Minggu, 06 Februari 2022

Kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya

 


Part 1

Zoya adalah seorang perempuan manis yang lahir di keluarga sederhana, sedikit tomboy, cuek akan penampilan, disiplin cerdas dan sangat cekatan. Zoya mempunyai beckground santri dan dia melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ternama. Setelah dia lulus dari pesantren dia memutuskan untuk kuliah di luar kota. Dia sudah tidak kaget lagi, hidup di luar kota untuk menuntut ilmu. Dia sempat merasa sendiri dari alumni pesantrennya. Namun, siapa sangka setelah ada banyak proses seleksi, tahap pendaftaran maha siswa baru, dalam suatu kesempatan dipertemukan dengan teman alumni dari pesantrennya.

Teman Zoya itu bernama Dini. Dini sangat bertolak belakang dengan Zoya. Dini berasal dari keluarga lumayan berada, rumah di kota, sangat fashionable, cantik. Dini dan Zoya memang dulunya tidak satu kelas dan kali ini pun tidak satu jurusan. Sewaktu di sekolah Dini, di kalangan angkatan santri putra cukup terkenal karena cukup aktif dalam organisasi. Sama seperti di kampus, meski dunia baru dan menjadi mahasiswa baru Dini mengajak Zoya untuk lebih aktif mengetahui organisasi. Tetapi, Zoya agaknya kurang minat, ia lebih memilih konsen kepada bakatnya dan meneruskan apa yang telah di dapat dari pesantrennya melalui seni bakat anak kampus. Dua konsentrasi yang cukup berbeda. Namun, berawal dari organisasi kampus itulah cerita cinta mereka di mulai.

Mereka bertemu dengan kakak tingkat yang sama alumni dia bernama Hibu. Hibu juga cukup terkenal di organisasi kampus. Seperti kakak senior lainnya Hibu mulai mengenalkan dasar-dasar keorganisasian, mengenalkan ruang lingkupnya dengan sebuah pendekatan ngobrol bareng, diskusi bareng sampai kepada mengajari jika ada kesulitan dalam sebuah tugas kuliah. Dan yang satu organisasi adalah Dini, Zoya hanya kebetulan sering di ajak Dini untuk menemaninya.

Sudah hal kewajaran jika Dini dan Hibu nyambung karena dia juga senang berorganisasi. Dini dan Zoya yang awalnya bersahabat dan sering keluar bersama menjadi jarang. Zoya juga menyadari akan hal tersebut. Jika Dini sibuk dengan kuliah dan organisasi yang ia ikuti. Zoya tidak mau ambil pusing akan kehidupan dan kebiasaan Dini. Sebab Zoya meyakini setiap mahasiswa pasti mempunyai dunia sendiri, komunitas sendiri tinggal bagaimana dia mengatur akan tujuan utamanya. Ketika suatu kesempatan dalam acara rutin alumni, di situlah baru Zoya, Dini dan Hibu bertemu.

Zaman sudah maju, social media pun marajelela sudah suatu hal yang biasa antar teman bertukar kontak nomer Whats'up. Hal tersebut dilakukan ketiganya. Mereka saling tukar kabar, dan awalnya hanya berteman dan janjian makan bersama. Minggu dini hari tiba-tiba ada pesan dari Hibu.

Rabu, 02 Februari 2022

Menghadapi Pubertas



Setiap manusia pasti mengalami masa pubertas. Baik laki-laki maupun perempuan. Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Pubertas pun mempunyai cirinya. Dan sangat jelas bisa kita ketahui.

Pubertas biasanya dimulai dari umur 11 sampai 16 tahun. Sekitar kelas lima sekolah dasar sampai di usia sekolah menengah pertama atau SMP. Pubertas kalau kata orang Jawa menyebutnya labil dan geminjal. Perlu diketahui ciri pubertas bagi perempuan, diantaranya:

1. Sudah mengalami menstruasi

2. Bagian dada atau payudara mulai membesar

3. Tumbuh rambut di bagian-bagian tertentu

4. Kelenjar keringat lebih aktif, bahkan memberikan bau jika tidak tepat penangananya

5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran

6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya

Sedangkan untuk laki-laki pubertas, mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Suara makin membesar

2. Jakun pada lehernya sudah terlihat

3. Mengalami mimpi basah

4. Tumbuh rambut di bagian tertentu

5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran

6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya

Sebagai orang tua, guru atau siapapun yang mempunyai putra putri masa pubertas itu adalah proses yang wajar dialami, tinggal bagaimana kita menghadapinya, mengarahkannya dan membimbingnya. Jika memang ada ciri di atas, sebagai orang tua atau guru harus lebih bijak.

Pubertas itu salah satu kunci bagaimana pembentukan karakter, sikap untuk di tahap selanjutnya yakni masa dewasa. Pubertas itu memang di usia remaja. Remaja kadang sok tahu, egois akan segala hal yang terjadinya padanya. 

Belum lagi, pengaruh media sosial. Maka disinilah arti keberadaan serta peran keluarga terutama orang tua maupun guru untuk mendampingi, membimbing, dan mengarahkannya. Kunci dari semua hal itu adalah kedekatan, keterbukaan antara putra putrinya. Sebagai orang tua atau guru harus dekat. Bongkar dan hapus segala hal yang membuat jauh kepada anak atau putra putrinya. 

Tegas boleh tapi bukan berarti keras apalagi main tangan. Jika anak tersebut jujur dan sharing atau curhat hargai dan dengarkan dengan baik. Tidak perlu di potong pembicaraannya, dan paling utama kita sebagai orang dewasa sering-sering periksa sosial media.

Mari, terus mengawal generasi penerus dengan baik. Rasa suka itu boleh dan manusiawi. Namun, kita harus tahu bagaimana menempatkannya dan bersikap dengan baik. 

Selasa, 01 Februari 2022

Bulan Rajab

Bulan Rajab sudah tidak diragukan lagi amalan ibadah yang pahalanya berlipat ganda. Diantaranya puasa, berdzikir dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Lalu harus memperbanyak do'a. 

Ada lima malam do'a yang tidak akan di tolak. Seperti sabda Rasulullah, sebagai berikut:


Berdasarkan buku Fadlilatus Syuhur yang diterbitkan salah satu Pondok Pesantren ternama yakni Pondok Pesantren Putri HMQ Lirboyo Kediri, ada amaliyah serta fadillah atau manfaat jika dikerjakan, diantaranya:

1. Shalat Sunah, dilakukan di malam pertama bulan Rajab. 

2. Puasa di hari Kamis pertama bulan Rajab

3. Membaca Sayyidul Istighfar pada waktu pagi dan sore sebanyak tiga kali 

4. Dzikir dengan kalimat tasbih

5. Membaca Yasin, setelah sholat subuh

6. Berdo'a bulan Rajab

7. Pada malam dua puluh Rajab, setelah sholat isya disunnahkan sholat dan membaca tasbih, istighfar dan sholawat sebanyak seratus kali.

Do'a Sayyidul Istighfar, sebagai berikut:




Senin, 31 Januari 2022

Menghitung Benih Ikan Lele





Libur kesempatan untuk memasak dan menikmati segala kegiatan di rumah tanpa terbebani tanggungjawab kerjaan kantor. Seperti ibu rumah tangga lainnya. Bersama keluarga dan bercengkrama, bersih-bersih dapur dan rumah. 

Kali ini ada yang berbeda, selepas selesai kegiatan di rumah. Saya di ajak suami untuk ikut kegiatan dan membantu beliau. Beliau membawa drum kecil, saya tahu drum kecil tersebut untuk wadah ikan. Sudah saya rasa nih, bakalan menghitung ikan.

Dan betul, menghitung benih ikan lele. Ikan lele, kita tahu jenis ikan tawar yang banyak dikonsumsi banyak orang. Ikan lele bisa diolah apa saja. Digoreng dikombinasi dengan sambel jadi pecel lele, lele geprek, di buat botok lele, lele asap dan bahkan ada bakso lele, kripik lele dan sebagainya. Sehingga lele banyak diternakkan dan jadi usaha perikanan. Adik ipar membeli benih seribu, kenapa hanya seribu, sebab hanya buat konsumsi sendiri bukan untuk jual beli. Dan dibagi menjadi dua kolam kecil satu punya saya di rumah, makannya kali ini saya ambil benih tersebut dengan menghitung sendiri. Kalau orang yang ternak untuk usaha, satu kolam minimal isinya lima ribu sampai sepuluh ribu. 

Ini pengalaman pertama menghitung benih ikan lele. Ikan lele yang licin dan ternyata kalau masih kecil tidak begitu menakutkan akan "patilnya". Awalnya saya belum diizinkan oleh suami, takut jijik dan heboh. Akhirnya saya memberanikan diri dan ternyata nyaman dan bisa.

Alhamdulillah bisa menghitung dan benar masih hitungan enam puluhan sudah heboh. Dengan dalih panas, hehehe. Namun, cukup asyik juga dan belajar lebih sabar dan utamanya adalah teliti dan ukuran benih yang sama atau racak. 

Sabtu, 29 Januari 2022

Bersih, Rapi Dan Wangi




Saya sangat mengagumi sosok guru yang sangat bersih dan rapi. Seakan bajunya tidak pernah terlihat kusut, bahkan terlihat sangat kimpleng, seakan lalat kepleset jika mau menghinggapinya. Bukan karena barang yang di pakai branded dan mahal. Namun, memang beliau yang sangat bersih dan rapi.

Saya merasakan betul ketika menjadi salah satu siswanya. Menjadi motivasi sendiri, ketika berangkat sekolah untuk bertemu beliau, guru yang bersih, rapi dan wanginya yang khas, lalu kelas dan keperluan sekolah yang serba rapi dan lengkap. Sekolah seakan tidak ada kata malas, terus semangat jika memang ada halangan seperti sakit, seakan ketinggalan dan meruginya minta ampun.

Masih teringat sepatu kulit yang berwarna hitam beliau kenakan bisa untuk mengaca jika waktu upacara dan menjadi bahan perbincangan siswa sebab saking bersih dan kinclong. Lalu motornya, dulu motornya masih manual, berbeda dengan sekarang yang mayoritas matik, seakan tidak ada noda dan sudah di pastikan kinclongnya. Beliau juga mengajarkan kepada siswanya untuk selalu menjaga kebersihan terutama kelasnya.

Beliau tidak segan membantu siswanya untuk menyapu merapikan printilan hiasan, pajangan yang ada di kelas. Tidak hanya menginstruksikan tetapi ikut andil menata, merapikan, bahkan tulisan motivasi beliau tulis sendiri menggunakan kaligrafi dengan Bahasa Arab. Beliau menciptakan kelas yang nyaman untuk belajar dan betah berlama-lama. Dan menghidupkan bakat teman-teman di bidang seni baik lukis, menggambar dan yang lainnya. Sehingga tidak hanya akademik yang beliau tekankan.

Beliau berkata apapun jika bersih dan rapi semua akan membuat nyaman. Baik rumah, baju, kelas, buku, apapun keperluan kita. Semua keperluan sekolah harus rapi, tulisan tangan pun harus rapi dan semua jadwal harus tepat, buku harus di sampul dan dituliskan nama lengkap. Artinya kedisiplinan juga beliau terapkan.

Beliau juga selalu sedia tisu kering dan basah, sisir, minyak rambut dan parfum di tasnya. Hal ini, diperlukan, misalnya jika setelah wudhu, sholat dhuha, dan  olahraga perlu untuk ganti baju. Kalau di sekolah pasti disediakan sabun untuk cuci tangan. Bahkan beliau juga tidak segan untuk menyemprotkan parfum kepada siswanya jika beliau merasakan bau tidak sedap dan membuat tidak nyaman.

Mungkin itu secuil kisah bagaimana bersih dan rapi. Semua harus di awali dari diri sendiri, jika orang tua di rumah bersih dan rapi dapat dipastikan putra-putrinya juga demikian. Sama dengan di sekolah jika gurunya bersih, rapi dan wangi maka kelas dan siswanya pun juga akan mengikuti meski tidak semua. Tinggal bagaimana kita mengkampanyekan bahwa kebersihan, kerapian itu penting.

Belajar Tidak Perlu Takut Salah




Setiap perjalanan dari hidup seseorang tanpa mereka sadari adalah suatu pelajaran. Dalam setiap peristiwa yang terjadi memberikan makna bahwa kita harus belajar. Belajar memaknai, merenungi dan mengambil hikmahnya.

Belajar tidak perlu perlu takut jika salah. Sebab di dalam belajar sudah lumrah jika melakukan kesalahan dan kita hanya manusia biasa. Jika sudah mahir tanpa kesalahan itu namnya ahli. Sebelum menjadi ahli pun dapat dipastikan pasti melalui proses  belajarnya juga sangat panjang.

Belajar bukan hanya di kelas dan di sekolah. Melainkan dari banyak hal, bisa melalui kehidupan yang kita alami langsung atau pengalaman melalui media, sarana dan pada kondisi yang tak tentu. Misalnya saja ketika sudah hidup dalam masyarakat, hal demikian tidak ada dalam pelajaran. Tapi kita bisa bersikap dalam menempatkan diri dan lebih bijaksana dalam segala situasi.

Belajar apapun tidak perlu takut, tak pelu malu dan jangan pernah menyerah apalagi putus asa. Ulangi dan ulangi segala hal yang menurut kita sulit dan belum maksimal. Jangan malah ditinggal karena malas dan tidak begitu disukai. Sama dengan halnya, jika mempunyai kekurangan dan kesalahan kepada sesama maka segera minta maaf. Jika bertemu orang yang sekiranya kurang nyambung dan tidak cocok, cukup bersikap baik dengan tanpa menyela, mencibir cukup hindari saja. Jika perlu, kita hanya sebagai pendengar saja, tidak perlu merespon banyak. Bukan anti sosial, tapi lebih menjaga hati kita dan hati orang lain agar tidak terluka. Sebab, luka hati seseorang tidak akan tahu dan pasti membekas.

Manusia sering sekali menilai orang lain, tanpa melihat dirinya sendiri. Sadari, manusia mempunyai kekurangan, maka kita harus mengubur kekurangan orang lain dengan melihat segala kelebihannya. Tetapi, kepada diri sendiri, selalu lihatlah kekurangan agar diri sendiri selalu tawadu'. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan selalu instrospeksi.

Salam semangat memperbaiki diri dengan terus berprestasi.

Jumat, 28 Januari 2022

Mengenal Aswaja



Banyaknya mata pelajaran yang berada di Madrasah Ibtidaiyah, kadang kita lupa tujuan terdalam dari masing-masing pelajaran. Hanya mengejar selesai di mata pelajaran tertentu, melupakan yang lebih utama karena dianggap sebagai mulok atau pilihan. Kadang sama sekali tidak diajarkan, dengan dalih tidak cukup waktunya. Diajarkan ketika menjelang ujian saja. 

Seperti Bahasa Jawa, Bahasa Inggris dan Aswaja. Padahal kita tahu semua pelajaran itu penting dan saling berhubungan. Salah satunya Aswaja akan berhubungan dengan sejarah Islam. Dan kita tahu Aswaja adalah salah satu mata pelajaran yang berada di lembaga pendidikan naungan Nahdlatul Ulama. Mata pelajaran ini mulai dikenalkan di kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah. Aswaja memiliki peran penting dalam perkembangan agama Islam di Indonesia dan para generasi penerus bangsa.

Dimata pelajaran inilah siswa bisa mengenal sejarah berdirinya Nahdatul Ulama, tokoh, serta peran organisasinya. Berkembangnya zaman pada generasi muda kadang kurang menyadari akan pentingnya hal demikian. Meskipun dalam satu minggu hanya dua jam pelajaran, setidaknya harus memberikan bekas yang nyata bagi mereka.

Hal ini diperlukan pemahaman dan kesadaran akan gurunya untuk mengajarkan, menyampaikan materinya. Minimal mereka mengenal apa itu Nahdatul Ulama. Paham Ahlusunnah Wal Jamaah yang kemudian amaliah yang mereka kerjakan, mengandung paham tersebut. Sudah sejak dulu diajarkan tentang akidah, ibadah, muamalah dan akhlak oleh para ulama bermadzhab. 

Kita tahu Nahdlatul Ulama(NU) adalah organisasi penting keagamaan yang anggotanya terbesar di Indonesia. Para pendirinya pun adalah tokoh besar yang kita tahu ada lima belas tokoh dan yang paling kita kenal dan sering kita dengar yakni K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari (Tebuireng, Jombang). Perjalanannya dari zaman ke zaman pun kita harus mengikuti.

Meneladani perjuangan beliau K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, K.H Abdul Wahab Hasbullah, K.H Bisri Syansuri (Denanyar, Jombang) K.H Makhsum (Lasem) dan yang lainnya baik dalam peran nasionalnya, peran agamanya dan sebagai guru serta karyanya di kalangan pesantren. 

Semua itu berawal dari diri sendiri, harus kembali banyak membaca, meningkatkan terus kualitas. Jangan menyepelekan, menggampangkan, menganaktirikan mata pelajaran. Semua harus disampaikan secara seimbang apapun mata pelajarannya baik umum atau agama. Sehingga, semua tepat pada sasarannya.

Hal ini juga sebagai sarana dakwah kita sebagai pendidik, pengajar, untuk mengurangi pengaruh globalisasi dengan adanya budaya asing yang masuk ke negeri Indonesia. Sebagai contoh peserta didik lebih kenal dan tahu tentang BTS dari pada tokoh yang membesarkan nama Nahdlatul Ulama. Sering berkunjung ke maqbarohnya untuk berziarah tapi tak faham, sebab hanya sekedar ikut-ikutan saja. Maka, sudah menjadi keharusan sebagai pendidik kita lebih faham dahulu seluk beluk Nahdlatul Ulama untuk disampaikan kepada mereka dengan baik dan benar.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi pengingat kita dalam dunia belajar mengajar di lembaga tempat mengabdi. Semangat berjuang, dengan terus belajar dan berproses menjadi yang lebih baik. Salam Literasi

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...