Senin, 27 Februari 2023

Memetik Secuil Manfaat Menulis

 


Sekedar memetik secuil manfaat dari menulis. Seperti kali ini, persiapan akreditasi madrasah beberapa file yang sudah terpendam, saya harus mencarinya di urutan dalam uploadan menulis. Sebab hampir setiap agenda saya sebisa mungkin untuk saya buatkan tulisan, yang paling berguna adalah foto sebenarnya.

Alhamdulillah cukup membantu, seperti agenda kegiatan siswa, peringatan hari besar dan kegiatan rajinan. Semua bisa terekam dalam tulisan di blog saya. Memang, kalau melihat orang menulis secara kasap mata itu sangat mudah. Apapun jenis tulisannya diperlukan praktek menulis dan niat yang gigih untuk membulatkan dan komitmen untuk menulis.

Menulis akan selalu membawa kepada jalan kebaikan. Selama ini yang saya rasakan menulis selalu membawa hal positif, selain itu membawa kepada jalan keberkahan untuk hal apapun dan itu selalu saya yakini. Seperti banyak kata-kata yang menjadi motivasi menulis seperti "Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh di kemudian hari". - Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu penulis novel yang ternama pun juga memberikan motivasi terkait menulis, yakni Ning Khima Anis “Belajar menulis nak, agar kelak kalau kamu patah hati, kamu bukan menangis tapi menulis”. Oleh sebab itu, betapa pentingnya menghidupkan kebiasaan menulis. Prof. Ngainun Naim, M.HI pakar literasi juga mengatakan bahwa “Seseorang tidak disebut sebagai penulis karena menguasai secara mendalam teori-teori menulis. Seseorang disebut sebagai penulis karena menulis”

Intinya jangan takut untuk memulai menulis. Langsung praktek menulis, tentang segala hal apapun itu. Kadang kala sebagai manusia memang naik dan turun mood atau keinginan menulis. Tetapi, jika kita sadari sebetulnya kita hidup tidak terlepas dari menulis, sebagai contoh adalah menulis story di WA (HP) atau bahkan membalas pesan dari WA saudara atau teman kita. Maka hal utama adalah lakukan saja terus menerus kegiatan menulis itu. Jangan hanya jadi angan, tuangkan dengan tulisan apapun itu.

Salam semangat untuk kita semua.

Sabtu, 25 Februari 2023

Guru dan Dosen



Guru dan dosen, dua profesi yang bergerak di bidang yang sama yakni pendidikan. Tentunya akan memiliki keistimewaan tersendiri. Memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi. Salah satu tugasnya tentu menjadi pelayan masyarakat. 

Karena sebagai sebuah profesi, tentunya mereka memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Tidak hanya mencerdaskan sebetulnya, bagaimana mendidik generasi muda dengan akhlak, karakter yang baik dan berprestasi. Guru pun juga sama, semua tentu berjuang di masing-masing bidangnya. Misalnya guru RA, Mi, Mts dan MA. Begitu pula dosen, yang orientasi kependidikannya tidak cukup dengan teori tapi perlu pembuktian serta penemuan bahkan memang diwajibkan dengan istilah penelitian. 

Lalu, sebetulnya apa perbedaan guru dan dosen yang paling mendasar? Selain pengajaran dosen diwajibkan untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat . Tuntutannya sedikit berbeda dengan guru. Kemudian terkait penulisan-penulisan seperti jurnal nasional atau internasional dan artikel-artikel ilmiah yang lain. Intinya dua profesi ini memang mulia dan keren.

Kedua profesi yang bergerak di bidang kependidikan ini memiliki kebermanfaatan. Yang harapannya nilai kebermanfaatannya tidak hanya untuk diri sendiri tapi kepada orang lain yang cakupannya lebih luas. Di kedua profesi ini memiliki tanggung jawab yang besar. Bagaimana terus berkarya dengan semakin berkembangnya keilmuan. Dosen memang tidak cukup hanya melakukan pengajaran dan pembelajaran. Maka jika melakukan pembuktian dengan  penelitian, dan ditulis maka harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dua profesi ini tidak hanya memiliki kualifikasi pendidikan formal yang telah ditetapkan. Melainkan bagaimana kedua profesi ini, dapat memiliki akhlak yang santun, terpuji dan bijaksana. Artinya mereka mampu memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya di kehidupan sehari-hari. 

Maka, jadikanlah kedua profesi ini menjadi ladang pahala. Bukan hanya sekedar pekerjaan belaka. Sehingga, kita mudah untuk menjalani dan melaksanakan kewajiban kita. Semoga semua guru-guru kita dan dosen-dosen kita yang telah membimbing dan mengajar kita selalu diberikan kesehatan. Dan kita senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah. 

Kamis, 23 Februari 2023

Mencari Suasana Baru



Belajar rasanya akan jenuh jika di kelas terus menerus. Apalagi di minggu ini adalah waktunya ulangan harian setiap mata pelajaran. Hari ini mata pelajarannya adalah ilmu pengetahuan sosial tentang sumber daya alam hayati dan non hayati.

Rasanya mereka akan lebih mengena jika pembelajaran diimbangi dengan penjelajahan. Kami memanfaatkan lingkungan salah satunya adanya sungai, ladang dan tegalan. Tentu saja, mereka sangat semangat sekali.

Tugas hari ini adalah mengelompokkan benda yang termasuk sumber daya alam hayati dan non hayati, dapat diperbarui atau tidak dapat diperbarui. Dengan dibagi menjadi tujuh kelompok, satu kelompok terdiri dari tiga siswa. Mereka boleh berkeliling sesuai dengan batasan tempatnya dan waktu yang diberikan.

Sebelum itu kami berjalan kaki menuju tempatnya. Kami berpesan untuk yang jalan kaki, beberapa aturan harus dipatuhi salah satunya tidak diperkenankan berlari, clometan atau berkata-kata kasar. Tentu saja, di sepanjang jalan diisi dengan menyanyi "di sini senang di sana senang" dan "potong bebek angsa". Perasaan kami pun sangat senang. Bahkan gurauan mereka juga lucu-lucu.

Setelah sampai di tempat yang dituju, langsung kami jelaskn cara mengisi kolom dan menyelesaikan tugasnya. Mereka berhitung sampai angka tujuh. Setelahnya berganbung dengan angka yang sama, dengan begitu pembagian kelompok dinilai adil. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka berbegas untuk melaksanakan tugasnya.

Ada satu kelompok yang sangat kompak. Waktu dua jam pelajaran dia mengisi kolom tugasnya hampir tiga puluh lima item. Dan sudah di masukkan sesuai kelompok hayati dan non hayati. Semua langsung memberikan tepuk tangan yang meriah. Sebab satu kelas hanya satu kelompok itu yang itemnya paling banyak.

Pembelajaran hari ini sangat menyenangkan. Semoga bisa bermanfaat dan untuk kelas IV jangan malas untuk belajar. Orang sukses adalah milik orang yang terus berjuang dan belajar. Keep Fighting. 

Senin, 20 Februari 2023

Hari Penuh Dengan Ulangan Harian




Minggu ini sudah mulai untuk ulangan harian. Ulangan harian bertujuan untuk melatih seberapa faham dan seberapa jauh mereka dapat mengikuti pembelajaran selama hampir tiga puluh delapan hari. Jurnal pembelajaran mengatakan bahwa setiap pelajaran sudah melewati beberapa sub bab dan dua bab besar. Sehingga minggu ini, saya rasa sangat efektif untuk memulai ulangan harian, sebelum dilaksanakan PTS.

Kelas empat, siap mengikuti dengan segala persiapan, mulai dengan belajar secara mandiri di rumah. Ketika di kelas tentu saja melalui dengan penjelasan dan pembahasan soal. Secara umum semua siswa kelas empat bisa mengikutinya, namun ada beberapa yang masih kurang sebab kurang konsentrasi bahkan asyik bermain sendiri.

Ketika ulangan harian, sebetulnya orientasi utamnya bukanlah nilai. Namun, sebagai guru yang kami cari sebetulnya bagaimana anak-anak mampu memahami dan mengisi dan menuangkan pikirannya dalam bentuk jawaban kalimat atau kata. Yang lebih utama kembali adalah mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai kebermanfaatan ketika hidup dalam lingkungan yang lebih luas yank bermasyarakat.

Kurikulum merdeka memberikan jangkauan yang luas dalam mengembangkan pembelajaran. Mengemas mata pelajaran dengan sangat mudah, anak-anak pun saya melihat lebih fokus dalam belajar. Sebab setiap pelajaran akan di pecah satu persatu. Materi yang dipahami juga dijelaskan dan diterangkan dengan segamblang-gamblangnya. Tinggal bagaiamana mereka menangkapnya.

Kami pun memhami daya serap setiap anak berbeda. Namun, tidak perlu menyerah bahwa ketika dinilai memiliki kemampuan yang lemah di beberapa mata pelajaran, jangan malah ditinggalkan. Melainkan terus saja difaham atau dibaca dan dikerjakan. Mata pelajaran yang demikian biasanya adalah berkaitan dengan hitungan. Dan kami tekankan bahwa mata pelajaran apapun semua sama dan nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga jangan sampai menganak tirikan bahkan menggampang atau menganggap tidak penting mata pelajaran.

So, buat anak-anakku kelas empat teruslah bersemangat dalam mengukir prestasi dan disiplin dalam segala hal. Masa depanmu ditentukan dengan hari ini, bagaimana kamu sekolah dengan benar, mengaji dengan baik dan belajar dengan tekun. Jangan mudah puas dengan prestasi yang telah didapatkan. Jangan lelah dalam berproses. Yakinilah bahwa kamu bisa.

 


Sabtu, 18 Februari 2023

Senjata “Tang-Ting-Tung-Der”

 


Bermain dan belajar dengan “Tang-Ting-Tung-Der”. Kondisi kelas yang semakin siang, tentu saja berbeda suasananya dengan pagi hari. Pagi hari masih sangat wangi, semangat dan penuh dengan senyum siap untuk belajar. Siang hari mulai sebaliknya, rasa ngantuk menyerang, tidak konsentrasi dan mulai capek, sehingga malas dan meletakkan kepala di meja. Itulah yang nampak pembelajaran setelah istirahat. Saya sebagai guru kelas tentu, tidak tinggal diam, langsung memberikan kepada mereka ice breaking.

Ice breaking diberikan untuk mencairkan suasana, menggugah semangat mereka untuk belajar kembali. Itulah uniknya menjadi guru kelas, sigap, penuh inovasi dan kreatif menciptakan ice breaking yang tentu saja belum pernah mereka dengar. Ternyata dengan sangat mendadak saya ciptakanlah “Tang-Ting-Tung-Der”. Saya mencoba menjelaskan cara bermainnya.

Mulailah permainannya, nah banyak yang belum konsentrasi dan banyak yang masih belum faham. Sehingga banyak yang tertawa dan kelas hidup kembali. “Tang-Ting-Tung-Der” sebagian masih loading menunggu, giliran eh tapi salah mengucapkannya. Harusnya, “Tung” dia mengucapkan “Der”. Semua ger tertawa satu kelas. Dimana ada yang salah.

Setiap ada yang kliru lebih dari tiga kali, maka wajib menjawab soal. Kemudian ada dari mereka yang ketika ada teman yang sudah salah berkali-kali, mereka tidak segan menegur, bahkan membisikkan agar temannya tidak salah. Ice breaking “Tang-Ting-Tung-Der” bisa dilaksanakan dengan tempo lambat, agak cepat dan cepat. Ini bertujuan untuk melatih konsentrasi.

Setelah beberapa kali salah, tentu saja mereka lebih hati-hati mengucapkan. Mengucapkan “Tang-Ting-Tung-Der” dengan berbeda porsenil akan melatih juga kekompakan. Dengan tempo yang dimainkan juga akan melahirkan kesalarasan suara yang lumayan enak di dengar. Yang lebih utama tidak membuat mereka mengantuk kembali.

Qudwah

 



Qudwah, melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan. Memberikan contoh dalam bentuk perbuatan harus benar-benar di terapkan ketika menjadi seorang pendidik. Tidak hanya itu, pendidik memberikan contoh yang baik pada anak didiknya. Rasanya bukan berlaku untuk pendidik, namun seperti orang dewasa atau seorang kakak memberikan contoh yang baik bagi adiknya. Pemimpin juga memberikan contoh yang baik bagi bawahannya

Menjadi suatu kewajiban dan keharusan jika memberikan contoh yang baik, dengan harapan mereka akan mencontohnya dan menerapkannya. Jika hanya pintar berbicara rasanya juga semua bisa. Maka jika berbicara harus ada tindakan yang tercermin. Jangan hanya berbicara, namun tidak ada tindakannya hal seperti ini sangatlah disayangkan. Misalnya, membuang sampah, jika terbiasa membuang sampah sembarangan maka tentu saja akan banyak yang melakukan hal yang sama. Terutama kepada anak kecil, mereka adalah peniru yang paling handal. Mereka belum bisa menyaring sehingga baik atau belum, apa yang mereka lihat itulah yang mereka lakukan.

Artikel ini ditulis juga sebagai pembelajaran, menjadi pengingat bahwa tidak cukup menjadi seseorang yang disebut pemimpin, pendidik atau guru, namun belum memberikan contoh yang baik dan tidak pernah instropeksi atau mawas diri apalagi anti kritik. Seringkali mengkritik orang lain, namun jika dikritik balik malah tidak terima bahkan emosi atau menyalahkan dan mencari kejelekan teman yang memberikan kritik. Kemudian sebagai manusia adalah pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri. Jika belum beres dengan diri sendiri, jangan coba-coba memimpin orang lain. Dengan hanya bermodal kekuasaaan dan status, coba pertanyakan, apakah sudah bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahannya?

Melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan, itu tidak hanya tentang satu hal saja, namun semua hal. Tidak hanya satu titik misalnya tidak pernah terlambat, namun urusan yang lain apakah sudah baik? Belum tentu, maka jika ingin memberikan contoh, totalitas saja artinya semua perbuatan. Bagaimana akhlak, sosialnya, sikapnya, bagaimana menjadi pemimpin yang disenangi oleh bawahan atau teman sejawat, tidak sok menjadi “bos” dalam segala hal, terbuka, yang paling membuat kecewa adalah jika menjadi orang yang anti kritik. Bagaimana bisa menjadi manusia yang lebih baik, jika ada evaluasi, kritik dan masukan tidak pernah di gubris.

Manusia memang ada banyak kekurangan, namun bagaimana kekurangan tersebut bisa diminimalisir dengan sikap yang sangat arif dan bijaksana. Bukan malah adanya kekurangan didengung-dengungkan seakan harus memaklumi khusus untuknya. Tapi tidak berlaku bagi yang lain. Apa bedanya dia dan kita? Sama-sama punya hak dan sama-sama makan nasi. Mari, terus berusaha menjadi manusia yang selau belajar dari segala kejadian, mengambil hikmah. Tidak mudah menyalahkan dan hindari merasa “paling”. Dijalani segalanya dengan diniati ibadah. Selalu berusaha menajdi pemimpin yang mampu memberikan Qudwah Hasanah.

 

Jumat, 17 Februari 2023

Kurangi Membuktikan Sesuatu Pada Manusia.

 


Ketulusan yang terus diasah. Keikhlasan yang terus dilatih. Ketawadhuan yang terus dikedepankan. Kurangi membuktikan sesuatu pada manusia. Karena kecil tidak dihargai, besarpun sesekali diungkit. Bahkan bagus sekalipun tetap tidak dihargai, dan bahkan benarpun kadang kita tidak akan dighibahi.

Beberapa orang beorientasi untuk membuat bahagia orang lain dengan selalu berkata “iya”. Padahal dibaliknya, rasanya beban yang terlalu berat menghantui. Sebab, hanya ingin dipuji bukan atas kesadaran akan kewajiban. Dibenturkan dengan kata “iya” dan harapan penuh pujian “hanya kamu”, “satu-satunya” namun, tak berterus terang sebetulnya yang terjadi. Sehingga dia lupa untuk membahagiakan dirinya sendiri.

Berbagai karakter telah ditemui, semakin banyak teman dan relasi akan tahu bagaimana cara menghadapi. Bukan perkara sikap dewasa atau tidak, namun pentingnya saling menghormati, menghargai dan memahami. Setiap orang pasti memiliki rasa kecewa bahkan jengkel. Tinggal bagaimana cara mengemasnya, marah itu boleh dan wajar sebagai manusia biasa. Yang harus diperhatikan sebetulnya adalah bagaimana mengendalikannya.

Kesabaran demi kesabaran dipelajari mencoba untuk melakukannya dan menerapkannya. Entah mengapa, mulut tidak bisa berkata bohong, bahwa ketidak tepatan dalam suatu hal membuat bertindak jelas dan terang. Sehingga ketidak setujuan juga semakin mudah dibaca oleh orang lain. Padahal sudah berusaha mati-matian untuk menutupi. Dari awal sudah mencoba mengingatkan, tetapi hasilnya nihil.

Demi ketenangan jiwa dan raga. Demi kesehatan mental dan hati, selalu dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Ketika mengetahui niat itu tidak terlihat, jalan satu-satunya adalah memperbaiki tingkah laku supaya mereka faham betul bahwa niat kita benar-benar baik. Dan yang berhak menilai dan mencatatat amal kebaikan atau keburukan bukan dia yang terbuat dari tanah dan kembali ke tanah namun Allah Yang Maha Esa.

Intinya, lakukan sebaik mungkin bila belum menjadi prioritas dan belum sanggup berterus terang saja. Artinya budayakan berkata ”tidak” jika benar-benar belum mampu.  Tidak perlu memaksakan diri untuk menunjukkan rasa “aku”. Semua tidak akan berarti dan bernilai baik bagi orang yang menilai dari awal buruk. Pelabelan yang melekat sulit dihilangkan sebab sudah tak punya rasa suka atau peduli.

Jalani saja, hidup sekali buat yang bermanfaat seluas-luasnya. Kalau berdiri di atas kebenaran, maka tidak perlu risau. Asal tahu saja, hidup itu penuh perjuangan. Perjuangan itu tidak hanya satu tempat, namun berjuang dan perjuangan adalah dimana saja kita selalu di letakkan, ditempatkan dan dipilihkan oleh Allah. So, always to smile, don’t care with negative opinion others.

 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...