Rabu, 30 Maret 2022

Pelayan Masyarakat


Berhadapan dengan banyak orang dengan berbagai permintaan, sebagai pelayan masyarakat harus siap. Siap memahami, mengerti dan berusaha memberikan yang terbaik meskipun jauh dari kata sempurna. Hal demikian bukanlah mudah, tetapi harus banyak belajar dan menyiapkan segala mental.

Pelayan masyarakat banyak kok contohnya, yang paling kecil lingkupnya adalah ketua jamaah majlis ta'lim, baik laki-laki maupun perempuan terlepas dari segala istilahnya, mereka juga sebagai pelayan masyarakat. Bukan hanya yang duduk sebagai pejabat tinggi atau wakil rakyat disebut sebagai pelayan masyarakat. Mengapa demikian? Menurut saya, apapun urusannya jika mencakup orang banyak, segala keputusan yang ada juga tergantung dengan musyawarah dan mufakat maka tanggung jawabnya bukan pribadi, otomatis ke banyak orang.

Baru-baru ini saya belajar bagaimana menghadapi banyak ibu-ibu yang lebih jauh umurnya dengan saya. Melayani ibu-ibu atau emak-emak zaman sekarang jika kita tidak mempunyai publik speaking yang baik serta mental kuat, saya yakin mereka akan tumbang secara perlahan. Sekali lagi menjadi pelayan masyarakat tidak mudah, lalu ibu-ibu atau emak-emak ini dihadapkan dengan suatu reward gratisan misalnya saja kelompok mawar minta ini, kelompok melati minta itu kalau tidak bijak, publik speaking tidak jelas, dijamin pasti ruwet dan ribet.

Apalagi menemukan tipikal orang yang fahamnya terlambat, gagal fokus, suka salah informasi dan paling aneh mereka selalu tidak sabar minta apa-apa didahulukan tanpa memperhatikan teman yang lain. Hal demikian sebagai pelayan masyarakat baik ketua, pimpinan harus ekstra sabar. Tips untuk menghadapi ini, minimal kita tanamkan niat ibadah dan senang menjalaninya. Lalu sering-sering ambil nafas dan beristighfar, sejenak diam untuk mengamati dan mendengarkan celotehan protes mereka dan menikmatinya  lalu senyum dan tertawalah melihat tingkah mereka. Katakan "enggeh/sekedap/ngrantos" untuk menenangkan mereka.

Ternyata ada nilai seninya menghadapi orang banyak. Jadi, tidak perlu diambil pusing. Tidak perlu diover thingkingkan omongan mereka. Intinya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Toh mereka akan selalu menilai "kurang" tapi cukup diiyakan saja. Sekali lagi tidak mudah, tapi hal ini memberikan pengalaman serta hikmah. 

Senin, 28 Maret 2022

Berpikir Kritis


Berpikir kritis adalah cara berpikir manusia untuk merespon seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Biasanya berpikir kritis akan mengarah kepada analisis dan evaluasi. Berfikir kritis (critical thinking), hal ini yang dinilai masih kurang oleh khalayak umum diantara kita. Lalu dikalangan pelajar atau mahasiswa, jika critical thinking tidak dilatih dan dibiasakan, kita akan terus berada di zona nyaman. Orang yang berada di zona nyaman, akan cenderung tidak mau berubah.

Berpikir kritis bukan berarti suka mencari kesalahan orang lain atau mencemooh orang lain yang dianggap tidak sama. Apalagi hanya bermodal hanya omongan belaka tanpa fakta. Artinya berpikir kritis tetap memiliki ilmu, aturan, norma dan akhlak dalam menyampaikan. Sekali lagi bukan semata hanya untuk mengkritik orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag pada saat mengisi acara seminar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut, betapa pentingnya berpikir kritis. Apalagi dengan adanya perubahan industri teknologi yang kita tidak ada pilihan lain, selain mengikutinya. Pada zaman inilah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apapun dengan profesi apapun yang mereka inginkan. Santri bisa menjadi dokter, santri bisa menjadi politikus pejabat dan lainnya. Semua itu membutuhkan yang namanya berpikir kritis dan paling utama dibarengi dengan akhlaqulkarimah.

Percuma jika dia pintar dalam segala keilmuan tetapi masih suka menyalahkan bahkan sering tersinggung, ketika ada yang berbeda pendapat dengan dirinya. Kemudian kita sebagai warga negara Indonesia, harus bisa menempatkan berpikir kritis terhadap suatu hal. Minimal mengingat apa ranah dan tujuan dari berpikir kritis yang kita laksanakan. Sebenarnya, berpikir kritis kemampuan bagaimana kita menemukan sebuah perubahan yang lebih baik dalam mencapai kemaslahatan. 

Anehnya sebagian besar dari kita, antara salah atau benar selalu kita kritiki dengan sudut pandang sendiri-sendiri. Kemudian kita populerkan, melalui sosial media. Hal demikian, benar-benar bukan contoh critical  thinking yang tidak baik dan tidak diharapkan. Sekali lagi, berpikir kritis boleh, bisa jadi juga dianjurkan namun harus memperhatikan konteksnya. Seperti, mahasiswa pasti ada hidden kurikulum dalam satu mata kuliah, untuk menganalisis sehingga sangat diperlukan berpikir kritis. 

Minggu, 27 Maret 2022

Body Languages


Bahasa tubuh, setiap manusia akan memiliki bahasa tubuh. Bahasa tubuh akan memberikan makna bagi yang melakukannya. Ketika bertemu banyak orang secara tidak langsung kita belajar. Melihat dengan mengamati bagaimana bahasa tubuhnya.

Seperti ketika kita merasa malu atau tidak percaya diri, jika tidak bisa mengolah bahasa tubuh akan sangat terlihat. Bahasa tubuh itu juga perlu dipelajari. Seperti pertama kali, ketika saya ujian kompre, mendapat penguji Ibu Dosen Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed selain sebagai dosen, beliau juga sebagai MC di berbagai acara. Beliau memberikan masukan bagaimana mengolah bahasa tubuh, mulai dari duduk, berdiri, tatapan hingga jawaban yang kita berikan dari pertanyaan penguji. 

Itulah bahasa tubuh, pandai-pandai mengolah, mengendalikan dan bagaimana menampilkannya. Paling utama kita harus bisa menguasai dengan baik bahasa tubuh. Dan harus tepat memberikan bahasa tubuh kita kepada orang yang di hadapan kita. Bahasa tubuh seorang yang sedang bertamu dengan yang tampil di hadapan umum serta dalam acara tertentu akan berbeda. 

Kamis, 24 Maret 2022

Sementara Gawai Saya Tahan



Ada kurang lebih dua puluh tujuh siswa saya di kelas mempunyai gawai. Lebih hebatnya lagi, mereka memiliki secara pribadi. Hal ini tidak salah, sebab kita tahu sekolah di erapandemi media gawai diperlukan. Kemudian di kelas VI ini mereka memerlukan sebagai media untuk ujian try out CBT mandiri.

Ujian itu sengaja saya adakan dengan tujuan sebagai latihan, seperti di tulisan saya sebelumnya, bahwa adanya ujian try out CBT mandiri yang harusnya menggunakan computer tapi kami menggunakan gawai. Setiap hari sebagai wali kelas saya juga mengevaluasi minimal dari hasil try outnya.

Hari ini tepat empat hari berjalan, tetapi terlihat sekali di server bahwa mereka hanya mengerjakan hanya tiga puluh menit sudah selesai. Sepertinya ada yang kurang beres, ternyata betul. Waktu setiap mapel enam puluh menit sampai tujuh puluh menit bahkan di mapel tertentu kami membuat sembilan puluh menit. Ajaib mereka hanya tiga puluh menit sudah rampung.

Ternyata, sisa waktu yang ada digunakan untuk membuka aplikasi lain. Seperti chatingan dan games. Sontak saya terkejut, menegur pastinya. Tapi kali ini saya lebih tegas untuk mengambil kebijakan, yakni semua gawai setelah ujian saya instruksikan saya bawa pulang, tidak diperkenankan mereka membawa dan bermain gawai selama ujian berlangsung selama hampir seminggu. Saya serahkan di hari setelah ujian selesai.

Sebagian besar dari mereka memiliki wajah tak rela jika gawainya harus saya bawa, cengar-cengir terlihat ada yang kurang diaktivitasnya bahkan ada dari mereka yang terlihat sedih tak terkira, menyimpan kedongkolanya. Namun, hal ini tetap saya lakukan, dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan, agar mereka tahu akan tanggung jawabnya, lebih fokus dan konsentrasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebelumnya saya juga permisi dan mohon maaf kepada semua wali murid dan saya kira, saya mendapatkan teguran, namun ternyata hampir semua setuju dan  mengapresiasi kebijakan yang saya buat. Kepala Madrasah pun juga memberikan dukungannya. Sebab banyak keluhan, jika anaknya ada yang kecanduan gawai terutama games, lupa makan, sampai harus sering cekcok dengan ibunya, gegara sepele diingatkan untuk istirahat dan makan. Kemudian sering bermain sosial media di aplikasi tertentu, jika dimintai tolong tidak bergegas segera dilaksanakan.

Itulah gawai, jika kita tidak pintar menyaring informasi dampak negatifnya juga sangat banyak. Tanpa menutup kemungkinan juga dampak positifnya juga ada. Semoga kebijakan dan keputusan ini dapat memberikan pelajaran bagi kita semua. Minimal belajar mengurangi dan menyembuhkan kecanduang games yang membuat kita lupa waktu dan tanggung jawab kita. Perlu diingat dari dua puluh tujuh anak tidak semua saya bawa, ada tujuh anak yang harus saya relakan dibawa sendiri sebab gawainya bergabung dengan orang tuanya, artinya satu gawai di pakai oleh lebih dari satu orang, dan saya sangat memaklumi hal tersebut.

Mari, terus berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengukir prestasi dengan belajar dan belajat. Jangan disalahgunkann gawai. Gunakan dengan bijak dan baik.

Mari Terus Bersholawat



Kita tahu manfaat bersholawat, kalau boleh memaknai bahwa bersholawat melambangkan kita merindu Sang Rasul dan selalu mengharap syafaatnya. Salah satu manfaatnya juga memberikan ketentraman, ketenangan kedamaian hati yang tidak terkira nikmatnya. Bahkan ada sebagian dari kita bersholawat akan memberikan kesembuhan jika kita tertimpa sakit.

Itulah gambaran secuil tentang sholawat. Budaya bersholawat sekarang sudah banyak berkembang, salah satunya dengan banyaknya majlis sholawat. Menurut saya majlis sholawat yang besar adalah bersama  Habib Syeh Asegaf, jamaahnya biasanya disebut Syekermania. Suara beliau yang khas tiada duanya menambah hikmatnya pembacaan sholawat.

Selain itu, banyak santri-santri pondok pesantren sebagai generasi muda, generasi milenial yang sangat cinta sholawat bersuara emas, ada Guz Azmi dari grup sholwat Syubbanul Mislimin, Cak Fandi Irawan dari grup Sukarol Munsyid. Generasi muda seperti merekalah yang harusnya kita contoh. Bagaimana mengindahkah menyerukan memperindah sholawat dan kita sebagai pendengar menikmati dengan ikut bersenandung bersama. Bahkan jika hanya mendengar pun juga mendapatkan pahala.

Jadi, kegiatan apapun yang kita lakukan  jangan lupa selipkan niat untuk ibadah dan sholawat sebanyak-banyaknya. Kita juga perlu ingat, pada setiap ibadah yang kita lakukan, seperti dalam sholat, dalam doa pasti ada lafadz sholawat. Jika mendengar Nabi Muhammad SAW disebutkan hendaknya kita menjawab "sholli'alaih", dalam salah satu riwayat hadits juga disebutkan "jika diantara kamu, tidak menjawab ketika nama Muhammad diserukan, kamu termasuk orang yang pelit". Oleh sebab itu, mari kita buktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, dengan memperbanyak sholawat dan meneladani Akhlaqul Karimahnya.

Semangat Mari Terus Bersholawat

Selasa, 22 Maret 2022

Dijagat Yang Berputar



Kebahagiaan Tak Terkira

Berbunga Perasaan 

Ringan Tertawa Membawa Senyum

Yang Penuh Makna


Sudah Jangan Terlalu Diribetkan

Bagian Akan Datang Di Waktu Yang Tepat

Tinggal Seberapa Sabar 

Akan Usaha Penuh Ikhtiar


Harum Bagai Bunga Segar

Berdirilah Dengan Tegar

Banyaknya Tepaan Bibir Sangar

Tidak Akan Mengoyak Keteguhan


Salam Harumkan Nama

Dijagad Dunia Yang Berputar

Jangan Hanya Perpangku Tangan

Sebab Kita Generasi Muda 

Siap Selalu Akan Tantangan

Bukan Hanya Kaum Rebahan 

Juga Bermalas-malasan

Senin, 21 Maret 2022

Try Out CBT Mandiri

 


CBT kita tahu salah satu jenis media untuk melaksanakan sebuah tes. Biasanya dilakukan oleh calon mahasiswa baru ketika seleksi. CBT mempunyai arti Computer Based Test, dulu kita menggunakan soal dan lembar jawaban dari kertas. Kemudian ada tim koreksinya sendiri atau menggunakan alat scanner. Nah di CBT ini juga sebagai media lembar jawaban, dimana jawaban dari soal-soal yang ada akan terlihat secara langsung, mana kala peserta selesai mengerjakan. 

Seperti yang dilaksanakan hari ini, di kelas VI kami, melaksanakan TRY OUT Mandiri CBT. Pembuatan soal dalam bentuk CBT itu dikerjakan bersama-sama sebagai operator dan servernya adalah Pak Muhsin. Saya sebagai wali kelas sangat merasa dibantu dan saya mengucapkan banyak terimakasih. Media utama dalam CBT harusnya adalah komputer, sebagai guru kita harus lebih kreatif, komputer bisa diganti menggunakan Hp Android. Jika diganti dengan Hp, otomatis ada ketentuan yang berlaku, yakni baterai harus sehat, ada paketan data, memiliki email dan tidak lemot. 

Jauh-jauh hari, sebagai wali kelas selalu mengingatkan untuk mempersiapkan hari ini. Meski hanya Try Out CBT Mandiri, kita tidak boleh meremehkannya. Artinya tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Sebab Try Out sebagai salah satu tolok ukur kemampuan dan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Sebelumnya standart minimal di Try Out Mandiri tingkat kecamatan saya buat dengan nilai enam puluh. Saya menganjurkan nilai minimal di Try Out CBT Mandiri ini adalah tujuh puluh, seperti standart minimum yang berlaku di madrasah. 

Hari pertama, di jam pelajaran pertama Akidah Akhlaq, Alhamdulillah dari dua puluh tujuh siswa hanya empat yang belum lulus. Awalnya, semua siswa masih asing dengan aplikasinya, kemudian memasukkan identitas yang masih lama, sebab ada yang tidak hafal tanggal lahirnya. Padahal di kartu ujian juga ada, serta KIA pun saya instruksikan untuk dibawa. Belum lagi, yang Hpnya ada kendala, ada di sandi, sehingga kesulitan membagi link alamat ujiannya. Setiap pelajaran waktu yang diberikan kurang lebih hampir tujuh puluh lima menit, ada yang tidak sampai satu jam selesai, untungnya nilainya lulus. Entah empat siswa itu apa yang menjadi kegagalannya di pelajaran pertama.

Pelajaran kedua adalah PKN, sebelum ujian dimulai, saya memberikan waktu untuk belajar meskipun hanya singkat. Link alamat sudah saya bagi, tinggal klik dan mengerjakan, lagi-lagi ada satu siswa yang Hpnya belum bisa digunakan. Hampir sepuluh menitan, saya "otak-atik" kemudian bisa dan dikerjakan.

Beberapa siswa mengerjakan dengan teliti bahkan diulang-ulang, tetapi ada juga yang ketika selesai klik selesai tanpa diteliti. Hem,,, Be Careful Guys

Jaga kesehatan dan saya berdoa, Try Out CBT Mandiri ini bisa lancar dan semua dimudahkan oleh Allah. Anak-anak kelas VI tidak ada waktu untuk bersantai berleha-leha. Kencangkan semangatmu untuk selalu belajar dan belajar.  Masih tersisa lima hari semoga sukses dan Ma'an Najah Fil Imtihan

Amin

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...