Selasa, 31 Mei 2022

Coretan Hati




Firasat Hanya Sebatas Angan

Bukan Untuk Menyatakan

Menyayangi Dan Rasa Tersembunyi


Bagaimana Aku Bisa Mengagumi

Aku Sadar Hanya Sebatas Itu

Dan Tak Akan Memiliki


Kamu Hanya Akan Terlintas

Mengapa Harus Tetap Membekas

Kemudian Terus Membayangi


Inilah Coretan Hatiku

Bukan Ungkapan Yang Berarti

Bukan Pula Mengeluh Meratapi


Inginku Kau Tahu

Bahwa Aku Tetap Mengagumi

Tanpa Harus Aku Miliki 

Senin, 30 Mei 2022

Coklat Mengembalikan Mood


Ketika sudah suntuk, mood mulai berubah karena banyak kegiatan. Biasanya bawaannya akan mudah lelah dan malas. Cari suasana menarik untuk mengembalikan mood dan semangat lagi.

Pertama dengan cara berdiri sejenak, dan jika dalam ruangan cibalah berjalan melihat taman dengan nuasa hijau dan segar. Kedua wudhu atau cuci muka agar lebih segar. Ketiga makan yang berasa manis seperti coklat atau permen. Bukan semata untuk nyamil, namun satu atau dua buah cukup untuk memberikan rasa dilidah yang kosong.

Coklat menurut saya sangat berperan dalam mengembalikan mood. Kita tahu jenis coklat sangat banyak. Kita bis memilih salah satu yang menurut kita akan cocok di lidah kita. Yang suka agak padat kemudian lumer ketika di makan.

Lalu jangan lupa minum air putih yang banyak, sesuai anjuran minimal dua liter dalam sehari. Di meja kerja atau di kantor tempat anda kerja, hendaknya air putih itu wajib ada. Jika memang terpaksa tidak ada, anda hendaknya dapat membawa sendiri. Mari terus memberikan nuasa positif dan semangat dalam bekerja.

Salam semangat

Sabtu, 28 Mei 2022

Masak Bersama


Hari ini ujian praktek seni budaya dan prakarya. Mungkin agak berbeda selain seni tari, melukis, teater, memahat, membatik yang sudah pernah kita lakukan, untuk kerja kelompok kali ini dengan memasak. Memasak dengan menu yang telah ditentukan. Dan satu kelas kami membaginya menjadi lima kelompok.

Kami membagi menu dan anggota kelompok secara acak dan undian. Kelompok 1, menu yang dimasak adalah nasi goreng dan es campur, dengan anggota kelompok ada Atina, Fitriana, Yumna, Asywa dan Fakhri. Kelompok 2, menunya nasi kuning dan juz jambu merah, dengan anggota Marsa, Azki, Diani, Aldo, Ali dan Hakim.

Kelompok 3, ada menu nasi campur dan es buah, dengan anggota kelompok Alvino, Sila, Max, Bilqis, Depanu. Lalu kelompok 4 ada memu gado-gado dengan es kolak kacang hijau dengan anggota Vresil, Naira, Fatir, Fitriani, Diana, dan Rizki. Kelompok 5 yang terakhir dengan menu kebab, omlet dengan es dawet, anggotanya Mifta, Syufia, Ikna, Novi dan Davin. Semua mampu bekerja sama dengan baik dan kompak. Meskipun masih ditemukan ada beberapa kekurangannya.

Pukul delapan sudah siap di dalam kelas dimeja masing-masing dengan menu yang sudh mereka siapkan. Setiap kelompok menuliskan nama kelompoknya dan bahan-bahan yang digunkan serta cara membuat. Sebab, selain memasak dan menghias makanan tersebut menjadi menarik tapu juga enak dimakan, mereka juga siap untuj berpresentasi.

Presentasi tersebut menjelaskan dari menu makanan mereka masing-masing dan tentu sip untuk di tanya. Ada beberapa kelompok yang sangat terlihat bekerja keras memasak sendiri, menghias dan sangat enak. Namun, ada yang total semu dibantu orang lain, sehingga ditanya apapun hanya diam dan bahkan mengarang. 

Setelah ditanya, baru kami coba makanannya, saya pribadi sangat terkejut, ada yang benar-benar lezat, enak, ada yang hanya dominan rasa asin. Lalu minumannya ada yang sangat manis, tapi juga ada yang tidak ada rasanya, hambar. Tetapi, secara umum semua enak dan bisa dihabiskan dan dibuktikan semua Bapak/Ibu guru.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. Terutama anak-anak dan wali murid semuanya. Alhamdulillah semua bisa kerjasama dengan baik, sehingga acaranya praktek ini bisa berjalan dengan lancar.

Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa harus memasak, lalu apa saja manfaat dan apa saja yang dinilai. Tujuan utama dari ujian praktek ini, anak-anak mampu mengasah kemampuannya dalam memasak, mengenal bahan-bahan dapur, dan mampu bekerja sama antar teman dengan baik atau komunikasi. Lalu yang dinilai adalah kebersihan, kerapian memasak, kemudian rasa dan estetika dalam menyediakan menu makanan. Kami berharap, semua memberikan manfaat dan berbekas bagi semuanya. Terima kasih salam semangat berprestasi, dan mari terus berkarya.



Jumat, 27 Mei 2022

Jika Suka, Ulangi Dan Tekuni



Kesukaan terhadap sesuatu memberikan hasrat ingin selalu mengulanginya. Jangan hanya sekali dua kali mengulangi. Istilahnya ulangi seterusnya sampai kamu bosan, dan bosan itu sudah membangun kebiasaan tanpa kita sadari. Kesukaan yang telah kamu ulang dan ulang terus menerus akan sampai membuahkan hasil yang diharapkan.

Dikata lain istiqomah atau ajeg. Istiqomah itu memang berat, kalau tidak ada niat yang kuat. Lakukan saja terus, jangan pernah berhenti. Apa saja kesukaanmu yang mengarah kepada hal positif dan bermanfaat. Seperti halnya, menulis, menyanyi, membaca, mereview makanan, membuat video pembelajaran, memasak, merias, traveling dan masih banyak lagi.

Alistiqomah'alamatul karomah, istiqomah akan selalu membawa kepada kebaikan. Percaya atau tidak? hanya bisa dibuktikan oleh kita sendiri. Jika orang lain bercerita, tentang buah dari keistiqomahan, kita akan bergumam. "Tenan opo piye? Mosok ta?" Oleh sebab itu, ayo buktikan dengan lakukan terus menerus apa yang kamu suka. Buktikan sendiri sampai benar-benar terbukti dan hingga kamu berkata "Bener, pancene"

Dibalik banyak mengulangi kepada hal yang kamu suka, mungkin ada drama naik turun. Tidak melulu mulus, tapi terjang saja lewati dengan penuh percaya diri dan usaha yang maksimal. Ketika menemukan satu perkara yang terlihat menghambat semangat untuk mengulangi, cobalah bersahabat dengan keadaan sinambi mencari solusi. Jangan malah lari dengan masalah tersebut.

Jadi, istiqomah itu juga membutuhkan perjuangan, keuletan dan jangan berfikir sehari istiqomah sebulan mendapat keuntungan. Hal ini kurang tepat, artinya istiqomah bercontinue, maka buah yang kamu dapat pun akan berkelanjutan. Keep fighting. Remember, hidup itu perjuangan, kalai tidak mai berjuang dan berusaha hanya berpangku tangan. Wah tunggu saja keambrukan. 

Kamis, 26 Mei 2022

Lapisan Hati


Saya masih ingat ketika belajar kitab tasawuf ketika membahas bab hati. Kala itu bersama Dosen sekaligus Ust kami semua yakni beliau Ust Yahya. Kita tahu hati berasal dari bahasa Arab Qolbun yang artinya segumpal darah. Namun, siapa sangka dalam kitab tersebut, dijelaskan dalam kitab tersebut hati itu terdiri dari beberapa lapisannya.

Pertama ada lapisan Lubb, pada lapisan Lubb ini hati tersebut akan selalu berdizkir apapun keadaanya, apapun kondisinya dengan segala waktu kesempatan yang telah dimiliki. Sehingga Lubb tersebut memancarkan Nur atau cahaya. Lubb tersebut bersifat sangat sirri atau rahasia. Yang tahu hanyalah dirinya sendiri dan Allah. Seakan semua lisan, pikiran dan semua yang berjalan hanya nama Allah yang tertera dan teringat.

Lapisan Fuad, lapisan fuad ini tepatnya setelah lapisan Lubb yang akan menghidupkan hati kita, memberikan rasa senang, suka atau cinta. Dan semua rasa tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Lapisan selanjutnya adalah Qolb atau hati yang memberikan arah dalam memberikan suatu keputusan antara yang baik atau yang buruk. 

Nur atau cahaya Allah akan ditunjukkan dan dipancarkan melalui Lubb dan Fuad. Dan pada lapisan Lubb dan Fuad maka akan berkaitan dengan hati yang Ma'rifat. Yang tingkatan iman dan Islamnya sudah tinggi. Selanjutnya ada lapisan Qolb adalah Shodr, lapisan keempat  ini ada iman, amaliyah Islamiyah. Lapisan Shodr lapisan terakhir yang berhubungan dengan ikhtiar, penuh kejujuran dan kebenaran.

Mari kita amati lapisan-lapisan hati tersebut. Sebetulnya semua hati itu bersih, baik namun ternyata kita sendiri yang menodai dengan berbagai nafsu. Nafsu yang mengarah kepada kegelapan, kejelekan dan keserakahan. Sedangkan ruh dalam setiap relung hati, yang sejatinya selalu mengajak kepada kebaikan. Mari, terus memelihara kebaikan dan menghiasi hati kita dengan amaliyah yang baik. Senantiasa menata hati dan mengolah rasa dan pikiran kita untuk tetap berusaha menjadi orang yang baik dan bermanfaat.

Salam semangat

Tiga Hal Yang Akan Merusak Ibadah




Kesempatan dalam suatu majelis ta'lim kita niatkan mencari ilmu. Mendengarkan dan menyerap segala informasi dengan saksama. Kali ini bersama Ibu Nyai Hj. Nurul Ain dari Selir, Wates Kediri. 

Ada beberapa ilmu yang bisa ditangkap dari beliau sekaligus menjadi pengingat. Ada tiga hal yang merusak segala ibadah yang telah kita lakukan. Seperti halnya ketika di bulan Ramadhanbkemarin, kita berlomba-lomba taqorrubilallah  mengahtamkan Al Quran, jamaah lima waktu tiada putus, shodaqoh, infaq, sholat sunnah tahajud tiap malam. Namun, ketika Ramadhan berlalu. Semua amalan ibadah itu juga berlalu. Jangan sampai ini terjadi.

Bahkan tanpa kita sadari. Seingat kita, kita sudah maksimal dalam ibadah. Nyatanya tanpa terasa ada tiga hal yang merusak segala bentuk ibadah itu? Diantaranya adalah pertama, jangan suka mengumbar aib orang lain, menghosipkan orang lain, menjelek-jelekkan orang lain. Sebab hal demikian inilah sebenarnya yang akan merusak diri kita. Merasa paling benar akan segala yang dimiliki. Merasa paling dan paling. Inilah perkara yang sangat sangat harus dihindari.

Kedua, hindarilah hati yang keras. Hati yang keras sangat berbahaya. Kerasnya hati pula yang akan membutakan segala kebenaran. Susah menerima nasehat kebaikan. Maunya sendiri, bertindak dengan penuh keegoisan. Jika dirasa kita sedikit arogan akan sikap tersebut, maka harus berhati-hati, jangan-jangan ada tanda hati kita mengeras meskipun itu hanya senoktah. Harus cepat sadar dan waspada dan segera kembali di jalan yang benar. Oleh karena itu, betapa pentingnya beristighfar, memohon ampun kepadaNya.

Ketiga, yakni hindari kedzaliman. Dzalim terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain. Dzalim dengan berkembangnya zaman medianya sangat beragam dan sangat mudah terjadi, tidak hanya terjadi secara langsung. Salah satunya melalui media sosial. Oleh karena itu, hindari kedzaliman apapun medianya. Lebih bijaksana menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Tidak perlu pasang story, dengan tujuan mengumbar kejelekan, kebohongan apalagi memfitnah. Nadzubillah

Maka sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Harus berhati-hati dengan menjaga, merawat, memelihara Habluminallah dan harus seimbang dengan Hambluminannas. Jangan sampai segala bentuk ibadah kita bernilai kosong akibat hubungan sesama manusia kita tidak baik. Berlaku juga untuk sebaliknya.

Salam semangat

Rabu, 25 Mei 2022

Jujur Terhadap Diri Sendiri


Mengapa jujur kepada diri sendiri itu penting?  Lalu mengapa jujur kepada diri sendiri itu menjadi kewajiban? Mari kita mencoba meraba kepada diri sendiri, sudahkah kita melakukannya?

Bagaimana kita bisa jujur kepada orang lain, jika kita tidak mampu jujur terhadap diri sendiri. Sepertinya hal sepele, namun bisa fatal akibatnya jika tak mampu jujur. Jujurlah jika merasa senang, bahagia atau sebaliknya kecewa dan kesal. Jika tidak mampu jujur, ujungnya hanya menggerutu dan kemunafikan bisa menempel. Naudzubillah

Mungkin jika tidak dilatih, kita akan terbiasa. Inginnya basa basi, tapi tanpa terasa semua yang lahir dari kata dan kalimatnya menjadi basi bahkan memyakiti. Oleh sebab itu, jujur dan apa adanya berkata tidak perlu dikurangi ditambahi. Suka juga katakan suka, tidak suka katakan dengan halus tidak suka, baik katakan baik, jelek katakan jelek. Menjadi objektiv memang kadang menyakitkan bagi sebagian orang, tapi menurut saya itu wajar diutarakan dengan jujur demi kebaikan.

Manfaat jujur terhadap diri sendiri itu sangat banyak, salah satunya adalah hidup menjadi sangat ringan dan mudah. Selalu menjaga agar lebih hati-hati dalam bertindak, bersikap dan bertingkah laku. Sebab mereka yang demikian berfikir dan bertindak kepada orang lain akan selalu dikembalikan kepada dirinya sendiri. 

So must be honest to self.

And Another People

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...