mulai dari nyawur benih, kemudian sekitar umur dua puluh lima hari akan di tananam. Sebelumnya mempersiapkan papannya atau tanahnya. 

Mempersiapkan tanah dengan dibajak, kalau dulu membajak dengan hewan kerbau sekarang sudah memakai mesin bajak. Hari ini tanah sawahnya mulai di bajak. Namun, sebelum dibajak oleh mesin, ternyata harus dialirkan  air. Tujuannya agar mempermudah, mempercepat kerja mesin bajak.

Kenapa harus dialirkan air dari disel, apakah tidak ada sungai irigasi atau sawahnya sedikit banjir atau nyembong. Kebetulan sawah di area desa kami yakni desa Mirigambar Mirodudo itu sawah yang gampang kering. Sehingga air tidak begitu menggenang, cuma sedikit basah saja.

Hari ini Jumat otomatis tukang bajaknya, Abah serta suami harus jumatan. Sementara masih ada dua lokasi yang harus di bajak. Yang di lokasi A, sudah selesai, kemudian di lokasi B, proses di alirkan air melalui disel. Nah, saya bagian menunggu disel di sawah ini. 

Di siang bolong, menuju manjing jumatan, sawah suasananya sepi, seakan hanya ada saya, dua disel, satu mesin bajak. Ada beberapa orang yang lalu lalang, berangkat jumatan tapi posisi jauh dan terlihat sangat kecil.

Mengapa harus di tunggu? Karena demi keamanan. Dimana saya harus menunggu, di pinggir, dibawah pohon pisang, sinambi makan dan minum, karena membawa bekal dari rumah. Tentunya, membawa handphone untuk hiburan dan menulis.

Angin spoi-spoi terasa, kumandang adzan jumatan bersahut-sahutan. Sementara terik panas tak aku rasakan. Ada dua disel yang di tengah sawah, satunya harus diam karena mogok, yang tak lepas dari pandangan.

Cerita siang hari ini.


Kamis, 23 Desember 2021

Aku Masih Terus Berjuang




Aku Masih Berjuang

Berdiri Tegak Meski Kadang Merapuh

Aku Akan Terus Memperjuangkan

Yang Menjadi Angan Dan Citaku


Aku Masih Berjuang

Agar Tetap Fokus

Meski Banyak Tanya Dari Mereka

Mengapa, Kenapa, Bagaimana


Senyum Adalah Jawaban Terbaik

Untuk Mereka Yang Hanya

Berorientasi Kepada Hasil


Aku Masih Berjuang

Melawan Rasa Pesimis

Kepada Banyaknya Proses Yang Kujalani


Jika Berjuang Adalah Kekuatan

Untuk Menjalani Proses

Maka Sudah Kuyakini

Hasilnya Akan Membanggkan

Selasa, 21 Desember 2021

Puisi Ibu



Tidak Akan Habis

Kata Yang Melukiskan

Segala Tentang Ibu


Tidak Akan Habis

Keringat Yang Menggambarkan

Segala Jerih Payahmu


Tidak Akan Berhenti

Segala Doa Untuk Semua Putranya

Semua Jiwa Raganya 


Terimakasih Atas Semuanya

Semoga Selalu Sehat Panjang Umur

Berkah Melimpah Segalanya

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...