Jumat, 31 Maret 2023

April Aries




Bulan April istimewa dengan segala ceritanya. April selalu membuatku bahagia. Selain bulan kelahiran, saya juga mengidolakan dan orang-orang yang menjadi inspirasiku yang ternyata beliau-beliau lahir di bulan April juga.

Misalnya salah satunya Ibu kita Kartini sosoknya 21 April istimewanya tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Bulan April dengan bintang Aries, memiliki segala keunikan sendiri. Karakternya memiliki karakter yang unik, mental yang luar biasa.

Saya menyimpan video pendek untuk bulan April, yang intinya bulan istimewa. Di mana karakter bulan kelahiran April, memiliki kepribadian yang tangguh, kemauan yang kuat, ramah, pemaaf dan bijaksana. Rasanya video ini sebagai pengingat, bahwa yang lahir bulan April, jangan sampai kau pesimis, artinya terus semangat untuk menjadi yang lebih baik.

Selain itu, ada salah satu ilmu "niteni" atau tanda dari Kyai Maimun Zubair. Beliau mengatakan "titeni ya cung, angger wulan April nyekel duit, alamat setahun nghowo duit, iki ora ono kitabe nanging kena gawe titenan" artinya ingatlak nak jika kamu setiap bulan April, mempunyai uang, maka setahun akan memiliki uang juga, hal ini tidak ada kitabnya, tapi bisa buat tanda". Memang ini terjadi sebab, di bulan Maret biasanya adalah musin panen, sehingga hasil panen bisa dibuat pemasukan untuk setahun. 

April tahun ini menjadi berlipat ganda bahagianya. Di bulan April tahun 2023 juga merupakan bulan Ramadhan, dimana sepuluh hari pertama Rahmat, di tanggal satu April. Sepuluh hari kedua Ramadhan sebagai maghfiroh di bulan April sampai sepuluh hari ketiga bulan Ramadhan. Sepuluh hari ketiga ini yang dimana malam-malam ganjil semua umat Islam berebut malam Lailatul Qodar. Kemudian sampai di Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Subhanallah

Semoga bulan April membawa keberkahan atas segalanya. Dan menjadi lebih bermakna, manfaat dan barokah semua yang kita jalani. Jangan lupa untuk selalu bersyukur. Selamat Bulan April.

Cinta Menulis Jangan Hambar



Mencintai dan dicintai memiliki makna yang saling. Jika memiliki rasa cinta maka teruslah untuk memupuknya. Seperti halnya cinta dengan menulis. Rasanya akan jatuh cinta dengan rasa yang membara sehingga apapun itu ditulis. Apakah hal demikian salah? Tentu tidak. 

Berbeda dengan cinta yang hambar, tidak memiliki rasa. Hanya sepi dan sebatas pikiran serta prasangka. Sama halnya dengan menulis jika sudah buntu apa yang akan di tulis, rasanya ditinggal begitu saja. Tanpa di tengok kembali. Ibarat anak muda memiliki cinta yang hambar sehingga sebatas "apel" atau lewat rumahnya sudah tak sudi.

Sampai kapan cinta itu bersemi? Sepanjang hayat, menulis pun jika bisa dilakukan, lakukan sepanjang hayat. Tidak berhenti begitu saja jika sudah melahirkan sebuah buku. Melainkan, terus menerus melakukannya.

Bagaimana dengan kualitas cinta? Bagaimana dengan kualitas tulisan? Tidak perlu berfikir berat tentang kualitas. "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino". Jika sudah terbiasa, rasa sayang itu pasti tumbuh. Menulis jika sudah terbiasa, kualitas menulis juga akan mengikuti.

Rasa cinta itu alami. Diawali dengan rasa suka sehingga saling menyayangi akhirnya sampai terikat untuk saling memiliki. Menulis akan membawa kepada keberkahan tersendiri. Modalnya lakukan dan yakini dan terus cintai. Sampai pintu-pintu keberkahan dan kebaikan terbuka sendiri. 

Tetaplah Semangat



Segala yang direncakan akan bagian dari sebuah cita-cita. Kadang untuk meraihnya  rintangan dan kesulitan selalu menghampiri. Bukan untuk berhenti meraihnya, justru kencangkan sabuk untuk terus berjuang menggapainya.

Allah memang adalah Maha Penentu atas segala yang terjadi. Namun, kita tidak pernah tahu sebetulnya didepan apa yang menanti dari sebuah perjuangan kita. Rasanya menyemangati diri sendiri, mencintai dan sayang kepada mental kita itu sangatlah penting. Sebab, dari situlah muncul nilai syukur yang tiada tara. Bukan sebuah kewajiban juga membahagiakan para penonton dari kehidupan kita. Sehingga tidak perlu sibuk mencari muka.

Allah Maha Mengetahui yang terbaik buat kita. Dan setiap orang memiliki waktu masing-masing. Seperti layaknya sebuah buku pada setiap bab pada buku, partnya tidak sama dan halamannya pun juga demikian. Lalu mengapa repot sekali mengomentari dan ikut campur kehidupan orang lain.

Tetaplah semangat, tunjukkan dirimu yang terbaik dengan segala prestasi dan karya. Jangan sesekali berfikir untuk menyerah. Kepalkan tangan bahwa setiap kehidupan yang kau jalani indah. 

Rabu, 29 Maret 2023

Ramadhan Adalah Waktu Untuk “Menggodok”

 


Ramadhan adalah waktu untuk “menggodok” segala hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Tidak hanya lapar dan dahaga. Puasa juga merupakan api yang akan bisa membakar keinginan bahkan pikiran duniawi.

Ramadhan waktu dan kesempatan kita untuk berkhidmah menjadi manusia dengan hati yang baik. Segalanya diawali dengan baik, kondisi yang lapar akan membakar segala keinginan. Dan dikerumuni dengan rasa prihatin. Menahan segala rasa lebih terhadap duniawi.

Selain itu dalam kesehatan bayangkan saja, jika dalam satu tahun tidak pernah puasa baik sunnah maupun Ramadhan. Sistem pencernaan yang kita miliki betapa kotornya. Sisa-sisa makanan dan kerak yang menempel pada setiap organ pencernaan, kita tidak pernah tahu. Memang hanya melalui pemeriksaan dokter kita tahu. Bahkan setiap hari yang kita lakukan seperti sistem ekskresi pun misalnya buang air kecil atau air besar. Kerak segala makanan masih ada.

Maka pada puasa Ramadhan inilah juga waktu untuk membersihkannya. Bukan hanya untuk jiwa atau batiniah saja, puasa Ramadhan juga sebagai momen untuk mencuci bersih sistem pencernaan yang kita miliki. Dibuktikan dengan panasnya badan ketika dahaga dan haus itu melanda, sebetulnya sistem pencernaan itu memang sedang bekerja untuk membersihkannya. Hal ini sangat menepis bahwa puasa membuat orang lemas bahkan membuat orang tak sehat.  

Bulan Ramadhan ini bulan yang sangat mulia. Waktunya untuk “dhepe-dhepe” mendekatkan kepada Allah. Rasanya semua bulan ingin Ramadhan agar istimewa-istimewanya terus mengalir. Seperti sepukuh hari pertama adalah rahmat. Sepuluh hari kedua aladah maghfiroh atau ampunan. Sepuluh hari ketiga adalah dihindarkan dari apai neraka. Belum lagi dimalam ganjil sepuluh hari terakhir akan ada malam Lailatul Qadar.

Semoga bulan ini menjadi berkah bagi semuanya. Dan menjadikan kita manusia yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan jadikan bulan ini yang sia-sia. Optimalkan ibadahnya kencangkankan sabuk untuk menahan segala nafsu. Semangat untuk kita semuanya.

Kisah Santri Bernama Arsya Demi Ilmu Yang Manfaat

 


Sebagai santri atau murid bahkan mahasiswa sekalipun pada muatan materi atau mata pelajaran tertentu pasti akan menemukan sebuah kesulitan. Entah kesulitan sebab dari keilmuannya atau memang dari diri sendiri yang kurang belajar. Atau dari guru yang menyampaikannya kurang bisa di mengerti. Pada siswa yang ekstrim ada rasa kurang cocok dengan guru. Ini berbahaya, mengingat kedudukan kita sebagai murid.

Yang sangat perlu diingat adalah bagaimana peran guru yang kedudukan guru. Guru tidak boleh dipersalahkan pada muatan ilmu. Bila guru itu sekiranya ada kesalahan itu suatu pahala. Sebab dilihat bagaimana kemuliaan seorang guru dengan segala keilmuan yang dimiliki dan beliau berikan kepada semua muridnya. Sekalipun pengetahuan atau wawasan kita yang lebih luas, saya tekankan bahwa tetap wajib untuk ta'dzim kepada beliau-beliau.

Secara tidak langsung saya belajar dari seorang mahasiswa, katakan namanya adalah Arsya. Saya sadari betul bahwa tidak semua mahasiswa akan cocok dengan dosennya. Namun, Arsya sudah memiliki benteng bagaimana menjaga akhlaknya. Selalu tawadhu', sopan dan santun. Selain sebagai kewajiban apapun yang diperintahkan dan ditugaskan oleh dosen tersebut dijalankan dengan baik. Meskipun hasilnya memang belum maksimal sebab ia masih dalam proses belajar.

Uniknya si Arsya tersebut, sebetulnya memiliki wawasan yang sangat luas. Namun, lebih banyak diam jika berhadapan dengan salah satu dosennya. Memang pada karakter dosen atau guru memiliki cara tersendiri menyampaikan materinya. Entah apa yang terjadi di mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut, satu kelas terlihat tegang dan lebih pasif.

Sebetulnya pasif itu bisa diartikan beberapa. Pertama sebetulnya mereka tahu tapi tidak ingin berbicara sebab menghargai. Pasif kedua lebih kepada perasaan "ya sudahlah". Ketiga ketika mencoba aktif, tapi malah dicecar dengan banyaknya pertanyaan sehingga mereka seperti cari aman saja.

Apakah yang dimaksud dosen itu saya? Tentu bukan, saking Arsya itu sangat ta'dzim ia memiripkan dosen tersebut dengan idolanya dalam lagu gambus yang lagi viral. Dengan slogannya "Ya Salam" siapa lagi kalau bukan Pak Muqadam. Mengapa Arsya menanamkan hal demikian? Agar ia tetap senang dengan mata kuliah tersebut dan tetap senang dengan karakter dosen tersebut. Selain itu, agar tidak bosan, tidak mengantuk dan tetap semangat mengikuti kuliah. Saya rasa hal ini sah saja, sebab demi kebaikan dan tujuannya juga baik.

Senin, 27 Maret 2023

Peran Buku Laporan Kegiatan Ramadhan


Buku laporan kegiatan anak-anak madrasah ketika Ramadhan adalah salah satu stimulus untuk mereka agar semangat melaksanakan ibadah di bulan suci ini. Selain itu, buku laporan Ramadhan juga sebagai alat untuk memonitoring mereka di kegiatan bulan Ramadhan. Misalnya setiap kali selesai sholat fardhu, sunnah, tadarus dan tarawih, mereka harus mengisi lembar laporan tersebut, dengan dibubuhi sebuah tanda tangan.

Pada kegiatan tadarus yang bertanda tangan adalah orang yang membimbing atau menyimak, sekalipun hanya tiga sampai lima ayat mereka tetap harus menuliskannya. Kemudian pada kegiatan tarawih juga demikian.

Mereka semangat sekali ketika berangkat sholat tarawih. Mereka Sholat tarawih tidak lupa membawa buku laporan tersebut. Ketika selesai mereka menghampiri imam untuk meminta tanda tangan. Mereka yang duduk di madrasah saya berfikir semua akan jujur dan sesuai fakta.

Ternyata di lapangan membuktikan. Beberapa dari mereka tidak meminta tanda tangan pada setiap kali menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut. Melainkan di rapel alias minta tanda tangan langsung tiga puluh hari. Padahal hari ini masih puasa ke enam. 

Selanjutnya ada yang ditandatangi ayahnya sendiri. Padahal fakta di lapangan kadang ayahnya belum tentu jadi imam. Ada juga anaknya di rumah tapi buku laporan kegiatan Ramadhannya yang membawa dan meminta tanda tangan ke imam adalah ibunya. Di sinilah peran orang tua dirumah sangat diperlukan. Selain buku sebagai alat monitoring. Sebagai orang tua dan guru ketika di sekolah harus bisa memberikan makna nilai-nilai kejujuran.

Misalnya orang tua bisa mengontrol dan memeriksa apakah benar, yang telah di tulis putra-putrinya. Lalu guru pun ketika di sekolah, kalau tidak bisa setiap hari untuk memeriksa, setidaknya dua hari sekali atau tiga hari sekali memeriksa dan bertanya. Misalnya mengapa tidak pernah melakukan kegiatan Ramadhan, kendala yang dihadapi atau memang anak tersebut di rasa butuh motivasi khusus. Itulah serba serbi bagaimana peran buku laporan kegiatan Ramadhan.

Dzikir

 



Sekalipun Hanya Lisan

Tetaplah Kau Basahi

Dengan Selalu MenyebutNya


Memang Belum Sukmamu

Belum Juga Kepada Ruhmu

Masih Sebatas Di Lisanmu


Lalu Apa Lagi Alasannya

Untuk Tidak Kau Ajegkan

Dzikir Menyebut NamaMu


Dzikir Kan Mengantarkanmu

Bil Lisan Bil'Aql Bil Qolb 

Sampai Bil Ruh


HasbunaAllah Wani'mal Wakil

Ni'mal Maula Wani'manNasir

WalaaHaula Walakuwwata Illabillahil'aliyyil'Adzim

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...