Jumat, 18 Oktober 2024

Setiap Dari Kita Istimewa Dan Hebat


Mendapat kesempatan yang istimewa. Tidak semua orang akan merasakan untuk belajar bersama. Tiba-tiba mendapatkan sebuah hikmah yang luar biasa untuk lebih semangat. Salah satunya menyadari tugas utama diri ini dan menyadari siapa saya.

Menjadi pembicara memang tidak mudah. Pembicara didepan ratusan santri sejatinya adalah menasihati diri sendiri, agar lebih bergerak, berkarya dan mewujudkannya. Berdiri seperti hari ini, bukan menunjukkan bahwa aku hebat, BUKAN ! Melainkan sebab karena doa orang tua, suami serta para guru-guru kami. Dan setiap dari kita adalah istimewa dan hebat.

Hari ini saya diminta untuk sharing bersama para santri di Pondok Ngunut Asrama Sunan Pandanaran, khususnya untuk santri tahfidz putri baik SMP/SMAQ. Sharing dan belajar bersama, betapa pentingnya kegiatan ekstrakurikuler. Seperti biasa saya menyiapkan materi kurang lebih tiga empat harian. Kemudian ada ice breaking dengan senam-senam ringan lengkap dengan lagu yang telah saya hafalkan dan siapkan.

Singkat cerita, sampailah di pondok, Alhamdulillah saya diantar untuk sowan ke Ning Bilqis dengan Mbak Solihah salah satu pengurus disana, saya memohon izin, doa dan terima kasih sudah diberikan kesempatan yang luar biasa untuk nderek khidmah, belajar dengan para santri. Terjadilah obrolan singkat dan tak lama kamipun berpamitan. 

Saya menunggu persiapan para santri setelah jamaah sholat Ashar. Selanjutnya, acara dimulai, perkenalan singkat  dan langsung pada materi. Menghadapi kurang lebih dua ratus lima puluh santri yang hafal Al Quran memang sedikit berbeda, tangan saya dingin, namun saya berusaha memaksimalkan perform dengan menikmati dan menyampaikan materi sebaik mungkin.

Memang tidak runtut bahkan senam ringan yang saya siapkan juga belum tersampaikan, hanya tepuk-tepuk yang membuat sedikit heboh. Alhamdulillah secara umum peserta sangat excited. Sehingga membuat saya semakin enjoy.

Garis besar materi kali ini adalah menyongsong hari santri, maka sebagai santri harus lebih berprestasi. Salah satunya dengan adanya ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan bakat diri. Kadang kita tidak sadar,  sebetulnya bakat kita apa? Jalannya harus bagaimana? Bagaimana cara mengembangkannya dan harus seperti apa?

Seusia para santri yang pada umumnya di generasi Z dan generasi Alpha sering dilanda insecure, ketidak percayaan diri bahkan mental yang cenderung lemah. Segala hal ingin instan. Utamanya juga dengan bakat, misalnya tanpa latihan bisa menjadi ahli dan baik. Padahal bakat itu harusnya tetap diasah agar semakin berkualitas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu alternatif dalam mencari, mengembangkan, dan memproses bakat tersebut. 

Ada tips utama yakni niat yang kuat, paksa diri, disiplin, ikuti dengan senang, percaya diri dan tunjukkan bahwa kamu bisa dan mampu. So Just Join And Enjoy With Happiness because No One Know Which Talent In The Future Will Be Useful.

Semangat untuk kita semua,

Santri Harus Berjaya,

Salam Semangat

Salam Literasi,

Jumat, 20 September 2024

Bahagia Adalah Obat Mujarab




Obat tak sembarang obat, obat ini akan menjadi obat paling mujarab bagi semua orang. Tingkat stres setiap orang, lelah dan capek seseorang berbeda-beda. Banyak faktor yang memicu hal tersebut bisa terjadi dan kadang-kadang sepele namun sangat melelahkan. Kejengkelan dan kekecewaan pasti akan menghampiri.

Sebagai manusia biasa, pasti akan dihampiri rasa itu. Sebetulnya semua itu ada obatnya. Namun, tidak semua orang menyadarinya. Obat mujarab tersebut lahir dari diri kita sendiri. Apa obat mujarab tersebut, yakni Bahagia? Mengapa harus bahagia? Dimana kita bisa menemukan bahagia? Kapan bahagia itu bisa kita rasakan?

Semua akan terjawab bahwa bahagia itu berasal dari diri sendiri. Bahagia kita ciptakan dan kita tanamkan dari hati kemudian akan terlahir dengan prilaku kita sehari-hari. Bahagia dapat dilihat dari yang paling kecil yakni tidak meremehkan orang lain. Menganggap bahwa semua orang adalah berharga akan menjadikan kita lebih bahagia. Sehingga tidak ada kesempatan untuk menggampangkan kemampuan orang lain. Kemudian lahir pada bahasa tubuh kita salah satunya adalah tersenyum.

Bahagia dapat kita tanamkan pada waktu pertama kali bangun tidur, dengan membaca Basmalah serta doa bangun tidur dan membaca mantra ajaib. Misalnya "Ya Allah semoga semua kegiatan hari ini dapat berjalan lancar, bermanfaat, barokah dan saya lakukan karenaMu dan saya bahagia menjalankannya"

Ucapan atau mantra tersebut akan sangat manjur bila dibarengi dengan sebuah keyakinan hati yang kuat. Segala hal yang terjadi dari mulai bangun tidur sampai kita tidur kembali meskipun kita lelah rasanya akan enteng alias tidak berat untuk menjalankannya.

Hadirkan rasa bahagia itu dengan ucapakan syukur yang tiada henti "Alhamdulillah" "Subhanallah". Maka keluasan hati, kelunakkan hati untuk menerima apabila tidak sesuai kita lebih cepat untuk menerima dengan lapang dan bahagia. Maka, kesimpulannya "apapun kegiatannya lakukan dengan BAHAGIA"

Rabu, 28 Agustus 2024

PSC (Pahlawan Street Center) Madiun

 





Rabu, 3 Juli 2024 ada pribahasa yang saya pakai untuk mengabadikan perjalanan penting ini yakni sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Hajat utama bersama rombongan kampus STAI MAS Pondok Ngunut untuk berkunjung di UNIDA Gontor Ponorogo. Persiapan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari.

Perjalanan dimulai setelah magrib rombongan selalu beriring-iringan ada empat unit kendaraan, dengan masing-masing penumpang kurang lebih tujuh sampai delapan orang. Rombongan mengambil jalur lewat Madiun. Di Madiun terjadwal makan malam dengan pecel khas Madiun. Kemudian mampir di Pahlawan Street Center kota Madiun.

Pahlawan Street Center kota Madiun biasa disebut dengan PSC, kalau saya melihat seperti Malioboronya Yogjakarta. Saya baru pertama kalinya berkunjung di PSC ini. Sebelumnya di Madiun, hanya terminal dan menuju rumah teman dan saudara. Namun, kali ini berbeda, mampir di PSC dan keliling-keliling di beberapa ikon-ikonnya.

PSC seperti layaknya mengelilingi dunia, setelah rombongan sampai dan parkir kami turun langung disuguhkan beberapa ikon diantaranya adalah kereta api Shinkansen layakanya dari Jepang, Patung Merlion, Rumah Tudor, London Bridge. Selain itu disisi sebrang jalan, ada patung unta ala Arab Saudi lalu ada Ka’bah, berlajut lagi ada menara eifel dan jembatan-jembatan yang dihiasi lampu-lampu warna warni.

(sambil berdo'a dan membayangkan semoga bisa terwujud ke Makkah dan Madinah yang sungguhan)

Ada hal yang disayangkan ketika mengambil spot-spot foto dijembatan, dibawahnya memang ada aliran sungai terlihat bening tetapi berbau sangat tidak sedap serta menyengat. Sehingga saya dan teman segera beralih kembali di sekitar ikon Ka’bah. Banyak muda-mudi, keluarga dan anak-anak duduk-duduk disekitarnya. Dan ada juga seperti pelajar sedang berlatih rebana, darbuka dan bersholawat.

Seakan disetiap misi jika keluar kota, harus memperbanyak foto. Foto sebagai tanda atau bukti kita pernah kekota itu. Agenda untuk esok hari masih banyak, sehingga kesehatan, tenaga dan energi postif harus tetap dijaga. Setelah puas di PSC dan berfoto baik foto bersama atau pose sendiri, rombongan melanjutkan perjalanan. Semoga ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

 

Minggu, 25 Agustus 2024

Catatan Kecil Ngaji Di Teras Gubuk Ploso

 




Ngaji di Teras Gubuk bersama Gus Kautsar dengan Kitab Irsyadul Ibad. Saya berkesempatan untuk menuliskannya di buku yang sudah saya persiapkan. Perlu diketaui bahwa ngaji kali ini saya tidak mengantuk blas, menikmati dan selalu tertawa dengan ganyengnya beliau. Rutinan ngaji di Teras Gubuk diselenggarakan setiap Rabu Wage dan Sabtu Legi.

Ngaji di Teras Gubuk diawali dengan sholat Isya’ berjamaah. Kemudian setelahnya ada sholawat dan pukul 20.00 lebih sedikit beliau sudah menuju Teras Gubuk utama untuk membuka ngaji. Beliau mengawalinya dengan menghadiahkan Fatihah kepada seluruh dzurriyah Pondok Ploso dan ahli qoryah.

Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mencatatnya, meskipun tidak urut. Kitab Irsyadul Ibad karangan Syekh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari. Kitab Irsyadul Ibad memiliki arti petunjuk untuk hamba menuju jalan yang lurus. Diawal belaiu menyampaikan salah satunya adalah fadhilah Bismillah. Diantaranya adalah

a)    Bismillah merupakan jimat yang luar biasa, Syekh Ihsan menerangkan lafadz Bismillah dengan sangat panjang, semua hal apapun niat hajatnya apabila tidak membaca Bismilllah maka hal itu biasanya tidak sempurna dan tidak akan tuntas dalam prosesnya

b)    Pada lafadz Bismillah, dijelaskan dalam hadits yang diriwaytkan oleh Abdullah Bin Mas’ut bahwa “barang siapa membaca Basmallah ribuan dosa kecil akan dimaafkan oleh Allah swt, ribuan kebaikan juga akan ditulis oleh Allah swt”

c)    Kadang kita sering lupa akan Bismillah seperti contoh kecil ketika bangun tidur lebih sering mencari HP dari pada membaca Bismillah. Padalah bangun tidur mampu membaca Bismillah maka rizkinya akan digampangkan oleh Allah

d)    Ketika seorang membaca Basmallah secara spontan akan mendapatkan jawaban dari surga yang memilik arti “selamat datang calon penghuniku”

e)    Hadits Qudsi menjelaskan barang siapa membaca Bismillah dan dilanjutkan membaca Fatihah dengan penuh kesadaran dan penghayatan Demi Allah orang tersebut akan Aku ampuni, maka bersaksilah wahai para malaikat. Sekecil kebaikannya pasti akan saya terima, dosa-dosanya akan saya maafkan dan lesannya tidak akan saya bakar dineraka, mulai dari alam kubur sampai hari kiamat.

f)     Kemudian Bismillah bisa untuk menyurati Allah. Syekh Ihsan menjelaskan apabila ada yang memiliki hajat/kebutuhan yang sangat mendesak. Maka menuliskan “Surat ini dari hambamu yang sangat hina, untuk TuhanNya yang sangat luar biasa hebatnya, Tuhan hambamu ini sangat memiliki kebutuhan mendesak, Engkaulah Maha Pengasih dan Maha Sayang” kemudian ditulis digulung dan ditaruh di botol dan dialirkan ke sungai yang mengalir. Selanjutnya dijapani, semua hajatnya diutarakan Insyallah semua hajatmu akan dikabulkan oleh Allah

Pada Kitab Irsyadul Ibad memiliki karakteristik didahului oleh ayat Al Quran kemudian terdapat hadits-hadits sesuai dengan ayat tersebut. Ngaji ini sangat asyik dan ringan. Kemudian diakhir ada sesi tanya jawab, dan mahalul qiyam dan doa. Semua isi ngaji ibaratnya adalah daging dan banyak lagi catatannya. Ngaji diakhiri pukul 22.30 WIB dan masih diberikan nasi bungkusan. Alhamdulillah Semoga diberikan keistiqomahan dalam mengaji.

Surprisingly Ngaji Di Teras Gubuk Ploso

 



Malam minggu yang istimewa, tanpa terencana tiba-tiba saya celetuk kepada suami ingin ngaji di Ploso. Tanpa basa-basi beliau meng-iyakan, dan sekitar pukul setengah lima sore kita berangkat. Ngaji perdana bersama Gus Kautsar di Teras Gubuk di Ploso, yang sebelumnya tidak ada bayangan sama sekali.

Kami berdua sudah menyiapkan bekal, bahkan membawa banner persiapan untuk alas duduk, serta alat sholat. Tidak ada bayang sedikitpun disana bahkan lokasi tepatnya dimana. Intinya Bismillah niat ingsun ngaji dan ngalab berkah. Kami sempat gojlokan dijalan, sesampai disana kita tidak mengenal siapapun lalu nantinya bagaimana kataku, beliau menjawab nggeh nderek dan nibrung saja.

Kami sholat maghrib di masjid Al Muslimun Kepatihan Tulungagung, kemudian melanjutkan jalan, dengan sangat santai tanpa ngebut menikmati ramainya malam minggu di jalan raya. Lalu kita iseng lewat di Pondok Mbaran Maesan, disitulah kita mulai menggunakan maps untuk memastikan lokasi ngajinya.

Cuacanya sangat dingin, sehingga saya pun lengkap dengan jaket serta kaos kaki. Kami melihat bendera besar diatas masjid pondok induk Ploso, itu artinay lokasi sudah dekat dan Alhamdulillah telah sampai. Rasanya lega dan senang sekali, mungkin kami tergolong masih awal sehingga jamaah belum terlalu berjubel. Kemudian banyak panitia mengarahkan untuk parkir, kami memasuki gang kampung kecil dan ada mushola, suami mengambil wudhu dimushola tempat kita parkir. Setelah itu kami diarahkan untuk ke lokasi dan suara gema sholawat berkumandang tidak jauh.

Kami melewat jembatan kecil dan kanan kirinya adalah pohon bambu. Kemudian depan lokasi Gubuk Teras terbentang sawah yang luas, Subhanallah tempatnya sangat nyaman, Gubuk Teras dihiasi lampu-lampu dan taman serta gedung di sisi barat serta paling pojok utara barata ada toko beliau dan disisi timur ada toilet serta tempat wudhu. Pokoknya tempatnya sangat nyaman, keren dan asri.

Luar biasa kami diberikan selembar fotocopy Kitab Irsyadul Ibad, kantung kresek untuk sandal, air minum tersedia untuk mengambi dan memilih sendiri apakah mineral, kopi panas atau teh panas. Alas duduk sudah ditata sedemikian rupa disana, sehingga alas yang kubawa pun tak terpakai. Lalu antara jamaah putra dan putri dipisah. Putri disisi barat putra disisi timur gubuk. Selanjutnya saya duduk dan tidak lama mbak-mbak santri menghampiri dan memberikan satu kotak mika buah klengkeng.

Surprisingly, beliau Ning Jazil yang merupakan istri dari Gus Kautsar menghampiri setiap jamaah dengan sangat sangat ramah dan senyumnya beliau, termasuk saya. Ini membuat saya sangat kaget dan saya mengikuti jamaah yang lain untuk mushofahah dengan beliau. Lalu, beberapa jamaah meminta tolong saya untuk memfotokan, sontak saya tremor dan memfotokannya hampir lima kali klik dan memastikan tidak blur.

Lalu beliau ngendikan “mbak njenengan belum kefoto lo, monggo-monggo mriki” saya sangat speechless tidak bisa berkata-kata. Mungkin wajahku sudah tidak terkontrol bahagianya, sebab selama ini saya hanya melihat beliau di Ig. Ini bertemu langsung dan mushofahah. Masyallah semoga ini membawa berkah.


cuplikan momen saat memfotokan


Sambil menikmati gema sholawat saya berkenalan dengan beberap jamah putri yang tak lain adalah warga sekitar gubuk, beliau bercerita bahwa gubuk ini termasuk bangunan baru dan baru saja beberapa hari diresmikan dan malam ini untuk pembukaan ngaji. Next part 2

Jumat, 23 Agustus 2024

Rewang Menjadi Penting




Rewang itu istilah bahasa Jawa yang intinya saling membantu atau gotong royong, ketika ada tetangga, sanak saudara yang sedang ada hajatan. Hajatan yang biasa ada di sekitar masyarakat adalah rutinan yasinan, tahlilan, slametan, mantenan, walimatul shafar dan lain-lain. Rewang itu seperti tradisi dan budaya yang selalu dilakukan untuk menjada kerukunan.

Pada tradisi rewang, kita bisa belajar menjadi manajer yang baik, pengkonsep acara yang keren dan terlebih menjadi lebih peka terhadap segala kegiatan. Selain itu, kita bisa belajar jika di rumah kita sendiri misalnya terdapat hajatan kita mampu menata, mengatur dan mengkonsep dengan baik.

Pada saat rewang, biasanya durasinya disesuaikan dengan jenis hajatan. Misalnya pada pesta pernikahan, di desa sedikit berbeda dengan acara yang diselenggarakan dikota misalnya digedung. Lebih rembyong di desa bahkan butuh berhati-hati mulai dari ngirim leluhur, njenang, manggulan, resepsi dan standing party. Sehingga warga sekitar akan lebih lama durasinya untuk rewang.

Lalu pada jenis hajatan seperti rutinan yasinan, biasanya hanya butuh sehari semalam untuk mempersiapkannya. Dan tradisi shodaqoh atau nonjok masih sangat lestari, sehingga bagi sanak saudara atau tetangga yang rewang selalu akan dibagi baik dengan bentuk berupa makanan dan lauk-lauknya.

Rewang juga mengandung seni misalnya seni menata jajan, seni menata menu prasmanan dan seni menjadi among tamu. Selain itu direwang juga ada kesempatan untuk belajar administrasi seperti mencatat dengan cepat, tepat dan sesuai. Mengapa harus sesuai? Meminimalisir untuk tertukar baik dari segi tas atau barang serta amlopnya.

Kalau sudah berkumpul dengan para ibu-ibu biasanya ada sebuah informasi yang berfaedah dan kurang bahkan tidak berfaedah, hal disinilah yang harusnya kita hindari. Jika belum bisa maka minimal mengurangi dan menghindari. Hal utama yang biasa dibahas dikalangan ibu-ibu adalah terkait dengan fashion. Begitulah jika ada yang baru atau mencolok akan mendapat opini yang beragam.

Dibalik itu kegiatan rewang banyak mengandung kegiatan positif seperti silaturrahmi, menambah jiwa sosial kita tumbuh dan berkembang. Mengenal berbagai karakter orang bahkan kebiasaan atau tata cara dalam berbagai hal. Maka rewang itu penting namun jangan sampai meninggalkan kewajiban utama kita.

Dolan Bersama Mak-E,

 


Sebetulnya tidak dolan saja tapi dolan yang sangat penting dan harus dilakukan. Berkunjung ke SMA Negeri Kalidawir untuk melaksanakan tugas dari kampus. Sebetulnya ini kali ketiga kunjungan kami. Setelah selesai tugas utama, kita ingin melihat suasana sekolah ini dan luasnya lapangannya dan taman-taman yang indah. Sebab, biasanya kita berkunjung dikantor saja, namun kali ini kita penasaran dan ingin melihat anggrek dan taman serta kelas-kelas yang berada di atas.

Naik-naik kepuncak cukup membuat nafas ngos-ngosan sebab jarang olahraga. Ada penghubung anak tangga seperti ketika ziaroh wali. Disana disapa oleh Bapak/Ibu Guru yang sangat ramah. Benar sekali, ternyata diatas masih sangat luas dan ada pintu gerbang kedua. Dilengkapi dengan berbagai kelas, parkiran dan ruangan lab, dan lapangan di atas.

Diatas juga banyak pohon-pohon rindang, selain itu ada taman dengan bunga teratai yang indah beserta taman dengan air mancurnya. Lalu diujung ada lapangan yang sangat luas dan kolam ikan koi. Serta ada gazebo dan spot foto yang terlihat dari pucuk gunung, sehingga melihat dari atas sangat indah.

Kalau cuaca hampir sama tidak dingin tapi juga tidak terlalu panas. Sebab kami berkunjung di siang hari sehingga terlihat terik. Selain itu, di sekolah ini biasanya orang menyebutnya SMA Kucur, ini jalannya cukup menanjak, saya hanya bermodal yakin kalau dibonceng Mak-E. Senang aja kalau kemana-mana berkunjung dengan beliau. Sambil ngobrol ngalor ngidul membahas apa saja.

Mulai dari tentang dapur dengan segala reng-reng, konsep ala Mak-E serta tempat-tempat makanan dan catering yang enak. Diam-diam saya banyak belajar dari Mak-E, sehingga wajar saja bila beliau dipanggi Mak kita bersama.

Bertugas dan ada kesempatan hunting foto sebanyak-banyaknya sebab ini kesempatan yang berharga. Setelah selesai baru kami kembali ke kampus dengan bahagia. Terima kasih Mak-E, besok ajak saya jalan-jalan kembali.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...