Selasa, 05 April 2022

Muhasabah



Perjalanan pulang dari jamaah maghrib, melihat sisi jalan dengan pandangan pohon sengon disisi barat, subhanallah indah betul. Pemandangan indah dari warna langit yang semu orange dan biru membaur menjadi satu. Bulan disisi ujung dengan bentuk sabit menambah haru hati di bulan berkah ini.

Sama persih dengan surah Ar-Rahman bahwa Allah berfirman "Maka Nikmat Mana Yang Kau Dustakan" melihat indahnya langit yang berwarna demikian saja begitu nikmatnya. Mata masih bisa memandang dengan jelas, merasakan udara segar dan kaki bisa melangkah untuk ibadah. Ditambah hati tiba-tiba berkata untuk bermuhasabah, seberapa jauh perjalanan dan usahamu menjadi manusia yang baik. Lalu ujung dari setiap hidup serta tujuan utama di dunia ini apa? Tiba-tiba tersentuh mata berkaca-kaca.

Manusia kadang tidak lepas dari rasa kurang dan terus akan kurang. Manusia juga tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki. Kalau benteng kita tidak terlalu kuat, iman dan rasa syukur tidak ditananamkan maka hasilnya hanya mengeluh dan capek sendiri. Oleh karena itu, hati kita harus kita latih untuk mengolah. Salah satunya dengan cara melihat bukan orang yang jauh di atas kita. Lihatlah orang yang belum seberuntung kita. 

Minimal kita belajar untuk menerima, lalu senang dan bahagia dengan selalu mensyukuri yang telah kita dapat. Mungkin bukan uang bermilyaran, tapi kesehatan jauh lebih berharga, atau mungkin bukan mobil mewah tapi rumah yang aman dan cukup. Maka ada pesan bahwa ingat lima perkara sebelum lima perkara, diantarnya:

1. Sehat sebelum sakit

2. Kaya sebelum miskin

3. Lapang sebelum sempit

4. Muda sebelum tua

5. Hidup sebelum mati

Itulah kesempatan yang tiada duanya. Ayo terus semangat, jangan lelah untuk menjadi insan yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan lupa bersyukur billisan bilqolbi. 

Salam literasi

Senin, 04 April 2022

Pondok Ramadhan Hari Pertama




Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan. Kegiatannya adalah pondok Ramadhan, artinya segala kegiatan sekolah diganti dengan kegiatan amaliyah Ramadhan. Seperti mengaji, sholat dhuha berjamaah dan materi-materi fiqih ubudiyah.

Semua sudah ditata dan didesain oleh dewan guru dengan susunan kepanitian kegiatan pondok Ramadhan mulai dari materi, guru yang mengisi dan imam sholat. Meskipun di madrasah sudah terbiasa dengan kegiatan mengaji dengan tahfidz, ini tetap diterapkan dan dilakukan dengan pendampingan masing-masing guru tahfidznya. Harusnya, saya hari ini tidak ada jadwal di kelas untuk materi tetapi tetap harus masuk untuk mengisi menggantikan guru yang tidak masuk. Ok tetap semangat niati ibadah dan menyampaikan materi bab puasa di kelompok 5, kelas atas putri A. Terdiri dari sembilan siiswa putri, campur dari kelas 4A, 4B, 5 dan 6. Semua dibagi dengan adil.

Semua anak-anak dibagi menjadi enam kelompok. Putra dan putri di pisah. Anak-anak terlihat semangat di hari pertama ini, semoga sampai kedepannya tetap semangat. Sebab nanti ada evaluasi di akhir kegiatannya. Mengingat kegiatan ini juga bagian dari kegiatan belajar mengajar dan salah satu bentuk ibadah maka harus sungguh-sungguh kita mengikutinya.

Puasa di bulan Ramadhan ini jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Artinya apa, semua waktu yang ada harus kita pergunakan sebaik mungkin. Betul tidur itu ketika puasa adalah bentuk ibadah, tetapi bukan terus menerus tidur dan melupakan kewajiban dan tanggung jawab. Jadi mari tetap semangat beraktivitas, tetapi jangan sampai di vorsir.

Kelas 1 putra-putri


Minggu, 03 April 2022

Ramadhan 1443 H



Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti bertemu dan menjalankan di bulan yang penuh berkah, penuh dengan kesucian dan ampunan telah datang. Tak terasa sudah malam kedua di bulan Ramadhan ini. Banyak doa agar semua sanak saudara, teman kaum muslimin muslimat tetap sehat sehingga bisa menjalankan dan meningkatkan segala bentuk ibadah di bulan istimewa ini.

Banyak dari kita kadang semangat di awal, di tengah sampai di ujung bulan istimewa malah kita kendor atau cenderung menurun. Hal ini harua kita perhatikan, sebab Ramadhan tidak hanya hevoria diawal saja. Namun, sejatinya menjadi insan yang lebih baik dalam sisi ketaqwaan terhadap Sang Khaliq adalah yang utama, dan dilihat setelah bulan Ramadhan ini telah terlewat.

Faktor utama yang lain adalah kesehatan. Kita tahu hikmah puasa salah satunya menyehatkan, tetapi menjaganya sejak awal akan lebih baik. Seperti misalnya, balas dendam ketika berbuka puasa pertama, karena cuaca sangat panas, terik otomatis pasti haus. Apalagi aktivitas yang dilakukan sangat banyak. Minum air dingin atau es sebanyak-banyaknya, hal ini tidak baik. Kalai kata orang Jawa di badan bisa "nglemboni" atau lebih letih.

Terlebih lagi saat shalat tarawih bisa gumoh. Jangan berlebihan, secukupnya saja agar badan serta pencernaan kita tidak kaget. Semangat dan selamat menjalankan ibadah di bulan yang sangat mulia ini. Dan mohon maaf lahir batin apabila banyak sekali kekhilafan. 

Jumat, 01 April 2022

Pernahkan Menjadi Bendahara?


Diantara kita semua pasti sudah pernah menjadi bendahara. Maka sudah tidak asing, jika ada kata bendahara. Sebutan bagi orang yang mengatur suatu keuangan dalam sebuah perkumpulan, lembaga, instansi atau organisasi. Bendahara akan sangat diperlukan dalam struktur keorganisasian bahkan dalam pengurus harian. Namun, apakah kita faham akan jobdis yang sesungguhnya.

Belajar menjadi bendahara sejak dini dari masa di madrasah ibtidaiyah sampai kepada organisasi besar, saya belajar banyak hal. Dari uang sedikit yang dikelola sampai uang besar, saya merasakan bahwa tanggung jawabnya luar biasa. Seratus perak saja, kita harus berani mengganti jika memang kurang. Hati-hati, ketelitian, ketegasan dan kedisiplinan harus benar-benar diterapkan.

Menjadi bendahara perlu juga mempelajari management keuangan. Mengatur yang sedemikan rupa, agar pengeluaran, kebutuhan, keperluan harian atau jangka panjang akan tetap rapi dan terpenuhi. Lalu mempelajari suatu anggaran dasar, pemasukan dan pengeluaran yang teradministrasi dengan baik. Artinya, bisa dimengerti, difahami tidak hanya diri sendiri, artinya dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan fakta jika memang ada audit atau evaluasi.

Fenomena yang ada kadang bendahara diidentikkan dengan orang yang pelit dan sulit. Bagi orang yang kurang faham, istilah itu akan sangat melekat jika banyak ditemui kejanggalan yang tidak sesuai harapannya. Pelit, jika bukan kebutuhan orang banyak, uang akan sulit keluar itu wajar. Tetapi, kalau sudah bagian dari hak orang lain, tapi masih sulit mengeluarkan itu bendahara yang amat sangat perlu belajar.

Job diskription dalam setiap struktur itulah harus benar-benar kita ketahui dan fahami.  Semua mempunyai aturan atau SOP. Jika tidak punya, minimal dengan hasil musyawarah akan melahirkan kemufakatan bersama. Jangan semena-mena jika menjadi bendahara, memegang uang banyak, tapi lupa cara memberikan hak orang lain dengan tepat waktu. Toh, uang yang dipegang bukan milik pribadi, mengapa harus sulit untuk keluar?

Menilai seorang bendahara jangan diingatnya pelitnya atau sulitnya saja. Ketepatan mengatur, cara bersosial, serta memperlakukan orang lain juga perlu diperhatikan. Memang bukan perkara mudah melayani banyak orang yang pikiran serta opininya berbeda. Oleh sebab itu, jika suka menilai bendahara pelit, coba saja gantikan, siapa tahu yang mengatakan demikian itu lebih baik. 

Hindari keras kepala menjadi bendahara, sulit menerima kritik dan saran, itu kurang baik. Sekalipun tidak menjadi bendahara, kadang masukan orang lain sebagai bahan instrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Rabu, 30 Maret 2022

Pelayan Masyarakat


Berhadapan dengan banyak orang dengan berbagai permintaan, sebagai pelayan masyarakat harus siap. Siap memahami, mengerti dan berusaha memberikan yang terbaik meskipun jauh dari kata sempurna. Hal demikian bukanlah mudah, tetapi harus banyak belajar dan menyiapkan segala mental.

Pelayan masyarakat banyak kok contohnya, yang paling kecil lingkupnya adalah ketua jamaah majlis ta'lim, baik laki-laki maupun perempuan terlepas dari segala istilahnya, mereka juga sebagai pelayan masyarakat. Bukan hanya yang duduk sebagai pejabat tinggi atau wakil rakyat disebut sebagai pelayan masyarakat. Mengapa demikian? Menurut saya, apapun urusannya jika mencakup orang banyak, segala keputusan yang ada juga tergantung dengan musyawarah dan mufakat maka tanggung jawabnya bukan pribadi, otomatis ke banyak orang.

Baru-baru ini saya belajar bagaimana menghadapi banyak ibu-ibu yang lebih jauh umurnya dengan saya. Melayani ibu-ibu atau emak-emak zaman sekarang jika kita tidak mempunyai publik speaking yang baik serta mental kuat, saya yakin mereka akan tumbang secara perlahan. Sekali lagi menjadi pelayan masyarakat tidak mudah, lalu ibu-ibu atau emak-emak ini dihadapkan dengan suatu reward gratisan misalnya saja kelompok mawar minta ini, kelompok melati minta itu kalau tidak bijak, publik speaking tidak jelas, dijamin pasti ruwet dan ribet.

Apalagi menemukan tipikal orang yang fahamnya terlambat, gagal fokus, suka salah informasi dan paling aneh mereka selalu tidak sabar minta apa-apa didahulukan tanpa memperhatikan teman yang lain. Hal demikian sebagai pelayan masyarakat baik ketua, pimpinan harus ekstra sabar. Tips untuk menghadapi ini, minimal kita tanamkan niat ibadah dan senang menjalaninya. Lalu sering-sering ambil nafas dan beristighfar, sejenak diam untuk mengamati dan mendengarkan celotehan protes mereka dan menikmatinya  lalu senyum dan tertawalah melihat tingkah mereka. Katakan "enggeh/sekedap/ngrantos" untuk menenangkan mereka.

Ternyata ada nilai seninya menghadapi orang banyak. Jadi, tidak perlu diambil pusing. Tidak perlu diover thingkingkan omongan mereka. Intinya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Toh mereka akan selalu menilai "kurang" tapi cukup diiyakan saja. Sekali lagi tidak mudah, tapi hal ini memberikan pengalaman serta hikmah. 

Senin, 28 Maret 2022

Berpikir Kritis


Berpikir kritis adalah cara berpikir manusia untuk merespon seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Biasanya berpikir kritis akan mengarah kepada analisis dan evaluasi. Berfikir kritis (critical thinking), hal ini yang dinilai masih kurang oleh khalayak umum diantara kita. Lalu dikalangan pelajar atau mahasiswa, jika critical thinking tidak dilatih dan dibiasakan, kita akan terus berada di zona nyaman. Orang yang berada di zona nyaman, akan cenderung tidak mau berubah.

Berpikir kritis bukan berarti suka mencari kesalahan orang lain atau mencemooh orang lain yang dianggap tidak sama. Apalagi hanya bermodal hanya omongan belaka tanpa fakta. Artinya berpikir kritis tetap memiliki ilmu, aturan, norma dan akhlak dalam menyampaikan. Sekali lagi bukan semata hanya untuk mengkritik orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag pada saat mengisi acara seminar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut, betapa pentingnya berpikir kritis. Apalagi dengan adanya perubahan industri teknologi yang kita tidak ada pilihan lain, selain mengikutinya. Pada zaman inilah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apapun dengan profesi apapun yang mereka inginkan. Santri bisa menjadi dokter, santri bisa menjadi politikus pejabat dan lainnya. Semua itu membutuhkan yang namanya berpikir kritis dan paling utama dibarengi dengan akhlaqulkarimah.

Percuma jika dia pintar dalam segala keilmuan tetapi masih suka menyalahkan bahkan sering tersinggung, ketika ada yang berbeda pendapat dengan dirinya. Kemudian kita sebagai warga negara Indonesia, harus bisa menempatkan berpikir kritis terhadap suatu hal. Minimal mengingat apa ranah dan tujuan dari berpikir kritis yang kita laksanakan. Sebenarnya, berpikir kritis kemampuan bagaimana kita menemukan sebuah perubahan yang lebih baik dalam mencapai kemaslahatan. 

Anehnya sebagian besar dari kita, antara salah atau benar selalu kita kritiki dengan sudut pandang sendiri-sendiri. Kemudian kita populerkan, melalui sosial media. Hal demikian, benar-benar bukan contoh critical  thinking yang tidak baik dan tidak diharapkan. Sekali lagi, berpikir kritis boleh, bisa jadi juga dianjurkan namun harus memperhatikan konteksnya. Seperti, mahasiswa pasti ada hidden kurikulum dalam satu mata kuliah, untuk menganalisis sehingga sangat diperlukan berpikir kritis. 

Minggu, 27 Maret 2022

Body Languages


Bahasa tubuh, setiap manusia akan memiliki bahasa tubuh. Bahasa tubuh akan memberikan makna bagi yang melakukannya. Ketika bertemu banyak orang secara tidak langsung kita belajar. Melihat dengan mengamati bagaimana bahasa tubuhnya.

Seperti ketika kita merasa malu atau tidak percaya diri, jika tidak bisa mengolah bahasa tubuh akan sangat terlihat. Bahasa tubuh itu juga perlu dipelajari. Seperti pertama kali, ketika saya ujian kompre, mendapat penguji Ibu Dosen Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed selain sebagai dosen, beliau juga sebagai MC di berbagai acara. Beliau memberikan masukan bagaimana mengolah bahasa tubuh, mulai dari duduk, berdiri, tatapan hingga jawaban yang kita berikan dari pertanyaan penguji. 

Itulah bahasa tubuh, pandai-pandai mengolah, mengendalikan dan bagaimana menampilkannya. Paling utama kita harus bisa menguasai dengan baik bahasa tubuh. Dan harus tepat memberikan bahasa tubuh kita kepada orang yang di hadapan kita. Bahasa tubuh seorang yang sedang bertamu dengan yang tampil di hadapan umum serta dalam acara tertentu akan berbeda. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...