Rabu, 30 November 2022

Berteman Bersahabat



Pernah tidak berfikir bahwa segalanya menurut kita tidak sengaja? Padahal Allah sudah mengaturnya. Seperti pertemanan, persahabatan bertemu berkenalan dengan siapapun. Rasanya indah sekali jika mampu memaknai dengan rasa syukur. 

Pernahkah juga berfikir, mengapa harus kita? Sebetulnya, jawabannya pun simpel, sebab kita mampu menurut Allah. Bukan ukuran manusia harusnya yang menjadi patokannya. Lalu mengapa harus mengeluh kepada sesama manusia. Jalan satu-satunya adalah berjalan seiringan dengan penuh ikhtiar dan usaha.

Intinya manusia hanya wayang. Hanya melakukan lelakon atas jalan cerita yang diberikan Allah. Terima kasih dan syukur tiada henti, diberikan kesempatan bertemu mereka. Disatukan dengan keadaan dan lingkungan yang mulia. Layaknya pertemanan dan persahabatan dibangun sebab ilmu itu sangat indah. Berbagi pengalaman di berbagai bidang itu menyenangkan. Semoga pertemanan, persahabatan sampai menjadi membangun persaudaraan mengarah dan memberikan kemanfaatan, kebaikan satu sama lainnya.

Terlepas dari banyaknya kekurangan dalam pertemanan, diambil saja hikmah dari kekurangan tersebut. Cara menjaganya pertemanan, persahabatan bisa memahami karakternya. Kesukaan dan ketidaksukaannya harus kita ketahui. Intinya, kompak saja, jangan terlalu "ceklekan" gampang tersinggung dengan guyonan. Justru kadang  dari guyonan sesama teman ada bahan buat renungan untuk sebuah nasehat bagi diri sendiri. 

Mengenal banyak orang itu perlu. Berteman dengan siapapun juga perlu. Sejak dari sekolah sampai saat ini pasti memiliki teman bahkan sahabat. Bahkan sahabat menjadi layaknya saudara juga banyak. Alhamdulillah harus disyukuri. Semoga pertemanan, persahabatan menjadikan persaudaraan semakin dekat dan baik. Seperti hari ini, terima kasih disatukan oleh waktu. Mencocokkan waktu, janjian sampai bertemu dan diskusi pelajaran hidup. Membahas karir serta cita-cita ke depan. Bahkan belajar menjadi ibu yang baik dari salah satu dari kita yang sudah menjalaninya langsung, itu menyenangkan. 

Jangan menutup diri. Mari terus belajar dengan membangun persaudaraan. Terima kasih banyak kepada sobat-sobatku ini, sudah terima dengan baik, terlepas dari banyaknya kekuranganku. Sister Ulvia yang selalu ter-upadate segala hal, Sister Sevia, yang always higenis segala hal, Sister Retno, yang anggun, murah senyum dan strong akan segala hal. Saya beruntung sekali memiliki kalian. 

Senin, 28 November 2022

Foto Juga Bentuk Sebagai Laporan



Kegiatan apapun hari ini seperti suatu yang wajar untuk selalu diabadikan. Menjadi sangat penting dan menjadi bukti yang kuat untuk mendapatkan suatu fakta. Bagi saya pribadi mengambil foto di kegiatan yang sedang berlangsung hari ini, sebagai bukti bahwa kita mengikuti kegiatan tersebut. 

Sebetulnya bukan untuk tujuan lain apalagi untuk pamer. Jauh sekali benak demikian. Yang ada justru sebaliknya, sebagai bukti dakwah atau syiar bagaimana kita melakukan kegiatan yang positif. Penafsiran foto memang akan kembali kepada siapa yang menafsirkan dan memaknainya. Dan hal demikian adalah hal yang wajar. Sebab setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya. 

Nah, apa masalahnya? Mengapa masih ada, yang menganggap foto itu bentuk narsis? Dan bahkan ada yang menganggap tidak penting. Menurut saya kita harus bisa menempatkan diri saja. Foto sesuai kebutuhan dan kepentingan. Foto yang memberikan manfaat, seperti berbagi informasi dan motivasi dari foto sangatlah mudah.

So Be Nice With Your Picture. Ambil positifnya, tidak jarang orang berbagi foto di suatu tempat makan misalnya, sebab penasaran kita bisa mengikuti dan bertanya untuk ketempat tersebut. Melalui foto pun kita bisa mengenang segala kejadian di balik foto tersebut.

Minggu, 27 November 2022

Hadir Di Haul Pondok Pesantren Ngunut






Hadir di tengah-tengah ribuan bahkan puluhan ribu jamaah di Haul Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro. Bertepatan di hari Ahad, 27 November 2022 bersama suami, Umi, dan teman STAI MAS Bu Retno. Hadir di haul beliau, Alhamdulillah bukan yang pertama kali. Biasanya kami hadir dan bertempat di PDAM, sebab jamaah yang sangat banyak. Namun, kali ini sedikit berbeda, saya bertempat di depan panggung.

Meskipun beralaskan tikar seharga lima ribu, tidak mengurangi kehurmatan, kekhusyu'an, dan semangat mengikuti acara puncak haul ini. Acara puncak haul diisi oleh Habib dari Solo. Sebelum acara inti, ada pembacaan sholawat diba'. Tidak terlalu lama kami datang Mahalul Qiyam. Sungguh berbinar-binar rasanya hati ini.

Keberuntungan serta keberkahan bagi kami di awal yakni, suami saya Mas Hafidz Alhamdulillah di ajak oleh Pak Zamah, melalui jalur VIP. Jalur tersebut akan dijamu makanan layaknya undangan. Sedangkan jamaah umum diberikan nasi kotak di awal pintu masuk. Subhanallah sungguh luar biasa. Dan kami mengucapkan terima kasih.

Sedangkan kami bertiga, sudah beruntung di depan panggung dan nyaman. Tentu jelas sekali memandang semua yang ada di panggung. Semakin siang semakin padat, bahkan saya bertukar informasi dengan sesama teman yang bertempat di lantai dua, lantai tiga semua penuh tuturnya.

Di majlis haul ini ada beberapa hal yang saya catat. Pertama, sambutan Abah K.H. Muhammad Fathurrouf mewakili dzurriyah yang sekaligus beliau adalah Ketua Perguruan Tinggi Islam K.H. Muhammad Ali Shodiq (STAI MAS). Beliau menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran semuanya. Beliau, juga menyampaikan bahwa di pondok ngunut ini, berdiri sekolah tinggi, yang memiliki tiga program studi, diantaranya PBA, MPI dan IAT.

Kedua tentang biografi beliau almaghfurrllah Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro, yang disampaikan oleh Kyai Nashih. Nama putra putri beliau yang ada sembilan. Lalu, Awal berdirinya lembaga-lembaga. Perjuangan beliau hingga dzurriyahnya sampai sekarang ini. Semoga semua dzurriyahnya, diberikan kesehatan.

Ketiga adalah isi tausyiah Habib dari Solo beberapa hal yang saya garis bawahi. Diantarnya, menjadi manusia yang beruntung adalah mereka yang mampu mengoreksi dirinya sendiri. Hal ini untuk membenahi segala kekurangan diri sendiri, mulai dari ubudiah, akhlak dan seterusnya. Lalu Hikmah sholat berjamaah, dari kisah Sya'ban sahabat Rasul. Kemudian, jimat terbesar kita adalah orang tua, menjadi anak sholih solihah adalah harapan terbesar orang tua. Terkahir adalah doa yang beliau pimpin yang tak terasa membuat saya mengucurkan air mata.

Alhamdulillah sungguh luar biasa hari ini. Terima kasih Ya Allah, sudah memberikan banyak kenikmatan, keberkahan dan kesempatan. Rasanya sangat terharu dan terus nderek dephe-dephe ngalab berkahnya para Kyai dan Bu Nyai Mbah K.H Ali Shodiq Umman dan Ibu Nyai Hj. Siti Fatimatuz Zahro. Subhanallah, kami juga diberikan kesempatan mengabdi di STAI MAS, berjumpa beliau-beliau dzurriyah dzurriyah beliau, untuk senantiasa belajar dan terus belajar. Mugi terus keluberan keberkahan. Amin

Jumat, 25 November 2022

Rujakan Untuk Menambah Semangat



Bersama santri-santri Sanggar Yatim Mandiri Mirigambar, Sabtu 19 November kemarin kami mengadakan rujakan bersama. Rujakan yang sangat sederhana, dengan bahan yang seadanya, seperti bumbu rujak saja beli jadi, krupuk goreng wedhi, buah mangga pencet, timun dan tahu goreng. Semua bahan telah saya siapkan. Awalnya rujakan dilaksanakan di hari Jum’at ternyata saya lupa tidak menyiapkan dan membawakan bahannya. Otomatis mundur satu hari di hari Sabtu.

Rujakan ini dilaksanakan bertujuan untuk menggali semangat mereka untuk istiqomah masuk di sanggar. Entah sebabnya apa, ketika di waktu ngaji atau Al Quran mereka sangat sedikit yang masuk dari enam belas santri. Bahkan pernah hanya ada satu santri. Lalu keesokannya hanya empat, dan beberapa kali pertemuan juga terjadi hal yang sama. Padahal sebelumnya, tidak demikian, mereka masuk paling sedikit enam atau tujuh santri. Pada pelajaran Matematika juga demikian.

Karakter guru antara satu dengan yang lain memang tidak sama. Begitu juga di sanggar ini, mungkin saya sedikit tegas. Sehingga kadang-kadang salah satu dari mereka menyalah artikan. Ujungnya, mereka tidak ingin masuk sebab hal demikian. Anak yatim atau piatu adalah pilihan Allah, saya sadari hal tersebut. Sebagai guru pun, tentu saja memiliki treatment yang berbeda dengan pada umumnya siswa di sekolah. Menyentuh hati mereka bukan hal yang mudah, menerapkan metode dan strategi juga harus melihat situasi dan kondisi.

Kegiatan sanggar ini sudah hampir tiga tahun, namun untuk bidang ngaji, membaca Al Quran mungkin masih butuh proses serta perjuangan. Masih sekitar lima santri yang benar-benar bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar. Hal tersebut, dibuktikan juga dengan salah satunya ketika lomba di tingkat kabupaten Omatiq, masih belum mendapatkan kesempatan juara. Tidak menyalahkan siapapun sebetulnya, mulai dari gurunya atau santrinya. Mereka yang sudah mau datang, bergabung dan mengaji di sanggar itu bagi saya pribadi sudah sangat baik dan saya meyakini mereka datang dengan tujuan yang mulia.

Keadaan akan berbanding terbalik, ketika sanggar ini mengadakan dan melaksanakan sebuah acara. Mereka berenam belas, pasti masuk dan penuh semangat sebab tidak pelajaran. Mereka meluangkan waktunya, untuk mengikuti acara, tetapi jika tidak acara mereka seakan belum memprioritaskan kegiatan di sanggar. Padahal kehadiran sangat berpengaruh dengan beasiswa yang diberikan oleh pusat. Oleh sebab itu, rujakan yang sederhana ini dilaksakan, agar mereka lebih semangat lagi dan kompak untuk hadir.

Dari cerita ini saya sangat belajar mulai dari hikmah dan ada terbesit kata bahwa manusia itu penuh dengan kekurangan. Kadang tidak sadar yang bermanfaat malah ditinggal, kadang yang merugikan tanpa disadari dilakukan. Semoga kedepannya kami semua diberikan kesabaran, keistiqomahan untuk terus belajar, berjuang, menyanyangi, membimbing semua santri yatim atau piatu yang ada. Dan mereka senantiasa diberikan perlindungan oleh Allah, dan menjadi generasi Al Quran solih solihah. Amin

Salam Semangat Untuk Semuanya


Kamis, 24 November 2022

Upacara Hari Guru Nasional 2022







Alhamdulilah di Hari Guru Nasional (HGN) 2022, Jumat 25 November pagi ini, bisa melaksanakan upacara dengan lancar dan cukup baik. Tiga hari berturut-turut untuk latihan. Tapi masih banyak yang harus dibenahi. Semua petugasnya adalah Bapak dan Ibu Guru di lembaga. Kami sangat kompak, menggunakan seragam putih hitam untuk Bapak-Bapak sedangkan untuk Ibu-Ibu menggunakan kerudung nuansa pink salem.

Petugas upacaranya, diantaranya:

Protokol : Bu Filza

UUD 1945: Bu Azizah

Doa : Pak Bashori

Pemimpin Upacara: Pak Edi

Pembina Upacara: Pak Nur

Dirigen: Bu Shely

Pengibar Bendera: Bu Diah, Bu Ela, Bu Hanif

Dokumentasi: Bu Ulva dan Pak Rohmat

Semua guru Tahfidz, Madin, formal dan murid dari paud, RA, Mi, Mts mengikuti upacara tersebut. Ditengah-tengah anak-anak sedikit kurang disiplin dan sempat umek karena kepanasan, sebab di amanat pembina upacara, cukup lama waktu untuk menyampaikan pesan. Petugas upacara pun juga demikian, bahkan tim paduan suara di lagu terakhir kurang semangat, sebab kepanasan. Lalu standmic juga tidak ada, katanya dipinjam oleh orang entah kemana belum dikemblikan, penghormatan juga sempat lama sebab salah paham, pembina tidak segera menurunkan tangannya, sehingga pemimpin juga belum bilang "grak", pembaca puisi juga kurang keras dan tidak sesuai latihan.  Hal itu bagian dari evaluasi di upacara saja. 

Kemudin dilanjutkan mushofahah dan foto bersama. Selanjutnya sholat dhuha dan tasyakuran perkelas dengan wali kelas masing-masing. Saya cukup terkejut, kelas IV ternyata sangat kompak. Kondisi kelas tanpa sepengetahuan saya, telah mereka hias sedemikian rupa. Lalu banyak kado, yang sebetulnya hanya bentuk simbolis sebagai tanda terima kasih mereka. Ah.... justru hal tersebut membuat haru biru hati ini. Sebab saya merasa, menjadi guru untuk mereka, masih banyak kekurangannya.

Saya sungguh mengucapkan terima kasih banyak kepada semua yang terlibat untuk HGN 2022 kali ini. Terutama siswa-siswi dan wali murid, yang sudah kompak untuk memeriahkannya. 

HGN 2022 harus dimaknai dengan rasa syukur dan terus berbenah demi kemajuan untuk anak bangsa. Profesi guru, tidak seperti profesi yang lain. Nilai-nilai keprofesionalan dalam mendidik dan mengajar harus dikedepankan. Utamanya kedisiplinan. Guru juga menjadi pemimpin serta teladan bagi muridnya. Sehingga, sebagai guru harus mawas diri.

Mari saling mendoakan siswa mendoakan gurunya, gurunya juga mendoakan siswanya dan walinya bekerja sama dengan kompak, untuk mendidik putra putrinya. Sekali lagi "Selamat Hari Guru" untuk semu guruku, terima kasih dan salam ta'dzim kepada beliau semuanya. Saya mustahil bisa berdiri seperti sekarang ini, jika tanpa doa guru. Semoga selalu dalam lindungan Allah dan diberikan umur panjang barokah. 

Selasa, 22 November 2022

Berbekal Pengalaman Saja

 


Sebenarnya, bukan hal baru membuat teks pidato. Akan tetapi, tetap menjadi tantangan dalam membuatnya jika kita tidak terbiasa untuk membaca banyak buku tentang keilmuan dan informasi serta keadaan dunia hari ini. Ada beberapa hal penting yang harus terlebih dahulu dipahami oleh pembuat teks pidato, diantaranya: kita harus tahu topik atau tema yang akan ditulis dan benar-benar harus kita fahami secara mendalam. Lalu untuk keperluan apa kita membuatnya, siapa yang akan membacanya dan seberapa besar yang akan mendengarkannya.

Pidato bukan hanya sebuah teks singkat dan dibaca begitu saja, artinya pidato memiliki pesan informasi, ilmu yang disebarkan dan didengarkan oleh orang banyak. Maka tentu saja dalam penyampaiannya terdapat teknik tertentu. Tujuannya agar pesan atau informasi tersebut benar-benar sampai kepada yang mendengarkan. Diantaranya adalah suara, artikulasinya, pembawaan, mimik, penekanan pada kata dan kalimat serta gaya bahasa. Hal tersebut harus dikuasai oleh pembawa pidato.

Berekal pengalaman sejak dini di usia sekolah sampai perkuliahan senang mengikuti beberapa jenis lomba seperti pidato, puisi atau teater, tilawah hal tersebut ternyata sangat memberikan bermanfaat. Dan Allah menempatkan diri ini sampai detik ini diberikan kesempatan untuk tetap belajar menjadi penulis pidato, membimbing dan pendamping siswa untuk mengikuti lomba tersebut. Hal demikian wajib kita syukuri, dengan tidak hanya mengucapkan Alhamdulillah, namun bagaimana terus exsis dan mempertahankan prestasi dan berkarya. Ketika di kota Malang pernah membimbing, mendapingi dan mengantar siswa sampai pada tingkat sekota Malang. Alhamdulillah juara, begitu juga ketika pulang ke kampung halaman Alhamdulillah merambah di pidato tiga bahasa Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris juga mendapat juara, meskipun masih di tingkat kecamatan dan antar kecamatan.

Kini waktunya untuk berkembang lagi, mengorisinalkan sebuah karya. Salah satunya menulis teks pidato, setelah teks jadi hal rutin yang saya lakukan adalah meminta beberapa teman, guru bahkan suami, Om saya untuk membacanya. Tujuannya, agar ketika menemukan sebuah dalil sudah tepat apa belum, penulisan juga sudah sesuai apa belum, utamanya mudah di pahami atau tidak. Intinya sebagai editing dari teks pidato tersebut.

Setelah itu, baru mempraktikkan untuk membacanya. Bisa dilakukan dihadapan kaca jika sendiri. Namun, yang lebih membantu membacanay di depan orang seperti dilihat oleh keluarga, guru atau teman. Lalu, jangan lupa meminta pendapat mana yang kurang mana yang lebih, mana yang di tambah. Hal ini berfungsi ketika kita melatih, tidak hanya sekedar melihat dan mendengar kita bisa merasakan sampai dimana kefahaman yang teknik yang benar. Utamanya untuk melatih mental yang kuat dan percaya diri. Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan ketika membuat teks pidato dan melatih pidato. Mari terus mengembangkan diri dengan cara jangan lupa berkarya.

Salam semangat

Sabtu, 19 November 2022

Siaga Beraksi




Barung Warna Warni Kelompok Mereka

Mengenalkan Siaga Pramuka

Raut Wajah Yang Amat Bahagia

Mengikuti Prosesi Dengan Saksama


Bermain Berkreasi

Tanpa Beban Yang Penting Unjuk Gigi

Bernyanyi Suara Lantang

Penuh Kekompakan 


Kami Pramuka Sejati

Jangan Batasi Ruang Kreasi

Siaga Pun Beraksi

Berbekal Dwi Satya dan Dwi Darma


Siaga Pasti Bisa

Siaga Patuh Ayah dan Bunda

Siaga Berani dan Tak Kenal Putus Asa

Salam Pramuka

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...