Sabtu, 30 Juli 2022

Part 2 Resmi Menjadi Doktor


Di sidang terbuka tersebut dihadiri oleh penguji utama Bapak Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag dari UINSA. Kemudian dari timur ada Bapak Dr. Agus Zainul Fitri, M.Pd  Bapak Prof. Dr. Sokip, M.Pd.I lalu Bapak Dr. H. Abdul Azis, M.Pd.I kemudian Bapak Prof. Dr. H. Achamd Patoni, M.Ag dan Bapak Prof. Dr. H. Ngainun Naim, M.HI beliau berdua sebagai promotor. Kemudian ada Bapak Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag menguji langsung dari Makkah, sebab beliau sedang haji. 

Menyantikan Indonesia Raya setelah itu ujian dimulai dengan dipandu oleh ketua sidang yakni Wakil Rekor II Bapak Dr. H. Abdul Azis, M.Pd.I beliau membuka dengan bacaan Ummul Kitab lalu memberikan waktu sebelas menit untuk memaparkan hasil disertasinya. Setelah Promovendus memaparkan, beliau memberikan pertanyaan awal untuk Promovendus. Saya mengamati dengan teliti setiap jalannya sidang ujian ini. Bahkan saya sempatkan untuk mencatat poin dari setiap pertanyaan dari semua guru besar satu persatu. 

Disertasi beliau berjudul Manajement Pendidikan dalam Penguatan Moderasi Beragama (Studi Multikasus di Ma Darul Hikmah dan MA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung). Ulasan tentang moderasi yang dibahas mencakup empa hal yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan dan akomodatif terhadap kebudayaan. Moderasi tidak baru-baru ini muncul, pada zaman Rasulullah pun sudah ada moderasi dalam beragama, seperti contohnya ketika perjanjian Piagam Madinah. Terjadinya kesepakatan antara Rasulullah dan Muhajirin dan Anhsar serta suku yang berada di Madinah. Itu beberapa tambahan dari Penguji Utama. Ujian kali ini secara keseluruhan berjalan dengan sangat lancar. Dan Mas Fah sebagai Promovendus, sangat menguasainya. Kami sangat bangga, dan ikut senang melihatnya. Ujian atau sidang doktoral ini memang cukup menegangkan jika tidak mempersiapkan mental dengan baik. Ujian berjalan kurang lebih dua jam. 

Setelah ujian selesai, yang paling membuat haru ketika penerimaan Surat Keputusan (SK) Doktoral dengan dinyanyikan lagu Bagimu Negeri. Hikmat dan haru bahagia serta lega tercermin dari semua yang hadir. Lalu ada prakata sambutan dari promovendus, Mas Fah, mengucapkan terima kasih kepada semua keluarganya, ada Ibu kandung, istri dan kakak serta kerabat dan teman. Dan yang membuat haru ketika Ibu dan Ayah mertuanya belum bisa menyakniskannya sebab beliau berpulang terlebih dahulu. Mas Fah, dijanji oleh Pak Naim tidak boleh menangis, tetap saja kami yang memdengarkannya sangat terharu.

Selanjutnya sidang diakhiri dengan doa dipimpin langsung oleh Bapak Prof. Akhyak dari Makkah. Setelah itu sidang ditutup dan ceremonial untuk mengambilan dokumentasi serta ucapan selamat. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak atas undangannya dan kami merasa terhormat bisa menghadiri ujian terbuka promosi doktor. Dan semoga ilmu yang telah didapatkan oleh Mas Fah, memberikan barokah dan manfaat bagi semua umat. Amin. Selamat Mas Gus Dosen Bapak Dr.Ahmad Fahrudin, M.Pd

Semoga juga segera nular ke kami, untuk semangat lagi melanjutkan sekolah. Semangat

Part 1 Menghadiri Ujian Terbuka Promosi Doktor


Sebuah kehormatan bagi kami untuk menghadiri undangan dari kawan yang melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor. Beliau adalah Dr. Ahmad Fahrudin, M.Pd sebetulnya saya kenal beliau dari suami, karena berteman sejak lama lebih tepatkanya kakak kelasnya. Kemudian dengan takdir Allah, beliau mendapatkan istri dari adik dosen saya ketika di UIN Maliki Malang, biasa di panggil Mbak Uzi, tidak lain adik dari Bapak Dr. Fahim Toroba. Lalu saya  belajar menulis dan sedang mendalami di dunia literasi, bertemu Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, ternyata Mas Fah, sapaanku, beliau satu kator dengan Prof Naim di LP2M UIN SATU. Ternyata dunia itu sempit. Begitulah saya mengenal Mas Fah.

Ketika mendapat undangan tersebut, saya dan suami sangat excited sehingga berfikir ini harus datang. Tujuanya tidak hanya untuk mengapresiasi perjuangan beliau, namun sebagai silaturrohim dengan para guru besar, dan utamanya untuk memotivasi kami agar bisa seperti beliau. Melanjutkan sekolah lagi dan tentunya ini pengalamam pertama dan yang luar biasa bertemu dengan para akademisi di lingkungan khususnya Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung. Jika di UIN Maliki Malang, mungkin saya sudah biasa, tahu alur dan lokasi. Nah, ini sedikit berbeda, pertama kalinya di Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung mulai dari di masjidnya, lalu menuju auditorium pasca lantai lima. Masuk dan naik liftnya dimana, sebab lantai satu masih terlihat berantakan belum finishing untuk pembangunannya  untungnya kami dibantu Mbak-mbak staf pasca untuk menuju tempat ujian tersebut. Ketika naik menuju lantai lima, lift berhenti di lantai tiga, ternyata Mas Fah yang masuk, kami bertemu disitu.

Sampai di lantai lima, kami mengisi daftar hadir, dan masuk auditorium lantai lima pasca sarjana, hawa akademisi dan berasa orang yang berada diruangan tersebut adalah orang-orang penting dan sangat luar biasa. Kami disambut dengan lagu-lagu dan masih cek sounds. Alhamdulillah kami bertemu dengan istri beliau Mbak Uzi, yang juga dosen di UIN SATU, ngobrol dan bercerita. Sebelum ujian terbuka ada ujian tertutupnya. 

Tamu undangan mulai berdatangan, kami diutus mengisi kursi depan yang masih kosong, lalu ada keluarga dari Mas Fah dan keluarga Mbak Uzi dari Nganjuk, kemudian ada Bapak Fahim, dosen saya dari UIN Maliki Malang. Alhamdulillah bertemu dikesempatan berharga ini. Lalu banyak teman dari Promovendus dari Pondok Panggung, Darul Hikmah, MHM Ngunut dan LP2M. Sebelum ujian dan penguji hadir, dibuka acara tersebut dan semua dimohon berdiri untuk menyambut para guru besar.


Go to Part 2

Jumat, 29 Juli 2022

Treatment


Treatment atau biasa kita kenal dengan istilah perlakuan. Perlakuan bisa kepada benda atau bahkan kepada sesama manusia ketika bersosialisasi. Jika treatment diartikan pada dunia medis akan lebih kepada bentuk pengobatan. Sedangkan pada dunia pendidikan, treatment menurut saya lebih kepada proses bagaimana mengenal setiap karakter yang dimiliki oleh peserta didik.

Minimal mengenal karakter mereka, dengan berjalannya waktu akan lebih mendalam untuk mengetahui secara detailnya. Treatment anak-anak di usia Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah dasar tentu akan berbeda dengan anak yang seusia SMP, atau SMA. Tingkat kemandirian juga berbeda. Sehingga peran guru di usia sekolah dasar akan lebih banyak untuk mendampingi dan mengarahkannya baik di kelas maupun ketika belajar di luar kelas.

Instruksi atau perintah harus benar-benar dijelaskan secara gamblang, jika perlu diulang-ulang agar perhatian serta dalam pembangunan pembiasaan akan lebih mudah dan hafal terbiasa.

Guru harus memahaminya, semua peserta didik tidak boleh dipukul sama rata. Karakternya dan tipekal kecerdasanya harus kita mengerti dan kita hargai. Jalan akademik bukan segalanya, skill yang mereka miliki benar-benar harus digali. Kadang sebagai pendidik merasa egois, jika  hanya bisa mentransferkan pengetahuan, tanpa mengetahui dengan baik skill yang mereka miliki atau bahkan latar belakangnya.

Pentingnya peran guru disinilah bukan hanya datang dijam ngajar dan begitu jamnya selesai pulang. Bahkan ada sebelum jamnya habis, sudah diakhiri dan ditinggal pergi. Tutur kata dengan peserta didik pun juga akan menjadi sorotan, menggunakan bahasa utama dengan Bahasa Jawa Kromo Inggil, tapi jika pun kurang mampu menggunakannya pakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kami pun masih dalam tahap belajar. Pasti banyak kekurangan, oleh sebab itu sharing dengan teman sejawat atau antar profesi akan lebih membuka wawasan serta pengalaman yang sangat luas. Intinya jangan pernah puas dengan penampilan dan treatment yang kita berikan kepada peserta didik di hari ini. Mari, terus berbenah menjadi baik dan lebih berkualitas dalam segala hal. Jika belum bisa, jangan malu bertanya. Jika sudah bisa, jangan pernah puas dalam satu bidang. Lanjutkan terus perjuangan. 

Kamis, 28 Juli 2022

Madin Bersama 1B


Hari ini madrasah diniyah, pertama saya mengajar di kelas 1B. Madrasah Diniyah atau madin kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, biasa ngajar kelas atas, yakni kelas 4,5 dan 6, namun kali ini dengan peserta didik baru kelas 1B.

Kelas 1B berjumlah dua pukuh satu, yang mempunyai karakter yang unik dan lucu serta menggemaskan ketika membaca tulisan Arab, hampir semua lancar. Giliran menulisnya, mereka lebih membutuhkan waktu yang lama, bahkan energi yang banyak. Sebab, menulis Arab, jika belum terbiasa pasti akan sulit. Ada yang sangat besar-besar satu halaman buku hanya untuk satu dua baris tulisan Arab.

Hari ini dengan kitab Syiir Roksun, saya tuliskan di papan tulis perkata dengan terjemahnya menggunakan tulisan latin bukan pegon. Satu bait syiir biasa ada empat mufrodats. Hari ini dua baris, sehingga ada delapan empat mufrodats. Mereka rata-rata berkata "Bu, tunggu ya, agak susah" "Bu, tunggu itu bentuknya, pripon bu?" "Bu, susah" dan.seterusnya.

Sebetulnya menulis akan melatih gerak motorik pada tangan, sehingga apapun keluh kesah mereka, sebagai pendidik harus tetap tenang membimbing serta memotivasi mereka untuk menyelesaikannya. Dalam hatiku berkata "Saya dulu pun, pasti seperti mereka, merasa belum mampu, ketika belum berusaha". Ayo terus selesaikan sebisanya menulisnya. Kemudian saya tertawa ketika ada celetuk dari salah satu mereka "Bu Filza, tulisan saya kayak gajah Bu, buesar-besar" serentak satu kelas langsung tertawa. Polos dan jujurnya mereka membuat pelajaran di siang hari ini tidak terasa dan mencegah kantuk.

Semoga hari ini menjadi kunci semangat pembelajaran madin seterusnya. Terima kasih kelas 1B atas kerja samanya dan wali kelasnya Bu Diah yang sabar dan hebat. Salam semangat selalu.

Sabtu, 23 Juli 2022

Porsadin Ke 5


Minggu, 24 Juli 2022 adalah acara Porsadin ke lima tahun 2022. Kali ini pembukaan dan tempat lomba di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Diikuti hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Seperti, Sumbergempol, Gondang, Ngunut, Karangrejo, Boyolangu, Rejotangan, Campurdarat, Kauman dan seterusnya.

RMI Sumbergempol mengirimkan lima belasan peserta dengan setiap cabang lomba ada putra dan putri beserta pendampingnya. Pidato putri Bahasa Arab dan putra putri lomba tahfidz dari Mi/Madin Al Quran Jabalkat Sambijajar. Lalu dari Podorejo ada cabang catur putra dan putri. Ada cabang MTQ, Tartil, Qiroatul Kutub dan cerdas cermat. Pidato Bahasa Indonesia dan kaligrafi, puisi islami dan lari dari Mi/Madin Nu Sumberdadi. 

Kafilah sumbergempol kompak selalu. Putra putri kami meskipun dari berbagai madrasah dan baru saja kenal tetap semangat dan fokus di masing-masing lomba, dengan penuh sportif. Setelah acara pembukaan, kami diarahkan ke masing-masing lokal lomba. Ketika upacara pembukaan dan lomba lari serta pidato Bahasa Indonesia berada di Madrasah Aliyah At Tohiriyah. Untuk cabang lainnya berada di masjid dan kelas-kelas di Mi Ismaliyah Pinggirsari yang lokasinya tidak jauh dari MA tersebut, cukup jalan kaki.

Pidato Bahasa Arab mendapat nomer urut tiga untuk putri. Lalu tahfidz putri mendapat nomer urut empat sedangkan yang putra mendapat nomer urut tujuh. Sekitar pukul delapan lebih dua puluh menit semua dimulai. Panitia serta official dan sekretariatan semua sudah siap. Ketika di cabang lomba Pidato Bahasa Arab, ternyata saya mengenal beliaunya ada Pak Zamahsari dan Pak Dr. Nashih dosen STAI dari Yayasan Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Beliau juga kaget ketika kami disini sebagai pendamping.

Terpantau setiap lomba, lancar dari Sumbergempol pun demikian. Kami sebagai pendamping merasa bangga apalagi orang tuanya. Menurut saya datang mengikuti Porsadin dengan begitu banyaknya peserta sudah juara karena mental juga diuji, seandainya juara 1, 2 atau 3 itu adalah bonus dan bentuk usaha dan ikhtiar secara sungguhan. Salam sportif dan teruslah semangat menjadi Generasi Alim Ulama dengan penuh prestasi. 

Jual Beli


Jual beli salah satu kegiatan  yang hampir selalu di lakukan oleh masyarakat. Jual beli juga tidak luput dari kedua belah pihak antara penjual dan pembeli. Kalau kita belajar tentang jual beli dalam Fiqih pasti kita akan mengenal syarat rukunnya. Sebelum kita membahas lebih jauh hal ini. Saya akan bercerita mengapa menulis tentang hukum jual beli.

Berkembangnya zaman dan teknologi yang sangat pesat perkembangannya pada konteks jual beli pun juga akan berkembang. Salah satunya dengan adanya aplikasi sistem online. Pada sistem ini harus ada rasa kepercayaan atas kualitas produknya dan kepemilikannya toko yang bisa dipercaya, dan saya rasa tidak masalah. Lalu terbentuknya kesepakatan antara kedua belah pihak, yang nantinya akan berkaitan dengan sistem pembayaran dan lain-lain.

Namun, mengapa masih dijumpai beberapa pedagang, pengepul yang mungkin belum memahami akan hal tersebut. Sehingga menimbulkan ketidak jujuran, misalnya dalam penimbangan. Ketika tidak di bangun kesepakatan, pada penimbangan lalu diberatkan ini juga tidak diperkenankan. Misalnya tiga puluh kilo tapi potongan tambahan harusnya sekilo dan itu belum izin, hal demikian akan menimbulkan masalah sebab mengarah kepada penipuan. Jika dirupakan dalam bentuk uang, akan lebih lari kepada penipuan. Uang pada penipuan sudah jelas haram. 

Inilah sebabnya mengapa, kita harus faham hukum jual beli. Hukum jual beli sebetulnya bisa berubah, ketika batshul masail pernah juga dibahas dengan segala permasalahan yang ada di dunia sehari-hari. Lalu dicocokkan dengan segala dalil dan ibaroh-ibaroh dalam kitab yang sesuai dengan pembahasan. Lalu, sampai pada namanya kesimpulan dan kesepakatan dan pengesahan.

Ada beberapa rukun jual beli, yang harus di fahami, diantaranya:

1. Ada penjual dan pembeli

2. Ada barang uang dijual belikan secara jelas

3. Adanya ijab dan qobul (kesepakatan yang diridhoi oleh kedua belah pihak)

4. Barang yang dijual memiliki nilai tukar

Itulah pembahasan ringkas tentang jual beli. Jika ingin mendetail, mari kita sering membaca, dan membuka kembali kitab-kitab yang sudah pernah kita pelajari dan jangan malu untuk bertanya kepada guru atau orang yang lebih tahu akan hal tersebut.

Intinya, dalam proses muamalah jangan sampai tidak jujur. Hal-hal yang merugikan salah satu pihak harus kita hindari. Bangun kesepakatan yang benar-benar diridhoi kedua belah pihak. Dan jangan sampai memperjual belikan barang yang tidak bermanfaat.

Salam Semangat

Jumat, 22 Juli 2022

Bawang Merah


Musim panen bawang merah. Di desaku kali ini panen raya, bawang merah. Awal bulan Juli kemarin harga masih melangit, tapi belum begitu banyak petani yang panen, masih satu du tempat bisa dihitung jari. Pada waktu itu rata-rata semua petani, menjualnya dengan sistem diborong di sawah langsung. Artinya, petani tidak perlu repot-repot membawa pulang dan mengguntingnya di rumah. 

Ukuran tanah mayoritas lima puluh, atau sebutannya dengan sak kedok hampir meraih laba tiga kali lipat. Artinya satu kedok bisa mendapatkan harga melangit dengan minimal tiga puluh juta ke atas. Bahkan jika bawang merahnya sehat dan kualitasnya bagus, merah merona, besar dan bulat itu akan lebih mahal. Satu kedok minimal empat puluh juta ke atas.

Di pertengahan bulan Juli seperti hari-hari ini, tiba-tiba harga menurun dengan drastis. Banyak orang berpendapat hal ini disebabkan kota Brebes telah kebanjiran, sehingga petani di sana terpaksa memanen bawang merahnya meski belum cukup umur, dengan harga murah. Lalu ada yang berpendapat bahwa, bawang merah dari Lombok telah datang memenuhi stok pasar, sehingga barang melimpah.

Akibatnya, panen kali ini biasanya perkilo mencapai tiga puluh lima ribu rupiah berubah dan menurun mencapai lima belas ribu rupiah. Lagi-lagi petani yang panen raya di desaku, harus lebih sabar menghadapi perubahan harga. Kalau melihat kualitas bawang merahnya hampir semuanya petani di sini berhasil, artinya bawang merahnya sehat dan bagus.

Itulah namanya perekonomian terus berputar. Apapun yang telah di dapat harus disyukuri dengan sepenuhnya. Tidak perlu berkeluh kesah kepada sesama manusia, jika belum sesuai harapan, husnudzon atau berprasangka baik saja kepada Allah. Semuanya pasti ada hikmahnya dan pasti ada rizki lainnya. Terima kasih para petani bawang merah di desaku. Saya juga termasuk di dalamnya, sehingga tahu betul proses dan pencapaiannya. Kita semua hebat. Dan salam selalu semangat.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...